نخستین 200 خط.
Nong Jinsun, kali ini suruh kamu pulang
supaya kamu bisa melakukan
satu hal rahasia besar demi aliansi.
Hanya cukup satu kata dari Tuan Sun.
Aku bahkan hancur berkeping-keping,
juga rela.
Bukankah ini, tuan muda kedua keluarga Huo,
Huo Yuanjia dari desa Xiaonanhe?
Permisi, permisi.
Mundur.
Semuanya mundur.
Semua jangan bergerak, yang tenang.
Tuan Joseph, Tuan Joseph.
Anda masih belum bayar setengah uang obat.
Uang apa?
Kenapa pukul orang?
Kenapa pukul orang?
Kenapa pukul orang?
Permisi, permisi.
Tidak seperti makanan daging.
Sudah ditutupi kulit.
Mari, tahu busuk.
Tahu busuk yang wangi dan empuk.
Jual koran, jual koran.
Anjing ini sangat familiar.
Ia sepertinya anjing Ibu Dada.
Kue pukis, mau tidak?
Barang jelek.
Bagus sekali, pegang.
Terima kasih, terima kasih. Sampai jumpa.
Minggir, minggir!
Minggir, minggir!
Kasih jalan buat aku. Minggir!
Jangan jatuhkan barang aku.
Tuan.
Jangan omong kosong sama aku.
Hancurkan kios ini.
Tuan...
Tuan...
Aku di sini sudah bayar sewa.
Jangan pukul ayah aku.
Baik, pukulan yang bagus.
Periksa orang ini dengan jelas.
Baik.
Kondisi tidak baik, ayo pergi.
Kalian, tangkap dia.
Cepat kejar.
Tidak disangka dalam kumpulan monyet
masih ada yang bisa seni bela diri, cepat kejar.
Baik.
Cepat.
Berhenti.
Di sana...
Cepat kejar, cepat.
Berhenti.
Cepat...
Cepat...
Ayo, sini.
Cepat, sini.
Permisi, permisi.
Cepat.
Permisi...
Sana, ayo cepat.
Di sana, cepat. Minggir!
Naik...Cepat.
Minggir! Minggir!
Teh buat Tuan.
Sedang apa ini?
Kita naik dari sini.
Sini.
Cepat.
Bukankah ini Tuan Nong?
Mau ke mana? Sedang apa kalian?
Kasih tahu kalian, Xiaotaohong.
Sangat kangen kamu sampai mata bercahaya.
Aku...Aku tidak kenal dia.
Kenapa tidak kenal? Pelanggan tetap.
Kamu salah orang.
Kami hanya lewat.
Ke sini untuk bersenang-senang.
Semuanya bilang begitu.
Mengerti...
Minggir! Ayo.
Main sebentar Tuan Nong.
Begitu tinggi.
Cepat kejar.
Tidak bisa...Aku sangat takut.
Cepat lompat.
Tidak bisa.
Di sana, cepat minggir!
Menakutkan.
Bos Nong.
Anda lompat dari ketinggian.
Baik-baik saja kan?
Tidak terluka kan?
Baik-baik saja.
Bos Nong. Sudah beberapa hari belum lihat Anda.
Cepat pergi, cepat...
Permisi.
Bos Nong, Anda mau ke mana?
Sini, sini. Cepat.
Sini, sini.
Tunggu di sini dulu.
Aku lihat keluar.
Sudah aman, tenang saja.
Apa nama sahabat?
Yu Jiawei. Nong Jinsun.
Huo Yuanjia. Tinggal di desa Xiaonanhe, pinggir kota Tianjin.
Ayah aku adalah Huo Endi.
Salam kenal, salam kenal.
Salam kenal, salam kenal.
Tidak apa-apa.
Bos, ini adalah...
Sahabat Huo. Orang kita. Kalian ini...
Bos, bukankan Anda mau ke bagian Barat?
Kami berdua pikir.
Bisakah Anda bawa kami ikut pergi bersama?
Kami tidak mau uang.
Kami hanya ingin ikut Bos.
Lihat dunia luar.
Betul...Kami tidak mau uang.
Bukankah pendongeng dan penyanyi sering bilang,
bagian Barat banyak makanan enak, dan tempat menarik?
Kami berdua hanya ingin ikut Bos,
pergi lihat dunia luar.
Saat kembali, juga bisa gombal ke teman-teman.
Sembarangan.
Aku ke bagian Barat untuk impor bahan obat.
Bukan untuk senang-senang.
Lagi pula.
Perjalanan ke bagian Barat sangat bahaya, banyak bandit.
Banyak orang akan mengundang perhatian.
Lagi pula.
Kamu bilang, kalian berdua tidak bisa kungfu.
Buat apa pergi ke sana?
Tapi bukankah Bos juga tidak bisa kungfu?
Bagaimana kami bisa tenang?
Betul.
Aku..Aku juga terpaksa.
Saudara Jinsun, maaf ganggu sebentar.
Saudara Jinsun, Anda mau ke bagian Barat?
Iya.
Mari bicara sebentar.
Tunggu, Bos.
Saudara Huo, Anda ini...
Saudara Jinsun kurang orang yang bisa kungfu.
Kamu lihat aku bagiamana?
Pulang pergi, takutnya menghabiskan banyak waktu.
Takut mengganggu urusan penting Anda.
Aku juga orang santai.
Bisakah aku pergi?
Saudara Jinsun, kasih keputusan yang cepat.
Ada saudara Huo, tentu saja bagus.
Baik, sepakat.
Sepakat.
Teman sih teman, kamu lihat, soal gaji...
Kamu tenang saja, tidak akan merugikan kamu.
Ini uang muka, kamu simpan dengan baik.
Ayah, petugas ini sangat menindas orang.
Tidak apa-apa. Pekerjaan seperti kita ini.
Terima pukulan apakah masih jarang?
Kamu pikirkan, pekerjaan kita ini.
Terima pukulan adalah modal kita.
Ayah, penyelamat.
Penyelamat.
Cepat berdiri, cepat berdiri.
Penyelamat.
Tidak, tidak boleh.
Di sini ada uang.
Kalian ambil saja buat siapkan barang,
dan berbisnislah ke tempat lain.
Ini...
Penyelamat, tidak boleh...
Anda ambil saja.
Tidak boleh.
Anda ambil saja.
Ini adalah orang yang kamu pilih.
Betul, ini adalah sahabat aku.
Namanya Huo Yuanjia.
Kungfu bagus dan sangat menghargai orang.
Penyelamat, tidak bisa. Jangan.
Kamu lihat, kamu lihat orang tua ini.
Suruh kamu ambil ya ambil saja.
Sudah sepakat.
Terima kasih penyelamat.
Tidak ada uang lagi.
Bagaimana ini?
Ayah.
Kamu masih ada muka untuk pulang?
Kamu masih ada muka untuk curi uang?
Aku tidak curi, aku tulis kertas pinjaman.
Tulis di kertas sudah boleh ambil?
Kalau kamu tulis pinjaman 100 ribu tael emas,
semua keluarga Huo akan kamu pindahkan?
Keluarga kita ada 100 ribu tael emas ya?
Aku hanya mengibaratkan.
Kamu masih omong kosong dengan aku.
Yuanqing.
Ayah.
Jalankan hukum keluarga.
No comments yet. Be the first to leave one.