هماهنگ با نسخه‌های زیر

Crash Course in Romance S01E13 1080p NF WEB-DL DDP2 0 H 264-XEBEC
ناشر Luh_Fil
Indonesian NF Version

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
تاریخ انتشار: 2023-02-25
تعداد دانلود: 25
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

CRASH COURSE IN ROMANCE

Kejutan apa ini?

Sedang apa kau di sini?

Aku lihat antrean panjang saat lewat, jadi, kupikir restoran terkenal.

Kudapan untukmu.

- Kebetulan aku ingin makanan manis. - Benarkah?

Wah, pasti enak sekali.

- Tampak enak, 'kan? - Ya.

Aromanya juga harum.

Orang lain yang membunuhnya.

Saya adalah saksi.

Anda menyaksikan kejadian tersebut?

Yang Mulia, mohon skors sidang sebentar…

Benar.

Saya mengejar pelakunya.

Saya rutin memberi makan kucing-kucing jalanan.

Namun, pada suatu hari

kucing-kucing itu mulai terluka dan mati…

karena ditembak bola logam oleh seseorang.

Demi menangkap pelakunya, saya terus berkeliling area itu.

Jangan mendekat!

Menjauhlah!

Pergi! Jangan mendekat!

Jangan mendekat!

Pergi!

Apa Anda

melihat wajah pelaku?

Wajahnya tidak terlihat karena tertutup topi.

Namun,

tangan yang mencekik leher saya

berkulit pucat dan berjari panjang.

Ada kapalan

di jari telunjuknya.

- "Kapalan"? - Ya.

Saya yakin itu kapalan karena rasanya keras dan kasar.

Pak, coba lihat soal nomor empat ini.

Kurasa ini seharusnya dua,

bukan minus dua.

Pernyataan tersangka cukup spesifik,

apakah tidak diselidiki dahulu?

Sebelumnya,

tidak ada pernyataan ini.

Yang Mulia.

Sejak awal penyidikan, polisi sudah menetapkan klien saya

sebagai tersangka tanpa bukti yang jelas

dan penyidikan dilakukan berdasarkan bias konfirmasi.

Polisi menekan tersangka yang tak stabil secara mental,

membuat suasana tidak kondusif sehingga tersangka tidak bisa jujur.

Saya minta keputusan penolakan surat perintah penangkapan

karena tidak ada bukti kejahatan terdakwa.

CARA KITA MENGHADAPI MASALAH KONJEKTUR YANG BELUM TERPECAHKAN

Baik. Letakkan pulpen kalian.

Oper lembar jawabannya ke depan.

MEMBACA

Nam Hae-e, kenapa diam saja?

Baiklah.

Kalian sudah berjuang selama UTS ini.

Jangan banyak bermain hanya karena UTS sudah selesai.

Kalian bisa langsung pulang. Selesai.

Kita sudah bebas. Ayo bermain!

- Aku bisa menjawabnya. - Senang sekali.

- Aku mengacaukan ujianku. - Aku bisa jawab semua.

Sun-jae, aku mau bicara.

Nam Hae-e, aku mau bicara.

- Sun-jae… - Mau ke mana? Bicara dahulu.

Bicara apa?

Kenapa ujian Matematika kemarin hanya kau yang benar semua di sekolah?

Soal subjektif nomor dua, bahkan Seon-ju dan Jeong-a salah menjawab.

Kenapa hanya kau yang benar?

Padahal soal itu tidak ada di ujian uji coba akademi.

Tentu saja aku menghitungnya.

Lepaskan ini.

Kudengar Pak Choi dan wali kelas kita berteman.

Kau curang, 'kan?

Kau sungguh…

Kurasa kau sangat stres karena ujian.

Pulang dan tidurlah.

Kau pikir kau siapa menyuruhku tidur?

- Beraninya kau menyuruhku. - Lepaskan.

- Ada apa? - Su-a!

- Apa masalahmu? - Lepaskan tanganmu!

- Hae-e, kau tak apa? - Kau kenapa?

Astaga!

- Kau baik-baik saja? - Hae-e!

Hei!

PANGGILAN TERAKHIR

SUN-JAE

- Manis sekali. - Benar.

Dia membeli sesuai suasana hatinya.

Tanpa makan ini pun,

melihat kalian berdua tadi pagi membuat gula darahku naik.

Kau lihat?

Jelas. Kau pikir itu kaca khusus?

Aku bisa lihat kalian bermesraan.

Donatnya enak.

Benar.

Terima kasih.

Aduh, panas.

Hati-hati. Jangan terburu-buru.

Aku tidak apa.

Tunggu.

Suasana apa ini?

Jae-woo, ada salah apa pada Yeong-ju?

Tidak ada.

Instingku tidak pernah salah.

Hei.

Kau memegang kelemahannya, lalu mengancamnya?

- Tidak. - Bukan begitu, Kak!

Jangan begitu pada Yeong-ju.

Apa salahku?

- Anak ini… - Aku lupa.

Aku lupa menaruh papan dilarang parkir.

Kenapa dia bersikap begitu?

Entahlah.

Dingin.

Nam Jae-woo.

Kenapa kau sungkan padaku?

Tidak. Aku tidak begitu.

Apanya yang tidak?

Haeng-seon yang tidak peka saja langsung tahu.

Apa kau begini karena kejadian kemarin?

Yeong-ju,

aku melakukan kesalahan kemarin.

"Jijik" yang kumaksud bukan seperti itu.

Astaga.

Jangan anggap serius omonganku saat minum miras.

Kau tidak mengenalku?

Aku ceroboh dan spontan.

Asalkan pria, aku akan menerimanya.

Aku tahu itu, tapi…

Pokoknya ini masalah serius.

Apa yang harus kulakukan padamu?

Jangan, ya. Bersikap seperti biasa.

Hei, Jae-woo.

Ini peringatan.

PENGADILAN

Kenapa tidak beri tahu ibu sebelumnya?

Kau membuatku terlihat buruk di mata hakim.

Ibu tidak bertanya.

- Apa? - Sejak awal, Ibu sudah mencurigaiku.

Seperti para polisi itu.

Mau ke mana? Mobilnya ada di sana.

Ya, Sun-jae.

Apa yang Ibu lakukan?

Pelankan suaramu.

- Ingin semua orang tahu? - Ibu!

Kau kumpulkan kertas jawabanmu dengan baik?

Tidak membuat kesalahan, 'kan?

Bukan itu yang penting sekarang.

Kenapa soal latihan yang Ibu berikan bisa sama persis dengan soal ujianku?

Dari soal pertama sampai terakhir.

Ya, dugaanmu benar.

Makanya belajar yang tekun.

Ibu sudah bilang harus dapat Level Satu di ujian Bahasa Korea kali ini.

Tapi kau tidak bisa fokus.

Tetap saja…

Ini tidak benar.

Ini namanya curang, Ibu!

Kau yang membuat ibu melakukan ini!

Ibu tidak bisa diam saja

melihat kondisimu seperti itu.

Kau tak boleh gagal ujian masuk kuliah dengan jalur prestasi atau tes tulis.

Kau tahu itu, bukan?

Tapi Ibu,

ini tidak benar.

Aku tidak mau seperti itu. Bolehkah aku jujur ke sekolah?

Boleh?

Aku sungguh benci ini!

Lakukan sesukamu.

Jika ingin melihat ibu mati.

Maksudku bukan seperti itu.

Ibu, jangan seperti ini!

NAM HAE-E

Nomor yang Anda tuju…

Hae-e!

Ada apa?

Ibu pikir kau akan pergi bermain setelah ujian. Kenapa sudah pulang?

Aku agak lelah.

Begitu rupanya.

- Aku ke rumah, ya. - Ya.

Apa ada masalah dengan ujiannya?

Kenapa dia bersedih begitu?

Lelahnya.

Apa itu ujian dan kuliah?

Entahlah. Aku tak mengerti.

Perkemahan Matematika?

Namanya "Perkemahan Matematika bersama Choi Chi-yeol."

Kita buat acara pemberian materinya agak spesial, tetapi sebentar saja.

Acaranya setengah hari.

Ada kelas percobaan dan kuis Matematika.

Bagaimana? Ide bagus, bukan?

Entahlah. Daripada acara seperti ini, aku lebih ingin memfokuskan

pada kualitas materi Matematika.

Kenapa? Kurasa ini bagus untuk jadi tanda kau kembali mengajar.

Jika jadi, sebesar apa skala acaranya?

Kurasa akan ada sekitar 2.000 orang.

Persaingannya akan ketat dengan jumlah segitu.

Untuk menampung orang sebanyak itu,

kita harus mencari tempat terbuka atau stadion.

Bagus. Pak Ji pintar melihat peluang.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left