نخستین 200 خط.
bayuyab NAFAS_KUDA
Oke sip!
Yah, liburan musim semi sudah mau berakhir, nih ....
Apa enggak ada hal baik yang akan terjadi, nih?
Katanya, hal baik akan terjadi ...
... ketika kita sedang berpikiran yang buruk.
Heh?
Kalau kau mau jadi penjahat, jangan libatkan aku, ya.
Nyelekit juga perkataanmu.
Fujimiya Kaori?
Eh, eh, kayaknya dia ini sangat cantik, 'kan?
Palingan cuma namanya doang.
Kau ini enggak punya impian, ya.
Aromanya sungguh harum!
Shougo, harum banget, nih!
Seriusan, harum!
A-Anu, bukan begitu!
Eng ....
Dia satu sekolah sama kita tidak, ya?
Entah.
Jawabannya yang serius, dong.
Lagian, kenapa kau malah meminjam buku tebal itu?
Oh ini, toh?
Iya.
Rahasia!
Mau dijadikan bantal?
Aku menginginkan buku ini!
Eh, kau menginginkannya?
Iya.
Dah dulu, ya.
dah
KRL ini akan berpapasan dengan kereta cepat di tengah perjalanan.
Dan, bagi para penumpang yang hendak menuju Shinjuku harap segera naik.
Kereta akan segera diberangkatkan.
Terima kasih, ya!
Terima kasih!
Terima kasih!
SELAMAT!
Tapi gaya rambutmu tidak!
Momo, dingin!
Yah, aku kan anak tukang salon,
jadi gaya rambut bangun tidur ....
Duh ini bukannya gaya rambut baru bangun tidur, tapi memang akunya biasa begini!
Nih, seka keringat di wajahmu!
Duh enggak usah.
Kamu bilang begitu, tapi nyatanya enggak bawa sapu tangan, 'kan?
Ini aku punya lebih, jadi kukasih padamu.
Apa kau ini Doraemon?!
Hah, siapa yang kau sebut Doraemon?!
Karena aku ini cewek, setidaknya kamu menjuluki aku Dorami!
Karena kita sekelas lagi, aku enggak akan segan-segan.
Dih, kita sekelas lagi?!
Lagi-lagi kita sekelas, ya.
Duh senangnya! Apa jangan-jangan kita ini terikat oleh jalinan benang merah?!
Apa aku sudah boleh pergi?
Kamu cool seperti biasanya, ya.
Dan sisinya tersebut membuatnya jadi keren, ya!
Keren sekali, ya ...!
Sedang apa sih kalian ini?!
Kita sekelas lagi, nih?
Eh, seriusan?!
Eh iya, benar!
No. 28 Fujimiya Kaori
Kembali ke tempat duduk masing-masing!
Buruan.
Nama saya Inoue, yang akan menjadi wali kelas kalian.
Saya mengajar MTK.
Jadi buat kalian yang payah dalam MTK, diharapkan kemampuannya bisa meningkat secara cepat.
Yah ....
Seriusan, lo.
-sampai jumpa! -sampai jumpa!
-Oi. -sampai jumpa, pak guru!
Fujimiya ....
Terima kasih untuk yang sebelumnya.
Karena telah melemparkan bukuku yang ketinggalan.
Yang di stasiun itu, lo.
Heh?!
Fujimiya!
Kumohon ...
... jadilah temanku!
Mustahil.
Dia ...
... enggan berbaur dengan orang lain ...
... dan selalu sendirian.
Lalu, aku hanya ingin ...
... menjadi ...
... temannya.
Apakah kalian masih ingat metode penyelesaian soal ini yang diajarkan sebelumnya?
Saya ingat!
Diingat baik-baik angkanya.
Iya benar.
Kalau begitu, gunakan metodenya, untuk menyelesaikan soal berikut ....
Dimulai dari nomor absen 9, Hase Yuki.
Heh?
Hase, bisa segera ke sini?
Lalu soal selanjutnya akan dikerjakan Kiryuu.
Shougo!
Kemudian berikutnya Fujimiya.
Baik.
Oi, Shougo!
Shougo!
Gawat, lo!
Hm ....
Oke, jawabanmu benar.
Kamu boleh duduk kembali.
Baik.
Kiryuu juga bisa toh?
Kerennya ...!
Bagaimana, Hase?
Iya.
Aku bisa.
Tapi sulit juga, ya!
Rasanya kok kayak enggak bagus begini, ya.
Wah, ini saya ya?
Ya.
Wah, gambarmu lumayan bagus juga.
Terutama di bagian ini ....
Oi!
Apa maksudmu?!
Dah, kembali sana.
Siap.
Khusus Hase, dapat PR tambahan.
Heh?
Fujimiya, tolong kumpulkan buku MTK anak kelas, dan ditaruh di meja saya.
Baik.
Yang lain bukunya jangan lupa dikumpulkan, ya!
Baik!
Mohon bantuannya.
Hei, Fujimiya.
Karena aku kelupaan bawa buku, jadi bisa tolong dibilangin ke pak guru?
Enggak.
Tuh kan, benar ....
Fujimiya itu orangnya dingin banget, ya.
Iya.
Sini kubantu.
Enggak usah.
udah, gapapa kok.
Yuk.
Fujimiya, apa kamu menyukai pelajaran MTK?
Maukah kamu berteman denganku yang payah MTK-
mustahil.
Dih, ngomongnya begitu terus.
Memangnya kau ini pelawak?
Yuki!
Heh?
Makan ini bareng, yuk.
Maaf!
Tekadnya kuat sekali, ya.
Padahal menurutku hal yang dilakukannya percuma.
Fujimiya itu ... dipindahkan ke sekolah ini pas masih tahun pertama.
Dan dia selalu menyendiri.
Karena dia enggan berbicara pada orang lain,
makanya tak ada juga yang ingin menyapanya.
Buset!
Sudah hentikan.
Jangan dekati aku lagi.
Eh, tunggu sebentar!
YAH!
Belum lima menit!
Belum lima menit!
yah, kayaknya percuma.
Wih.
Telur dadar gulung buatan keluargamu itu rasanya asin, ya.
Bikin nagih!
Kalau keluargaku seringnya buat telur dadar gulung manis, jadi bosan.
Walah?
Yo!
Yo!
Jangan-jangan kau mau belajar di sini?
enggak, enggak kok.
Aku menggambar sesuatu di sini ....
Tuh, lihat.
Memangnya gk apa apa kalau dicoret-coret begitu?
Itu buku perpus, kan ...?
Yamada.
Kalau begini, pesan dari komikku pasti akan tersampaikan, 'kan?
Lagian, buku serumit ini ...
... enggak bakal ada yang mau membacanya.
Ini ...
... terima kasih banyak atas makanannya.
Boleh makan bareng?
Enggak sambil ngobrol kok,
Aku hanya ingin makan di sebelahmu.
Mustahil.
Lah, terus kenapa ...
... kemarin kamu mem- berikan bekalmu padaku?
Padahal kamu bisa abaikan aku dari awal.
Karena aku yang menjatuhkannya.
Ternyata kamu memang orang yang baik.
Eh?
Tu-Tunggu dulu, dong!
Tunggu!
Aku tidak bisa berteman.
pokoknya tidak bisa.
Heh?
Hase!
Apa kau punya waktu luang seusai pulang sekolah?
Heh?
iya.
Eh, beli krep bareng, yuk!
No comments yet. Be the first to leave one.