نخستین 200 خط.
-=Semua karakter, organisasi, tempat, kasus dan kejadian di drama ini fiktif.=-
= Episode 29 =-
Kalau ada ratusan prajurit, artinya perang.
Berbeda dari saat kita mengalahkan puluhan begundal.
Katakan, di saat seperti ini
apa yang lebih penting dari kemampuan bela diri?
Semangat.
Kau masih ingat.
- Sabu-nim. - Iya?
Berhati-hatilah. Harus.
Kunyuk ini, kau anggap aku apa?
Aku ini Hwang Jang Gun. Ih.
Aku yakin sekarang ini, pikiranmu kalut,
tapi kuasai dirimu.
Jaga diri baik-baik, mengerti?
Jangan khawatir.
Aku tak akan melakukan hal berbahaya.
Aku tahu tak berhak mengatakan ini padamu,
tapi terlepas dari siapa ayahmu
dan siapa diriku
tanpa memikirkan latar belakang kita
aku hanya ingin hidup bahagia bersamamu.
Aku tak suka membenci seseorang.
Dan sudah lelah merasa bersalah pada keluargaku.
Aku takut sendirian di kegelapan.
Dan...
sekarang aku tak bisa hidup tanpamu.
Jadi...
Aku bisa, 'kan?
Tentu saja.
Baiklah.
Pergilah.
Aku akan menunggu.
Semua orang di dekat pintu belakang. Aku juga akan kesana.
Kuulangi sekali lagi. Berhati-hatilah.
Kita kalah jumlah.
Aku tak akan mati.
Dia bilang akan menunggu...
supaya kami bisa hidup bahagia bersama.
Jadi aku harus kembali dalam keadaan hidup.
Kau akhirnya mulai seperti dirimu yang sebenarnya.
Baik. Pergilah.
=Donuimun=-
Bagus.
Apa yang kaulakukan?
Aku datang untuk memberantas para pemberontak.
Kalau ada yang menyesal, silakan berubah pikiran.
Aku janji kalian akan diampuni.
Tidak ada?
Kalau begitu, aku tak punya pilihan.
Masuklah.
Byeongpan.
Kenapa kau bergabung dengannya?
Hingga kemarin dia merencanakan denganku.
Tetiba saja dia berpihak ke raja apa tak mencurigakan?
Mungkin dia punya motif lain.
Dia mungkin menginginkan kita saling bermusuhan
supaya dia mendapatkan tahtanya.
Itu tak masuk akal.
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee Eonni ~
Itu tak perlu.
Apa maksud Anda, Jungjeon Mama?
Saat melakukan perjalanan, Jeonha mengalami kecelakaan...
dan meninggal dunia.
Apa?
Apa maksud Anda?
Tak ada alasan baginya berkonspirasi melawan raja...
untuk mengambil tahta.
Putra tunggalnya Jeonha
adalah dia.
Dia akan melalui formalitas yang diperlukan
untuk menjadi raja.
Jadi jangan katakan hal konyol seperti itu, Neungyang-gun!
Jeonha, apa alasan Baginda...
bertindak seperti ini pada putra Anda sendiri?
Kalau harus membunuhnya saya ingin tahu alasannya.
Mereka bilang dia akan mengambil tahta.
Dia akan melalui tahap formalitas?
Atas dasar apa?
20 tahun lalu...
aku melahirkannya.
Apa?
Kupikir dia telah mati.
Bisa Anda membuktikannya?
Iya.
Apa Anda punya buktinya?
Aku...
buktinya.
Aku yakin Byeongpan dan Komandan...
akan ingat padaku.
20 tahun silam,
aku melayani raja semenjak jadi putra mahkota.
Aku Jung Yun Jeo.
Jeonha memerintahku untuk mengubur putranya sendiri.
Kupikir anak itu telah mati,
namun sebelum kukuburkan dia bernafas kembali.
Karena itu, aku membesarkan
putranya raja.
Bagaimana bisa kami mempercayai tahanan yang belum lama ini dipenjara?
Benar.
Kau bisa saja asal bawa orang!
Bagaimana dengan ini?
Aku memberi separuh bagiannya pada putraku.
Aku yakin...
kalian semua...
pernah melihat norigae ini kukenakan...
selama 20 tahun terakhir.
Jungjeon Mama dan aku
selama 20 tahun tidak mungkin berkonspirasi atas hal ini.
Bagaimana?
Bukti ini belum cukup?
Seandainya aku tak tahu apa-apa,
dan...
aku hidup sebagai seorang ayah
yang mengagumi anaknya sendiri...
Ini bukan salahmu.
Itu yang ingin kukatakan padamu.
Aku tak tahu.
Sudah meninggalkanmu, aku minta maaf.
Aku takut.
Aku takut kau akan menghakimiku
begitu tahu siapa aku sebenarnya.
Aku takut yang akan terjadi pada kita.
Aku takut semuanya.
Membuatmu menanggung semua sendirian aku minta maaf.
Yang terjadi pada keluargamu aku juga minta maaf.
Sudah kubilang...
semua hal mengerikan yang menimpa kita
bukanlah salahmu.
Tak ada yang bisa kita lakukan.
Jadi...
Jangan lakukan hal yang bisa melukaimu.
Aku tak mau
kau hidup menyedihkan sepertiku.
Aku sungguh-sungguh.
Aku menyuruhmu tidur.
Kenapa masih duduk di sana?
Anda dari mana?
Itu...
Aku terus merasa tak tenang,
jadi aku coba tanya sana-sini.
Kurasa terjadi sesuatu di istana.
Kalau begitu saya tanya.
Kalau Jungjeon Mama begitu mempedulikan putra Anda,
kenapa Anda malah menyembunyikannya?
Kalau dia masih bernafas
harusnya Anda membawanya kembali pada Jeonha.
Kenapa Anda diam-diam membesarkannya tanpa memberitahu siapapun?
Mungkin rumornya benar.
Apa karena Jeonha...
Dia ingin aku mati.
Benar.
Setelah dilahirkan, dia diterlantarkan Jeonha.
Kita bahkan tak tahu bagaimana dia dibesarkan.
Sekarang kau berharap kami melayanimu sebagai raja?
Kau pikir sudah memenuhi syarat?
Kau itu cuman buaya got yang kerjamu main di gibang.
- Aku... - Kau apa?
Sejak kecil kau menginginkan tahta...
dan berlatih cara menjadi raja bijak?
Ketika putra tertua raja ingin naik tahta,
dia tak perlu disayangi oleh raja sebelumnya.
Aku mungkin punya banyak kekurangan,
tapi aku akan cari bantuan pengikut yang berdiri di sini.
Masih ada cara yang damai
dan sah untuk melakukan ini.
Pertumpahan darah...
apa itu perlu?
Kau sungguh mengira aku akan membiarkanmu menjalankan caramu?
Lindungi Jungjeon Mama!
Serang!
Prajurit mereka hanya separuh dari kita.
Jangan gentar, serang!
Jangan sampai kehilangan dia.
Mama...
dulu sekali pernah tinggal di sini.
Lokasinya terpencil, dan sekarang tak gunakan lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.