نخستین 200 خط.
KEMUNCULAN PAHLAWAN
Tolong aku!
Tolong!
Tolong!
Tolong!
Mundur. Ini jebakan!
Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator | Tenga
Akhirnya terpancing juga kau.
Serang dia!
Dasar bodoh.
Mati kau!
Serang dia!
Bunuh dia!
Jangan coba-coba mendekat.
Kalau tidak, dia...
Kau hebat!
Cepat, lepaskan.
Berapa banyak warisan yang harus diterima istri Tuan A?
Apa ini?
Ini ujian ASN tahun lalu.
Jika salah, maka bomnya meledak.
Apa? Baiklah, tunggu.
Berapa banyak warisan yang harus diterima istri Tuan A?
Cepat.
'Kepala keluarga ini punya istri, satu putri, dan satu putra.
Kedua anaknya masih lajang...'
Jadi 60% dari... tidak, tunggu.
Putranya juga meninggal,
jadi 75% dari Rp. 2,625 miliar...
Bodoh.
Tidak!
Panduan Ujian Masuk ASN Tingkat Dasar
Persembahan Dari Golden Brothers
Asisten Pengajar - Suna
Astaga!
Profesor - Cha
Asisten Pengajar Lainnya - Jaewoo
Si Penyendiri - Chanyur
Seperti yang tesingkap dalam mimpiku,
aku akan memilih menjadi aktor laga.
Aku memasang brosur untuk memulai klub seni bela diri,
tapi tidak ada peminat.
Ilustrasi seni bela diri
Prinsip perfilman Hong Kong
Jadi aku memilih mengaudit kelas film dan teater.
Di sini pula aku akan memenuhi takdirku...
sebagai Jackie Chan selanjutnya.
Siswa Audit - Joosung
Kesimpulannya, aku yakin...
menghajar penjahat adalah aset terbesar sebuah film aksi.
Ini mengakhiri presentasiku.
Kalian lihat semua upaya dari seorang mahasiswa audit ini.
Kusarankan kalian semua untuk lebih maju.
Kau jurusan kesejahteraan sosial, 'kan?
- Benar. - Kenapa kau mau...
jadi aktor laga?
Jackie Chan sudah menjadi idolaku.
Cara dia kalahkan musuh-musuhnya sangat luar biasa.
Selalu kuimpikan menjadi pahlawan seperti itu.
Seorang pahlawan?
Ada seorang kakak kelas yang punya impian seperti itu.
Dia buat film pendek yang disebut Pahlawan-apa ya...
Apa judulnya?
'Action Hero'!
Aku punya copy-annya.
'Action Hero'!
Berikan juga ke anak muda ini.
Aku ada urusan.
Ketua kelas, maju dan pimpin diskusi kelompok.
Ya, Bu.
- Sampai ketemu minggu depan. - Terima kasih.
Halo. Aku pelamar 161.
Tak kusangka aku memberi diriku pada pria seperti dirimu.
Kau ingat? Potongan daging yang kita makan.
Kau harusnya bergegas di Hari April Mop.
Itu pasti manusia.
Aku akan membunuhmu.
- Terima kasih! - Akting yang bagus.
Penerimaan Universitas Korea
Halo. Aku pelamar 164.
Romeo, kau gila? Ada apa?
Kenapa takut sama pengecut seperti itu?
Apa? Baiklah.
Akan kutunjukkan keahlian gangsterku.
Dasar pengecut. Merangkak.
Berhenti terus bicara.
Cukup bagus.
Terima kasih.
Nilai Praktik
- Kita keluar makan malam? - Ya, terima kasih atas hari ini.
- Kerja bagus, semuanya. - Terima kasih. Kurapikan ini.
- Terima kasih sudah datang. - Aku hargai itu.
Aku sudah bicara dengan bagian penerimaan,
jadi rapikan dan kembalikan.
Tentu.
Kau merasa gak enak?
Tidak sama sekali.
- Selesai. - Selesai apa?
Sejak kapan kau disini?
Apa ini?
Mundur.
Kenapa takut?
Siapa yang takut?
Suna, gak usah malu.
Memalsukan nilai penerimaan sudah tradisi lama kita di sini.
Belilah wiski sesekali.
Untuk apa?
Kau pasti sudah menerima suap.
Suap?
Kau gila apa?
Baiklah, kunjual jiwaku seharga Rp100.000 per jam.
Baiklah.
Apa kita asisten pengajar? Lebih seperti budak.
Ayo kita kembali bekerja.
Menurutmu berapa yang didapatkan profesor?
Kurang lebih seratus ribu?
Ayolah.
Ayah anak ini harusnya...
sangat kaya dan berpengaruh.
Benarkah?
Cha cuma mengajar di sini untuk disuap.
Skandal Penerimaan Perguruan Tinggi
Membuatku kesal saja jika makin kupikirkan.
Aku telat ke Kafe Kampus.
Bisakah kau beres-beres di sini?
- Aku tidak bisa. - Sebaiknya.
Terima kasih.
Seratus ribu?
Aku mengerti.
Sampai bertemu lagi.
Jin gak angkat.
Dia pasti sibuk.
Taemin tak masalah dengan F.
Heeju bilang, aku tak bisa ikut...
karena bahasa Koreaku kurang bagus?
Dia menghindariku sejak belajar kelompok.
Kubawa film yang disebutkan Profesor Cha.
Maaf aku telat.
Hati-hati di jalan.
Halo. Mau pesan apa?
Tidak.
Kau cuma menjentikkan jarimu.
Kau sedang apa, mengetik?
Kau harus merasakannya di dadamu.
Apa yang kau lakukan?
Ayo gali bakatmu.
Tolong...
Action Hero!
Hentikan!
- Kau siapa? - Aku siswa sekolah ini,
Profesor mesum!
Apa-apaan ini?
Hajar!
Hebat sekali.
Ayo buat sesuatu seperti ini.
Baiklah, kita pinjam kamera dulu.
Apa yang begitu hebat dari ini?
- Hei. - Ya?
Di sana, apa dia...
Ya, gadis di film itu.
Aku pamit dulu.
Baiklah, sampai jumpa.
Kotak Saran
Kita seumuran.
Kau rasakan sinergi kita?
Pasti... mungkin?
Ini terkunci. Mari kita syuting di sini.
Bagus.
Profesor Cha kayaknya orang baik.
Jangan sampai tertipu.
Barista kita yang hebat adalah asisten pengajar dari Cha.
Kudengar Cha mempekerjakannya seperti anjing.
Apa itu yang mencegahnya menjadi aktor laga?
Menjadi aktor laga bukanlah hal yang mudah.
Dia sudah berperan sebagai Action Hero.
Itu belum cukup.
Kau harus membintangi sesuatu yang lebih hebat lagi.
Kalau begitu, kita buat sesuatu yang lebih hebat.
Film yang bagus membutuhkan penjahat sungguhan
dan premis yang menarik.
Tapi tak ada uang buat aktor, lokasi, dan pemeran pengganti.
Cuma kita berdua yang ada dalam proyek ini.
Kita selesaikan ini dengan cepat dan pulang.
Aku mengerti.
Siap.
Ayo kita lakukan.
Action!
Terlalu cepat!
Habislah kita.
Aku tahu ini ide bodoh.
Bagaimana aku akan lulus?
Sekarang aku terjebak dengan orang aneh ini.
Apa itu?
Apa itu?
'Profesor Cha,
kau telah menerima suap untuk mencurangi penerimaan.
Jika kau tak mau ini terungkap,
taruhlah uang tunai Rp375 juta...
di tempat sampah sekolah...
tengah malam.
No comments yet. Be the first to leave one.