نخستین 200 خط.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
3 TAHUN LALU
TENTARA JEPANG
TENTARA JOSEON
SANGJU
Apa itu tanaman yang dapat membangkitkan
orang mati?
Benar, Tuan.
Jika esens tanaman ini
diberi air liur dan ditusuk ke titik Yintang orang mati,
dia akan bangkit kembali sebagai monster yang haus akan darah dan daging manusia.
Akan tetapi, jasad yang mulai membusuk
seiring berjalannya waktu setelah mati,
tidak bisa bangkit kembali.
Kita dikepung tentara Jepang.
Sangju tempat terakhir di Provinsi Gyeongsang.
Kudengar mereka sudah dekat Dataran Basah Unpo.
Sangju akan jatuh jika Dataran Basah Unpo bobol.
Kalau begitu,
kita akan mati?
BERDASARKAN THE KINGDOM OF THE GODS OLEH YLAB
Ini terjadi siang bolong begini?
Semua ambil senjata dan siap bertempur!
Apinya tidak menyala!
Bakar mereka!
Mundur!
Segera siapkan perahunya! Bergegaslah!
Ayo, siapkan perahu!
Tarik! Sekarang, dorong!
Adang mereka! Adang!
BENTENG SANGJU
Para penderita wabah menyerbu.
Tuan!
Para monster juga menyerang Sungai Byeongseong!
SUNGAI BYEONGSEONG
Mereka hampir meluap, Yang Mulia!
Siapkan meriam!
Ambilkan anak panah! Cepat!
Anak panah!
Jangan mundur!
Semua mati jika tempat ini dibobol!
Baik, Yang Mulia.
Yang Mulia!
Kita tak bisa hadapi mereka lagi!
Kita harus mundur.
BENTENG SANGJU
Itu sinyal mundur.
Siapkan tangga!
Astaga.
- Tidak. - Astaga!
Dia tergigit.
Tidak...
Hanya tergigit sedikit.
Aku baik-baik saja.
Tidak.
Tidak!
Jangan, kumohon!
Tolong aku!
- Enyah! - Tolong!
Jangan mendekat.
Kumohon!
Tolong!
Tidak...
Bagaimana nasib kita kini?
Kita harus pergi ke Sangju.
Pasti ada jalan di sana.
Jika di sana ada monster juga?
Kau mau mati membeku di sini?
SUNGAI BYEONGSEONG
BENTENG SANGJU
- Tolong! - Kumohon!
- Cepat! - Tolong!
- Cepat! Panjat! - Tolong kami!
- Selamatkan aku! Turun! - Ayo, naik!
- Itu mereka! - Tolong!
Mereka sudah lewati Sungai Byeongseong.
Yang Mulia, kita lari ke sisi utara sungai.
Di sana ada kanal yang dibuat saat perang.
Ayo.
Temani dia!
Lekas!
GERBANG HONGCHI
Pintunya terkunci.
Sial!
Sial...
- Minggir! - Buat penghalang!
- Bangun benteng pertahanan! - Cepat!
- Bangun benteng pertahanan! - Cepat!
Cepat!
Mereka datang.
Mereka datang!
Orang-orang sakit itu datang!
Cepat!
Adanglah!
Menyingkir!
Bergegaslah!
Minggir!
Yang Mulia!
Pintunya terbuka!
- Yang Mulia! - Pintu terbuka!
- Yang Mulia! - Yang Mulia!
Yang Mulia!
Lekas masuk, Yang Mulia!
Ke sini!
Cepat masuk!
Apa yang kau lakukan?
Jangan.
Lekas antar Tuan Ahn!
Kita harus pergi.
Maafkan aku.
Yang Mulia.
Apa yang terjadi?
Kau bilang mereka kembali jadi mayat di pagi hari?
Aku tidak tahu.
Tadinya mereka hilang saat matahari terbit.
Aku yakin begitu.
Alasan itu...
tidak penting.
Seo-bi, tolong aku.
Seo-bi!
Kenapa mereka masih bergerak?
Bukankah mereka hilang saat pagi?
Tanaman pembangkit menyukai tempat dingin.
Jika mereka memiliki karakter tanaman itu,
mereka bukan takut cahaya matahari,
melainkan suhu tinggi.
Karena ini musim dingin, udara tetap dingin meski matahari terbit.
Mereka pun jadi tidak tertidur.
Tidak satu pun bertambah sejak kemarin.
Apa maksudmu?
Monster di sekitar sini hanya mereka.
Karena itu, selama ini tidak satu pun bertambah.
Meski tidak ada monster lain di hutan ini,
mereka pasti berkerumun di sekitar benteng.
Bagaimana kita bisa pergi ke sana?
Kita harus pergi ke atas, bukan ke benteng.
Kita bisa menghindar dengan pergi ke atas
karena mereka tidak bisa melintasi air.
Seo-bi, maksudmu ke atas gunung?
Sebenarnya kita mau ke mana?
Bukankah sudah kubilang?
Kau pasti selamat karena kau adalah Klan Haewon Cho.
Kita pergi ke Mungyeong Saejae.
Tunggu, Seo-bi...
GERBANG SUNGRYE
Sebarkan secara menyeluruh.
Sebar juga di sana.
Wabah juga menyerang Hanyang.
Bergegaslah.
Katanya setan tak berkepala datang dari selatan.
Ketua Dewan Negara datang langsung ke Mungyeong karena ada masalah serius.
Ada apa hingga aku harus memastikan langsung kemari?
Ada apa di sini?
Ini sebuah masalah penting.
Tuan harus melihatnya secara langsung.
Apa ini?
Para wanita yang ditemukan di luar Gerbang Utara kemarin malam.
Menurut petugas autopsi,
mereka dalam kondisi baru melahirkan.
Bayi yang ditemukan bersama wanita ini
sudah dalam kondisi mati tercekik ketika itu.
Apa pelakunya sudah ditemukan?
Katanya, sebelum meninggal, wanita ini mengatakan sesuatu.
Orang-orang di desanya melukai dia dan anaknya.
Dia juga bilang semua orang di sana pasti mati.
Di mana desa itu?
Naeseonjae di Samgye-dong, luar Gerbang Utara.
"Naeseonjae"?
Itu kediaman pribadi,
keluarga Ratu.
Divisi Komandan Kerajaan menyadari keberadaan Naeseonjae.
Kita harus minta bantuan Ketua Dewan Negara.
Jangan bilang ayahku.
Kita harus merahasiakannya...
dari ayahku.
Kita hanya butuh kelahiran Putra Mahkota.
Maka, Divisi Komandan Kerajaan atau siapa pun...
tidak bisa berbuat semena-mena kepadaku.
Siapkan persembahan Samsin
sebelum bulan gelap tenggelam.
Hari itu...
kau akan memeluk seorang Putra Mahkota.
BENTENG MUNGYEONG SAEJAE
Aku membiarkannya masuk area Saejae
karena dia memiliki ornamen Klan Haewon Cho.
Paman!
Keponakan tunggalmu, Beom-pal, datang.
Aku temukan wabah misterius pada hari pertama menjabat di Dongnae,
lalu menyelamatkan diri kemari dengan susah payah.
Mohon terima aku!
Benar.
Aku sendiri yang memberimu jabatan Hakim di Dongnae.
Akan tetapi, kau hanya bisa menyelamatkan nyawamu sendiri,
padahal jabatanmu sangat penting?
Paman, apa maksudmu?
Tugasmu menangani Dongnae.
Apa yang kau lakukan saat Komandan Tentara Kerajaan dibunuh
oleh Putra Mahkota di sana?
Maksudmu Beom-il sudah meninggal?
Aku tidak tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.