نخستین 143 خط.
Pada era mitologi,
di surga,
bersemayamlah roh rubah ekor sembilan yang punya kekuatan yang luar biasa,
setelah seribu tahun pelatihan.
Dia ditetapkan jadi pelindung para Dewa di surga.
Dia juga mampu habisi semua masalah yang mengancam surga.
Tapi Dewa mulai takut pada roh rubah itu.
Pada akhirnya, diputuskan untuk mengeksekusinya.
Marah atas pengkhianatan ini,
roh rubah itu hancurkan setengah dari surga dengan kekuatannya.
Kemudian turun ke bumi.
Setelah rubah itu habis semua kekuatannya,
roh rubah bersumpah akan membalas dendam pada Dewa,
dan tertidur panjang.
Kau membuatnya terlihat mudah You make it look easy
Ku sedang berpikir keras sekarang I'm thinkin' hard right now
Karena, kutahu bahwa kau inginkanku Cause, I know that you want me
Dari luar dalamnya From the inside out
Kau buatku terdiam You got me speechless
Ku bicara terlalu banyak I'm runnin' my mouth
Aku merahasiakannya I was keeping it secret
Tapi kata-kata itu keluar But the word got out
Kau cepat, lalu melambat You're fast, then you're slow
Kenapa kau dingin, lalu progresif Why you cold, then you're forward
Kau memikatku sekarang You're luring me out now
Sampai dindingnya runtuh Till the walls come down
Ya, lalu tidak Yes, then you're no
Tapi ku tak melepaskannya But I'm not letting go
Ku kan jadi kontradiksimu I'll be your CONTRADICTION
Kontradiksi CONTRADICTION
Ku kan jadi kontradiksimu I'll be your CONTRADICTION
Ku kan jadi kontradiksimu I'll be your CONTRADICTION
Kau cepat, lalu melambat You're fast, then you're slow
Kenapa kau dingin, lalu progresif Why you cold, then you're forward
Kau cepat, lalu melambat You're fast, then you're slow
Ya, lalu tidak Yes, then you're no
Tapi ku tak melepaskannya But I'm not letting go
Ya, lalu tidak Yes, then you're no
Ku kan jadi kontradiksimu I'll be your CONTRADICTION
Perasaan apa ini?
Rasanya seperti di dalam tubuhku bergemetar.
Charyeok-ku pun sampai bergetar.
Inikah Sang Kunci?
Tak salah lagi.
Ini adalah energi dari roh rubah berekor sembilan
yang hancurkan setengah surga!
Kekuatan yang menentang Dewa.
Kali ini, akan kupastikan dia tertidur selamanya.
Kau pikir aku akan biarkanmu pergi?
Takkan semudah itu.
Eh? Kak Seung-Ah?
Tunggu, tunggu, Kak Seung-Ah?
Hidungmu berdarah?
Aku baru saja mulai, Jin Mo-Ri.
Menarik sekali.
Tetap tenang.
Cari tahu kekuatannya.
Kau tak asal menyerang, ya. Keputusan yang bagus.
Taekkyon: Perlambat Kematian Diri!
Dia kuat.
Ya.
Sial, aku pasti...
...takkan kalah.
Aku mulai!
Taekkyon:
Perlambat Kematian Diri!
Badai Naga Biru!
Takkan berguna lagi.
Apa?
Dia kuat.
Bagaimana caranya aku...
Ada apa? Kau telihat kesakitan sekali.
Tak ada yang perlu kaukhawatirkan.
Jadi, begitu.
Charyeok bukan hanya tentang meminjam kekuatan.
Aduh.
Sayangnya, kau bertarung dengan hati dan tubuhmu.
Kalau begitu,
bukannya kita berdua sama?
Dia...
Dia masih belum menyerah.
Mari selesaikan ini.
Kau benar-benar kuat,
Jin Mo-Ri.
Ada apa ini?
Apa kita baik-baik saja?
Sebenarnya kau ini siapa?
Parade Malam 100 Iblis!
Park Il-Pyo tumbang!
Pemenang: Jin Mo-Ri!
Kerja bagus, Mo-Ri!
Selamat!
Ah, ya.
Aku memujimu!
Apa itu tadi? Charyeok, ya?
Apa sebenarnya itu?
Il-Pyo! Il-Pyo!
Kak Il-Pyo!
Ha? Aku...
Jadi, begitu.
Ekor sembilan kalah?
Energi barusan, apa itu?
Sepertinya kau memang harus berhati-hati.
Aku pamit dulu.
Ya?
Sudah selesai?
Ya.
Kalau begitu, segera amankan Sang Kunci.
Eh? Kita harus periksa kondisi dan merawatnya dulu,
kami akan membawanya ke rumah sakit tapi tetap mengawasinya.
Begitu, ya.
Sepertinya semuanya sudah ditangani,
sebentar lagi kami sudah boleh bergerak.
Buat mereka menunggu di tempat yang sudah ditentukan.
Man-Deok pasti masih rencanakan sesuatu.
Terima kasih!
Maaf, aku kalah.
Kekuatanku belum cukup.
Itu tak benar!
Ya!
Kau sudah melakukannya lebih dari cukup!
Itu Charyeok, 'kan?
Kemungkinan besar.
Aku terkejut juga, sih.
Jadi, apa kau bisa tepati janjimu?
Menurutku, sudah sebagian.
Janji yang kubuat bukan janji yang bisa langsung diselesaikan.
Aku menyadari itu saat aku bertarung dengannya.
Ya.
Apa?
Hai!
Apa kabar?
Dasar, baru saja diomong.
Dia pria yang tangguh.
Bagaimana keadaanmu?
Aku baik-baik saja.
Kalau kau?
Seperti yang kaulihat, jauh lebih baik darimu.
Tidak, aku hanya lakukan apa yang perawat katakan padaku.
Aku sebenarnya jauh lebih baik darimu.
Jangan memaksakan dirimu.
Aku rasa kaulah yang terlalu yang memaksakan diri.
Aku baik-baik saja!
No comments yet. Be the first to leave one.