نخستین 200 خط.
Hei, Yah. Nanti kalau ada rubah muncul di kebun kita, apa boleh aku memeliharanya?
Enggak boleh. Soalnya rubah itu hewan liar.
Lalu, mereka punya bakteri berbahaya bernama Echinococcus.
Oh, gitu.
Terus, kalau nanti Rusa Yezo Sika muncul, tolong potret aku bersamanya, ya.
Duh, Shima.
Anu, karena kita akan menuju jantung Kota Sapporo,
jadi rusa atau rubah kayaknya enggak akan ada.
Owalah, begitu.
Bosenin.
Untuk Shima,
aku nggak nyangka
kalau kita akan tinggal terpisah.
Kalau di Tokyo mungkin ada beragam persoalan,
tetapi ibu berharap lingkungan baru itu akan menjadi hal baik bagimu.
Hal baik itu .... Contohnya ....
Mungkin salah satunya adalah jatuh cinta!
-Kenapa jendelanya dibuka? -Biar adem!
Ya jelas adem, lah! Tutup, dong!
Namaku Sumitomo Shima.
Mohon bantuannya.
Untuk sementara, tempat dudukmu di sana. Di sebelah Tatebayashi.
Mohon bantuannya.
Di situ bukan tempat dudukmu,
Eh?
Itu adalah tempat duduknya Wao.
Wa ... O?
Bapak tahu, kok, Tatebayashi. Ini cuma buat sementara saja, kok.
Eh, eh, jarang-jarang ada yang pindahan di saat begini.
Yah, soalnya ada urusan keluarga ....
Oi, jangan cuekin gua. Itu tempat duduknya Wao.
Sudah kubilang itu tempat duduknya Wao.
Oi, Gen.
Iya, iya paham. Sudah duduk saja.
Kalau begitu, bawakan tempat duduk buatku!
Aku cuma duduk di tempat yang disuruh!
Aku nggak berencana beranjak ke mana-mana!
Kamu baik-baik saja?
Namaku Kunishige Haruka.
Panggil saja Haruka. Lalu, bolehkah kupanggilmu Shima?
Iya, boleh.
-Namaku Satoe! -Namaku Riri, salam kenal, ya!
Oke, berarti bapak akan mengecek daftar hadir.
-Asai Ryota. -Hadir!
-Abe Tachino -Hadir!
-Ikeda Nao. -Hadir.
Penyebab pertamanya adalah sekolah.
Entah kenapa aku merasa tidak cocok berada di sekolah khusus cewek.
Akan tetapi,
ibuku malah sudah menikah empat kali.
Nih cowok seleranya jelek amat?
Hingga aku bosan berada di rumah.
Walau aku pikir 'lebih baik habiskan waktu bersama teman',
saking seringnya bersama, malah membuat kami gampang tengkar.
Lalu, esoknya aku pun sudah dikucilkan.
Aku jadi enggan ke sekolah. Dan mengurung diri di kamar.
Shima. Ada apa?
Kamu patah hati?
Ibu yang mencemaskanku itu ...
... menghubungi ayah ...
... dan akhirnya setelah melalui ini itu, aku berhasil melarikan diri ke sini.
Aku pulang.
Oh, selamat datang, Shima.
Eh?
Selamat datang.
Anu ....
Dia tetangga kita, Wao dan Sumire.
Dia adalah putriku, namanya Shima.
Wao?
Paman punya anak, toh.
Iya. Walau ini anak mantan istriku, sih.
Kami disuruh tinggal bersama.
Dia putriku yang manis.
-Hentikan, dong, Yah! -Maaf, maaf.
Ah.
Seragam itu ..., sesekolah denganku ya?
Pergelangan kaki.
Eh?
Kalau kamu kedinginan, seenggaknya jagalah pergelangan kakimu supaya tetap hangat.
Ah.
Aku paling malas pakai kaus kaki.
Wao!
Wuah!
Oi, Gen.
Elu kan ... Kenapa di sini?
Soalnya di sini tuh rumahku!
Apa?!
Lah? Kalian berteman, toh?
Kami tidak berteman.
Wao, pulang, yuk.
Iya.
Maaf, ya.
Wao!
Dadah! Maaf!
Da ... dah?
Sampai jumpa besok di sekolah!
Bu, jangan terlalu cemaskanku.
Di tempat yang baru ini,
aku akan menjadi tokoh utamanya.
'Met pagi!
Pagi!
Ah, pagi.
Shina, setelanmu itu ....
Aneh, ya?
Kamu tuh imut, ya.
Eh?
Itu yang namanya Wao.
Ah, iya.
Wao itu cinta pertamanya Gen.
Eh?!
Pas TK,
dia mengira kalau Wao itu cewek.
Terus karena tubuhnya yang lemah,
Gen kayak berpikir kalau Wao takbisa lindungi dirinya sendiri.
Makanya sifatnya kayak begitu?
Oleh sebab itu, dunia mereka berdua takbisa dimasuki orang lain.
Mubazir, ya.
Eh?
Perhatikan, deh. Gen itu kalau diem, kelihatan ganteng.
Subtitle Preview, buat lengkapnya download di wibusubs.moe (zip password : ws)
Ya.
Jadi nostalgia.
Ayah akan segera menyelesaikan yang ini!
Oke.
Berjuanglah!
Siap!
Selamat siang.
Walah.
Selamat siang.
-Ah, Wao, ya?- Iya.
Maaf, ya. Dia sedang tidur karena demam.
Eh? Apa dia baik-baik saja?
Ah, terima kasih.
Karena dia terbiasa begitu, jadi dia akan baik-baik saja.
Oh, gitu.
Anu, ini ....
Kupinjam dari Wao.
Terima kasih.
Selamat siang.
Ini, makanannya Sumire.
Terima kasih ya, Gen.
Enggak apa-apa.
Terus yang ini buat Wao.
Duh, banyak banget!
Apa Wao baik-baik saja?
Agak demam, sih.
Sumire, kemarilah.
Selamat datang kembali!
Maaf, ya. Aku sangat terbantu!
Gen juga ikut merawat Sumire, ya?
Soalnya awalnya itu punyaku.
Eh, gitu toh?!
Iya!
Walau ibu alergi binatang, tetapi kakak tetap membawanya.
Terus, kuminta Wao merawatnya.
Eh, aku nggak tahu.
Ada banyak hal yang tidak kauketahui!
Jangan meremehkan sejarah kami!
Dih, sejarah ...?
Tentang Wao yang jadi cinta pertamamu?
Bacot. Jangan bilang kayak gitu.
Aku ini, sudah bersamanya sejak kecil!
Berbeda denganmu yang baru muncul belakangan ini!
Iya, benar banget.
Jangan-jangan, kamu menyukai Wao?
Ketimbang suka,
atau penasaran ....
Biar kuperjelas.
Wao tidak akan menyukai siapa-siapa.
Apaan, tuh? Kenapa coba?
Banyak bacot, ah.
Kau sedang luang?
Walau biasanya aku pergi bareng Wao,
tapi tahun ini aku akan coba menyanggupi dengan pergi bersamamu.
Hah?
Wah!
Wah, aku dapat sangat beruntung!
-Aku dapat sedikit keberuntungan. -Eh? Sedikit?
Ayo taruh lagi.
-Eh, mau ke mana? -Hah?
Gunung.
Gunung?!
Iya.
Indahnya!
Bagaimana? Bagus, 'kan?
Ya.
Sangat membosankan bila tanpa Wao!
Kau juga teriakkan sesuatu, kek.
Apa jangan-jangan kamu ...
... sudah mendengar tentang Haruka dkk?
Firasatku saja ...
... kamu ingin coba menghiburku.
Bacot, dih.
Memang seharusnya aku tidak kemari.
Oi, sedang apa kau?
Ampun, dah!
Sedang apa kau?
Aku pernah ikutan balet.
Walau kemudian berhenti.
Payah.
No comments yet. Be the first to leave one.