نخستین 91 خط.
'Anakku tidak bersalah'
"Kalau kau yakin anakmu tidak bersalah '
'Harusnya terdengar jelas dari suaramu, Yang Mulia!'
'Kau harus bisa menegakkan keadilan, Yang Mulia.'
'Seperti juga putra Pandu yang tidak mendapat perlindungan dari ayah mereka'
'dengan cara yang sama'
'Kaupun harus berhenti melindungi anak-anakmu, Yang Mulia'
'Anak-anak mu akan belajar
selama 12 tahun penuh, di pertapaan Guru Drona'
'Dan dalam dua belas tahun itu '
'Kau tidak boleh menghubungi anak-anakmu dengan cara apapun'
Ayah! Ayah!
Apa benar yang kudengar?
Aku harus pergi ke pertapaan..?? - Diam kau!
Belajarlah untuk meminta ijin dulu, sebelum memasuki ruangku.
Ayah?
Ya, Aku memerintahkanmu untuk pergi dan tinggal di pertapaan Guru Drona
bersama dengan saudara-saudaramu,
Di pinggiran sungai Rishabha
Tempatnya sangat jauhnya dari Hastinapura.
Di sana Kau akan berkonsentrasi pada pelajaran Anda.
Kau harus mematuhi semua perintah Gurumu
Dan terhadap semua putra Pandu, kalian harus bersikap baik pada mereka.
Tapi kenapa kau mengabaikan aku seperti ini?
Setidaknya berikan alasannya padaku.
Karena itu adalah tradisi, Nak.
kesombonganmu itu,
dan untuk mengubah perilaku jahatmu
ke jalan kebenaran
inilah satu-satunya solusi yang ku punya, Nak.
Tapi ayah, arogansi apa yang telah aku tunjukkan?
Aku selalu mencoba untuk memenuhi keinginanmu.
Bagaimana dengan keinginanmu itu?.
Tidakkah kau ingin aku menjadi raja dari dinasti Kuru ini?
Beraninya kau berkata itu padaku!
Apa pun yang kau lakukan pada Putra Pandu, Bhima..
Apa itu yang aku inginkan?
Tapi, dia itu musuh, ayah.
Mereka datang ke sini semata-mata agar
keinginanmu tak terpenuhi.
Itu satu-satunya cara untuk menghadapi musuh kita.
Musuh?
Pernahkah aku mengatakan, bahwa anak-anak Pandu adalah musuhmu?
Ayah, kau pernah mengatakan bahwa,
hidup adalah ambisi.
Semua mimpi kita adalah milik hidup kita.
Siapapun yang menjadi halangan
dalam mencapai keinginan kita
adalah tugas kita untuk menghabisinya.
Ayah, kau yang mengatakan itu pada kami.
Lalu kenapa aku disalahkan?
Kesalahan ...
Aku tidak tahu apakah itu adalah salahmu.
Yang aku tahu saat ini adalah....
Aku mungkin telah memberikanmu nasehat yang salah.
Untuk menyelesaikan pendidikanmu di pertapaan
adalah satu-satunya kesempatan yang kau miliki, Nak.
Jadi, kalian harus pergi.
Pergilah ke sana!
dan gunakan semua kemampuanmu..,
untuk bisa menjadi berguna.
Pergilah!
Tapi, ayah ... - Pergi!
Pergi...
Setiap anak yang lahir ke dunia ini,
sama sekali belum memiliki pengertian.
Bagian terdalam dari dirinya, sama sekali belum mengetahui sisi yang baik..
atau sisi yang buruk.
Artinya, dengan melahirkan
seorang anak yang tidak tahu sisi baik atau sebaliknya...
Lalu bagaimana mereka mencapai kualitas yang baik atau buruk?
Apakah kita pernah berpikir tentang hal itu?
Apa yang berulang kali mereka dengar dari orang tua mereka
maka anak-anak akan menerima dengan nilai yang sama.
Sama seperti..,
sebuah jalan yang dibangun untuk sampai ke desa yang bersungai,
hanya bisa dilakukan oleh orang telah berulang kali melintasinya.
Artinya, keinginan dari orang tua,
bisa mengembangkan kualitas yang baik atau buruk pada anak-anak mereka.
Bukankah begitu?
Namun, ketika mereka melihat kejahatan pada anak-anak mereka
Namun, saat mereka melihat hal buruk pada anak-anaknya...
Orang tua akan bertanya-tanya dalam hati.
di mana anak-anak mereka belajar tak bermoral seperti itu?
Sebenarnya adalah, orang tua tanpa sadar telah memberikan contoh
yang tak bermoral pada anak-anaknya.
kemudian hal itu berkembang...
hingga ke dalam hati mereka.
Artinya, orang tua...
yang ingin membuat anak-anak mereka
menjadi bijak dan benar, haruslah bisa terlebih dahulu
No comments yet. Be the first to leave one.