نخستین 200 خط.
Menurutku gelar Ahli Melarikan Diri Terhebat Sedunia agak berlebihan.
Dan kau pasti berpikir bahwa ini jebakan.
- Pasti berkata "Trik dasar, Doyle." - Ia tak pernah berkata begitu.
- Untung aku tahan lama tak bernapas. - Luar biasa.
Tapi Thames itu lokasi arus pasang.
Waktu kita 1,5 jam sebelum airnya mulai naik.
Aku tak berkata akan selamat, tapi aku akan hidup lebih lama darimu.
Sikapmu yang meremehkan kemalangan cukup mengganggu.
Tiga Hari Sebelumnya...
Suster Fabian?
Diterjemahkan oleh mifae :)
Sudah cukup, Sersan Gudgett?
Para gadis kami mudah histeris
dan semakin cepat kita akhiri ini, maka semakin baik.
Tak bisa tergesa-gesa untuk hal seperti ini, Suster Mathilda.
Baik, Winnie. Apa ada lagi yang mau kau tambahkan?
Ini saatnya.
Jangan menatapku, Nak. Katakan saja jika memang ada.
- Aku melihat pelakunya. - Dan kau baru saja memutuskan...
Siapa yang kau lihat, Winnie?
Lucy Allthorpe.
Maaf, Sersan. Gadis ini jelas bingung.
Kenapa? Kau mengenal Lucy Allthorpe?
Dulu ia tinggal di sini. Ia meninggal enam bulan lalu.
Satu menit!
Dua menit!
Tiga menit!
Empat menit!
Keluarkan dia!
Para hadirin, Houdini yang Agung!
Harry, maaf soal pergelangan kakimu. Kuncinya masih berdetik.
Kau cantik, Florrie.
Itu satu-satunya alasanku tidak memecatmu.
Hantu Pembunuh Menghuni Biara
Darimana asal cerita ini?
Kalian memberitahu pers ada hantu pembunuh di luar sana?
Houdini yang Agung.
Selamat pagi, Harry.
Kenapa Doyle ada di sini? Katakan padaku ia sedang riset
untuk salah satu buku detektifnya.
Senang melihatmu lagi. Cara kalian orang Inggris berbohong demi kesopanan hebat.
Aku bisa memberikan banyak pengetahuan soal hal gaib
- dan kasus ini bisa membuktikan... - Membuktikan?
Taruhan 10.000 dollar Amerika kau tak bisa buktikan apa-apa.
Kuterima taruhanmu, tapi aku
akan membawa edisi pertama buku baruku, Perang Besar Boer.
Pak, aku bisa menangani kasus ini sendiri.
Tanpa bantuan seorang penulis dan pesulap.
Aku cukup tahu soal protokol polisi.
Ya, kau terus mengejek protokol itu dan kami dalam ceritamu.
Maaf, Tuan-tuan, tapi Sersan Gudgett benar sekali.
Jangan katakan padaku kau masih marah soal foto kita.
Penjebolan Penjara! Houdini Mengecoh Polisi
Jika tak ada hal lain...
Kalau begitu, kurasa aku harus memainkan kartu Nicky.
Kau akan menelepon Sir Nicholas Hampstead
kepala Scotland Yard karena aku tak mendukung taruhan anak muda?
Kenapa?
Pasti bukan sekedar soal taruhan.
Kenapa kalian berdua begitu peduli soal ini?
Setiap kali kau tiba di TKP pembunuhan berdarah
tindakan pertamamu adalah mencari orang yang ditinggalkan
yang tak terluka secara fisik, tapi akan sangat menderita.
Yang kehilangan orang terkasih.
Selamanya. Tapi bagaimana kalau itu bukan kebenarannya?
Setiap agama selama berabad-abad berkata kematian bukanlah akhir.
Dan kini berkat kemajuan perlahan ilmu pengetahuan
kita mungkin bisa membuktikannya.
Sudah tak ada yang sama dengan 10 tahun yang lalu.
Bahkan mungkin kematian.
Benar-benar omong kosong.
Kematian itu menakutkan. Sudah seharusnya begitu.
Seniman penipu dan orang bodoh seharusnya tak diizinkan
memakai kata "ilmu pengetahuan" untuk membela sebuah impian.
Akan kuizinkan kalian berdua masuk
selama kalian ditemani oleh salah satu petugas.
- Pak, aku tidak... - Sersan, panggilkan Agen Stratton.
Baik, Pak.
Merring ingin menemuimu.
- Bisa ambilkan kopi untukku? - Ini Agen Stratton.
Arthur Conan Doyle. Menyenangkan sekali.
Senang jumpa denganmu.
Sebuah kehormatan, Tn. Houdini.
- Kau benar-benar seorang polisi? - Salah satu keajaiban abad baru.
Agen, kau akan membantu tuan-tuan ini
dalam penyelidikan bersama pembunuhan Suster Fabian.
Aku? Terima kasih, Pak.
Aku takkan mengecewakan.
Kurasa aku akan menyukai abad ini.
Agen.
"Bersama" yang kumaksud adalah "tak berkaitan dan tak perlu".
Jadi, saat mereka bermain jadi detektif, kau hanya akan menjadi pengasuh.
Paham?
Paham, Kepala Inspektur.
Ini Binatu Magdalene. Menerima wanita muda dan ibu tak menikah.
Sebagai gantinya, mereka bekerja di binatu.
- Selamat pagi, Suster... - Grace. Selamat pagi.
Suster Grace, aku Agen Adelaide Stratton dari Scotland Yard.
Tn. Houdini dan Doyle penyidik khusus yang membantu kami.
Tunggu. Kau polisi?
Benar, Bu.
Beberapa gadis mulai melihat Lucy tak lama setelah ia meninggal.
Arwahnya jelas tidak tenang.
Masuk akal. Ya, pembunuh pasti akan memanfaatkan cerita hantu.
Tak apa, Nona-nona. Kembalilah bekerja.
- Apa boleh meminta tanda tangan? - Tak masalah, Suster.
Maaf, maksudku Dr. Doyle.
Pintunya terkunci dan tak ada tanda masuk paksa.
- Ada berapa kunci dan dipegang siapa? - Ada dua set.
Winnie memegang satu dan satu lagi...
Kalau begitu, keduanya ada.
Berarti teorimu salah.
Ya, mustahil manusia bisa melewati pintu itu.
Tanpa penjepit kertas.
Winnie berkata hantu muncul di sini, melintasi ruangan
dan menembus dinding ini.
Dinding yang sangat padat.
Orang suka melihat macam-macam, terutama wanita yang berikrar selibat.
Apa kau pernah bertemu wanita seperti itu?
Ya, tapi aku tak pernah meninggalkan wanita.
Jawaban paling mudah adalah Winnie pelakunya.
Ia punya kesempatan dan bisa menyalahkan hantu.
- Tak perlu penjepit kertas. - Tapi ia perlu motif.
Sekali lagi, mudah saja. Mendiang suster itu atasan Winnie.
Banyak orang mau membunuh atasannya. Benar, kan?
Usaha binatu mendapat untung 50 pound seminggu. Pemerasan!
Aku Suster Mathilda, menggantikan tugas mendiang Suster Fabian.
Dan ini Winnie yang sekali lagi akan mengatakan apa ia pikir dilihatnya.
Itu memang Lucy. Ia mengenakan gaun abu-abunya.
Apa yang bisa kau katakan pada kami tentang dia?
Kami tahu ia sombong
senang memamerkan kepangnya dan permainan pianonya
juga kemampuan tak berguna, menekuk jemari ke posisi ganjil.
Tapi ia tak punya kemampuan
untuk bangkit dari kematian.
Maaf, Suster. Boleh minta segelas air?
Aku bersumpah tadi ada gelas di sana. Aku segera kembali.
- Kenapa kau berbohong? - Tn. Houdini!
- Aku tidak berbohong. - Ia sudah pergi. Cerita itu konyol.
Aku bersumpah dengan nyawaku aku bicara yang sebenarnya.
- Aku melihat Lucy. - Pembunuh perlu motif.
Menurutmu kenapa Lucy mau membunuh Suster Fabian?
Karena Suster Fabian membunuhnya.
Musik Lucy membawa sukacita ke tempat menyedihkan ini.
Lagu kesukaannya berjudul "Saat Kau Berusia 16 Tahun".
Saat ia memainkan lagu itu, kami merasa senang.
Semua gadis menyayanginya, jadi Suster Fabian membencinya.
- Dan saat ia merenggut bayinya... - Lucy punya anak?
Gadis kecil yang sangat manis.
Tanpa anaknya, Lucy jadi berbeda. Pemarah, muram, tak lagi main piano.
Dan saat ia melawan, Suster Fabian mengambil silet
dan memotong rambut merahnya yang indah.
Tapi itu belum cukup. Suster membahasahi pakaiannya
dan menguncinya di luar saat malam. Lucy meninggal dua hari kemudian.
Dan mereka menguburnya di sana.
Makam tanpa nisan bersama "Maggie" lainnya.
Winnie, lihatlah aku.
Kau sungguh yakin hantu Lucy membunuh Suster Fabian?
Maafkan aku, tapi...
aku berdoa pada Tuhan ia yang melakukannya.
Di mana kalian menyimpan uang binatu?
50 pound yang didapatkan tempat ini.
Maksudmu ini perampokan?
Aku tak percaya apa pun tanpa bukti.
Suster Fabian menyimpan semuanya di sini.
Sayangnya, kunci hanya ada padanya dan aku tak tahu di mana.
Sekarang aku akan mengatakan bahwa ini perampokan.
Houdini benar. Ini perampokan.
- Sayangnya, itu benar. - Aku setuju.
Kau berharap aku benar?
Kau percaya pada hal gaib?
Ini mudah bagimu.
Kau penulis yang cemerlang, dokter hebat, dan seorang pria.
Aku bekerja 20 jam sehari sekian tahun sampai orang memercayaiku
dan menjadikanku Agen dengan meja kerja di basemen sekarang
hanya dipanggil ke atas untuk membuat teh sampai hari ini.
Aku memang berharap bisa bekerja sedikit lebih lama
sebagai polisi sebenarnya.
Masih ada misteri soal pencuri uang itu.
Jika kalian berdua tak kerjakan kasus ini, aku juga tidak.
Mungkin aku belum selesai.
Mungkin kau bisa beritahu aku soal pembunuhan di Binatu Magdalene.
Ya, beberapa pembunuhan itu.
- Hanya satu, sebenarnya. - Sejauh ini.
Pria coklat.
Tidak, bukan coklat sejak lahir, tapi coklat karena kotoran.
Pria kotor.
- Orang hidup? - Pria serakah.
Kau tahu di mana aku bisa menemuinya?
Whitechapel. Sedang membahas aksi pemerasannya dengan...
seekor kelinci.
Kelinci?
Aku hanya menyampaikan apa yang kulihat padamu.
Tapi itu bukan alasanmu datang kemari, kan?
Ada hal lain yang ingin kau bicarakan denganku.
Benar.
Mungkin kau bisa menghubungi
istriku.
Arthur-ku tersayang
aku merindukanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.