نخستین 200 خط.
Delta Mekong, 1999
Kampung halamanku, ladang hijau nan luas
dan sepasukan tungku bakar batu-bata tenggelam dalam terik keemasan senja.
Di sana tersimpan kenangan tak terlupakan dari masa muda kami, cinta dan penyesalan.
Hei. Usahakan. / Baik, Pak.
Selamat pagi, Tuan.
Berdiri.
Keluar!
Jembatan Takdir.
20 Tahun Berselang
Ayah, biar kunikmati masa mudaku ini.
Ini musim panas!
Sudah bangun?
Kau capek?
Aku baik-baik saja. Aku senang banyak yang datang.
Tunggu, tamu yang datang tambah banyak.
Halo. Terima kasih telah datang ke pembukaanku.
Sayang, bisa urus orang-orang ini?
Baiklah. / Selamat, Truc! / Astaga!
Kau cantik sekali.
Semoga toko barumu sukses.
Kau pelanggan bintangku.
Kubuka toko kedua ini karena kau memberiku bisnis bagus.
Ayah!
Bisa berdiri dengan ibu?
Aku mau memotret untuk kenang-kenangan. 2,3,…
Kau yang terbaik!
Selamat!
Ya! Terima kasih!
Aku menang.
Minggir!
Minggir!
Menyingkir, Sayang!
Siapa si tomboy itu!?
Cewek baru. Namanya Vy.
Bagus sekali!
Kesederhanaan adalah tren tahun ini.
Semakin sederhana semakin berkelas.
Kurancang pola-pola itu khusus untukmu.
Sangat serasi untuk pemilik bar sepertimu.
Kubayar ekstra untuk dua set ini karena tak hadiri pembukaanmu.
Ya?
Jangan cemaskan itu, aku tidak bisa terima uang teman.
Baik kalau begitu.
Ada 5 set semua. Kumasukkan ke tagihanmu?
Ya ampun!
Tentu!
Hei, aku punya keponakan yang tinggal bersamaku.
Akan kuminta dia nanti datang dan menyapamu.
Tentu!
Lihat dirimu!
Aku sangat iri padamu.
Kenapa? / Lihat aku!
Kau tahu butuh usaha sebesar apa agar bisa terlihat seperti ini?
Dan kau bisa memakai kain lap dan masih cantik.
Kau bisa operasi plastik.
Aku tidak tahan dengan rasa sakitnya.
Jarum membuatku takut.
Otakmu tak beres
sampai kau mengira suami temanmu adalah suamimu.
Rasanya memalukan saat kau dan temanmu
seperti pelacur yang memperebutkan tulang sama.
Aku tidak keberatan berbagi.
Dasar pembohong!
Hei, Nak.
Lihatlah anakku ini.
Dia dapat medali emas.
Hei, kau bintang!
Ada apa?
Sudah Ibu bilang tidak bisa datang.
Bukan soal itu, Bu.
Jadi kau lelah?
Tunggu. Ibu akan membuatkanmu jus.
Ada apa?
Siapa yang membuatmu kesal, Nak?
Bukan apa-apa.
Halo!
Bibi! Aku lupa kunciku pagi ini. Di mana kau?
Aku di tetangga. Aku tidak akan lama.
Baik.
Ayo!
Bagus!
Ayo!
Sekali lagi, Ayah!
Sekali lagi.
Itu terlihat bagus.
Kita harus memposting klip ini ke fanpage kita.
Luar biasa!
Hei, potong klip saat pantat Ayah dipukul.
Tak bagus untuk citraku.
Paham? / Ya...
Tapi ponselku sudah sangat tua.
Bisa belikan yang baru?
Ada satu yang sangat bagus untuk memotret dan merekam.
Cuma 20 juta. / Cuma 20 juta? / Ya.
Lupakan.
Ayah!
Ayah!
Baiklah.
Ayah!
Kau biarkan lelaki meremas pantatmu?
Semoga sukses, Ayah!
Ya Tuhan!
Kau tidak apa-apa? / Menurut Ibu?
Sakit sekali, Bu!
Mereka selalu mengacau.
Keluarga yang seru!
Mereka tidak punya kegiatan yang lebih baik?
Kupikir kau suka anak itu?
Tidak!
Sungguh?
Dengar ini.
Tidak ada yang bisa kau sembunyikan dariku.
Rasakan!
Tolong, air.
Bisnismu bagus!
Bisnismu bagus!
Ada trik di setiap bisnis.
Bawalah istrimu kemari sekali-kali.
Baik!
Hei, ada kompetisi fotografi.
Biar kudaftar untuk kita.
Ponsel ini berkelas seperti pemiliknya.
Tidak cuma berkelas. tapi juga kuat.
Tapi seberapa tahan baterainya?
Baterai mana yang tidak habis?
Kau tahu berapa usahaku untuk dibelikan ponsel ini?
Vy sinting.
Kau gila?
Mau nongkrong bareng kami?
Hei, Vy sinting. Duduklah.
Mau kudorong ke kolam lagi?
Tenang.
Ada kompetisi fotografi sekolah internasional musim panas ini.
Para pemenang akan mendapatkan beasiswa.
Kau ingin bergabung dengan grup kami?
Ponselku bagus.
Aku punya bakat.
Tugasmu jadi pengawal kami.
Hei! Itu ide bagus. / Ya!
Tubuh kita aman.
Posisi terpenting di grup.
Berhenti bercanda.
Baik.
Di mana kita akan mengatur pemotretan?
Itu tidak penting.
Asal kau bisa cantik dan mengesankan.
Kau ingin mengesankan? Lompat di kolam itu.
Jika kau mau, kita bisa melompat bersama. / Hentikan!
Jadi, di mana tempat yang mengesankan memotret?
Di bar bibiku!
Hei!
Kau ngiler.
Kau di bar.
Hentikan itu dan mulailah joget.
Bersulang! / Tidak.
Aku sibuk.
Hei!
Itu keponakan perempuanku.
Kupikir kau cuma punya keponakan lelaki.
Itu pacar keponakanku.
Sungguh? / Ya.
Sayang sekali. Dia terlarang.
Halo, Sayang!
Hei, Vy sinting.
Lihat pria tampan ini. Dia duduk di sana.
Sayang!
Kau mabuk?
Ya, mungkin.
Terima kasih.
Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan andai kau tak datang.
Kulihat kau memotretku.
Boleh kulihat?
Kami memotret untuk kompetisi.
Kuhapus jika kau mau.
Tidak, jangan.
Tidak, jangan. Aku sangat suka fotonya.
Kau bisa memotret lebih banyak jika mau.
Kau bisa memotret kehidupan sehari-hariku.
Tentu!
Tu!
Teman sekelasku
Kita ketemu model.
Sangat tampan.
Kami tersanjung.
Bersulang!
Pelayananku bagus?
Dia hampir saja mematahkan tanganku.
Bagus.
Aku bukan gay!
Buku Harian Cinta C&T
17 Mei 1999. Hari itu panas terik...
Saat aku pertama kali melihat Cuong di tempat pembakaran.
Aku tak pernah merasakan aliran begitu kuat di nadiku
Sejak saat itu, kutahu kutemukan jodohku.
Kau cantik sekali.
Kau mencintaiku?
Aku akan menikahimu.
Berkat kalian, aku bisa makan dengan anakku.
Biasanya dia makan di dalam kamarnya.
No comments yet. Be the first to leave one.