نخستین 154 خط.
- S01E20 - Diterjemahkan oleh mifae :)
Halo, diriku.
Apa kabar?
Kurasa kau bertanya-tanya kenapa Peter menunjukkan ini.
Kau tak ingat pernah merekam video ini, kan?
Ada alasan yang sangat bagus
dan akan kubahas nanti
tapi hal pertama yang perlu kau ketahui
adalah sihir itu nyata.
Kau separuh manusia, peri, dan elf.
Aku pernah menanyakan bagaimana perasaanmu
jika harus hidup dalam kerahasiaan.
Jawabanku adalah tidak suka.
Apa maksudmu, Orla?
- Imogen? - Memutuskan bergabung dengan kami?
Aku tak datang menemuimu.
Ayah, aku perlu bicara pada kalian berdua.
- Kenapa? - Sekarang, Yah.
Kumohon. Ini penting.
Darra?
Maaf, Dik. Ini tempatku sekarang.
Ini bukan tipuan, Kyra. Ini sihir sungguhan
dan kau bisa melakukannya.
Trevor! Ada naga!
- Di mana? - Aku dan Lilly melihatnya
di taman dekat sungai. Dia mengejar orang.
Kau harus sebarkan pemberitahuan. Cepat.
Sabar dulu. Ada prosedurnya.
Jika kau tak bertindak cepat
manusia bisa terluka.
Ada apa?
Kukira kau kendalikan semuanya.
Sean mengujiku.
Awasi bolanya.
Mereka melindungi rahasia ini selama berabad-abad, Kyra.
Mungkin mereka peri dan elf, tapi mereka sangat baik.
Mereka teman-temanmu.
Beri mereka kesempatan untuk mempercayaimu.
Aku tahu kau bisa melakukannya karena aku mengenalmu.
Semoga beruntung.
Semuanya benar.
Kita merekam ini agar kau ingat.
Minggir. Kami akan ambil bolanya.
Menurut kalian kenapa aku berada di sini?
Tapi kau memihak Orla.
Setelah yang dilakukannya pada Kyra?
Ayolah.
Cari tahu masalahnya dan matikan alarmnya.
Apa naga ini ulahmu?
Naga apa?
Menurutmu kenapa alarmnya berbunyi?
Aku sudah memperingatkanmu, Sean.
Aku tak tahu apa pun soal naga.
Ini Perpustakaan Sihir.
Aku peri.
Maksudmu, sihir itu sungguhan?
Apa? Pikiranku?
Aku bisa dengar Doris bicara!
Bola itu sungguh ada.
Kau mau bersenang-senang kapan-kapan?
Ini gila.
Profesor.
Kau sudah terlambat, Kyra.
Kau tak apa-apa?
Aku ingat.
Aku ingat semuanya.
Kenapa Orla berbuat begini, Yah? Kenapa Ayah membantunya?
Jangan sekarang, Sayang.
Pulanglah. Kita bicara nanti.
Aku bukan gadis kecil lagi, Yah.
Ayah selalu melakukan apa pun dengan alasan yang bagus.
Apa pun alasannya, aku perlu mengetahuinya.
- Ini terlalu lama. - Teruskan.
Peri sudah terlalu lama menguasai DIS.
Orla mau memastikan elf
terwakili dengan baik. Hanya itu.
- Jared? - Kau.
Aku? Apa?
Aku baca skripsimu soal perubahan wujud.
Analisis yang cukup sederhana menurutku.
- Jangan, Imogen! - Dia memihak kita.
Akting yang meyakinkan, kan?
Dasar berengsek!
Aku masih sulit mempercayainya. Sihir sungguh ada.
Coba lakukan.
Ingatanmu sudah kembali. Bagaimana dengan sihirmu?
Orla memanfaatkan elf dan peri untuk rebut sihir bola dari Kyra.
Maka kita pakai cara yang sama untuk merebutnya dari Orla.
Lalu kita hancurkan bolanya.
- Di mana bolanya? - Lilly dan Ruksy mengambilnya.
Mereka akan mencabut sihir Orla dan hancurkan bolanya.
Apa itu?
Semacam dinding sihir.
Orla mengunci kita.
Kita tak bisa melewatinya.
- Kyra? - Kau tahu siapa kami?
- Tentu saja! - Kau kembali!
Aku coba melompat ke perpustakaan.
Kenapa aku tiba di sini?
Orla mengunci perpustakaan. Tak ada yang keluar masuk.
Dia menguasai DIS.
Dia bersama Darra dan bolanya di dalam.
Kau hanya buang waktu.
Sihirmu sudah tak berguna untuk melawanku.
Aku sangat kecewa padamu, Darra.
Terus?
Maxwell punya koleksi benda gaib yang bagus.
Kurasa kau tak datang kemari untuk membersihkannya.
Justru sebaliknya.
Menurutku mereka sudah terlalu lama terkurung.
Bagaimana sihirmu bisa kembali?
Kalian menyela Orla
saat dia mencabut sihir bolaku.
Sihir elf dan periku pasti tertinggal.
- Mana mungkin? - Sudah jelas mungkin
karena dia ada di sini.
Walau obrolan ini menarik
ini tak membantu kita masuk ke perpustakaan.
Akan kupanggil Ayahku.
Jika Orla cerdas, dia pasti mengunci DIS juga.
Kurasa kita tak bisa minta bantuan siapa pun.
Perhatian, makhluk gaib River City.
Kita sudah terlalu lama menjadi pelayan manusia.
Mulai hari ini, kita akan merebut tempat yang layak di dunia ini.
Aku akan melepaskan semua benda gaib
dari Perpustakaan ke River City.
Manusia akan memohon agar kita membantu
dan kita akan selamatkan mereka.
Manusia akan menyadari bahwa kita lebih hebat.
Jika aku tahu ini tujuannya
aku takkan membantunya.
Banyak tantangan menanti
dan kuharap kalian akan bergabung denganku
untuk menyambut era baru supremasi sihir.
Kau pasti bergurau.
Katamu kau sudah muak hidup dalam kerahasiaan.
Dengan cara ini, sihir akan kembali ke tempat yang layak.
Kita tak bisa membiarkannya.
Orla punya sihir bola
dan kita terkunci di luar Perpustakaan.
Kau punya saran apa?
Kita tak boleh menyerah.
Kita hanya siswa, Imogen.
Siswa yang sudah dilatih menangani wabah sihir.
Bukankah ini salah satunya?
Ini sedikit lebih sulit dari menangkap kursi terbang.
Atau mematikan air mancur gaib.
Kita pernah menghadapi masalah besar
tapi kita pantang menyerah.
Kita tak berhenti dengan alasan apa pun.
Lagi pula, hanya ada kita.
Kita tak punya pilihan.
Apa yang kau lakukan?
Melepaskan teman lamamu.
No comments yet. Be the first to leave one.