Hacks

Hacks

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 2

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Hacks 2021 S02E07 On The Market 1080p AMZN WEB-DL DDP5 1 H 264-NTb
ناشر Vilanelle
Resync for HMAX

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
تاریخ انتشار: 2022-06-19
تعداد دانلود: 57
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Rumah siapa ini?

Rumahku. Sayangnya.

Kau punya rumah besar cadangan?

Aku akan berhenti salahkan diri karena punya banyak tas jinjing.

Aku ingin menjual ini.

Sudah dipasarkan lebih dari satu dekade...

Tapi tetangga berengsekku menurunkan nilai propertiku.

Mereka membangun rumah pohon yang halangi pemandangan indah...

Daya tarik rumah ini!

Bukankah daya tariknya adalah kastel dari Beauty and the Beast?

Aku meminta mereka setiap tahun, dan mereka tidak mau mengalah.

Anak-anak mereka sudah berusia 20-an sekarang. Dewasalah.

Mereka penjahat kerah putih atau selebritas?

Lebih buruk. Hippie yang mewarisi kekayaan.

Astaga!

Apa aku biarkan CD-nya menyala saat terakhir kali di sini?

Kapan itu?

Tahun 2007?

Ya, benar.

Seprai sudah diganti, kulkas sudah diisi...

Tapi aku tidak bisa mematikan musik ini!

Namun, mungkin itu tak apa-apa dan seakan kita berada di restoran?

- Kayla bilang kau ingin menemuiku? - Ya.

Kudengar kau melewatkan konser Fortnite Lil' Miquela.

- Ada apa dengan itu? - Aku tahu. Maaf, aku...

Aku tak bisa memakai kode Q itu, lalu saat akhirnya sudah masuk...

Ada halaman yang memintamu memverifikasi sepeda...

Serta ada juga moped dan motor di sana, lalu...

Entah kenapa mereka melakukan itu. Aku jelas bukan robot.

Pokoknya, itu seperti mimpi buruk. Kemudian...

Aku sibuk karena harus membatalkan pertunjukan Deborah setelah itu.

Tunggu, kau membatalkan pertunjukan yang kau pesan berbulan-bulan?

Ya, saat bicara dengan Deborah, kami putuskan untuk ubah arah dan...

Akan kami ajukan sebagai acara spesial. Menurutku itu ide bagus.

Baiklah, kau tahu Morty Boatwright? Ya?

Ya. Bukankah dia sudah pensiun?

Tidak, dia bekerja dari rumah sekarang.

- Dari rumah? - "Rumah."

- "Rumah"? - Belmont Village di West Side.

Rumah jompo yang bagus. Omong-omong...

Kurasa dia lebih cocok untuk Deb.

Untuk apa?

- Apa? Usianya 98 tahun. - Ya.

Hei. Dia akan mengurus Deborah...

Dan kau bebas memperluas daftarmu.

Kau mendatangkan klien yang lebih muda dan lebih besar.

Klien yang akan mendatangkan uang selama bertahun-tahun ke depan.

Kami sedang menjual acara spesial ini.

Aku sudah mengatur semua pertemuan presentasi.

Dengar, aku punya firasat baik tentang ini, ya?

- Ini... - Percayalah.

- Hai, Ayah! - Hei, Sayang!

- Deborah V. datang untuk menemuimu. - Terima kasih.

Kami hanya akan membahas presentasi untuk besok.

Jangan khawatir. Dia bisa, Ayah.

- Itu dia! Deborah Vance! - Hei, Jimmy.

Astaga, kau tampak luar biasa. Pelembap apa yang kau pakai?

- Aku memakai Vaseline. - Baiklah.

Kau tahu? Aku memberikan ini kepada ayahmu di tahun '80-an.

Ya. Tepat setelah dia menjadi rekan.

Tidak, sebenarnya dia di rumah sakit dan menjalani operasi wasir.

Kau tahu? Jika kau tak keberatan...

Aku akan terus pakai alasan rekan itu di depan orang-orang.

Aku tak tahu cara mengeja "wasir."

Aku hanya menulis "lepuh anus."

Aku menggambarnya. Tidak apa-apa?

Kau tahu, Kayla? Kau bisa pergi. Aku akan mencatatnya, ya?

Baiklah, bagus!

- Terima kasih. - Baiklah. Terima kasih.

Sampai jumpa!

Jimmy.

Aku sudah berusaha.

Aku sungguh sudah berusaha.

Hei. Ada yang bisa kubantu?

Hai. Maaf, aku akan...

Mengambil pengembalian pajak lama dari bengkel karena aku dituntut...

Dan akan menemui pengacaraku siang ini.

Baiklah, siapa kau?

Sial, kau penyewa baru.

Maaf, aku Ava. Aku pemilik kondominium ini.

Aku tahu aku tak terlihat seperti itu.

Aku lebih seperti penyewa daripada pemilik.

Keren.

Baiklah, aku akan mengambil pengembalian pajak itu sekarang.

Baiklah.

Baiklah.

Baiklah.

Jadi, apa kegiatanmu?

Aku mengajar kursus ekstensi UCLA.

"Pandangan Wanita: Dari Pickford ke Bigelow."

Namun, para mahasiswa jadi bosan...

Dan kini kami hanya menonton Back to The Future dalam 40 menit.

Jadi, kau tak menyutradarai lagi?

Tidak juga. Aku ikut pertemuan untuk acara TV anak-anak.

Gadis Ajaib yang Pandai Matematika atau semacamnya.

Namun, mereka hanya berusaha memenuhi kuota.

Pada akhirnya, mereka tidak pernah mempekerjakanku.

Kurasa seharusnya aku tidak menua.

- Salahku. - Mereka bodoh. Kau yang terbaik.

Jika bukan karenamu...

Aku akan menyimpan ocehan tentang bokong Hitler.

Ya, terkadang kau harus melindungi seni dari seniman.

- Ya, Sayang. Ini dia. - Terima kasih.

Omong-omong, dengar.

Aku mengerjakan acara baru.

Sangat berbeda dari yang terakhir.

Aku butuh rekan yang tak akan mengubahnya jadi sesuatu yang lain.

Hanya kau yang kupercaya.

Jadi, maukah kau mempertimbangkan untuk menyutradarainya?

Mempertimbangkan?

Astaga, sudah kupertimbangkan!

Aku ikut! Sangat setuju!

- Bagus! - Ya!

- Kau tak minta garpu? - Tidak.

Dengan sendok, rasio sirop dan panekuknya lebih baik...

Dan aku melakukan semuanya dengan caraku.

Surga!

Taylor!

Ava. Hei.

- Hei. Apa kabar? - Baik.

Bagus.

Hei, dengar. Terakhir kali aku melihatmu...

Aku kehilangan akal sehatku dan berada di tempat gelap.

Maaf, seharusnya aku tak melimpahkan masalahku kepadamu seperti itu.

Jangan khawatir.

Kau baik sekali, tapi itu seperti episode manik...

Dan aku sungguh minta maaf.

Terima kasih.

Tidak apa-apa.

Selain itu, jika kulitku terlihat lebih baik, itu karena ibumu.

Mengingat wajahnya menginspirasiku untuk membasuh wajahku.

Tidak setiap hari, tapi terkadang.

Dia tak punya pori-pori. Itu sangat menyebalkan.

Omong-omong, senang bertemu denganmu.

Ya, senang juga bertemu denganmu.

Hei, aku mengadakan pesta ulang tahun Jumat malam.

Jika kau masih di sini, kau harus mampir.

- Dengan senang hati. - Baiklah. Bagus.

- Sampai jumpa. - Baiklah.

- Limun ini tidak enak. - Baiklah.

Kau tahu? Kurangi saja.

Hai, Ava.

Hai! Senang bertemu denganmu secara langsung.

Ini putraku, Bobby, yang kau setujui untuk bicara tentang komedi.

Aku tak sadar kedua pertemuan terjadi bersamaan.

Lebih mudah seperti ini.

Aku akan meninjau dokumennya...

Sementara kau membahas bisnis hiburan dengan Bobby.

Dia benar-benar ingin "meminta pendapatmu."

- Aku mencarimu di Google. - Baik, kurasa itu masuk akal.

Dengar, Deborah dan aku tampaknya berhubungan lebih baik sekarang.

Aku berharap dia akan melupakan ini.

Aku meragukannya. Orang kaya selalu saling menuntut.

Ini olahraga bagi mereka. Ya, ini bukan masalah pribadi.

Mungkin merusak hidupmu, tapi ini bukan masalah pribadi.

Baiklah.

Ada kabar dari pengacara Deborah?

Aku mencoba membuat mereka berdamai, tapi gagal.

Pengacara Deborah seperti perusak segalanya.

Kau mengambil jurusan penulisan naskah?

Sebenarnya aku tidak lulus kuliah. Apa itu untuk gugatan?

Tidak, itu untuk Bobby. Haruskah dia mengirim surel ke Stephen Colbert?

- Dia bicara di hari karierku. - Jelas tidak.

- Menurutmu aku harus menuntut balik? - Aku tak akan melakukan itu.

Itu mungkin hanya akan memperburuk keadaan.

Mereka sungguh marah.

Sial.

Bagaimana dengan Save the Cat?

Apa itu masih relevan...

Atau hanya pendekatan formula untuk penulisan naskah?

Entahlah. Aku belum membacanya.

Belum?

Haruskah? Aku punya bukunya.

Tidak untuk waktu yang lama.

- Dia akan mengambil bukuku? - Dia akan mengambil semuanya.

Haruskah dia bergabung dengan Harvard Lampoon?

Kau akan masuk Harvard?

- Dia bisa. - Aku bisa.

Lalu bahan pengisinya masuk ke pembuluh darah. Kini, dia buta.

- Mustahil! - Ya.

Namun, dia tampak cantik.

Apa lagi?

Wali Kota Jo Pezzimenti adalah seorang demiseksual...

Tapi dia belum memberi tahu keluarganya.

Namun, dia bilang aku bisa memberitahumu jika itu dibahas.

Apakah itu dibahas?

- Mereka bertanya ada berita apa. - Ya.

Sejak kapan kau menjadi ratu gosip?

Aku selalu seperti ini.

Aku bertahan sampai yakin ada yang bertahan.

- Hei, boleh kunyalakan lampu lain? - Tidak!

Sekringnya terus putus. Jangan sentuh sakelar lampu.

Jika harus pakai pengering rambut, kau harus mencoloknya di garasi.

Sial. Menyebalkan sekali Deborah tak bisa menjual tempat ini.

Jika dia menurunkan harganya, akan mudah terjual.

Kurasa dia diam-diam berharap punya alasan untuk kembali ke sini.

Omong-omong, aku bertemu Wilson di Albertson.

- Dia menanyakanmu. - Astaga, kalian putus?

- Ya. - Baiklah.

Kita akan pergi ke WeHo malam ini.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left