نخستین 134 خط.
Dipersembahkan Oleh Animakosia
Diterjemahkan Oleh Gimb's
Serial TV Story
Mare
Lahirnya Sepupu
MInggu ke 22 (Episode 132)
Screenplay: Shinozaki Eriko
Music: Sawano Hiroyuki
Theme Song: "Mare's Sky"
Narrator: Toda Keiko
Kontani Mare: Tsuchiya Tao
Tsumura Aiko: Tokiwa Takako
Kontani Keita: Yamazaki Kento
Kontani Naomi: Fujiyoshi Kumiko
Ida Kazuhiko: Shioyama Seiji
Okano Ami: Kajiwara Hikari
Kontani Takumi: Koyama Harutomo
Kontani Ayumi: Yokoyama Megumi
Hatano Miyako: Honjo Manami
Kontani Yataro: Nakamura Atsuo
Okesaku Fumi: Tanaka Yuko
大きな花をさかせよう Ookina hana o sakaseyou Sebuah bunga yang besar akan mekar
今はまだ小さなつぼみでも Ima wa mada chiisana tsubomi demo Meskipun saat ini masih berbentuk tunas kecil
すこしずつ ひらいて Sukoshi zutsu hiraite Itu akan terus tumbuh
そして花がさくよ Soshite hana ga saku yo Dan kemudian bunga itu akan mekar
このゆめのように Kono yume no youni Seperti halnya impian ini
が広く青いほど Sora ga hiroku aoi hodo Langit, yang luas dan biru
伝えてくれる Tsutaete kureru Tunjukkan pada kami
ふるさとのあたたかさを Furusato no atataka sao Kehangatan dari kampung halaman
どうか おぼえていてね Douka oboete ite ne Jadi ingatlah
一人じゃないことを Hitori janai koto o Kau tidak sendirian
大切な仲間たちは Taisetsuna nakamatachi wa Temanmu yang berharga
あなたを待っているよ Anata o matte iru yo Menunggumu disana
Jadwal Rolling Mingguan
Ayah
Menyiapkan 'Sarapan
Membersihkan Lantai 2
Mencuci Baju
Terima kasih sudah menunggu!
Mare! Cepat berangkat!
Ibu hanya pergi sebentar...
...bukan menghilang selamanya.
Takumi. Aku sangat, sangat, sangat menyayangimu...
...tapi aku harus pergi dan membuat kue.
Menjual kue dan membayar hutang.
Sudahlah, kau harus segera berangkat.
Jadi anak yang baik ya? Jangan menangis, oke?
Jangan menangis, oke?
Aku akan menjaga mereka.
Ah... Maaf, maaf...
Aku tidak ingin meninggalkan kalian...
Mereka menangis keras ya?
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Aku minta maaf untuk ketidaknyamanan ini. Tapi tolong jaga mereka.
Ayumi! Sini sama nenek!
Kau harus pergi membuka toko.
Sampai nanti ya, Takumi, Ayumi. Aku berangkat dulu ya?
Aku akan pulang saat makan siang. Aku mencintai kalian!
Aku mencintai kalian! Aku mencintai kalian!
Dan sekarang...
Mare! Tasmu!
Langkah besar Mama sang Pâtissier dimulai!
Tapi...
Halo, Ibu? Bagaimana anak-anak?
Mereka baik-baik saja sekarang. Baru saja mereka meminum susunya.
Syukurlah... Bagaimana popoknya?
Jangan khawatir, serahkan semuanya pada Keita-kun.
Baik.
Sampai nanti ya.
Ada apa?
Tidak ada apa-apa.
Ah, maaf aku menelepon terus.
Sepertinya aku meninggalkan baju ganti mereka di kamar mandi.
Kalau begitu, aku akan mengambilnya. Sudah dulu ya.
Mare. Daripada kau terus menelepon, pulang saja sekarang.
Baiklah, aku akan menahannya...
Ah! Selamat datang!
Aku sudah menunggu kau membuka tokonya lagi.
Terima kasih!
Ini PetitSor-san.
Kue yang dia buat sangat enak!
Silahkan!
PetitSor-san! Selamat!
Terima kasih. Aku benar-benar minta maaf untuk yang sebelumya.
Aku tidak bisa membuatkan pesananmu...
Tidak apa-apa.
Aku juga khawatir karena sudah berkata sembarangan
Pasti sulit ya, bekerja sambil membesarkan anak?
Aku dibantu orang-orang yang ada disekitarku.
Yah, karena anak-anak menjadi sumber kekuatan untuk kita.
Keluarga yang bahagia dan selalu tersenyum adalah kebahagiaan untuk seorang ibu, bukan?
Ibu, ayo cepat beli Marjolaine!
Kau benar. Kita juga akan membelikan untuk nenek, oke?
Silahkan!
Ya!
Terima kasih!
Selamat datang.
Whaa... Ayumi!
Terima kasih kerja kerasnya.
Terima kasih!
Aku pulang!
Kau pasti merindukanku, kan?
Mare. Aku menulisnya disana.
Takumi
Ayumi
Pipis
Poop
Poop
Terima kasih!
Ah... Syukurlah. Mereka poop dengan lancar, kan?
Hmm.
Syukurlah. Takumi!
Maafkan aku. DIa anak yang selalu membuat masalah...
...dia juga pasti mengganggumu, Naomi-san.
Memang benar. Ake tidak pernah melihat gadis seperti dia.
Tapi, Keita-kun berkata dia akan selalu mendukungnya.
Dulu, saat kecil Keita juga sering demam.
Waktu kecil tubuh Keita sangat kecil dan lemah, jadi mudah terserang demam.
Aku sudah berhat-hati, tapi saat sebentar saja aku tidak mengawasinya...
...suhu bandannya naik sampai 40° Celsius dan dia juga kejang-kejang.
Aku sangat terpukul karena itu.
Itu pasti, kan?
Aku merasa menyesal, dan menyesal...
...dan sekarang itu terjadi lagi pada menantuku, kan?
Keita dan ayahnya, mereka terlalu baik jika ada masalah seperti ini...
...jadi aku harus turun tangan juga.
Tapi demi cucu-cucuku yang berharga, aku akan tetap menentang dia menjalankan toko untuk selamanya.
Tapi itu cara Naomi-sanmenudkung dia, kan?
Dan kau juga. Itu mengerikan.
Kau harus memotongnya lebih lebar!
Ternyata benar, kau harus bekerja lembur dari pagi, bukan?
Maaf ya.
Hanya untuk saat ini. Kalau kita sudah terbiasa, semuanya akan lebih mudah.
No comments yet. Be the first to leave one.