نخستین 188 خط.
Manusia hampir dilenyapkan oleh iblis.
Dan yang selamatkan manusia hanyalah seorang penyihir.
Dia dipanggil Kaisar Sihir, dan dia pun jadi legenda.
Ujian pemilihan Kesatria Royal, putaran kedua, pertarungan pertama!
Serangan Sol membuat Mimosa tak bisa bergerak.
Asta yang berniat hancurkan kristal musuh diharuskan hadapi Magna!
Ditambah lagi...
Apa yang kaulakukan tanpa libatkan diriku?
Gawat!
Aku takkan bisa atasi mereka berdua!
Yang selamatkan Asta dalam situasi terpojok itu adalah penyihir misterius bernama Xerx.
Cepat serang si sakura sialan itu, Cebol busuk!
Aku akan melenyapkannya dalam sekejap!
Dalam sekejap itu, sudah cukup bagiku!
Berkat sihir tanaman Mimosa yang mengekang pergerakan lawan
Asta dan Xerx berhasil menangkan pertarungan!
Lalu, pertarungan saudara yang ditakdirkan antara Finral dengan Langris akan segera dimulai!
Halaman 80 Adik yang Istimewa vs Kakak yang Gagal
Sudah selesai.
Terima kasih, Vanessa.
Hebat banget!
Sudah kelihatan sempurna!
Selanjutnya tolong sisir punyaku juga!
Kau sudah kalah, 'kan?
Rambutmu biar begitu saja.
Kelihatan seperti pria pecundang.
Apa kaubilang?
Siapa yang kau panggil pecundang, Sialan?
Sudah, sudah, Magna.
Tenangkan dirimu, dong.
Seperti pecundang.
Kau, akan kubunuh!
Aku pasti akan membunuhmu!
Akan kulayani, ayo kita lakukan sekarang!
Tunggu, para Senior, henti...
Sudah kuduga, laki-laki itu memang pengguna sihir api yang terampil, ya.
Si bocah petir itu juga lumayan!
Aku sudah sangat paham itu.
Sebenarnya Luck ingin menghibur Magna....
La, la.
Beri aku makanan lagi, dong!
Kau itu benar-benar gadis bernafsu makan besar, ya?
Marie.
Marie.
Selalu Marie.
Ada ribut-ribut apa itu?
Orang-orang dari Banteng Hitam, ya?
Sekali banteng tetaplah banteng, ya.
Duh, kalian ini memalukan sekali, cepat hentikan!
Kenapa kaku begitu?
Pertarungan selanjutnya
lawannya adalah dia, pasti sulit bagimu, ya?
Ah, begitulah.
Lagi pula, aku belum pernah sekali pun bisa kalahkan adikku.
Tenang saja.
Karena aku pernah bertarung bersamamu, jadi, aku mengerti, kok.
Setelah bertemu Asta, kau berubah.
Aku pun juga begitu, lo!
Aku jadi berani hadapi sesuatu yang sebelumnya selalu kuabaikan!
Kau takkan kalah semudah itu.
Majulah dan tunjukkanlah kehebatanmu.
Sama halnya seperti tatanan rambut barumu itu.
Vanessa!
Kak Finral, semangat!
Jangan kalah seperti Magna, dan bertarunglah denganku!
Ya, jangan kalah sepertiku...
Apa katamu, Sialan?
Aku juga mendukungmu!
Semangat, semangat, semangat, semangat, semangat, semangat, semangat...
Jangan sampai kau lakukan pertarungan yang memalukan, ya.
Charmy, Gauche juga.
Semuanya, terima kasih.
Aku benar-benar bersyukur bisa masuk Pasukan Banteng Hitam.
Kalau menang, beri aku lebih banyak makanan lagi, ya.
Aku ingin segera bertemu Marie, jadi, menangkan dalam satu detik.
Tapi aku seniormu, lo.
Pasti Komandan Yami sedang mendukungmu di markas.
Benar.
Tadi pagi dia terlihat gelisah, sih.
Dia bilang perutnya sedang sakit
pasti sebenarnya dia ingin melihatmu berusaha keras tanpa bantuannya.
Pasti sekarang ini mereka sedang gila- gilaan melampaui batasannya, ya.
Aku juga sedang gila-gilaan.
Soalnya porsi kali ini betulan gila.
Oh ya, Nak!
Bukankah kau sudah kusuruh untuk isi ulang tisu toiletnya?
Ya ampun, padahal mustahil kau bisa kalahkanku, Kakak.
Langris, aku sudah berubah semenjak bertemu teman-temanku.
Kamilah yang akan menang!
Dasar kakak bodoh!
Kalau terjadi sesuatu padamu, jangan salahkan aku.
Bisakah kalian biarkanku melawannya?
Boleh saja.
Pertarungan kakak adik, ya?
Suatu saat aku juga ingin bertarung dengan sungguh-sungguh melawan kakakku.
Kuterima permintaan yang penuh semangatmu itu!
Akan aku perlihatkan diriku menunggangi Shooting Star dengan gagah di hadapan mereka semua!
Takkan kubiarkan mereka sentuh kristal ini!
Akhirnya dimulai juga, ya!
Bahkan aku juga ikutan gugup.
Finral, kau pasti bisa menang.
Baiklah.
Tim E: Leopold, Hamon, dan Finral melawan Tim G: Langris, Fragil, dan Sekke.
Fragil
Langris
Sekke
Tim G
Leopold
Finral
Hamon
Tim E
Pertarungan kedua pada putaran kedua, dimulai!
Kalian berdua fokus saja hancurkan kristal musuh.
Serahkan padaku!
Kalau begitu, mari cari lokasinya.
Sihir Kaca: Verre Détection!
Dengan pantulan cahaya pada kaca ini, aku bisa lihat setiap sudut arena pertarungan ini.
Memang butuh sedikit waktu, tapi aku pasti akan temukan lokasi kristal musuh.
Tolong bawa aku hingga ke markas musuh lagi ya, Tn. Huh Hah.
Serahkan padaku!
Dan juga, namaku ini Sekke.
Tolong panggil aku Sekke!
Kau juga boleh memanggilku Se.
Aku mengerti, Tn. Huh Hah.
Huh Hah. Eh, namaku Sekke!
Tolong panggil aku Sekke!
Dasar aib Keluarga Vaude!
Mustahil kau bisa kalahkanku, Kakak!
Kau ini bukan anakku, lo.
Jadi, yang akan kucintai hanyalah Langris sayangku ini.
Ibu
kalau Ibu terlalu terang-terangan begitu, kasihan dianya, lo.
Apa-apaan sihir tak berguna itu!
Belajarlah dari sihir serangannya Langris!
Wah.
Baik pelajaran tulis maupun olahraganya, Langris sayangku jauh lebih hebat, ya.
Langris sayang, kau ini benar-benar hebat, ya.
Anakku memang hebat.
Apa yang kaulakukan, Finral?
Kau mengotori nama Vaude!
Kasihan sekali.
Padahal dia kakakku, tapi tak ada satu hal pun yang dia menangkan dariku.
Tunangan?
Ya.
Finnes Calmreich
Dia adalah tunangan kepala Keluarga Vaude selanjutnya, Finnes.
Hari yang indah.
Karena penyakitnya, dia tak terlalu sering keluar rumah.
Tapi raja adalah pamannya, jadi, dia berasal dari keluarga bergengsi
dan punya sihir yang hebat.
Berarti, ke depannya aku akan menikahi wanita ini.
Menyebalkan.
Dia wanita yang terlihat membosankan.
Langris sayang, pastikanlah untuk berhubungan baik dengannya, ya.
Suatu saat dia akan jadi istrimu, lo.
Tentu!
Ya ampun, padahal saat aku jadi kepala keluarga nanti
aku bisa berikan kehormatan yang takkan sebanding dengan yang mereka miliki selama ini.
Membosankan.
Maaf ya, membuatmu urus seorang tunangan yang sakit-sakitan dan lebih tua darimu ini.
Tidak, kok!
Nn. Finnes itu sangat cantik, lo.
Hanya saja, yang akan jadi kepala Keluarga Vaude bukanlah aku.
Adikku jauh lebih hebat dariku
jadi, pasti dia bisa membahagiakanmu.
Sihirnya sangat hebat dan dia juga orangnya sangat tegas.
Sedangkan aku tak ada apa-apanya.
Benar sekali.
Mana mungkin Kakak bisa mengalahkanku dalam berbagai...
Itu tak benar.
Meski baru beberapa kali bertemu denganmu, aku langsung tahu, kok!
Kau orang yang sangat baik.
Bagiku, kau penyihir yang jauh lebih hebat, Finral.
Tak mungkin!
Jangan menggodaku, dong!
Ya ampun, tapi aku tak bermaksud begitu, kok!
Padahal kau itu wanita membosankan
tapi berani menyebutku lebih rendah dari kakakku, ya?
Jangan bercanda!
Pecundang yang sudah tinggalkan keluarga karena tak sanggup menahan tekanan seperti dirinya
tak punya satu hal pun yang bisa mengungguliku!
Huh Hah, ketemu!
Mereka datang juga!
Seperti yang kita rencanakan, kuserahkan padamu, Finral!
Sudah aku peringatkan, lo!
Jangan salahkan aku kalau kalian kehilangan anggota tubuh!
Akan kuakhiri ini dalam sekali serangan!
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.