نخستین 200 خط.
Diterjemahkan oleh iam klo pers IDFLSubsCrew
Diterjemahkan oleh iam klo pers IDFLSubsCrew
Jin Woo.... Maaf.
Jangan berkata begitu, ayah.
Saat ayah ke pengadilan, pengacara akan membebaskan ayah.
Pembela umum ditugaskan untuk orang seperti kita yang tidak bisa membayar pengacara.
Kudengar banyak dari mereka gigih dan bertanggung jawab.
Jadi jangan khawatir.
Halo.
Halo.
Aku Song Jae Ik, pembelamu.
Kau anaknya?
Kami mau membicarakan soal sidangnya, jadi aku ingin bicara berdua dengannya.
Aku harus tahu bagaimana sidangnya akan berlangsung.
Hanya aku yang dia miliki.
Baiklah.
Aku yakin kau tahu karena kau sudah ditanyai oleh jaksa...
Ini sidang yang sulit.
Dengan bukti... dan, kau menulis sendiri pengakuanmu.
Aku dipaksa menulis pengakuan itu.
Dipaksa atau tidak, itu sama saja.
Kenapa kau tidak mengakui saja kejahatanmu?
Kalau kau meminta maaf atas kejahatanmu dan memohon...
... kita bisa mengurangi hukumanmu. Mungkin beberapa tahun.
Tidak, aku tidak mau.
Aku tidak bisa menjamin hasilnya.
Anehnya, kau minta disidangkan dengan para juri...
Saat sidang dimulai, para juri akan menanyaimu kau melakukan kejahatan itu atau tidak.
Aku akan menjawabnya, jadi jangan katakan apapun.
Kau cukup berpura-pura tak bersalah dan duduk disana.
Berpura-pura tak bersalah? Aku tidak bersalah!
100 poin. Skor sempurna.
Mulai dengan ekspresi begitu.
Ahjussi, kau tidak percaya ayahku, kan?
Apa?
Bukankah pengacaranya satu-satunya yang bisa berjuang buatnya di pengadilan?
Kalau kau tidak mempercayainya... siapa yang akan mempercayainya?
Aku pasti mempercayainya. Tentu, aku mempercayainya, aku percaya.
= Episode 2 =-
Kenapa kau kemari?
Apa aku harus melapor padamu?
Aku dipilih jadi anggota juri. Sidang itu menyenangkan.
Menyenangkan? Kau merasa sidang itu menyenangkan?
Seseorang akan menang dan seseorang lagi akan kalah di persidangan.
Itu seperti game.
Anak sekolah. Kau ingat aku, kan?
Beri dia hukuman mati! / Beri dia hukuman mati!
Pembunuh!
Ayah... Ayah...
Disana! Itu anaknya!
Kau tidak apa?
Aku baik-baik saja.
Kau Tn. Park Dong Ho, kan?
Halo, Aku Pengacara Song Jae lk.
Kau jangan minum sebelum sidang.
Pertama kalinya buatmu di pengadilan?
Aku berusaha menutupinya.
Aku.
Pembela umum?
Apa terlihat jelas?
Sidang yang mana?
Kasus pembunuhan Oh Jung Ah, itu sidang dengan para juri.
Kau dapat sidang besar untuk kasus pertamamu.
Aku mengambil kasus itu karena pembela umum.
Siapa lagi yang akan mengambil kasus itu?
Jantungku berdetak cepat.
Siapa yang kau hadapi? / Jaksa Hong Moo Seok.
Kau kenal dia? / Aku sedikit mengenalnya.
Dia sangat detail dan bisa mengarang cerita seperti novelis.
Keahliannya untuk menyakinkan para juri dengan menyentuh hati mereka.
Kenapa kau sidang dengan juri?
Itu permintaan terdakwa.
Semua orang yang datang kemari merasa seperti itu tidak adil.
Semua orang sibuk seakan itu tidak adil.
Dengan cerita yang beredar, berpura-pura tak bersalah.
Tapi, apa masalahmu hanya jantungmu yang berdebat cepat itu?
Sebenarnya, ada satu masalah lain.
Ayah...
Semuanya berdiri.
Silahkan duduk.
Kita akan mulai sidang untuk Daerah Pusat Seoul.
Pertama, ini sidang dengan juri. Perwakilan, tolong bacakan sumpah.
Kami, sebagai juri, bersumpah... kami akan menilai sesuai fakta secara adil.
Dan memberikan keputusan, sejujurnya.
Berdasarkan undang-undang yang dijelaskan oleh hakim dan buktinya.
Jaksa, pernyataan pembukamu.
Mengenai kasus Oh Jung Ah yang terjadi pada 2 November 2011.
Kami percaya terdakwa, Seo Jae Hyuk, bersalah karena pemerkosaan dan pembunuhan.
Terdakwa, apa pembelaanmu?
Kami.... tidak... menerima... tuntutan.... jaksa.
Terdakwa.... tidak bersalah.
Mohon tenang.
Pembela, kau bisa berlaku sebagai pendamping terdakwa?
Ini serius.
Ya, saya... baik-baik saja.
Aku kemari mau melihat gagapnya. Ini menyenangkan.
Oh Jung Ah diperkosa lalu dibunuh.
Vagina sang wanita terluka parah.
Tapi tidak terdapat bekas dari pelaku seks oral.
Itulah sebabnya terdakwa, Seo Jae Hyuk, memakai kondom.
Ini pembunuhan berencana.
Kita bisa simpulkan kalau dia merencanakan kejahatan ini.
Apa dia punya bukti?
Terdakwa, Seo Jae Hyuk, memutuskan memperkosa Oh Jung Ah lalu membunuhnya.
Pertama, dia memukul kepala Oh Jung Ah, lalu dia mencekiknya.
Dengan senjata yang dibawanya, dia menikam Oh Jung Ah di dada.
Disitu juga kita bisa lihat rencana terdakwa.
Itu semua spekulasi (karangan).
Berhentilah menulis novel dan tunjukkan faktanya.
Berapa kali dia menikamnya?
Sekali? Dua kali?
Tiga kali?
Tidak. Berdasarkan hasil otopsi dari Pelayanan Forensik Nasional.
Oh Jung Ah tewas saat tikaman pertama.
Tapi terdakwa terus menikamnya.
Seluruh tubuhnya. 10 kali lebih.
Sungguh, apa yang dilakukan pembelanya?
Dia harusnya bertanya senjatanya ditemukan dan menghentikan ini.
Dia menikamnya. Dia menikamnya lagi. Dan dia terus menikamnya.
Kenapa dia lakukan itu saat dia tahu korban sudah tewas?
Karena dia menikmatinya.
Keberatan! Pernyataan itu...hanya spekulasi.... jaksa.
Aku tidak mendengarmu. Spek, apa?
Kubilang.... spek....ulasi.
Oh, spekulasi?
Itu bukan spekulasi. Itu kesimpulan berdasarkan akal sehat.
Keberatan pembela diterima.
Jaksa, buat pernyataan berdasarkan bukti.
Sidang ditunda.
Ini.
Kita bukan bicara tentang pertempuran...
tapi bisakah kau mengalahkannya?
Sudah diduga aku punya fobia ruang sidang.
Aku tidak masalah di simulasi sidang di Pusat Pelatihan Yudisial.
Tapi ini terjadi saat aku masuk ke sidang sungguhan.
Dokterku bilang ini tidak bisa disembuhkan dengan obat.
Ini akan membaik dengan menghadapi ketakukanku di persidangan.
Meskipun kau.... menyembuhkan.... kegagapanmu....
Seseorang akan dihukum.
Ya sudah.
Ya sudah?
Benar-benar!
Ini...
Tadi di luar...
Apa kau yang pertama menemukan tubuh Oh Jung Ah?
Ya.
Apa benar kau mengenalnya dan bertetangga dengannya 10 tahun terakhir ini?
Ya.
Saat kau bicara ke detektif, kau bilang kau tidak mengenal Oh Jung Ah.
Ya.
Kubilang itu karena aku tidak mengingatnya waktu itu.
Tapi aku mengingatnya sekarang-- / Jawab ya atau tidak.
Ya.
Diantara jam 2 dan 3 dini hari, waktu ketika Oh Jung Ah dibunuh.
Dimana kau dan apa yang kau lakukan?
Kau akan bilang kalau kau tidak mengingatnya lagi?
Aku meneleponmu beberapa kali!
Kau menelepon ayah? Ayah tidak dengar.
Dimana aku?
Ayah, tenang. Aku akan mencarimu.
Tunggu sebentar.
Biar aku bertanya lagi.
Dimana kau dan apa yang kau lakukan saat itu?
Bohong kalau kau bisa. Katakan kalau kau mengingatnya.
Aku tidak ingat.
Jadi, kau tidak ingat dimana kau...
dan apa yang kau lakukan saat kejadian itu?
Ya.
Hilang ingatan... begitu mudahnya.
Kau tidak mengingat saat kritis itu.
Sepertinya kau ingin mengaku hilang ingatan di persidangan ini.
Tapi bukan alasan kau tidak mengingat pembunuhannya?
Itu tidak benar. Aku tidak membunuhnya.
Kau tidak ingat, jadi bagaimana bisa kau yakin kau tidak membunuhnya?
Kau tidak bisa menjawabnya.
Para juri...
Terdakwa mungkin menghapus ingatannya mulai hari itu.
Tapi dia tidak bisa menghapus fakta di hari itu.
Selama keadilan itu hidup.
Apa dia sungguh membunuhnya?
Apa? Kau tidak ingat?
Bagaimana bisa kau lakukan itu pada putriku?
Putriku begitu baik padamu!
Tidak, itu sungguh bukan aku!
Aku tidak perlu sidang atau apapun!
Putriku menderita kedinginan, di tanah basah.
Tapi pembunuh ini duduk nyaman di kursi, dan apa?
Kau tidak ingat? Kau tidak malu?
Tenanglah! Tolong letakkan itu.
Jangan mendekat!
Siapapun yang mendekat, aku akan membunuh pembunuh ini!
Hakim, beri dia hukuman mati!
Beri dia hukuman mati. Aku mau melihatnya mati!
Lepaskan aku! Lepas!
Aku sangat mengerti bagaimana kau ingin membunuhnya---
Lepaskan aku!
Tapi kau akan masuk penjara lebih cepat dari pria yang membunuh putrimu!
Kau pasti butuh pengacara.
Aku akan berikanmu harga khusus dari setengah harga.
Sampai ketemu.
No comments yet. Be the first to leave one.