Into the Badlands

Into the Badlands

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 3

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Into the Badlands S03E15 - Requiem for the Fallen Web TBS
ناشر atonim
Ratapan Untuk Yang Gugur.

برچسب‌ها

web
تاریخ انتشار: 2019-05-02
تعداد دانلود: 74
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Balas dendam!

Aku bisa membangkitkan bakatmu.

Tapi hanya Pilgrim yang bisa mematikannya.

Kehidupan baru telah berakar.

Kau mengandung.

Sang Janda milikku! Bunuh yang lainnya!

Bawa mereka ke tempat aman. Pergi!

Bawa semua orang ke kemah pengungsi.

Pergi ke terowongan. Cepat!

Tidak kusangka kau pengecut.

Tilda, bawa Henry pergi dari sini.

Pergilah dengan mereka.

Kumohon.

Ini untuk Castor.

Di mana Lydia? Di mana Moon?

Tadi dia di belakangku.

Azra-mu akan gersang. Seperti jiwamu.

Saatnya bertemu saudaramu, Nak.

Into the Badlands S03E15 Requiem for the Fallen

Aku turut berduka, Nathaniel.

Lydia pantas mendapat lebih dari ini.

Aku berharap setelah Pilgrim dikalahkan,

dia akan memimpin Badlands.

Dan apa yang tersisa untuk dipimpin?

Kerajaan orang mati?

Ini kesempatan kita satu-satunya. Kita harus mencobanya.

Lydia sudah memperingatkanmu untuk tidak menantang Pilgrim.

Tapi kita harus mengikuti caramu.

Ini salahmu.

Si penyihir yang membunuhnya.

Tidak, Nathaniel benar.

Kau hanya bertempur demi rakyatmu.

Rakyat yang masih membutuhkanmu. Kau Baron mereka.

Tidak ada Baron lagi.

Kita terlambat.

Nathaniel? Lydia?

Flea?

Sunny...

Ini Nix.

Dia menyelamatkan nyawaku. Dan aku tidak bisa membalasnya.

Tidak ada yang bisa kau lakukan.

Jika Pilgrim membunuh Nix, mungkinkah dia menemukan Henry?

Tidak. Jangan terburu-buru, baik?

Kita belum tahu apa-apa.

Mayat Sang Janda tidak ada di sini.

Jika dia masih hidup, berarti ada yang selamat.

Baiklah. Jadi di mana mereka?

Selamat.

Kau beruntung belum merasa mual.

Nikmati selagi bisa.

Si penyihir itu benar.

Apa katamu?

Bukan apa-apa.

Ini menunjukkan bahwa bahkan di masa terkelam...

selalu ada sinar harapan.

Jangan beri tahu siapa-siapa.

Sudah kubilang, dengan bantuan pendeta,

hanya masalah waktu sebelum ruangan ini diperbaiki.

Kesabaran kita telah mendapat imbalan.

Ruang ini sudah pulih.

Keluarga kita bersatu dan pasukan kita menang perang pertamanya.

Kini, akhirnya, aku bisa memulai tahap akhir rencanaku.

Letakkan.

M.K., kau belum makan sejak kau kembali.

Orang-orang mencemaskanmu.

Tidak ada yang melihatmu sejak pertempuran berakhir.

Kau sudah cukup melihat?

Lihat mereka semua.

Pemuja Totem, Clipper, Kupu-Kupu.

Ternyata,

hanya butuh orang gila seperti Pilgrim

untuk menyatukan Badlands.

Hei, Nak. Merindukan Ayah?

Aku tidak pernah melihatnya tersenyum selebar itu.

Terima kasih sudah melindungi Henry.

Kau menyelamatkan nyawa putraku.

Begini, kita sudah melakukan hal yang tidak termaafkan.

Tapi jika ingin memberi dunia yang lebih baik untuk Henry, masa depan kita,

kita harus melupakan perselisihan dan melawan Pilgrim bersama-sama.

Ada apa?

Kita tidak akan bisa mengalahkannya.

Tapi kau sudah lama bertempur untuk memperebutkan Badlands.

Dan apa akibatnya?

Dia membantai pendekar terbaikku, dan membunuh rakyatku.

Tapi kita harus mencoba.

Aku sudah mencobanya.

Aku sudah kehilangan terlalu banyak.

Aku tidak bisa mengambil resiko lagi.

Kegelapan tidak dimaksudkan untuk digunakan tanpa henti,

bahkan bagi orang sekuat dirimu.

Katakan, Anakku,

sudah berapa lama semenjak kau mematikan Bakatmu?

Berjam-jam? Berhari-hari?

Aku mencoba menggunakannya untuk menyembuhkan diriku.

Aku pernah melihat Master melakukannya.

Dan kau bisa?

Kelihatannya bagaimana?

Lalu kenapa kau bersikeras?

Karena setidaknya rasa sakitku hilang.

Aku tidak merasakan apa-apa. Itu hal terbaik yang kurasakan.

Kita bukan mencari pelarian, tapi kenaikan.

Kita semakin dekat dalam mewujudkan mimpi leluhur.

Tapi jika kita berhasil, aku membutuhkanmu...

untuk mengajari pengikutku cara mengendalikan Bakat,

seperti kau mengajari Nix.

Jangan cemaskan tentang pendapat dunia padamu,

banggalah dengan dirimu.

Maaf, Pilgrim. Ada yang mencarimu.

Halo, Taurin.

Pemikir terhebat di dunia...

dulu berkumpul di aula ini,

berharap menyelamatkan umat manusia dari kehancuran.

Kannin yang baik.

Beruntung sekali kita bertemu kembali...

saat aku nyaris menyelesaikan rencanaku.

Apakah kebetulan? Atau rencana dia?

Kau takut padaku.

Tidak perlu.

Dulu aku pelindung Taurin.

Tapi kau tidak melindunginya.

Kau membiarkan Azra runtuh.

Jaga nada bicaramu!

Teratai Hitam-lah yang bersalah atas kejatuhan Azra.

Bukan kau. Kakakku yang malang.

Ke mana saja kau selama ini?

Berkelana.

Aku tidak pernah berhenti mencarimu. Atau Sanzo.

Berarti kau menemukannya.

Dia memberi tahu soal perbuatanmu, itu sebabnya aku di sini.

Aku pernah gagal melindungimu, tapi kini aku akan menyelamatkanmu.

Kau masih anak-anak saat di Azra,

tapi aku cukup dewasa untuk melihat kebenaran tempat itu.

Tetua kita ingin lebih dari menyebarkan...

Bakat mereka ke dunia.

Mereka akan membunuh orang yang tidak memilikinya.

Pembunuhan massal. Itulah warisan sejati Azra.

Jika yang kau katakan benar,

maka siapalah diriku berani menentang tetua?

Apa maksudmu?

Takdirku adalah memenuhi mimpi Azra.

Jika umat manusia menolak hidup damai dengan kaum kita,

maka mereka akan dimusnahkan.

Jiwamu sudah diracuni.

Kau mengutuk diri sendiri saat mengambil Bakat itu.

Kau tidak dimaksudkan memilikinya.

Beraninya kau bicara begitu pada juru selamatmu?

Kau bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat orang lain.

Tapi jika menyangkut Taurin, kau lebih buta dari siapa pun.

Lihat lebih dalam, kau akan lihat ke mana jalannya berujung.

Kita harus menyerang balik sekarang.

Pilgrim dan pengikutnya tidak akan menyangka serangan balik...

begitu cepat setelah menyerang Suaka.

Dan tidak ada pendekar yang lebih tangguh...

selain yang berdiri di sini.

Pilgrim lebih kuat.

Tidak. Sunny benar. Kita tidak punya pilihan.

Kita punya. Dunia ini lebih besar daripada Badlands.

Kita harus keluar selagi bisa, cari tempat baru untuk awal baru.

Aku tidak akan ke mana-mana.

Tidak hingga Cressida menemui ujung pedangku.

Dan berapa banyak orang akan mati sebelum kau memuaskan dendammu?

Mari hadapi kenyataan, bahkan Master bukan tandingan Pilgrim.

Maka kita harus cari pendekar yang sanggup melawannya.

Siapa? Bahkan Clipper terbaik kami tidak bisa mengalahkan pasukan Pilgrim.

Pembunuh yang dilatih untuk membunuh Sang Kegelapan.

Teratai Hitam? Kau tidak serius.

Aku sangat serius.

Waktunya melawan api dengan api.

Kita tidak butuh mereka.

Merekalah yang kita butuhkan.

Aku tahu kau tidak suka rencananya.

Tapi hanya mereka harapan kita saat ini.

Jika perkataan tidak bisa meyakinkanmu...

akan kebajikan pencarian ini,

maka mungkin ini bisa.

Aku ingat mendengar cerita tentang tempat ini saat kecil.

Ruang Meridian. Tempat kelahiran Azra.

Menakjubkan, bukan?

Ayah kita menghabiskan seumur hidup demi mencari tempat ini,

bahkan leluhur mereka juga.

Ayah kita salah.

Ini bukan kuil, ini laboratorium.

Dibangun oleh manusia yang dibutakan kesombongan.

Berusaha menjinakkan alam tapi justru dimusnahkan olehnya.

Sungguh nista.

Maaf, Taurin.

Aku tidak bisa membiarkanmu menyelesaikan rencana leluhur kita.

Tampaknya Dewa mengujiku dengan pengkhianat lainnya.

Jika itu kehendaknya, maka baiklah.

Aku ingat kau tampak kuat saat aku masih kecil.

Kini waktunya kau melihat kekuatan sejati.

Pergi. Beri tahu Sanzo yang kau lihat di sini.

Aku sudah mengambil Bakatmu, kalian tidak bisa mencegahku.

Setahuku kau tidak pernah lari dari pertempuran.

Mau memberitahuku apa yang terjadi?

Aku hamil.

Apa kau yakin?

Aku tidak percaya ini.

Bagaimana perasaanmu? Apa yang kau butuhkan?

- Aku tidak butuh apa-apa. - Ini luar biasa.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left