نخستین 181 خط.
19 Maret, Tahun 378 di Kalender Manusia
Ini di mana?
Kalau tak salah, aku terakhir ke tokonya Agil.
Lalu pergi pulang bareng Asuna.
Tapi setelah itu, aku tak ingat lagi.
Pakaian ini...
Apa aku sedang berada di dalam gim?
Command.
Log out.
Kualitas objek 3D-nya terlalu nyata.
Jadi, apa ini bukan gim?
Apa aku sedang bermimpi... Mimpi?
Oh, ya. Ini dunia virtual ciptaan STL, Underworld!
Eh, tapi ada yang aneh.
Saat pakai STL harusnya ingatan dunia nyataku diblok.
Tapi sekarang aku masih ingat baru saja bertemu dengan Asuna dan Sinon.
Pak Kikuoka! Pak Higa!
Tolong segera hentikan proses dive-nya!
Sepertinya sedang ada masalah!
Apa benar ini dunia virtual?
Suara apa barusan?
Entah kenapa, tapi rasanya sungguh membekas
dan membuatku frustrasi.
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ku merasa kesal sendiri
taigi meibun ni shibirekirashita
di dalam pusaran kegelapan
kujuu no yami to gou no uzu no naka
inilah awal kesepian itu datang
hajimari ni kodoku ha tsukimono sa
bahkan bila musuh hancurkan dinding ini dan masuk
shimensoka demo kabe wo buchiyabure
angin jadi tertarik ke arah itu
kitaihazure kazamuki kakimawase
magma yang mengalir akhirnya bergerak cepat
kasoku shite yuku Magma no kodou
pastikanlah dan terus maju
tashikamete susume
terdengar suara panggilan dari Dewa Kematian
niyatsuita shinigami no yobu koe ga suru
apa kau masih percaya pada dirimu sendiri?
Do you believe yourself?
kuingin lihat awal dan tujuan akhir tersebut
boku ha hajimatta eikou no gooru wo mitai no sa
berlian pedang milikku bersinar
Shiny Sword My Diamond
bersinar karena kesedihan dan keinginan
kanashimi to negai no kesshoutai ni
kita ingin capai tujuan kita masing-masing di tiap cahaya itu
bokura shimei wo chikau sorezore no hikari wo mezashiteku
ku kan terus bangkit hingga saatnya tiba
nando datte tachiagatte boku ha kyou made kitan da
dan inilah saatnya untuk pastikan hal itu
It's Time ikko no inori ga kakumei no kakushou
jadi bersinarlah
saa kagayake
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Pohon Iblis
Kau siapa?
Dari mana asalmu?
Apa dia pemain uji coba sepertiku?
Ataukah seorang NPC?
Ada apa?
Maaf, namaku...
Kirito.
Kirito?
Aku datang dari sebelah sana, tapi malah tersesat sampai kemari.
Sebelah sana? Dari hutan bagian selatan?
Jadi, kau dari Kota Zakkaria?
Bukan begitu.
Sebenarnya, aku sendiri tak tahu datang dari mana.
Jadi, maksudnya kau tak tahu nama kota tempat tinggalmu?
Ya, aku tak ingat.
Pas sadar, aku sudah berada di hutan.
Tak kusangka.
Aku pernah dengar ceritanya, tapi baru pertama kali aku lihat langsung.
Anak hilang Vecta.
Vecta?
Lah? Memang di tempatmu sebutannya bukan itu, ya?
Kisah tentang orang hilang, yang lalu tiba-tiba muncul di hutan.
Di desaku sebutannya begitu.
Vecta sang dewa kegelapan suka menjahili manusia,
menyegel ingatan mereka, lalu membawanya ke tempat yang jauh.
Oh.
Berarti, mungkin itu yang aku alami.
Untuk ukuran NPC, ekspresi dan responsnya terlalu alami. Apa perlu aku coba?
Begini, aku kesusahan dari tadi, yang aku mau itu...
...adalah keluar dari sini.
Jadi, begitu, ya?
Hutan ini cukup luas, sih.
Jadi, wajar kalau tersesat dan tak tahu jalan.
Tapi tenang saja.
Dari sini ada jalan menuju arah utara.
Bukan begitu.
Aku mau log out!
Log apa tadi?
Percuma, ya?
Maaf. Eh, tadi itu artinya aku mau cari tempat untuk tinggal sementara.
Oh, aku baru pertama kali dengar istilah itu.
Ini gawat.
Dia mungkin saja pemain uji coba yang ingatannya dibatasi.
Desaku ada di sebelah utara,
tapi karena tak pernah ada pendatang, jadi, tak ada penginapan.
Tapi kalau kita jelaskan keadaanmu, mungkin Suster Azalia dari gereja bisa membantu.
Apa benar? Kalau begitu, aku coba ke desa dulu, ya.
Tunggu sebentar!
Di desa ada penjaga, jadi, kalau kau datang sendirian pasti tak bakal diizinkan masuk.
Aku akan menemanimu dan bantu jelaskan pada mereka, ya.
Aku akan sangat terbantu, terima kasih.
Tapi aku tak bisa pergi sekarang, soalnya masih harus bekerja.
Sekitar empat jam lagi baru selesai.
Tak apa-apa kok, aku bisa menunggu. Maaf ya, sudah merepotkan.
Begitu, ya! Kalau begitu, silakan duduk saja dulu.
Aku belum sempat perkenalkan diri, 'kan?
Namaku Eugeo. Salam kenal!
Eugeo. Aku seperti pernah dengar.
Ada apa, Kirito?
Salam kenal juga.
Aku juga, panggil saja Kirito.
Oh? Kalau begitu, aku juga panggil saja Eugeo.
Benar juga.
Kau pasti sudah lapar, 'kan?
Terima kasih.
Setidaknya, aku yakin dia bukan NPC.
Tapi masih belum jelas dia pemain uji coba atau bukan, malahan...
Apa mungkin dunia ini bukan dunia virtual, tapi dunia nyata?
Bisa disimpan dalam waktu lama itu kelebihan roti, tapi untuk jaga-jaga...
Kalau tak salah, dia tadi begini.
Sudah dipastikan.
Ini bukan dunia nyata ataupun perpindahan ke dunia lain.
Tapi dunia virtual.
Eh, Kirito.
Kau masih ingat soal Jendela Stacia, 'kan?
Tentu saja!
Nyawanya masih cukup banyak, jadi, tak perlu terburu-buru makannya.
Kalau pas musim panas sih, tak bakal tahan lama begini rotinya.
Kerasnya!
Tak terlalu enak ya, rasanya?
Sebelum kemari, aku sempat mampir ke toko roti,
tapi karena masih pagi, jadi, hanya ada roti sisa kemarin.
Pas siang juga aku tak punya waktu untuk kembali ke desa.
Kalau begitu, kenapa tak bawa bekal saja?
Dulu sih, ada yang selalu bawakan bekal kemari. Tapi sekarang...
Apa yang terjadi?
Dia adalah teman masa kecilku.
Seorang gadis yang seumuran denganku.
Saat kecil, kami sering main bersama.
Bahkan setelah aku dapat Panggilan, dia selalu bawakan bekal untukku.
Tapi...
Karena salahku...
Suatu hari, kami berdua pergi ke gua di gunung, dan dia tak sengaja masuk ke Tanah Kegelapan.
Sebuah tempat yang tak boleh didatangi oleh kita dan terlarang di Indeks Tabu.
Indeks Tabu?
Lalu besoknya, ada Kesatria Perbawa yang datang ke desa
dan dia pun dibawa ke Kota Sentral.
Tapi ya, Kirito. Aku percaya.
Kalau dia pasti masih hidup.
Alice pasti masih hidup dan ada di Kota Sentral.
Alice. Aku juga pernah dengar nama itu.
Alice.
Maaf, ya.
No comments yet. Be the first to leave one.