نخستین 200 خط.
Hari itu,
kukira aku akan mati.
Saat dia mencekikku…
Kini aku tahu rasanya saat di ambang kematian.
Aku benar-benar takut.
Aku takut…
Aku takut tak akan bertemu denganmu lagi.
Aku di sini bersamamu.
Maafkan aku.
Aku tak bermaksud begitu.
Aku terbawa suasana.
Aku mungkin…
Aku mungkin bipolar.
Orang dengan dua kepribadian berbeda.
Mungkin aku mengidapnya.
- Ya. - Kita hidup
di zaman saat manusia berusaha keras bereproduksi.
Aku salah bicara.
Bukan itu maksudku.
Aku akan masuk.
Aku senang kau selamat.
Terima kasih
sudah mencariku.
Aku harus bagaimana di depannya?
Kau tidur?
Ya.
Ada apa?
Kurasa
Pathomkarn datang ke rumahku.
TAHANAN KABUR, KEJAHATAN BERAT
Akhirnya kita akan bertemu,
Pathomkarn.
Menurut catatan ini,
Sersan Yuenyong curiga
Pathomkarn mungkin operasi plastik untuk kabur.
Jika itu benar,
kita pasti bisa menemukannya.
Tidak mungkin.
Pathomkarn tak akan pernah meninggalkan jejak.
Jika meninggalkan sesuatu,
artinya dia ingin kita tahu.
Apa hubungan kasus keluarga yang hilang
dengan Pathomkarn?
"Pada 1990,
di rumah tua dan besar,
satu keluarga dan ART-nya, dengan total 13 orang,
menghilang secara bersamaan suatu pagi.
Hingga saat ini,
kasus ini masih belum terpecahkan."
Tunggu, Tanwa.
Tanwa.
Kau sungguh akan masuk?
Kita lihat saja dari luar.
Kenapa kita tak masuk saja?
Aku sudah bertanya kepada penduduk sekitar.
Mereka bilang rumah ini
angker.
Tunggu di sini.
Tanwa, tunggu aku.
Tunggu aku.
Tanwa, ada hantu.
Aku baru melihat hantu.
Apa?
Aku serius. Aku sungguh melihatnya.
Jika dia orang membawa pisau atau pistol,
aku tidak takut.
Namun, aku takut
pada hantu.
Aku tidak bohong.
Tanwa.
Kau mau turun?
Baiklah.
Ini basemen?
Tanwa.
Ada apa?
Kenapa kau berhenti?
Bukankah aneh
ruangan ini lebih bersih daripada yang lain?
Kau benar.
Rumah ini sudah kosong selama lebih dari 20 tahun.
Namun,
bunga ini
terlihat cukup segar.
Mungkin bunga ini tertiup angin
dari luar.
Ada yang menaruhnya.
Menurutmu begitu?
Pegangi senternya.
Tanwa.
Tanwa.
Kenapa kau mengetuk?
Tanwa.
Astaga.
Jangan rusak rumah mereka.
Tanwa.
Astaga.
Apa yang kau rencanakan?
Paman.
Tanwa.
Kenapa ada kerangka manusia di sini?
Maafkan aku.
Jangan takut.
Kau polisi.
Ini kerangka perempuan.
Bagaimana kau tahu?
Perbedaan kerangka laki-laki dan perempuan ada di bagian
pinggul dan mata.
Rongga mata wanita bulat,
sementara pria bersudut.
Tanda di panggul
menandakan dia punya anak.
Kerangka ini setidaknya berusia 20 hingga 30 tahun.
Batas waktu penuntutannya sudah kedaluwarsa.
Dua puluh hingga 30 tahun?
Kalau begitu,
bagaimana kita
mengetahui siapa ini?
Hanya satu orang yang bisa memberitahunya.
Ya.
Baiklah.
Tanwa.
Aku minta forensik datang mengambil kerangkanya.
Aku akan minta mereka menggali lagi, siapa tahu ada kerangka lain.
Bagus.
Saatnya menangkap hantu.
Menangkap hantu?
Hantu apa?
Hantu yang mengawasi kita sejak tadi.
Pantas saja
aku merasa ada yang menatapku
sejak masuk.
Tunggu aku di sini.
Apa?
Aku ikut denganmu.
Astaga.
Tanwa.
Tanwa.
Astaga.
Itu hantunya.
Tanwa.
Itu hantunya.
Tunggu.
Itu orang.
Ada yang ingin kau katakan, 'kan?
Kenapa kau mengikuti kami?
Aku polisi.
Namaku Kaew.
Aku yatim piatu.
Aku sudah bekerja di sini sejak kecil.
Kerangka siapa
yang ada di basemen?
Aku ingat pakaiannya.
Kurasa itu Pailin,
putri bungsu pemilik rumah ini.
Keluarga itu hancur
di malam Pailin diperkosa.
Kau berani menghiburnya?
Kau terlalu memanjakannya.
Kau tahu betapa memalukannya ini?
Kau tahu?
Jangan sakiti dia.
- Kau yang mengenalkan mereka. - Hentikan! Tidak!
Kau terlalu memanjakannya.
- Ini salahmu. Lihat. - Jangan!
Ini memalukan.
Ayah Pailin berstatus sosial tinggi.
Semua orang berusaha menutupinya
karena ayahnya harus menjaga reputasi.
- Jangan ke rumah sakit. - Ayah!
- Biar dia melahirkan di sini. - Ibu!
- Aku tak peduli jika dia mati. - Sayang.
- Namun… - Diam.
Tidak ada yang boleh tahu soal ini.
Kau mengerti?
Sayang!
Aku tak tahan lagi!
Nyonya.
Tidak.
Singkirkan bayi itu!
Aku membencinya. Singkirkan!
Jadi, bayi laki-laki itu lahir
dari hasil pemerkosaan?
Dia menjadi anak yang tak diinginkan.
Dia bisa hidup
karena moralitas.
Rasa malu dan benci
membuatnya mengurung diri di kamarnya.
Dia tak bisa tetap hidup
atau mati.
Dia tak ada di kartu keluarga.
Tak punya akta kelahiran.
Dia tumbuh besar terkunci di sebuah ruangan.
Kami tumbuh bersama.
Dia dikurung di ruangan itu sejak kecil.
Tugasku
- adalah mengantar makanannya. - Pathomkarn.
Waktunya makan.
Hanya aku yang mengunjunginya.
Pathomkarn.
- Terkadang, aku membawakan dia buku. - Ini buku.
No comments yet. Be the first to leave one.