نخستین 137 خط.
Gong Ju-young dahulu menghadiri semua kelasnya di tempat les.
Entah apa ucapan gadis itu kepadanya,
tapi suatu hari, dia berhenti mengikuti kelasnya.
Dahulu dia juga mendapat nilai yang cukup bagus.
Gadis itu mengambil semua uang darinya,
jadi, dia bahkan menjual sepatu favoritnya. Sial.
Apa itu berkencan? Gadis itu hanya memanfaatkannya.
Tapi si bodoh itu berpikir gadis itu memacarinya karena menyukainya.
Gadis itu tahu Gong Ju-young sangat penurut,
jadi, dia pasti menghubunginya untuk memanfaatkannya lagi.
Aku yakin soal ini.
Gadis itu tidak memacarinya karena menyukainya?
Entah mereka bertengkar atau semacamnya,
tapi aku tahu karena salah satu temannya memberitahuku.
Sejak awal...
Sejak awal, dia mengejar pria lain,
tapi itu tidak berjalan lancar, jadi, dia memacari Gong Ju-young.
Apa maksudmu?
Gagal dengan pria lain, jadi, dia diperkenalkan ke Gong Ju-young?
Apa hubungan mereka?
Aku harus melindungi identitas pria lain itu.
Aku kehabisan kata-kata.
Sepolos apa pun Gong Ju-young...
Menurutku aneh
saat Gong Ju-young berkeliaran
meminjam uang dari orang-orang...
Hei, kau marah?
Dasar penyihir sialan.
Sayang, kau marah?
Kau tidak percaya perkataan mereka tadi, bukan?
Itu semua bohong.
Aku sungguh tidak melakukan apa pun...
Hei, kau marah?
Bagaimana bisa aku tidak marah?
Kau ingin aku memberi tahu Gong Ju-young?
Lantas rumor tentangmu akan menghilang
dan gadis itu juga akan hancur.
Aku tahu itu tidak benar.
- Apa? - Jangan lakukan semuanya untukku.
Berhenti berhati-hati di dekatku juga.
Aku memacarimu karena aku juga menyukaimu.
Ja-rim.
[Episode 29, Pacar vs Mantan Pacar, Bertukar Rambut, Kau Menuai yang Ditabur]
- Hei, ayo pergi. - Baiklah.
Kwak Bo-gyeong menungguku lagi.
- Sial. - Apa yang harus kulakukan?
Haruskah aku menemuinya dan memperjelasnya?
Lupakan saja. Pulang saja lebih dahulu.
Aku akan mengusirnya.
Kwak Bo-gyeong datang ke sekolah kita lagi.
Pergilah lewat gerbang belakang dengan Gong Ju.
Katakan kepada Ju-young, aku pergi bersama para gadis.
- Apa? Kenapa? - Aku mau bilang sesuatu kepadanya.
Hei, aku mengerti perasaanmu,
tapi dia tidak tertolong. Jangan terlibat dengan sampah itu.
Tetap saja.
Seseorang harus memungut sampah.
Kau ingin aku memberi tahu Gong Ju-young?
Lantas rumor tentangmu akan menghilang
dan gadis itu juga akan hancur.
- Jangan beri tahu dia. - Kenapa jangan?
Itu artinya gadis itu tidak menyukainya,
jadi, Gong Ju-young bisa terluka.
Bagaimana dengan rumornya?
Tidak apa-apa.
Itu lebih baik daripada dia tahu.
Jangan katakan apa pun kepadanya. Aku akan mengurusnya.
[Kurasa dia biasa membual tentang orang yang tidak dia sukai.]
Mari bicara.
Tidak ada yang ingin kukatakan kepadamu.
Ada yang mau kukatakan.
Apa maumu?
- Hei, cepat ikut aku. - Kenapa?
- Wang Ja-rim menemui Kwak Bo-gyeong. - Apa?
Kenapa kau menyeretku kemari?
Kenapa? Kau takut makin banyak rumor tentang dirimu akan menyebar?
Bagaimana kau tahu ada rumor buruk tentangku di sekolahku?
Seolah-olah kau yang menyebarkannya.
Kau tidak merasa bersalah karena sesuatu?
Kau mendengar sesuatu dari Lee Kyung-woo?
Karena kini kau sudah tahu, jangan temui Gong Ju-young lagi.
Jangan menghubunginya juga.
Kenapa tidak boleh?
Aku hanya menghubunginya sebagai teman.
Teman apanya?
Kau tidak punya hati nurani?
Tampaknya kau mau memanfaatkannya lagi karena dia baik,
tapi dia bukan seseorang yang bisa kau pakai sesuka hatimu.
Kau lucu sekali.
Melihat sikap Gong Ju-young, kau tidak tampak berbeda dariku.
Apa aku mengambil sesuatu darinya?
Dia yang memberiku barang karena menyukaiku.
Tapi melihatnya memberikan sesuatu kepada gadis lain
membuatku iri.
Dia terkenal sebagai pria romantis berkat aku.
Aku tidak mau usahaku sia-sia, jadi, aku menghubunginya,
tapi dia membalas.
Dia masih lebih menyukaiku daripada kau, dasar gadis bodoh.
Si bodoh yang menjawab pesanku meskipun sudah punya pacar,
atau kau, orang yang memacari si bodoh itu.
Sungguh hubungan yang baik antara dua orang bodoh.
Tidak, bukan begitu.
Kau juga mempermainkan Gong Ju-young, jadi, kau tidak bodoh.
Kau penyihir jahat sepertiku.
Benar juga, tapi aku bukan jalang sepertimu.
Kudengar kau mengencani Choi Jung-woo.
Kau berbuat segalanya dengan bedebah itu dan mempermainkan Gong Ju-young.
Hidupmu sangat nyaman.
Aku memang hebat, tapi kau sama saja.
Jangan.
Lepaskan. Kau ingin aku diam saja saat dia mengatakan semua itu
kepada Ja-rim?
Wang Ja-rim bilang dia ingin bicara lebih dahulu.
Aku yakin dia punya rencana.
Diam saja untuk saat ini.
Benar. Ada rumor buruk tentangku.
Tapi aku yakin rumor itu menyebar karena aku cantik.
Tapi kau tidak cantik,
jadi, kurasa tidak ada yang membahas soal kau mempermainkan Ju-young.
Kalian yang bungkam.
Kau pikir aku tidak tahu kau diam saja agar pria lemah itu tidak terluka?
Sudah jelas kau belum memberitahunya sampai sekarang.
Kenapa? Mau kuberi tahu dia?
Tidak perlu melakukan itu.
Aku sudah merekam semuanya.
Dasar anak gila!
Aku bohong. Tapi kurasa kau takut ketahuan.
Hei!
- Ja-rim, kau baik-baik saja? - Ju-young, kau lihat itu?
Dia melarangku menemuimu...
Ya, aku melihat semuanya.
Tapi syukurlah kau tidak benar-benar menyukaiku.
Jangan pernah menghubungiku lagi.
Bo-gyeong. Kau baik-baik saja?
Hei, Wang Ja-rim. Apa kau gila?
- Aku baik-baik saja. - Astaga, dasar anak gila.
Kau bukan hanya kejam kepada pacarmu, kau preman.
No comments yet. Be the first to leave one.