نخستین 200 خط.
Kamu pergi ke gereja?
Aku tidak percaya Tuhan.
Bisa-bisanya kamu melakukan hal seperti ini?
Katamu polisi akan datang, bukan?
Ya.
Jika semua ucapanmu benar,
kasusmu akan diringankan.
Detektif yang bertugas akan segera datang,
jadi, percayalah kepada mereka dan...
Tunggu, di mana dia?
Yong Dae.
Katamu akan memahami semuanya
apa pun yang kukatakan, bukan?
"Episode Tujuh"
Pak.
"Toko Kerajinan Kayu Mujin"
"Kami Menentang Pengembangan Ulang!"
Bawa dia.
"Polisi"
Petugas Senior Jung Yong Dae. - Ya, Pak.
Kamu mungkin diperintahkan untuk menunggu di luar.
Situasinya agak...
Maafkan aku.
Bagus.
Sama sekali tidak, Pak.
Begini,
ada yang ingin kukatakan kepadamu.
Kamu harus ke rumah sakit dan mencoba bersantai dahulu.
Aku akan
ikut ke kantor polisi.
Aku yang merencanakan semuanya.
Dia tidak bersalah.
Maksudmu, kamu dalang di balik penculikan ini?
Ya.
Aku tidak bisa berada di sini sekarang.
Apa maksudmu?
Aku tidak bisa menjelaskan bagaimana aku bisa ada di sini.
Meskipun kujelaskan, mereka tidak akan memercayaiku.
Ini soal kekuatan supernatural itu lagi?
Aku tahu ini tidak masuk akal.
Tapi itu yang sebenarnya. - Benar.
Selain itu,
para detektif itu mengawasiku karena novel itu.
Apa maksudmu sekarang? - Aku tidak sempat menjelaskannya.
Tapi aku tahu pasti jika mereka menemukanku di sini,
itu tidak akan baik untuknya
ataupun aku.
Ayolah. Bicara yang masuk akal. - Sudah kubilang tidak sempat.
Nanti kujelaskan semuanya. Ya?
Pergi dari sini sekarang.
Mereka akan segera datang.
Baiklah.
Aku menyebutmu bodoh tadi.
Maafkan aku.
Tapi jangan terlalu berharap.
Aku tidak bisa berjanji
akan membersihkan namamu.
Tapi aku akan berusaha maksimal.
Aku akan mencari bukti atau apa pun yang bisa membantu.
Jadi,
kamu harus berusaha keras untuk bertahan.
Jangan biarkan mereka menyakitimu lagi.
Jika kamu tidak suka, jangan menoleransinya.
Mengamuklah kepada mereka seperti anjing gila.
Kejar mereka dengan segenap kemampuanmu.
Bersiaplah mengalahkan mereka demi melindungi dirimu.
Bertahanlah.
Sampai jumpa.
Aku pergi dahulu.
Baiklah.
"Ki Jeok"
"Ki Jeok"
Nomor yang Anda tuju... - Astaga. Ayolah.
Astaga, di mana dia mendarat?
Sebagian besar unit di sana kosong karena rencana pembangunan kembali.
Tapi hanya unit itu yang lampunya menyala.
Jadi, aku masuk untuk memeriksa, lalu melihat mereka bersama.
Ada luka di wajah wanita itu.
Jadi, awalnya, aku curiga dia diserang.
Tapi mereka berdua bilang tidak seperti itu.
Aku tidak melihat ada masalah, jadi, aku pergi.
Dalam perjalanan pulang, aku melihat pesan tentang poster buronan.
Jadi, aku melaporkannya.
Kenapa kamu masuk sendirian?
Kamu diminta menunggu.
Apa masalahnya?
Dia membujuk pelakunya dan membuat pelakunya mengaku.
Kenapa kamu tidak mengikuti panduan?
Tentu saja, aku berniat menunggu.
Tapi korban bisa saja dalam bahaya.
Karena sudah bertemu pelakunya tadi,
aku tahu aku bisa menaklukkannya sendiri.
Tapi aku bahkan tidak perlu memaksa.
No Myung Nam bahkan tidak melawan atau menyulitkanku.
Dia mengikuti instruksiku dengan patuh.
Sebenarnya, korban mengkhawatirkan No Myung Nam.
Pasti.
Mereka merencanakan ini bersama.
Jadi, No Myung Nam mengakui semuanya setelah itu?
Wanita itu mengaku.
Kerja bagus.
Aku ingin kamu menulis pernyataan untuk wawancara nanti.
Mampirlah saat kamu senggang.
Baiklah.
Tunggu. Kamu membaca buku ini?
Aku membacanya sekilas.
Kamu tidak boleh membacanya sekilas.
Ini mahakarya.
Yang benar saja.
Ini mahakarya sejati.
Penulis novel ini adalah...
Selain itu,
para detektif itu mengawasiku karena novel itu.
Aku akan pergi.
Sampai jumpa.
"Tim 3 Unit Kejahatan Kekerasan"
Astaga. Tunggu.
Rekaman video.
Aku baru tahu setelah membaca novelmu.
Para bedebah itu merekamnya di video.
Rekaman video.
Aku detektif.
Kita pernah bertemu, bukan?
Ada apa di dalam sana?
Rahasiakan bahwa kamu melihatku di sini.
Rekaman itu.
Kamu punya rekaman itu, bukan? Kamu pasti pernah melihatnya!
Tunggu.
November.
Dia masih mencari rekaman videonya sama seperti bertahun-tahun lalu.
Itu artinya mereka juga tidak punya rekamannya.
Kenapa dia mencari rekaman video itu di rumahku
27 tahun lalu?
"Tahun 1995"
Aku ingin meminta bantuanmu.
Kamu satu-satunya
yang bisa kupercaya.
Ada rekaman video di dalam tas itu.
Kamu bisa melihat apa yang terjadi malam itu.
Semuanya ada di sana.
"Toko Buku Dong Ju"
"Tutup"
Apa ini?
Injak dia. - Tidak!
Tangkap dia!
"Malam Festival di Danau Sopyung"
Pak, ini aku!
Ini aku, Kang San!
"Buku"
Apa hal buruk menimpa kakakku?
Tidak.
Bagaimana dengan kakakku?
Di mana dia?
Kakakmu
sedang kesulitan.
Apa yang terjadi?
Tapi kamu tidak perlu khawatir.
Aku akan mengurusnya.
Sampai saat itu, jangan beri tahu siapa pun
bahwa kakakmu menghubungimu.
Tapi aku harus tahu yang terjadi. Ini menyangkut kakakku.
Tolong beri tahu aku.
Kang San.
Dengarkan apa yang akan kukatakan kepadamu.
Mulai sekarang,
jangan percaya siapa pun.
Termasuk para detektif
atau direktur panti asuhanmu.
Kamu tidak boleh memercayai siapa pun.
Baiklah.
Kemasi barang-barangmu di panti asuhan besok.
Tinggallah di rumahku sampai kakakmu kembali.
Akan kubicarakan dengan istriku.
Aku yakin Dong Ju juga akan senang.
Ada orang di dalam?
Siapa itu?
Aku dari kepolisian.
Tunggu.
Keluarlah lewat pintu belakang.
Cepat.
"Toko Buku Dong Ju"
"Buku"
Tolong buka. Aku dari kepolisian!
Jangan percaya siapa pun.
Kamu tidak boleh memercayai siapa pun.
Langsung ke rumahku begitu pergi dari sini.
Jangan pergi ke panti asuhan.
Cepat pergi. Sekarang.
Kenapa lama sekali? Buka sekarang.
Ini aku, Bu.
Ibu baru pulang.
Ibu minum makgeolli sepulang kerja untuk mengakhiri hari.
Sikapmu aneh sekali.
Kenapa kamu terus menanyakan ayahmu hari ini?
Ini aneh.
Ibu kira sudah mematikan lampu saat pergi, tapi ternyata menyala.
Astaga, kakiku.
Apa? Rekaman?
Rekaman apa?
Rekaman video.
No comments yet. Be the first to leave one.