نخستین 200 خط.
Disunting oleh Mo Shaban
Aku mencintaimu saat aku tak tahu apa itu pengkhianatan.
Tak pernah kusangka kau akan melakukan ini.
Juliet...
Kau akan bersamaku, kan?
Aku di sini.
Hei, katamu kau mau bercukur? Ayo.
Semuanya, siapkan formulir kalian.
Teruslah jalan.
Berikutnya, Ishaq!
Apa, Ishaq?
Masuk penjara lagi?
Hari ini ulang tahun anakku, Pak.
Kenapa kau merokok saat virus korona menyebar di mana-mana?
Ini kusimpan untukmu... Oh, ya?
Hei!
Apa yang kau bawa kali ini?
Wah! Apa yang harus kulakukan?
Cepatlah bercukur.
Kau tampak seperti pahlawan! Cukup dirapikan sedikit saja. Hati-hati!
Jangan khawatir, aku akan berhati-hati.
Kak Ishaq!
Hei, Nak!
Boleh kulepas maskernya? Kemarilah!
Biar kulihat wajahmu.
Hei! Ada apa denganmu?
Apa Bibi berhenti merawatmu?
Tidak... Aku sangat merindukanmu.
Kau menghilang enam bulan. Kira kau melupakanku.
Mana mungkin aku melupakanmu, Nak?
Aku selamat dari sini karenamu.
Hmm... Ceritakan lagi.
Mereka memukuli kami jika kami keluar.
Tak bisa kujelaskan kegilaan ini.
Sebaiknya kau kembali ke sini saja.
Hei!
Mana kado ulang tahunku?
Apa? Ini?
Halwa... Ini kesukaanmu, kan?
Apa kau tak mau memberiku sedikit pun?
Enak?
Hmm.
Hmm!
Berapa lama kau akan menyembunyikannya?
Kau merindukannya setiap ulang tahun...
Dialah satu-satunya yang pernah merayakan ulang tahunku.
Dia mengadakan donor darah di desa saat ulang tahunku.
Keluarganya tak tahu dia mengadakan semua itu untukku.
Kami mengobrol, berpura-pura seperti tak saling kenal...
Kami saling mencintai, tapi bersikap seperti orang asing...
Ranga, kau...
Donor darah.
Ulang tahunku dan ada donor darah? Biar kubantu.
Ya... Donor darah.
Tuliskan nama dan detailnya.
Halo, Nona... Hai.
Aku penggemar beratmu di kampus.
Din...
Hei Romeo, berhenti merayu. Sebutkan namamu.
Juliet! Siapa ini?
Apa?
Hari... Catat namanya.
Din? Ya, Din.
Nama yang indah, Nona... Tuliskan sambil tersenyum.
Sebutkan nama lengkapmu.
Sebutkan nama lengkapmu.
Kenapa?
Apa kau memeriksa ramalan bintang kami?
Maksudku... Kami harus tahu di mana menempatkanmu, kan?
Atas atau bawah?
Hah!
Ranga, kami hanya tanya golongan darah.
Aku kan bertanya. Kakakmu akan marah.
Biar aku yang urus. Pergilah. Maksudku...
Tolong atur semuanya.
Dia menunjukkan posisimu, kan... dalam bahasa Inggris pula.
Nona! Tak ada yang datang hari ini?
Tak apa, Hari...
Apa? Apa benar donor darah dapat uang?
Ada yang datang?
Jika aku donor darah, kau mau beri nomor ponselmu?!
Apa kau mau berkencan juga?
Ambil darahku sebanyak yang kau mau.
Jangan sisakan setetes pun.
Mereka datang? Ya...
Pria selalu datang jika ada gadis cantik.
Wah! Mari berbuat baik di hari ulang tahun.
Tunggu, aku yang pertama!
Sial!
Nona Juliet, apa aktingku bagus?
Lihat Ranga. Dia menatapku seperti burung hantu dari belakang.
Berapa lama ini?
Tunggu! Hari ini...
Sakit yang sama.
Oh, serba putih!
Kemeja bermerek, hadiahmu!
Apa ini terlihat bagus?
Ini sungguh bagus.
Selamat ulang tahun, Hari.
Butuh tiga tahun bagi kami untuk bersatu.
Waktu berlalu sekejap mata.
Tiga tahun di awal...
Aku harus menemuimu.
Hei... Siapa kau? Ada apa?
Anak-anak sedang main kriket di luar.
Ya...
Biar aku yang periksa, Ibu.
Perbaiki ini, Kak!
Kak? Oh, tidak!
Hah? Oh...
Hmm?
Hah? Ya Tuhan!
Jangan panik.
Aku di sini.
Ya... Kau di tempat yang tepat.
Oh, tidak!
Bagus!
Ini untukku? Halwa! Kesukaanku!
Ah!
Aku mencintaimu.
Hah!?
Sejak Ayah tiada, Ibu dan Kakakku yang mengurus rumah...
Sekarang... kau juga bersamaku.
Ada banyak orang, tapi dia memilihku.
Rumahmu bagus sekali.
Kan? Ini bukan milikku.
Malli mengajar les di sini. Aku menyewa tempat ini.
Aku tidur di sini. Oh!
Kwid!
Saraswati? Hai!
Kopi atau teh?
Kenapa kau masih di sini? Tidak, terima kasih.
Haruskah kunaikkan uang sewamu?
Hmm?
Minta maaf!
J itu Juliet! Hai!
Kau...
Sekarang tak ada pembajakan. Ini masalah privasi.
Jangan coba-cokan sok pintar!
Ini seluruh rumahnya.
Ibuku... Ayahku... Hmm...
Dan aku!
Sekarang kau juga.
Orang tuaku meninggal saat aku kecil.
Aku selalu sendirian.
Tapi, sejak saat itu...
Kami bersama.
Juliet...
Tato?
Hadiah balasan untukmu!
Bagaimana kalau kita menikah?
Juliet... Aku menyetir dengan benar, kan?
Apa aku harus lebih cepat?
Pelan saja... Fokuslah.
Rasanya menyenangkan, Juliet.
Kopling. Wah!
Injak kopling. Baiklah.
Hari, itu pedal gas!
Rem! Aku sedang menginjaknya!
Oh, tidak... Aku harus mengerem! Ada pohon di depan!
Din!
Apa kita masih hidup?
Sudah berapa kali kau kecelakaan? Ini yang keempat.
Berapa kali harus kuajari?
Berapa kali... Juliet... Maaf!
Maaf. Tak apa.
Minta maaf.
Asmanya kambuh lagi?
Bukan asma... cemas.
Dokter menyarankanku jangan stres.
Kau lupa itu juga. Maaf, Juliet... kumohon.
Juliet, peluk aku. Semua akan baik saja. Ayo.
Juliet?
Juliet!
Hei, Juliet!
Lihat... kau sudah baikan?
Hari ini... ingatlah...
Aku akan ke Delhi dalam tiga bulan.
Untuk kuliah kedokteran.
Kau akan kembali, kan?
Menurutmu kenapa aku mengajarimu menyetir?
Agar kau bisa buka bisnis perjalanan dan hidup mapan.
Benar.
Jika kau sudah mapan, mudah meyakinkan keluargaku.
Jika mereka tak setuju, kita kawin lari.
Bicara denganmu sia-sia saja.
Sia-sia!
Apa itu sia-sia atau sisa?
Juliet... maaf. Jangan diamkan aku.
Juliet... Tunggu! Kau mau kawin lari?! Hah!
Bukan begitu... cari orang lain saja.
Aku hanya mau menikah denganmu. Pergilah!
Pergilah! Juliet...
Siapa yang melamar seperti itu?
Apa kita harus menikah? Apa kita harus kawin lari?
Jika ingin melamar, harus ada makan malam romantis.
Cahaya lilin...
Sebuah cincin.
Dengan permata akuamarin.
Akuamarin? Kau pindah agama?
No comments yet. Be the first to leave one.