نخستین 200 خط.
Katakan padaku, Felice,
akankah ini merusak rambut bergelombangku bila aku mengenakan helm siang ini?
Helm?
Semua malaikat Tuhan punya sayap...
dan aku salah satu malaikat Tuhan.
Mungkin aku hanya anak tiri,
tapi aku akan dapat sayap.
Oh, aku tahu apa maksud anda!
Belajar untuk terbang. Aku tahu anda sedang melakukan ini.
- Siapa yang memberitahumu? - Ada artikel pendek tentang itu di Town Tattle.
Kau baca Town Tattle, Felice?
- Oh, tidak, aku menulisnya. - Hmm?
Oh, hanya sambilan dan cita-cita. Paragraf pendek.
Mereka punya perwakilan di kebanyakan salon kecantikan.
Ya? Aku senang kau memberitahuku.
Kau sudah sampaikan sesuatu tentangku?
- Itu, aku... - Kau sudah. Aku bisa pastikan.
Itu kau yang sampaikan berita...
tentang pertunanganku dengan Bruce Hardy, iya, kan?
- Itu, anda tahu... - Membantahnya.
Itu tidak benar.
Ada pertemuan-pertemuan, tapi tak ada surat-surat yang ditandatangani.
Kecuali kalau depresi ini jadi semakin buruk,
tak ada prospek dalam waktu dekat untuk sebuah merger.
Bisa kau sampaikan itu?
Oh, tapi tentu saja, Nona Owen.
Sebenarnya, Mr. Hardy punya asma dan bengek sedikit.
Oh, jangan sampaikan itu. Itu rahasia.
Oh, aku mengerti, Nona Owen.
- Sampai jumpa, Felice. - Sampai jumpa, nona.
- Oh, Nona Owen. - Jangan bilang padaku, Anatole, kau jadi kepujanggaan juga.
- Kau menulis apa? - Pada saat ini, aku lagi buat tagihan.
Kenapa kau tak kirimkan padaku tagihannya?
Oh, itu, Nona Owen, aku pastikan ke anda...
Mana lihat.
Beri aku cek kosong, Anatole.
Pastinya, Nona Owen.
Isi dengan jumlahnya.
Oh, dan tambahkan $10 buat Felice.
Terima kasih banyak, Nona Owen.
Martin, kau tahu Sekolah Penerbangan Beechhurst?
Ya, Nona Owen, melewati Jembatan Queensboro. Kira-kira sejam.
- Hubungi mereka di telepon. - Ya, nona.
Bilang aku ke sana 20 menit lagi.
Ya, nona.
Oh, Gilligan.
Lihat itu awan di atas sana?
- Ya. - Seberapa jauh itu menurutmu?
Oh, beberapa ribu kaki, aku rasa.
Aku akan melewatinya siang ini.
- Ya? - Hmm-mmm.
Berpikir kau sudah selesaikan pelajaran dasarmu, huh?
Tahu segala hal tentang pesawat?
Kalau begitu katakan padaku, apa yang membuat pesawat terbang?
Aku tak mau tahu apa yang membuat pesawat terbang. Itu bakal merusak kesenangan.
Aku sudah mengendarai mobil sejak aku berusia 12...
dan aku belum pernah membuka kap mobilnya.
Dan kau merasa sudah siap untuk ke atas?
Siap? Aku ingin sekali ke atas.
Baiklah.
Hey, Eddie.
Ya!
- Iya? - Nona Owen, Mr. Martin.
- Apa kabar? - Apa kabar?
Nona Owen sudah siap melakukan penerbangan pertamanya siang ini.
- Bagus. - Ya.
Kau yang akan membawanya ke atas.
- Oh, bagus! - Sekarang.
Nona Owen, bila kau terbang sama Eddie. Dia...
Permisi sebentar.
Gilligan...
bila kau tak keberatan, aku lebih memilih tak ke atas bersamanya.
- Kenapa tidak? - Itu...
Kau tahu, ayahku dulunya dokter...
dan sebelum dia meninggal, dia mengajariku banyak hal tentang penyakit.
- Penyakit? - Jangan lihat...
Tapi kadang, waktu dia tak menyadarinya, perhatikan matanya.
Ada apa dengan matanya?
- Kau tak perhatikan? - Tidak.
Sedikit kekuningan di pojok.
- Ya? - Hmm-mmm.
Ciri khas epilepsi, diabaikan kemungkinan,
tapi kemungkinan besar kambuh sewaktu-waktu.
Biasanya, untuk apa aku permasalahkan,
tapi berhubung ini penerbangan pertamaku, aku...
Tentu! Jangan menyalahkanmu sedikit pun.
Hey, Eddie.
- Ya? - Lupakan.
Sekarang, aku harus carikan orang lain.
Aku tahu. Conway. Aku akan jamin untuknya.
Aku kenal dia bertahun-tahun dan dia tak pernah mengecewakan hingga saat ini.
- Hey, Gilligan. - Ya?
Siapa nama orang yang menguliahiku hari itu...
tentang kemudi guling, saluran, dan meja kontrol?
Kau tahu, orang dengan rambut hitam dan mata coklat.
Oh, lihat. Itu dia.
Oh, Leonard.
Kami tak menyia-nyiakan waktunya untuk terbang lagi.
Dia lebih banyak di staf teknik.
Oh, kau akan buat pengecualian demi kebaikanku, iya, kan?
Kenapa tidak, huh?
Oh, Jim.
- Oh, halo, Nona Owen. - Halo.
Nona Owen mau ke atas hari ini, Jim...
bersamamu.
- Bersamaku? - Ya. Berdasarkan permintaan.
Aku tak rasional.
Kupikir itu sebuah kesalahan mengganti instrukturnya.
- Kau keberatan? - Tidak sama sekali.
- Ayo ikut. - Terima kasih, Gilligan.
Awasi dia, Jim.
Hey, memangnya ada apa, bos?
Aku ada kusta atau bagaimana?
Aku tak tahu, Eddie.
Kau ada sedikit kekuningan terlihat di matamu.
- Ya? - Ya!
Tak ada salahnya kau menemui dokter.
Ini.
Ini helm terbaik yang kau miliki?
Kau tak membayangkan untuk mendapati fotomu diambil, kan?
Kau tak suka membawa orang-orang ke atas?
Tidak, tidak secara khusus.
Itu membuatku merasa seperti salah satu orang di Pulau Coney itu.
Tapi di situlah tempat segala kesenangan.
Aku tidak kerja di sini demi kesenangan.
Itulah permasalahannya terhadap aviasi.
Banyak orang membayangkan pesawat seperti kereta luncur...
atau sesuatu demi sebuah ketegangan.
Utamanya wanita.
Bukankah wanita berhak akan sebuah ketegangan?
Ya, aku rasa begitu.
Naik.
- Nah. Awas kepalamu. - Oke.
- Ini. - Terima kasih.
Sudah makan makan siangmu?
Ya.
Oh, maafkan aku, tapi barangkali besok kita bisa makan sejumlah...
Alasan aku menanyakan itu, kalau pada penerbangan pertamamu...
sebaiknya ke atasnya itu sebelum makan siang.
- Kau tahu sejumlah orang datang kemari... - Mungkin aku beda dari sejumlah orang.
Menurutmu begitu?
Tinggal lupakan aku ini wanita dan berilah arahan yang bagus untukku.
Kau mengkritik keras, aku akan menerimanya.
- Matikan. - Matikan.
- Kontak. - Kontak.
Oke?
Oke.
Oke?
Oke.
Oke?
Oke.
Oke?
Oke.
Tanah kering yang bagus.
Ya. Lebih dekat tanahnya, lebih sedikit keringnya.
Lain waktu kita ke atas, akankah kau keberatan memamerkan sedikit kemahiran?
Huh?
Terima kasih.
Hey, baik sekali dirimu untuk memberiku tumpangan ke kota.
Naik.
- Oke? - Ya.
- Menikmatinya? - Oh, ya.
Kita sampai.
Hanya Tuhan yang tahu kenapa.
Kita harusnya sudah tewas setengah lusin kali.
Tapi kita tidak.
Kenapa kau melakukan hal-hal seperti itu?
Jangan bilang kau takut?
Pastinya aku iya. Aku masih iya.
Cup, cup, cup. Aku tak bermaksud menakutkanmu.
Ayo. Aku traktir kau minum.
- Aku akan, bila kau biarkanku yang mentraktir. - Baiklah.
Hey, ini bar tersembunyinya bagus?
Terbaik di kota.
Ayo.
Halo, semuanya.
Lihat, siapa yang aku bawa.
Aku ingin kalian berkenalan dengan teman dan guruku, Mister, er...
- Leonard. - Mr. Leonard.
- Mrs. Schuyler, - Apa kabar? - Apa kabar? - Nona Redman, Mr...
Oh, lupakan, toh kau takkan ingat nama-namanya.
Aku beritahu yang harus kau lakukan, panggil saja semua prianya Ike dan wanitanya Mike.
Oh, Kibbee! Kibbee!
- Highball buat Lindberg. - Ya.
Permisi. Sekarang, jangan kabur.
- Tidak, aku takkan. - Aku segera kembali. Buat dirimu serasa di rumah.
Oh, kerajaanku buat satu kuda.
Hey, berapa yang keluar?
- Nomor enam yang keluar. - Aku akan mengambilnya.
- Tepat sekali? - Sangat tepat sekali.
Ayo, mulai.
Aku enam.
Tolong, Linda, tolong.
Tapi kenapa kau tak mau membawaku bersamamu?
Aku sudah bilang. Aku tak bisa mengajakmu kemari.
Tapi kenapa tidak?
Sedari awal kau tak diundang.
Ada beberapa ratus alasan lainnya, tapi aku sudah terlambat sekarang.
Aku akan merinci itu buatmu kapan-kapan.
Baiklah, ayah, kau tahu yang terbaik.
No comments yet. Be the first to leave one.