نخستین 200 خط.
Bajingan!
Kenapa tak beri tahu?
Apa yang kau bicarakan?
Selamat ulang tahun, Vaibhav!
Aku tak akan lupa kali pertama kita bertemu.
Kau di koridor dan aku…
- Bukan… - Biarkan kuselesaikan.
Begitu melihatmu, aku tahu…
kutemukan pendamping di perjalanan ke ITT Bombay jurusan Sains Komputer.
Ini bukan ulang tahunku.
Orang kaya sepertimu makan kue sesukanya?
Sialan!
Aku ke Maheshwari untuk periksa hasil Vartika.
Kulihat ada toko kue. Jadi, aku beli kue.
Kukira dia senang ada kabar baik.
Dia akan memujiku.
Aku bak pahlawan.
Kau akan menciumnya!
Benar?
Kau benar. Ada apa?
Apa yang terjadi?
Kulihat hasilnya.
Vartika tak lolos. Aku lolos.
Kau yakin? Sudah periksa?
Delapan. Sudah delapan kali!
Dia tak lolos meski belajar begitu keras?
Dia benar-benar bodoh!
Tapi dia bisa jadi pacar.
Tidak. Banyak siswa ikut tes!
Somesh! Shubham!
Alok! Utsav!
Mereka masuk.
- Teman kita Shubham? - Ya.
Maheshwari menampung 80 siswa.
Jika menampung 200 siswa, Vartika akan masuk.
Kau masuk yang mana?
A3.
Bagus!
Jika guru gagal masuk angkatan satu,
dia berharap muridnya terpilih?
- Kau seperti Batla. - Hei!
Abhigyan juga masuk A3.
Siswa A3 dari Maheshwari berpeluang 80 persen
dipilih untuk JEE.
Aku baru saja ikut tes untuknya.
Apa masalahnya?
Untung dia tak lolos.
Untung?
Untung?
Dia pasti sedih. Dia pasti menangis di kamar.
Aku tak enak hati melihatnya sedih.
Lupakan momen pahlawan,
aku tak berani menemuinya.
Dengarkan.
Kau masuk A1 tapi mentalmu masih A10.
Jangan pikir masa kini.
Pikir masa depan.
Jika lolos, dia akan ke Vigyan Nagar.
Kau tetap di Talwandi.
Caramu temui dia tiap hari?
Kau sudah empat bulan di Kota.
Berapa kali kau ke Vidgyan Nagar?
Kami bisa bertemu di tengah-tengah.
Kau tentu pergi. Dia belum tentu datang.
Kau beruntung.
Kau kini bisa
praktik kimia di jalan di Talwandi sepanjang tahun.
Menangkan hatinya.
Kau bisa lakukan yang Pak Uday ingin kau lakukan.
Sialan!
Meena… kau menjadi sangat pintar.
Tentu saja. Aku siswa A1!
Hebat!
Apa katamu?
- Makan kue? - Ya, tentu…
Sudah tujuh tahun tak makan kue.
Apa?
Makan.
Dari institut kepelatihan.
Belum saatnya bayar. Kenapa menelepon?
Halo.
Kami butuh lilin!
Apa?
Apa?
Kukira kau berduka.
Aku tak apa-apa.
Ya, jika ada roti dan selai.
Kenapa kau begitu tenang?
Karena pahlawanmu berhasil, ya?
Aku turut bahagia, tapi dia bukan pahlawanku.
Aku tak mengerti perempuan!
Jika suka, ajak dia kencan!
Tidak. Pertama, kita harus berhubungan rahasia.
Lalu tunggu dia ajak kencan!
Lalu pikirkan jika ingin jawab ya!
Sebentar.
Kenapa harus aku yang ajak kencan?
Artinya kau menyukainya, 'kan?
Jangan lakukan ini lagi!
Vaibhav yang perlu dengar ini!
Kita hidup di era modern, Bu!
Pria yang kau pilih,
bagimu, kau harus ajak dia dan cium dia dahulu.
Seperti kau ajak Uday?
Baik. Aku tak berkerberatan.
Tapi tak perlu. Dia bukan pengecut.
Baik. Biarlah jika dia pengecut.
Apakah kau ragu?
Jangan cemas!
Dia akan bilang ya. Dia sangat tertarik.
Uday beri tahu kau?
Bu…
menurutmu mengapa Shivangi Ranawat begitu populer di Vihar Barat?
Dia bisa mencium asmara.
Uday memberitahuku.
Terima saranku,
- tanpa paksaan. - Tunggu!
Apa kata Uday?
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
Pak, kami hanya iseng ikut tes.
Enam Jam.
Kertas satu. Kertas dua.
Ada 240 pertanyaan.
Hanya iseng?
Bagus!
Ya, Pak.
Aku juga hanya iseng.
Kita akan bersaing di JEE dengan siswa yang ikut tes Maheshwari.
Harus tahu siapa pesaingnya.
Itu alasanku ikut tes.
Alasan yang bagus!
Pak, alasanku pun sama.
Memeriksa kompetisi!
Sungguh?
Dia berbohong, Pak!
Dia tiba 30 menit lebih awal.
Dia ajak saudarinya yang juga ikut tes!
Dia bukan saudariku.
Apa yang kau pikirkan, Vaibhav Pandey?
Siswa terbaik kami ikut ujian masuk Maheshwari…
dan kami tak tahu?
Apa masalahmu?
Kau tak berbicara padaku.
Kalian semua berbakat.
Kami di sini untukmu.
Aku pun bilang ini tadi. Siswa A1 siswa terbaikku!
Sisanya adalah bankirku.
Aku tak peduli mereka.
Katakan, Shubham.
Apa masalahmu?
Alok?
Vaibhav?
Ada apa dengan kelas Berbakat?
Kalian punya saran?
Kau tak punya masalah?
Baik. Apa hebatnya Maheshwari?
Bagaimana mereka lebih baik?
BEgini.
Mereka telah memilihmu dan kami juga.
Tapi di sini, kau jadi siswa terbaik.
Menerima hadiah.
Kami pun menanggung biaya sepuluh siswa terbaik!
Biaya pemasaran kami lebih besar.
Lihat dia.
Rijul Jain.
Peringkat All India-nya adalah 19.
Kami tempelkan wajahnya di seluruh kota.
Kami memberinya BMW.
Kami menjadikannya bintang.
Seorang pahlawan.
Dia menerima empat proposal pada usia 18 tahun.
Itu tak berarti apa-apa?
Akankah mereka cetak poster sebesar itu?
Mereka akan cetak yang kecil.
Dengar, jika pindah sekarang, rutinitas kalian akan tergangggu.
Mereka akan lebih fokus ke siswa teratas
yang sudah sejak kelas 11.
Aku tahu bahwa Somesh lemah di S Block.
Vaibhav tak pandai di ekuilibrium.
Aku akan ikut tambahan.
Akan kuberi dia soal latihan.
Aku akan menyelesaikan keraguannya.
Kau akan diperhatikan di sana? Katakan.
- Akankah? - Ya, Pak.
Aku mengerti. Aku tak akan pergi.
Tanya aku jika kau memiliki keraguan?
Katakan padaku.
- Kalian yakin? - Ya, Pak!
Aku juga, Pak. Aku pun begitu. Tak pergi, Pak.
Kau bayar untuk kelas 12?
- Tidak. Aku harus. - Ayah yang bayar.
- Akan dibayar. - Kami akan bayar.
- Kami akan bayar. - Ya, Pak.
Jika belum, tak apa, dan jika sudah, tenang.
Akan dikembalikan.
Tambahan beasiswa 20 persen untuk angkatan A1.
Jika ke sana, biaya akan bertambah…
dan kami beri beasiswa.
Paham?
Baik.
No comments yet. Be the first to leave one.