نخستین 200 خط.
BADAN PERFILMAN, MEDIA, RADIO & TV CINA
HEYI PICTURES
CHINA MOVIE CHANNEL
STARRISE PICTURES
NEXTAINMENT
"Kita melihat dunia dengan keliru dan mengatakan dunia telah menipu kita" _Tagore
t e r j e m a h a n m a h s u n m a x
Apa berhasil?
Menurutku dia perempuan jahat.
Jika dia cuma pelacur, aku bisa terima.
Astaga! Ternyata dia keduanya.
Kau ingin pasienmu disembuhkan, ya 'kan?
Tentu tak ingin mereka mati.
Coba saja.
KECELAKAAN YANG ANEH
Cuma mimpi! Tidak nyata!
Mimpi itu tidak nyata!
Yang Baiwan!
Aku sedang masak.
Istirahatlah!
Kaulah yang harusnya disalahkan dalam masalah ini!
Aku?
Kau tak bisa begituan karena gravitasinya tak berfungsi?
Karena itu kau menyalahkanku? Menarik sekali.
Kau tahu yang aku impikan?
Ada orang? / Ya sebentar!
Tolong bawakan kami makanan. / Ya, sebentar sebentar!
Apa yang kau impikan? Kau masih punya waktu bermimpi?
Cepat siapkan mie-nya.
Mau makan apa? / Ada yang spesial hari ini?
Bagaimana kalau mie buatan tangan?
Baiklah, 2 mangkok. / Baiklah, 5 mangkok.
Aku pesan 4 mangkok.
4 mangkok cukup?
Ya cukup. / Baiklah.
Jadi aku jadikan dalam 1 mangkok, bagaimana?
Tak masalah.
Wah. / Ini untukmu.
Untukmu / Ini enak sekali.
Silahkan dinikmati.
Nyonya, mie buatan tanganmu enak sekali.
Ketrampilan tanganmu pasti bagus.
Datanglah lagi kalau kau suka. Nanti aku tambah lagi.
Tak perlu.
Lain kali bagaimana kalau beri aku...
lebih dari ini.
Kamu ini bicara apa?
Makanlah mie-mu dan diam. / Ayolah?
Apa yang kau lakukan?
Dia seksi sekali.
Ambilkan lada. / Lihat dirimu.
Lilian.
Ambilkan selada.
Baik.
baik, bayar makanannya.
Berapa mangkok mie yang mereka pesan? / Lima.
50 Yuan. / Kami belum selesai makan.
Memang begini peraturannya, 50 Yuan.
Apa yang kau lakukan?
Gini, biar aku yang bayar.
Kamu ini apa-apaan? Kita belum selesai makan.
Jangan sekarang.
Kau lihat apa?
Memang kenapa? Berikan uangnya.
Aku tak mau bayar sekarang.
Dasar brengsek. / Katakan lagi.
Kau merasa tangguh, huh?
Aku tak pernah lemah sejak kecil.
Kau tahu siapa aku?
Tidak, siapa peduli?
Aku... aku yang bayar. Jangan buang-buang waktu dengan orang desa ini.
Tak usah basa-basi, pergilah dari sini.
Beraninya kau bicara begitu padaku?
Coba saja kalau kau berani.
Apa yang terjadi disini?
Sudah sudah, hentikan! Tak ada apa-apa, tak apa.
Lepaskan aku!
Ayo kita pergi saja dari sini. / Tinggalkan saja meja bau ini.
Akan kucincang kau.
Tak usah banyak omong. Tunjukkan nyalimu.
Tentu.
Kau punya nyali? Ayo cincang aku kalau berani!
Kamu ini apa-apaan? / Kau pikir kau ini siapa?
Sudah diam! / Jangan halangi aku.
Apa kau ini lelaki? Jika lelaki, ayo keluar dari mobilmu!
Tenanglah, paham? / Apa? Dasar penakut!
Apa yang kalian berdua lakukan disini? / Jaga sikapmu!
Tunggu saja! Aku akan kembali untuk mencincangmu!
Akan kutunggu! Ayo!
KEMARAHAN YANG BAIWAI
Bagaimana perasaanmu?
Sakit. / Ya memang.
Tolong jangan... / Diamlah.
Jangan bicara atau energinya akan melemah.
Tunggu disitu. Hanya beberapa menit, paham.
Halo, ini Klinik Miaopai.
Ya, kami mengadopsi ilmu pengobatan tradisional Cina.
Terutama dengan temparan dan peregangan.
Begini,
aku telah menyelamatkan banyak pasien
dari tangan Kematian.
Ya, aku menyembuhkan orang tua pengidap tekanan darah tinggi
dengan menampar-nampar.
Cuma 7 hari, ya. 7 hari prosesnya.
Baik, datanglah kesini dan cobalah jika ada waktu.
Baik, baik.
Tn... Tn. Yang.
Ada apa denganmu? / Kau tak pantas memakai namamu.
Aku mimisan dan diare tiap hari.
Pengobatan macam apa yang kau berikan padaku?
Kembalikan uangku!
Itu berarti saluranmu longgar.
Itu normal. / Saluranku longgar?
Lalu kenapa aku tak bisa ereksi?
Dengar.
Itu butuh waktu 'kan?
Tahap awal pengobatan telah bekerja.
Tenang saja.
Aku paham yang kau rasakan. Lihat dirimu, sikapmu tak beralasan.
Duduklah, duduk. Duduk dan ceritakan apa yang terjadi.
Duduklah.
Beberapa waktu lalu
seorang teman mengidap tumor di kepalanya.
Dokter bilang umur dia tinggal 2 bulan.
Lalu dia datang padaku. Aku sembuhkan dia.
Bagaimana aku menyembuhkannya? Dengan menampar. Plak, plak, plak...
Maka, pengobatanku berhasil dengan baik.
Inilah masalahmu.
Kau punya masalah pada pikiran. / Tak usah banyak omong.
Masalahku ada di bawah sini. Apa hubungannya dengan pikiranku?
Istrimu macan betina 'kan?
Lalu apa? Aku pemburu.
Tapi kau tak berani memukulnya. / Aku tak memukul wanita.
Kuberitahu kalau aku lagi marah, bahkan aku takut pada diriku sendiri.
Dokter Bi, ini sakit.
Siapa disitu? / Seorang pasien.
Tunggu sebentar. / Jangan, tidak, tidak.
Dia sedang menipu memeras uangmu. / Ini tak berhasil padamu, tapi berhasil padaku.
Kukatakan ini demi kebaikanmu. / Bukankah sudah kubilang kau jangan bicara?
Energinya nanti melemah.
Kemarilah.
Akhir-akhir ini sering bermimpi?
Apa kau selalu merasa cemas?
"Roma tidak dibangun dalam sehari."
Tn. Yang, musim semimu telah tiba.
Anggur ini paduan esensi langit dan bumi.
Jika tubuhmu menyerapnya
apa yang akan terjadi?
Kau akan menjadi keras dan kuat.
Musim semi sudah tiba kembali.
Berapa harganya?
60 Yuan? / 600 Yuan.
Untuk setengah lusin
tapi kau akan kuberi selusin. Teman-temanku dari geng di kota
selalu memesankan anggur ini untukku.
Beberapa hari lalu,
paling banyak dipesan 10 kotak.
Bagus sekali.
Wow, kau kenal banyak orang, bahkan para geng.
Tentu saja aku kenal mereka.
Tn. Yang, kau juga butuh anggur itu?
Jangan bicara jorok!
Kau pikir aku membutuhkannya? Aku bisa tahan semalaman.
Anggur itu untuk pelangganku.
Boleh aku minta sebotol?
Kau pikir kau ini siapa?
Belilah sendiri jika kau mau. / Tn. Yang, bisa tolong bantu aku?
Anjingku tak bisa hamil.
Bisakah kau kawini pakai ini?
Maaf.
Anjingku tak bisa hamil.
Bisakah kau bantu mengawinkannya?
Maaf, aku...
Kujelaskan dulu, maafkan aku.
Bisakah kau bawa anjing Dahuang-mu
kesini kawin dengan anjing Xiaohua-ku.
Imbalannya, kuberi kau 5 sak tepung.
Akan kutanya dulu anjingku.
Baiklah.
Bagaimana kalau 2 sak sebagai uang muka?
Tak masalah.
Oh, Tn. Yang.
Ada apa lagi?
Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.
Ya? / Mengenai masalah ini.
Jika tak kuceritakan, aku merasa bersalah.
Memangnya apa?
Anu...
Apa anggur itu cukup berhasil?
Ayo lanjutkan.
Jangan bilang-bilang aku yang mengatakannya.
Ayo katakan saja.
Baik, begini,
istrimu
telah berselingkuh. / Kamu bilang apa?
Istrimu...
Diam kau!
Bagaimana kamu tahu?
Kau melihatnya sendiri? / Anu, aku tak melihatnya.
Lalu kenapa kau bicara ngawur? / Aku memang tak melihat sendiri
No comments yet. Be the first to leave one.