Snow White with the Red Hair

Snow White with the Red Hair (赤髪の白雪姫)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

06 Punggung Penuh Makna
ناشر Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2016-01-16
تعداد دانلود: 18
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 187 خط.

Pasti ujian yang berat bagimu, ya.

Tidak, semua jadi lebih terasa lebih ringan

berkat Pangeran Zen dan para prajurit Benteng Laxdo.

Tapi, usahamu patut diacungi jempol.

Ya, luar biasa.

Hari ini kau silakan istirahat saja.

Tapi, semuanya masih si-

Istirahat juga tak kalah penting.

Ya.

Kalau begitu, aku permisi dulu.

Selamat beristirahat.

Shirayuki memang pekerja keras, ya?

Ya.

Omong-omong, dia sudah tahu atau belum, ya?

Tentang apa?

Tentang Pangeran Izana.

Satu peristiwa yang mempertemukanku,

buatku menapaki jalan yang kutuju.

Di sinilah tempat yang kupilih.

Tempat di mana harapanku jadi nyata.

ZainuddinAri mempersembahkan

perjumpaan yang sulit diterka

hajimari sore ha aimai

namun semua titik temu terkesan rapi

kirei ni narabetai keredo

sebenarnya ada kata yang khusus hanya untukmu

hountou ni tsutaetai kotoba dake

namun semuanya tertutup dan terbelenggu

kanamihotsurete ienai

perlahan kutarik napas

yukkuri suikomi

berdoa agar harapan baikku kan terus berlanjut

yasashii kibou ga zutto tsudzuku you ni

apa kau bisa lihat tempat ini?

mieru kana kono basho ni iru koto wo

apa tanda penunjuk di jariku bisa menuntunku padamu?

yubisaki ni egaita michishirube todoku kana

kuyakin di kala ku tertawa hari ini

watashi ha kyou wo waraeru you ni

dirimu pun kan tersenyum esok

anata ha ashita hohoende kitto

itulah harapanku

kitto ne

Cerita

Punggung Penuh Makna

Hari ini, aku harus temani Ryuu ke kebun herba, lalu menata dokumen medis, dan setelahnya...

Lo? Zen!

Oh, Shirayuki, selama pa-

Penampilanmu itu...

"Asisten Ahli Herba Istana Wistal, Kerajaan Clarines."

Jadi, ini kalung tanda pengenalmu, ya?

Tanda pengenalnya selesai dibuat sewaktu kita di Benteng Laxdo.

Seragam ini juga.

Oh ya, kau juga sudah mulai tinggal di istana, 'kan?

Ya, mulai dari sini, aku harus berusaha lebih giat lagi.

Soalnya, aku punya banyak pekerjaan dan kuliah.

Begitu, ya.

Aku juga sibuk selesaikan insiden bandit dan segala yang berurusan dengan benteng.

Mungkin kita tak bisa bertemu untuk sementara waktu.

Eh?

Begitu, ya.

Shirayuki.

Ya sudah, sampai jumpa!

Hoi!

Eh?

Memangnya kau tak merasa kangen?

Kangen, bagaimana?

Ke-Kenapa malah tanya bagaimana?

Ah, sudahlah!

Sampai jumpa, Shirayuki!

Ya.

Untuk yang ini, kita perlu tunggu penyelidikan dari para prajurit.

Bagaimana soal pembaruan sistem komunikasi dengan benteng?

Sudah kusampaikan.

Berarti, selanjutnya kita ke ruang arsip, ya?

Para prajurit di benteng harus lebih bekerja keras lagi mulai sekarang, ya?

Harusnya.

Ya, mereka akan kuberikan banyak pekerjaan baru.

Makanya, kita perlu perbaiki sistemnya dulu.

Eh? Ada apa?

Para penjaga bersiaga di tempat yang berbeda.

Oh ya, jumlahnya juga bertambah banyak.

Aku tak terima adanya laporan semacam ini.

Ho-Hoi, Zen, mau ke mana kau?

Tuan dan yang lainnya sedang sibuk, aku jadi menganggur, deh.

Area yang bisa kumasuki juga dibatasi,

ditambah tak ada titipan senjata yang perlu kurawat.

Pangeran Zen, kami tak bisa izinkan Anda ke dalam sana.

Alasannya?

Kami tak bisa menjawabnya.

Aku mengerti, terima kasih.

Kiki, Mitsuhide, bersiaplah tunggu panggilan.

Jadi, aku harus tunggu sampai dipanggil, ya?

Obi, keluarlah! Kuhitung sampai sepuluh!

Ya ampun, perintah Anda selalu tak masuk akal.

Dengar, untuk sementara, kau-

Goresan luka itu...

Oh, ini? Barusan, ada yang lempar-

Permisi, Pangeran Zen.

Ada perlu apa?

Saya diperintahkan beri ini kepada Anda sesegera mungkin.

Maaf, Obi, kita bahas lukamu nanti saja.

Untuk sekarang, buka penutup kepalamu.

Lalu, bersiagalah di ruangan ini, mengerti?

Ba-Baik!

Permisi.

Pangeran memanggil Anda, Nn. Shirayuki.

Oh, baik, segera.

Tolong datang ke Ruang Tembang Delima.

Eh? Ruang Tembang Delima?

Permisi.

Halo, Adikku.

Lama tak bertemu, Kakanda.

Mitsuhide dan Kiki juga ikut rupanya.

Kalian memang selalu dekat, ya.

Terima kasih.

Lalu, kenapa kepulangan Kakanda dirahasiakan dariku?

Kira-kira sampai kau sadar kalau aku sudah pulang.

Aku juga ingin tahu seberapa perhatiannya kau terhadap segala aspek di istana ini.

Silakan tunggu di sini.

Mohon untuk tetap tenang tanpa suara.

Baik.

Ke-Kenapa? Sebenarnya, ada apa ini?

Katanya, kau juga sampai harus pergi ke Laxdo, ya?

Benar.

Zen?

Aku juga sudah lihat laporannya.

Di dalamnya tertulis kalau para prajurit jatuh sakit akibat ulah kelompok bandit.

Pasti sangat menyulitkan, terlebih mereka sampai tak bisa bergerak.

Dari caranya bicara kepada Zen...

Orang yang punya status sosial lebih tinggi dari pangeran kedua, berarti...

Pangeran pertama Kerajaan Clarines?

Kudengar, selain ahli herba istana, kau juga bawa salah satu pelayan pribadimu.

Kenapa kau tak mengajaknya menghadapku?

Itu karena dia masih baru di sini.

Pria dengan luka goresan di pipinya?

Aku kira dia itu penyusup, tapi ternyata pelayanmu, ya?

Lalu, kenapa tak ada satu pun laporan mengenai hukuman yang dijatuhkan pada prajurit di sana?

Mereka memang tak dihukum.

Alasannya?

Mereka punya kewajiban untuk periksa dan jaga wilayah sekitar benteng.

Karena selama insiden tersebut, mereka terhambat akibat sakit,

maka mereka harus sesegera mungkin kembali laksanakan kewajibannya.

Berarti, Zen,

apa sebaiknya kulepas saja tanggung jawabmu terhadap Benteng Laxdo selama enam bulan?

Terlepas dari kejahatan para bandit, tapi tetap saja ada keteledoran dalam sistem internalnya.

Kalau kau tak mau hukum para prajurit benteng,

berarti kau yang akan terima hukumannya.

Hukuman yang bisa buat para prajurit benteng lebih menyesal, ya?

Zen pasti tak bisa terka seperti apa hukumannya.

Karena sifatmu penuh kenaifan, kau jadi tak mau salahkan mereka atas insiden tersebut, 'kan?

Aku mengerti.

Bagus.

Lalu, selanjutnya...

Maaf sudah menunggu.

Shirayuki?

Zen, kalian boleh keluar sekarang.

Kalian sedang sibuk, 'kan?

Kakanda.

Zen.

Baik, laksanakan.

Sampai jumpa, Shirayuki.

Aku pasti akan pergi menemuimu.

Zen?

Permisi, Kakanda.

Mitsuhide, Kiki, kita kembali bertugas.

Ma-Maaf, Anda ini kakaknya Pangeran Zen, 'kan?

Baru pertama kali ada yang memanggilku begitu.

Apa Anda memanggil saya untuk tanyakan tentang insiden yang baru saja dibahas?

Bukan.

Lalu, ada perlu apa Anda dengan orang luar seperti-

Kau adalah teman yang paling disukai oleh Zen, 'kan?

Teman dari seorang bangsawan sekelas Zen yang sampai diberikan tempat di istana.

Siapa pun yang mendengarnya pasti akan sangat tertarik.

Aku juga berharap banyak darimu.

Tentu saja kau punya sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh Zen, 'kan?

Saya tak bisa jawab hal yang hanya bisa dinilai oleh orang lain.

Begitu, ya.

Maaf sudah sita waktumu.

Silakan pergi.

Baik.

Kalau kata-katamu barusan bukan sekadar rendah hati,

berarti dia hanya senang undang gadis asing dengan warna rambut yang unik ke dalam istana,

dan kekonyolan itu mengubahnya jadi pangeran keledai.

Ada apa?

Bukan apa-apa.

Kira-kira ada keperluan apa Pangeran Izana panggil Shirayuki, ya?

More Indonesian subtitles for Snow White with the Red Hair

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left