نخستین 200 خط.
"Lee Se Young"
"Bae In Hyuk"
"Joo Hyun Young, Yoo Seon Ho"
"The Story of Park's Marriage Contract"
"Semua karakter, tempat, kelompok, dan organisasi"
"Hanyalah fiksi"
Tuan Muda.
Tuan Muda.
Tuan Muda.
Kamu tidak meminum penawarnya?
Tidak.
Tidak, Tuan Muda.
Hei. Ada orang di luar sana?
Hei!
Jangan khawatir.
Semua akan baik-baik saja.
Jangan khawatir dan...
Tetaplah bersamaku.
Ibu.
Ayah.
Ada orang di luar sana?
Siapa saja. Kumohon...
Tuan Muda, tidak.
Kamu tidak boleh mati seperti ini.
Tolong bangun.
Tuan Muda.
Kenapa ini terjadi lagi?
Yeon Woo.
"Bab 12, Ikatan, Bulan Kedua"
Ini rencana pelaksanaannya.
Begitu rupanya.
Yeon Woo akan berjalan ke sini.
Itu lumayan. - Halo!
Hai!
Sa Wol.
Kenapa kamu kemari?
Kudengar kalian bekerja lembur, jadi, aku membuat kue untuk kalian!
Kami yang traktir. - Terima kasih.
Jadi, kalian bisa bekerja keras untuk Nona Yeon Woo.
Kalian berdua sangat perhatian.
Sa Wol, apa resep untuk ini?
Astaga. Kamu harus membuka toko kue.
Silakan dimakan. Aku akan sering membuatnya untuk kalian.
Ya. - Omong-omong,
apa Yeon Woo sudah tiba di Milan?
Sudah sepekan sejak dia pergi, bukan?
Bagaimana keadaannya?
Dia pasti baik-baik saja.
Itu Yeon Woo-ku.
"Park Yeon Woo"
"Park Yeon Woo"
Jangan sentuh pakaian untuk pameran.
CEO Kang.
Kenapa kamu sentimental? Kelihatannya tidak bagus.
Sedang apa kamu di sini, Tae Min?
Aku datang untuk bekerja. Untuk memeriksa pakaian.
Jika kamu merindukan istrimu, hubungi dia.
Kenapa wajahmu murung seolah-olah tidak akan menemuinya lagi?
Kamu bekerja keras sampai larut.
Aku tidak pintar seperti kamu,
jadi, aku harus bekerja keras secara fisik.
Sudah kubilang aku akan dipromosikan dan mengambil alih SH.
Benar.
Aku menantikannya. Semoga berhasil.
Kamu tertawa?
Kamu meremehkanku?
Kamu tinggi hati karena aku melunak kepadamu.
Beraninya kamu!
Astaga. Sakit.
"Desainer Park Yeon Woo, SH, dan Midam"
Aku masih sanggup. Kamu tahu?
Sanggup apa? - Astaga. Hentikan.
Dasar wanita jahat!
Apa yang kamu lakukan?
Lepaskan aku!
Beraninya kamu!
Kita masih berduka. Jaga martabatmu.
Apa? Jaga martabatku?
Nyonya Yoon!
Hentikan.
Seberapa buruk kamu membesarkannya?
Seolah-olah mengambil nyawa suaminya belum cukup,
dia memperlakukanku secara tidak sopan.
Tidak sopan? Kamu sudah keterlaluan.
Bolehkah aku tidak banyak bicara
saat putraku yang berharga meninggal?
Aku mengerti.
Aku akan memenuhi kewajibanku untuk putramu yang berharga.
Cukup sampai di sana.
Baiklah.
Aku akan melihat betapa setianya kamu pada kewajibanmu.
Yeon Woo.
Aku baik-baik saja.
Ibu.
Aku punya permintaan.
Berhenti di sana!
Orang itu.
Kamu! Turunkan dia sekarang juga!
Cepat tangkap dia!
Jangan mendekat. - Yeon Woo!
Astaga. - Jangan mendekat.
Yeon Woo. - Tangkap dia!
Tangkap dia!
Kamu baik-baik saja? Kamu terluka?
Tidak. Aku baik-baik saja.
Tuan, dia kabur dengan menunggangi kuda.
Apa?
Yeon Woo.
Kamu mau ke mana?
Maju satu langkah lagi,
panah ini akan menembus jantungmu.
Dia di sana!
Tangkap dia! - Tangkap dia!
Tangkap dia!
Jangan bergerak!
Jangan bergerak. - Lepaskan aku.
Lepaskan aku.
Apa yang kulakukan sampai kalian memperlakukanku seperti ini?
Kubilang lepaskan! - Ibu!
Beri jalan. Ibu!
Selamatkan aku, Ayah!
Lepaskan aku.
Lepaskan.
Kamu tahu dosa yang kamu lakukan!
Itu tidak benar.
Aku membunuh putraku?
Aku yakin
Yeon Woo menyalahkanku
setelah membunuh suaminya.
Maksudmu kamu tidak mengenal pria itu, Duk Gu?
Dia pelayan keluargamu.
Itu benar, tapi itu tidak ada hubungannya denganku.
Ibu macam apa yang akan membunuh putranya?
Aku tidak punya alasan untuk melakukannya!
Itu karena batu peringatan untuk wanita berbudi.
Batu peringatan wanita berbudi?
Batu peringatan wanita berbudi?
Ya.
Setelah meracuni suamiku sampai mati,
dia menyuruhnya menjatuhkanku ke sumur
untuk menjadikanku wanita berbudi
agar mereka bisa mendapatkan jabatan di pemerintahan.
Dasar wanita kejam!
Beraninya kamu bicara seperti itu!
Kamu punya bukti bahwa aku membunuhnya?
Tunjukkan kepada kami jika kamu punya.
Ini buktinya.
Kakak.
Akulah
yang meminum ramuan herbal itu.
"Orang itu sendiri"
Suamiku.
Apa kamu putra sulung keluarga Kang?
Jadi, kamu masih hidup.
Ya.
Aku memalsukan kematianku sendiri.
Untuk mengungkap
dosa Ibu.
Ini penawarnya.
Berapa banyak yang harus kuminum agar bisa
menawar racunnya demi menghindari kematian?
Apa?
Kamu ingin meninggalkan racun dalam tubuhmu?
Jangan. Kamu bisa mati jika ada masalah.
Aku yang akan menanggung risikonya.
Katakan saja berapa.
Kamu minum cukup banyak penawar yang akan membuatmu tetap hidup.
Dengan sengaja. - Karena itu
satu-satunya cara untuk mengungkap seluruh cerita di baliknya.
Tidak. Itu tidak benar.
Tidak!
Ini tidak adil.
Aku sungguh tidak tahu apa pun tentang itu.
Kamu!
Katakan sesuatu.
Katakan aku tidak melakukannya.
Memang benar
bahwa dia memerintahkanku untuk melakukannya.
Apa?
Apa yang kamu lakukan?
Ikat mereka dengan tali
dan penjarakan mereka sekarang juga!
Baik, Tuan. - Baik, Tuan.
Apa masalahmu dengan ibu sampai kamu melakukan ini?
Dasar tidak tahu terima kasih!
Aku ibu yang membesarkanmu!
Lepaskan aku!
Lepaskan!
Ini jebakan.
Kalian harus menangkap mereka, bukan aku!
Lepaskan.
Semuanya sudah berakhir sekarang.
Yeon Woo. - Yeon Woo.
Istriku. - Yeon Woo.
Istriku! - Yeon Woo!
Tidak.
Yeon Woo!
Pak Kang,
buku harian milik ibu Yeon Woo telah kembali seperti semula.
Sudah hilang.
No comments yet. Be the first to leave one.