نخستین 200 خط.
ANAK YANG BOROS
Foshan adalah kota besar di Cina selatan.
Yang terkenal karena 3 hal
Kerajinan kertas, Patung Budha dan Tn. Jan
Tn. Jan nama lengkapnya Leung Jan
Dia berasal dari keluarga kaya dan menggemari beladiri.
Untuk meningkatkan kemampuannya ia dilatih oleh beberapa guru
Dia suka berkelahi dan tak pernah kalah, orang memanggilnya jagoan.
Pagi Tn. Jan
Meja anda sudah siap di atas
Tn. Jan datang
Tn. Jan, tempo hari anda bertarung dengan baik
Tn. Jan, pertarungannya kemarin bahkan lebih baik
Sebuah kehormatan bisa bertemu denganmu
Terima kasih
Aku yang bayar makanan kalian
Terima kasih Tn. Jan
Pelayan, lekas bawa makanan lagi!
Akhirnya
Ada apa?
Aku ada ide.
Bicara yang keras! Telingaku tuli
Kau ingin buka perguruan di sini 'kan?
Siapa yang bakal mendaftar? / Lalu?
Kau harus membuat dirimu terkenal
Lalu?
Kau harus mengalahkan jagoan di sini
Lalu?
Ramai orang akan berbondong- bondong belajar kungfu padamu
Lalu?
Aku sudah mendapatkan lawanmu
Siapa?
Orang yang duduk di sana
Siapa dia?
Jagoan kota ini Leung Jan
Singkirkan mejanya / Baik
Bukan mejaku, bodoh! Mejanya!
Acuhkan saja, ayo pesan makanan.
Ayo pulang.
Kau si jagoan Leung Jan?
Tuan.
Ya benar.
Mampus kau hari ini. Hajar dia
Sudah jangan diteruskan
Aku mengaku kalah
Masih mau jadi jagoan?
Tidak, aku mau jadi koki saja.
Enyah dari sini
Baik aku pergi.
Kau tidak apa-apa, Tuan?
Aku baik saja.
Tuan, kau sudah membuat tamuku pergi
dan perabotanku hancur.
Aku ganti semua
Terima kasih
Dia datang.
Sandiwaramu tadi hebat.
Seperti biasa, mana upahnya? / Tunggu sebentar
Tapi bagaimana dengan jatuhku tadi?
Aku tidak menyuruhmu
Ini tidak cukup membayar tabib.
Kita sudah sepakat harga, pergilah atau aku tidak menyewamu lagi.
Orang-orang menjulukinya Jagoan
Namun bagiku dia tidak lebih seorang...
Anak yang boros.
Hidung merah, kesini!
Hidung Merah, kau saja yang kesini
Apakah itu si jagoan Leung Jan?
Benar, kenapa?
Akhirnya Tapak Besiku menemukan lawannya!
Kau mau kemana? / Aku mau bertarung.
Dengan siapa?
Leung Jan
Paman, apa dia menyinggungmu?
Uang!
Gampang, satu tael?
Lima!
Dua?
Tidak, tidak!
Tiga tael
Tidak, tidak, tidak!
Empat tael, itu tawaran terakhirku.
Aku akan menghajarnya
Akhirnya kau paham
Ada apa?
Tidak ada, maksudku dia pintar
Ya, dia sudah kuanggap saudara.
Yee Tong mari makan / Ayo duduk
Anda sangatlah baik, Tn. Jan
Uang bukan masalah, asalkan Jan putra tunggalku tidak disakiti.
Tapi aku harus bagaimana?
Leung Jan kini percaya dia adalah jagoan di Foshan.
Leung Jan jagoan atau tidak
Aku akan bayar, selama Jan tidak disakiti.
Tuan, kungfu-mu sudah banyak kemajuan
Kau dengan mudah mengalahkan kami.
Ini semua berkat Guru / Jan!
Guru / Guru Man
Ayo kita bertarung
Ya, kenapa tidak?
Tidak perlu.
Kau yang terhebat
Ada apa kemari? / Ayo nonton opera malam ini
Opera itu hanya untuk anak-anak
Siapa yang akan tampil?
Lok Fung Lin.
Aku yakin kau akan menyukai anggur ini
Letakkan
Terimalah
Letakkan
Terimalah
Letakkan
Kau tidak harus membentakku
Bagus!
Memang bagus, tapi tidak perlu teriak! / Tapi bagus
Tolong dengarkan aku
Jangan dengarkan kabar burung
Itu benar
Tidak benar
Itu benar
Tidak benar
Dari mana kabar itu berasal?
Pemeran wanitanya sangat cantik
Kau suka dia?
Aku rela mati untuknya
Sebaiknya aku tidak bersamamu lagi
Selamat tinggal
Hari ini adalah hari keberuntunganku, paham?
Baik
Aku akan bicara dengan kakakmu
Ayo
Giliranmu
Bisa cepat tidak?
Permisi?
Kau ingin tahu kami sedang apa di sini?
Ini wilayah kami
Kau minta uang keamanan?
Tidak.
Aku ingin mengajak artis wanitamu keluar.
Artis mana yang kau maksud?
Yang berperan sebagai Poon Kam-lin.
Oh yang itu.
Aku di sini. Biar aku bicara dengan mereka.
Pergi sana! Penampilanmu mengagumkan.
Caramu menggoda benar-benar luar biasa.
Maaf / Aku tersanjung, silakan masuk.
Kita disuruh masuk.
Lembut sekali, Siapa nama aslimu?
Leung Yee-tai
Nama yang indah!
Ayo kita keluar makan malam
Makan malam?
Lalu menghabiskan malam.
Itu bukan makan malam
Apapun maumu
Terima kasih, tapi aku tidak bisa.
Kau tidak menghargai kami?
Menghargai seperti apa yang kau inginkan?
Kau terima ajakan kami keluar makan malam
Jika tidak, maka berhati-hatilah!
Apa?
Bodoh.
Cukup.
Jika kita tidak mengancam dia tidak akan mau menuruti kita.
Kau tidak takut?
Aku akan takut sekali.
Aku tahu kau gadis yang cerdas.
Mau main-main denganku? Awas cakarku!
Panda.
Kenapa kalian ketawa? Bantu aku.
Kau perempuan sombong
Kalianlah yang sombong.
Berani sekali kau?
Biar aku saja
Ada apa ini?
Sudah jangan berkelahi.
Hajar dia!
Jangan mendekat, cukup Jangan berkelahi!
Berani sekali kau berbuat onar di sini?
Di sana!
Jangan ulangi lagi!
Maafkan kami
Kami tidak akan mengulangi lagi
Pergi!
Kali ini kuberi ampun
Kenapa suaramu berubah?
Karena dia laki-laki!
Lekas pergi atau..
Awas kau, kami akan kembali
Tidak tahu malu
Kau bilang kita akan senang-senang
Kau malah membuat kita malu
Kau buat aku kapok nonton opera lagi
Do... Rei... Do... Rei!
Kita lihat sehebat apa dia menyanyi?
Biarkan dia memberi pelajaran pada mereka, ayo naik.
Yang mana Leung Yee-tai?
Aku tidak tahu
Siapa Leung Yee-tai?
Itu aku, ada yang bisa kubantu?
No comments yet. Be the first to leave one.