نخستین 200 خط.
One The Woman Episode 14
Sesekali, dulu aku menjalankan tugas untuk Han Young Sik Hwejang.
Saat dia melupakan barang-barangnya di kamar kakekmu,
Aku akan membawanya ke kantornya.
Ada sebuah pulpen, dan juga dompet.
Omo!!
Dan aku baru tahu setelahnya kalau ada alat penyadap di pulpen itu.
Aku yakin bahwa Han Young Sik Hwejang...
tidak ada di pabrik saat ayahmu meninggal.
Yang ada di pabrik adalah Han Sung Hye Jeonmu.
Apa kau masih sibuk?
Kau tidak perlu berperan ganda lagi, bukan?
Memangnya kita pernah bertemu? Kenapa kau bicara banmal?
Lucu sekali.
Aku akan memberi tahu semua orang apa yang telah kau lakukan.
Seharusnya aku yang bilang begitu.
Apa amnesia membuatmu hilang akal?
Kau sudah melupakan semuanya?
Tidak, pikiranku tidak pernah sejernih ini sebelumnya.
Apa sebenarnya yang kau lakukan malam itu?
Saat keluar dari pabrik,
kau menabrak nenekku dengan mobilmu dan membunuhnya.
Oh...
Waktu itu aku memang merasa seperti menabrak sesuatu.
Ternyata itu manusia?
Apa?
Sekarang kau akan mati di tanganku.
Aku tidak sabar untuk melihat apa yang bisa dilakukan...
seorang jaksa rendahan untuk melawan konglomerat.
Aku kutunjukkan padamu apa yang bisa dilakukan oleh seorang jaksa...
saat mereka sudah memantapkan hati dan pikirannya.
Nantikan saja.
Untuk manusia sepertimu, tabrak lari bukan satu-satunya dosa yang kau perbuat.
Investigasi bertarget yang tidak pandang bulu,
investigasi berlebihan,
operasi penangkapan, penggeledahan dan penyitaan
publikasi dugaan kejahatan...
aku akan menggunakan semua wewenangku sebagai jaksa...
untuk mempermalukan dan menghancurkanmu.
Akhirnya aku paham kenapa kejaksaan perlu diperbaiki.
Apa kau tahu apa itu konglomerat?
Aku tidak pernah sekalipun kalah dari orang rendahan sepertimu.
Itu karena kau hanya bertarung dalam pertempuran yang bisa kau menangkan.
Kau bahkan tidak akan memulai jika kau tahu bahwa kau akan kalah.
Aku sudah berpengalaman dalam pertarungan kalah dan menang.
Bahkan jika semua orang mengira aku akan kalah,
aku akan terus berjuang dan berusaha sampai aku bisa menang.
Silakan dan lakukan semua yang kau bisa dengan uang.
Karena aku akan menggunakan jalur hukum.
Kenapa orang miskin yang kasihan selalu bersikap agresif?
Makanya, miskin itu menyeramkan.
Dan kau bahkan kalah dari salah satu orang miskin itu.
Orang yang dipilih ayahmu bukanlah kau, tapi aku.
Apa?
Ya, ini baru namanya hukum.
Saat aku mencoba menamparmu dengan tangan kananku,
seharusnya hukum itu menghadang tangan kananku.
Tapi...
Aku masih bisa menamparmu dengan tangan kiriku.
Inilah hukum yang kau bicarakan.
HEH!!! KAU!!!
Geomsa-nim, tahan! Kalem!!!
Tahan apanya? Aku ditabok sama dia!
Woy! Mau kemana woy??
Wuah! Anjay!!
Astagfirulloh!! Wuah!!
Udah lama aku gak ditabok!
Wuah! Wasuuuu!!!
- WOOOYYYY!!! - Geomsa-nim!!
Diterjemahkan oleh Nung
Instagram @nungstagram_ Twitter @nurqodriah
Apa sebenarnya yang kau lakukan malam itu?
Ayah.
Saat pergi dari pabrik, kau menabrak nenekku dengan mobilmu...
dan membunuhnya.
Bagaimana pencarian Kang Mi Na?
Belum ada informasi terbaru.
Tidak bisakah kita berasumsi bahwa dia sudah mati?
Kenapa baru datang?
Orang yang ada di pabrik malam itu bukan Han Young Sik Hwejang,
tapi Han Sung Hye.
Kok responnya gitu?
Han Sung Hye juga yang menabrak nenekku dengan mobilnya!
Aku tahu.
Yang ada di pabrik adalah Han Sung Hye Jeonmu.
Bagaimana kau tahu bahwa dia ada di sana?
Itu karena...
Hari itu aku sedang dalam perjalanan pulang setelah menjalankan...
tugas untuk Han Hwejang.
Mobil itu dibuang keesokan harinya.
Aku tahu bahwa polisi sedang menyelidiki apa yang terjadi,
tapi aku tutup mulut.
Dan aku tidak pernah diminta untuk menjalankan tugas seperti itu lagi.
Mungkin Han Young Sik Hwejang tahu...
bahwa aku sudah menemukan alat penyadap itu.
Pantesan waktu itu...
Han Sung Hye Jeonmu, haruskah aku berbicara tentangmu juga?
Waah Isa-nim, apa lagi yang dia tahu?
Apa dia juga tahu tentang...
misteri segitiga bermuda?
Kau menemukan sesuatu dengan memata-matai Pak Ryu?
Sudah dapat, bukti yang besar!
Han Sung Hye, mamposlah dia sekarang!
Mengenai percobaan pembunuhan Kang Mi Na,
Jang Seok Ho juga akan bersaksi.
Mengenai pembunuhan Lee Bong Sik,
Yu Jun sedang menyelidikinya dengan bantuan Sam-geori Gang.
Sebentar lagi kita bisa membongkar semua kejahatan mereka sekaligus.
Ya, Yu Jun-a.
Nuna, apa yang terjadi dengan Han Young Sik Hwejang?
Dari suapnya kepada komisaris Layanan Pajak Nasional...
sampai penghindaran dan penggelapan pajak,
semuanya terbongkar dan dia ditangkap.
Aku dapat telepon dan dimintai...
informasi tentang Kang Mi Na.
Apa? Sudah ditangkap?
- Apa Anda mengakui tuduhan itu? - Mundur!
- Ada komentar? - Tolong katakan sesuatu.
- Hwejang-nim! - Tolong katakan sesuatu!
- Hwejang-nim! - Punteun, mundur!
Punteun, mundur!
- Apa berita itu benar? - Hwejang-nim!
Tolong katakan sesuatu.
Aigoo!
Sudah lama tidak melihatmu di sini.
Kau meneleponku berkali-kali, ya?
Aku tidak bisa menjawabnya karena sedang sibuk.
Siapa yang memberimu informasi tentang perusahaanku?
No Timjang-nim?
Aku sudah punya informasi yang cukup.
Kau sungguh ingin mati bersamaku?
Kenapa aku harus mati bersamamu?
Hanju harus menyelamatkanku.
Kalau begitu, setidaknya kau tidak boleh menyeretku kesini!
Setelah menangkapku begini, kau pikir masih bisa selamat?
Apa kau masih tidak paham dengan situasi ini?
Orang di Hanju yang bisa menyelamatkanku...
kini telah berubah.
Maaf, aku sibuk setelah kejaksaan datang untuk penyitaan.
Tapi tidak ada yang menghubungiku tentang kunjunganmu, Jeonmu-nim.
Tidak apa-apa, karena situasinya memang sedang darurat.
Jadi aku akan mengambil alih tugas-tugas ayahku.
Ya, Bu.
Apa ayahku sudah memberikan semua ponselnya?
Ponselnya bukan hanya satu.
Tidak, Bu. Semuanya ada padaku.
Apa password -nya?
Aku akan menelepon Hwejang-nim dulu nanti.
Sampai saat ini kau tidak tahu...
tapi sekarang kau tahu.
Aku akan menggantikan ayahku.
Tapi, perilaku macam apa ini?
Maaf.
Tolong bersihkan ruangan ini dulu.
Ya.
Kejaksaan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Han Young Sik...
atas dakwaan menghindari pajak puluhan juta Won dan malpraktik.
Kantor Kejaksaan Pusat Seoul mengeluarkan bukti-bukti ini...
karena ada kemungkinan dia akan menghancurkan bukti dan melarikan diri.
Para penjahat ini sekarang saling menghancurkan hidup mereka...
dan menegakkan keadilan.
Jadi apa yang terjadi?
Si pimpinan kejaksaan licik itu sekarang ada di pihak Han Sung Hye.
Dia menggunakan bukti ini sebagai umpan.
Dan itu adalah...
Rekaman CCTV dari malam itu.
14 tahun yang lalu, hal pertama yang ayahmu minta dariku...
berkaitan tentangmu.
Maksudmu, bukti yang berkaitan denganku?
Kau baik-baik saja?
Tidak ada yang bisa aku katakan.
Tapi sekarang kita punya bukti baru,
kau bisa mengajukan permohonan untuk menyelidiki ulang kasus Seo-pyung.
Begitu Yu Jun memulai penyelidikan,
mereka tidak akan bisa lolos lagi seperti waktu itu.
Berarti sekarang semuanya hampir selesai.
Benarkah begitu?
Aku pengen banget ngehajar semua orang jahat itu!
Waktu tadi aku bertemu dengan Han Sung Hye,
beneran deh, rasanya pengen banget nabok muka dia!
Harusnya aku bisa nabok dia, tapi...
Dipikirin lagi malah bikin tambah esmosi!
Berapa banyak emosi yang harus kita tahan demi bisa kembali ke tempat asalku...
dan menang melawan orang-orang seperti mereka?
Kadang aku berpikir begitu.
Benar.
Sejak awal pun, aku berniat...
untuk menghukum orang-orang jahat itu.
Tapi saat aku terlibat perkelahian melawan Han Sung Hye di kantor,
tiba-tiba seperti ditampar realita.
Aku tidak akan jadi manusia seperti mereka.
Akan kupastikan mereka dihukum oleh hukum.
Setelah semuanya selesai, apa kau akan kembali ke Amerika?
Di sana juga bukan tempatku.
Dimanapun aku tinggal,
aku tidak akan diam saja dan memikirkan harga saham yang turun...
setiap kali ada sesuatu terjadi.
Aku tidak akan menjalani hidup seperti itu.
Mungkin bukan hakku bilang begini, tapi semoga hidupmu juga seperti itu...
demi dirimu sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.