نخستین 200 خط.
Ada pria mesum di sini!
Tangkap pria mesum itu!
Semuanya! Dia ada di sini!
- Hei, diam kau! - Pria mesum!
Tangkap pria mesum itu!
- Pria mesum! Itu pria mesum! - Ada di mana?
Astaga! Jangan mendekat!
Jangan mendekat! Jangan menjauh juga!
Diam di tempat.
Jangan bergerak.
Astaga.
Astaga. Apa-apaan ini?
Unit 507, kenapa kau berpakaian seperti ini?
Astaga. Bukankah kau ada janji hari ini?
Jadi, ini janji yang kau maksud?
Bukan begitu.
- Aku… - Aku tak menyangka
ternyata kau seperti ini.
Kau menipu kami,
dan melakukan hal tercela di belakang kami semua.
Ternyata kau pria seperti ini. Astaga!
Bukan begitu.
Karena kasus yang sedang kuselidiki belakangan ini…
Menyelidiki apa? Kau sedang diskors sekarang.
Jadi, sebenarnya…
Jika kau bukan pria mesum, kenapa berkeliaran seperti ini?
Benar. Kenapa melarikan diri jika kau tak bersalah?
Benar.
Karena kalian tiba-tiba berlari…
Sudah kubilang, jangan mendekat!
Kami tak mau dengar penjelasanmu.
Aku yakin dia mesum.
Tak seperti itu! Aku tak mesum! Sialan.
Astaga.
EPISODE 5, ANJING BESAR MENGGONGGONG YANG TAK MENGGIGIT WANITA
POLISI
Aku menyuruhmu untuk tak membuat masalah!
Jika itu sulit dilakukan, haruskah aku membunuhmu?
Sudah kubilang, jangan melakukan penyamaran.
Kau tahu berapa kali
- kantor pusat meneleponku? - Berisik sekali.
Sampai kapan aku harus membelamu seperti ini?
Rapatkan kedua kakimu!
Kenapa memakai wig segala?
Lepas stoking itu, Sialan!
Sudah kubilang.
Dia bukan pria seperti itu.
Benar, In-ja.
Tak kusangka polisi sungguh berpakaian seperti wanita untuk menyamar.
Aku hanya pernah lihat hal seperti itu di film.
Kenapa tak beri tahu kita?
- Benar. - Malah diam saja.
Dia sudah beri tahu kita.
Maafkan aku, Pak.
Kau harus menahan emosimu.
Baik, Pak.
Di mana kau membeli baju seperti itu?
Kau tak mendaki, tapi punya pakaian mendaki.
Apa lagi?
Hal seperti ini sering terjadi saat polisi melakukan penyelidikan.
Dasar berandal.
Kau pikir kau polisi sekarang?
Sudah kubilang, jangan buat masalah jika mau pekerjaanmu kembali.
Sesulit itu menjauh dari kantor polisi?
Jangan bicara seperti itu.
Kudengar kau menjenguk U-jin.
Namun, kau masih seperti ini?
Bagaimana bisa begini setelah lihat dia?
Aku melakukan ini bukan karena U-jin.
Yang jelas ada di sana hari itu.
Aku akan melakukan apa pun untuk menangkap dia dan membuktikannya.
Aku akan mengungkapkan alasan U-jin pergi ke sana hari itu.
Sebenarnya kenapa dia pergi ke sana?
Dengar perkataanku baik-baik.
U-jin terbaring seperti itu karena kau.
Karena kau menggunakan penyelidikan sebagai alasan untuk semena-mena.
Itu sebabnya…
dia berakhir lumpuh seperti sekarang.
Jangan katakan kau melakukan ini untuknya.
Jika aku mendengar
bahwa kau menyelidiki Yang lagi,
aku akan menghentikanmu kembali bekerja.
Mengerti?
Hwi-oh.
Wajar jika aku salah paham.
Lalu?
Lalu apa?
Lalu?
Kau tak akan meminta maaf.
Benar, 'kan?
Kenapa aku selalu salah di matamu?
Jawab.
Maksudku, kesalahan apa yang kulakukan
sampai harus menerima semua pukulan dan makian?
Aku bahkan mencarikan anjingmu yang hilang.
Aku melakukan semua yang kau minta.
Dan apa balasannya?
Kau tahu apa yang aku alami hari ini?
Hari ini, aku…
Kau menangis?
Kenapa kau menangis?
Jangan menangis.
Apa ini menyenangkan bagimu?
Kau curiga dan buat mereka kesulitan.
Kau senang melihat mereka menderita, 'kan?
Apa kau psikopat?
Itu sebabnya kau ke psikiater? Begitu?
Bukan begitu. Sebenarnya, aku…
Aku tak ingin tahu. Kau tak perlu menjawabnya.
Untuk apa aku mengetahuinya?
Mulai sekarang,
karena kau sangat membenciku,
aku akan berusaha sebisaku untuk menghindar darimu.
Jadi, pastikan pintumu terkunci dengan benar seperti biasa
dan terus curigai orang-orang yang mencoba membantumu.
Kau mengerti?
Jika aku bicara denganmu lagi,
aku bukan manusia, tapi anjing!
Apa?
Pergilah.
Menjauh dariku!
Hei!
Kemari kau!
Kau tak apa-apa?
Apa kau terluka?
Tetap di sini. Aku akan segera kembali.
Jangan pergi. Ya? Kumohon jangan pergi.
Ada apa? Aku akan segera kembali. Tetap di sini.
Berdiri!
- Berdiri! - Siapa kau?
Apa-apaan ini?
Apa yang kau lakukan di depan wanita tadi?
- Jawab! - Aku tak melakukan apa pun.
Aku berpakaian seperti ini karena tubuhku terasa panas.
Apa masalahnya?
Ini sungguh tak adil!
Panggil polisi!
Lepaskan aku.
- Diam. Aku akan panggil polisi. - Aduh, sakit.
Kau harus mengatakan itu di kantor polisi.
Jangan pernah berpikir untuk minta diampuni.
Karena itu akan menyulitkanku. Berhenti bergerak!
Dasar bajingan.
Sialan.
Hentikan.
Sakit.
Jika kau bergerak, lenganmu akan patah.
Kenapa diam saja? Cepat lapor polisi.
Apa?
Ya. Baiklah.
Sakit.
Aduh.
- Terima kasih, Pak. - Ya. Aku pamit.
Baik.
Apa lagi?
Minta maaf jika kau ingin melakukannya.
Kau tak perlu berterima kasih.
Bukan begitu. Kau bilang jika kau bicara denganku lagi,
kau anjing, bukan manusia.
Lagi pula, aku menyuruhmu untuk tak pergi.
Kenapa kau tetap pergi?
Aku harus menangkap pria mesum itu.
Dan aku berhasil.
Kubilang akan segera kembali, tapi tetap tak dilepaskan.
Aku hampir kehilangan dia.
Kau malah mengikuti dan merepotkanku.
Apa?
Apa kau tak bisa memercayaiku?
Kau selalu diam saat terpojok.
Aku…
tak bisa memercayai orang.
Itu sangat sulit bagiku.
Itu penyakitku.
Penyakitmu terdengar lebih normal dari dugaanku.
Psikopat, sosiopat, atau gangguan kepribadian ganda.
Kupikir kau salah satu dari tiga kasus itu.
Sekarang, aku sudah tahu karaktermu. Aku sudah tak marah padamu lagi.
Aku tak suka kau mengikutiku dari belakang. Mendekatlah.
Ayo cepat kemari.
Kau baik-baik saja?
Tak perlu ke dokter?
Kau mengerang seperti ini tadi.
Aku baik-baik saja.
Itu hanya serangan panik sementara.
Kadang terjadi ketika seseorang mengikutiku saat turun hujan.
Aku tak bisa bernapas dan jantungku berdebar kencang untuk sejenak.
Tiba-tiba pusing seperti akan pingsan dan berkeringat dingin.
Lalu, sekujur tubuhku mati rasa dan terasa seperti akan mati.
Namun, setelah itu aku kembali normal.
Apa kau yakin itu normal?
Itu semua ada di kepalamu.
Kau harus menggunakan otak kiri yang berhubungan erat dengan emosi.
Dokter tak memberitahumu mengenai ini?
Dia hanya memberitahuku?
Bagaimana cara melakukannya?
Kau bisa berhitung sambil tarik napas dalam-dalam.
Bagaimana bisa menarik napas dalam-dalam jika aku tak bisa bernapas sama sekali?
Coba tarik napas dalam-dalam secara perlahan.
Kau pasti bisa melakukannya.
Tarik napas dalam-dalam dan hitung satu saat mengembuskan napas.
No comments yet. Be the first to leave one.