هماهنگ با نسخه‌های زیر

우리는 오늘부터 Woori the Virgin E05 220523-NEXT-VIU
우리는 오늘부터 Woori the Virgin E06 220524-NEXT-VIU
ناشر RuoXi
Ep. 5

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2022-05-24
تعداد دانلود: 30
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

"Episode 5"

Woo Ri.

Woo Ri! - Apa dia sudah gila?

Hei. - Woo Ri.

Woo Ri. Ini ayahmu.

Ayah?

Lepaskan. - Astaga.

Ya, aku ayahmu.

Apa maksudmu?

Bagaimana bisa kamu ayahku?

Karena aku ayahmu. Aku ayahmu.

Ibu, apa yang dia katakan?

Masalahnya adalah...

Ibu bilang Ayah sudah meninggal. - Ayah belum mati.

Ayah di sini. Ayahmu ada di sini.

Ibu.

Apa dia benar-benar ayahku?

Ya.

Kenapa? Bagaimana bisa?

Ibu bilang Ayah sudah meninggal. Bagaimana mungkin dia ayahku?

Ibumu berbohong kepadamu.

Dia tidak bisa lagi menyembunyikan kebenaran darimu.

Eun Ran, katakan yang sebenarnya.

Astaga. Kurasa kamu terlalu banyak minum.

Tidak, Ibu. Aku tidak minum alkohol setetes pun.

"Ibu"? Nenek juga tahu?

Apa?

Ya, nenek baru tahu.

Kalian semua tahu kecuali aku?

Hanya aku yang tidak tahu?

Tunggu, Woo Ri.

Hei! Jangan ikut campur.

Ibu, kita harus bagaimana? Bisakah Ibu bicara dengannya?

Dia putrimu.

Aku putri Ibu.

Kamu ingin ibu melakukan apa?

Ya...

Aku harus pergi.

Apa?

Baiklah.

Apa? Ada apa? Benar juga.

Aku... Aku juga harus pergi.

Baiklah.

Sampai jumpa.

"Choi Seoung Il"

Ibu, seperti apa Ayah?

Apa dia tampan?

Tentu saja.

Dia sangat terkenal dengan ketampanannya.

Semua orang bilang

dia mirip Leonardo DiCaprio dari "Romeo and Juliet".

Dia juga sangat atletis.

Dia kapten tim.

Tim apa? Sepak bola? Bisbol?

Basket juga keren.

Ya, basket. Dia kapten tim basket.

Selain itu, dia bahkan mendapat nilai bagus.

Dia memenangi penghargaan dalam kompetisi matematika

dan bahkan berpartisipasi dalam kontes menulis.

Benarkah?

Apa itu sebabnya aku penulis yang baik? Karena aku mirip Ayah?

Ibu rasa begitu.

Bagaimanapun, dia pandai dalam segala hal.

Mungkin itu alasannya.

Tuhan sangat menyayanginya sampai Dia mengambilnya saat amat muda.

Woo Ri, kamu paling ingin apa dengannya jika dia masih hidup?

Tidak ada yang istimewa.

Hanya... Ibu tahu.

Hal-hal yang dilakukan anak lain dengan ayah mereka.

Semuanya.

Aku iri kepada Ibu.

Karena apa?

Ibu bisa bertemu dengan Ayah.

Benar.

Maafkan aku, Ibu. Aku tidak akan membahas Ayah lagi.

Tidak apa-apa.

Kenapa Ibu membohongiku?

Kita tidak perlu tinggal dengannya.

Setidaknya Ibu bisa memberitahuku ayahku masih hidup di suatu tempat.

Maafkan ibu.

Ibu merampasku dari orang yang disebut Ayah.

Kenapa Ibu berbohong? Kenapa?

Kalau begitu, jangan sampai aku tahu.

Kenapa baru bilang sekarang? Kenapa?

Maafkan ibu.

Aku sangat membenci Ibu.

Bagaimana aku akan menghadapi Ibu mulai sekarang?

"Daging Goreng Tepung Seo Gwi Nyeo"

Kamu akan tinggal di sini bersama ibu?

Raphael berpikir orang tuamu tinggal di luar negeri.

Dia pikir kamu tidak punya keluarga di Korea.

Bagaimana jika dia tahu ibu di sini?

Dia tidak akan tahu. Kubilang aku tinggal bersama kerabat.

Sudah ibu bilang tahan saja sampai kita punya rencana.

Begini, aku juga manusia. Bagaimana aku bisa tetap di sana dan bertahan?

Aku terlalu terburu-buru dan mengacaukan semuanya.

Semua sudah berakhir! Sudah puas?

Mal Ja. Apa? Sudah berakhir?

Jika kamu tunawisma dan kelaparan selama beberapa hari,

baru kamu bisa bilang itu sudah berakhir.

Kamu tahu seperti apa rasanya karena kita pernah mengalaminya.

Ibu pikir aku ingin hidup seperti itu?

Aku ingin terus memakai pakaian bagus seperti ini,

dan aku ingin gedung Star Cafe!

Namun, itu tidak berhasil! Sial.

Aku akan mencari pekerjaan dengan bayaran yang layak.

Mari hidup dengan tenang.

Ibu rasa kamu sangat stres.

Mal Ja.

Lihat ibu.

Mal Ja.

Hei, apa yang terjadi dengan wajahmu?

Halo.

Halo, aku yang menelepon.

Begini, suamiku...

Astaga, kelihatannya buruk.

Pak, ikutlah dengan kami.

Apa? Aku? Kenapa?

Kami menerima telepon mengenai insiden KDRT.

Apa? - Ikut kami.

Tunggu. Hei, Lee Ma Ri.

Apa Ibu sudah gila?

Ibu memukul putri Ibu?

Tidak, bukan ibu. Suamimu yang melakukannya.

Apa maksud Ibu?

Kendalikan dirimu!

Ini kesempatan terakhir kita!

Pergilah ke rumah sakit sekarang dan hubungi Raphael.

Hubungi polisi juga.

Beri tahu mereka bahwa suamimu memukulmu saat bertengkar!

Astaga.

Tunggu, Ma Ri. Hei!

Kamu sudah gila?

Sudah kubilang aku ingin bercerai. Kenapa kamu melakukan ini?

Ada apa? Kamu ingin tunjangan lagi?

Aku tidak butuh uang.

Aku hanya ingin satu hal.

Cintamu. Serta kita hidup bahagia bersama.

Apa?

Kamu pikir bisa mendapatkan keinginanmu dengan menuntutku?

Aku hanya ingin kamu tahu aku melakukan ini

karena putus asa. Karena aku tidak mau kehilanganmu.

Jika tersebar rumor kamu memukulku, itu tidak akan menguntungkanmu.

Bagaimana jika orang-orang di rumah sakit tahu?

Bagaimana jika Woo Ri tahu?

Maka dia tidak akan memberimu bayi itu.

Jadi, kamu harus segera menyelesaikan ini, bukan?

Apa ini ancaman?

Kamu benar-benar kacau.

"Aku ingin bermain badminton dengan Ayah"

"Aku sangat penasaran seperti apa Ayah"

"Ayah memenangi penghargaan dalam kompetisi matematika"

"Dia juga pandai bermain basket"

"Ayah tampan seperti Leonardo DiCaprio"

Ibu.

Nenek.

Kamu mau roti lagi? - Tentu.

Baiklah. Ibu, aku butuh roti lagi. - Ini.

Aku sungguh

punya ayah.

Kamu di sini.

Ya, hai.

Kamu tahu, temanku akan menikah.

Dia mengirimiku undangan pernikahannya,

tapi pria itu sembilan tahun lebih tua.

Dia tampak sangat tua.

Bahkan perbedaan usia 12 tahun sudah biasa zaman sekarang.

Omong-omong, apa itu?

Ada sesuatu yang terjadi di rumah,

jadi, aku harus menginap di sini beberapa hari.

Dia bertengkar dengan Kang Jae, dan bahkan keluarganya menentangnya.

Kamu sungguh akan bersikap seperti ini?

Apa ini masuk akal bagimu?

Berpikirlah rasional, astaga.

Berpikir rasional...

Untuk apa?

Setujui saja untuk tidak bercerai,

dan aku akan segera mencabut gugatannya.

Hei, ini dianggap ancaman.

Haruskah kamu bertindak sehina itu?

Ayah dengar Ma Ri berkemas dan pergi.

Aku akan meneleponmu kembali.

Pembantu memberi tahu ayah. Apa yang terjadi?

Haruskah ayah mendengarnya dari orang lain?

Ya, itu benar.

Aku akan bercerai.

Kenapa kamu melakukannya lagi?

Kamu sudah sembuh.

Sekarang, kalian berdua bisa hidup bahagia bersama bayi itu.

Kenapa kamu bercerai?

Itu tidak masuk akal.

Ma Ri...

Begini...

Ma Ri...

Lupakan saja.

Ini rumit dan pribadi.

Haruskah kita berhenti dari bisnis kosmetik?

Kamu tahu berapa banyak perusahaan yang bekerja dengan kita lewat dia?

Kamu bilang akan mengurus pengelolaan rumah sakit juga.

Kamu tidak peduli dengan RS? Kamu tidak boleh bercerai!

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left