Tuck Jagadish

Tuck Jagadish (టక్ జగదీష్)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Tuck-Jagadish-2021-720p-1080p-WEBRip-WEB-DL
ناشر comelmuewa

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
webrip
web
WEB-DL
720p
720
BRip
1080
تاریخ انتشار: 2021-09-14
تعداد دانلود: 33
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Jangan lakukan ini, Kakak. Kita bisa bicarakan pembagiannya.

Akan kuberi kau 10 batang pisang. Tenanglah dan nyalakan senternya.

Beraninya dia mengancamku tak boleh ambil pisang ini!

Jangan lakukan ini, Kakak.

Jika adik tahu, bisa terjadi perkelahian besar.

Andai ibu masih hidup, dia akan berikan kebun ini kepadaku.

Kakak, jangan lakukan ini.

Lihat, sudah kubilang kakakmu akan datang.

Kakak...

Emangnya dia orang lain memanggilku ke kantor desa?

Tolong dengarkan aku. Jangan lakukan ini, Kakak.

Hei!

Hei!

Kakak...

- "Bloody vixen"! - Kakak...

Bacok dia!

Jangan lakukan ini, Kakak. Baiknya kita bicarakan dulu.

Sudah kubilang jauhi pisang ini, sampai kita selesaikan sengketanya.

Bukankah sudah kubilang?

- Jangan biarkan dia pergi! - Bukankah sudah kuberitahukan?

- Hentikan! - Hei!

Kebun ini milikku!

- Pergilah dari sini, adik! - Kebun ini milikku!

- Bacok dia! - Kebun ini milikku!

- Kebun ini milikku! - Apa- apaan!

- Suri! - Tanganku!

Suri! Suri!

Oh tidak, Suri!

Kau membunuh suamiku!

Teganya kau membunuh adik kita, Kakak!

Ya Tuhan!

Kalian, sudah membunuh suamiku!

Aku tak terlibat.

Kasihan, Kakak Suri!

- Jagadee - Ya, Ayah.

Selalulah ingat ini.

Penderitaan seorang wanita dan air mata seorang pria cuma dianggap sebagai pertanda buruk.

Subtitle translation by: YOYONG MASAMBA

Apa kau tak beri makan ternak dengan baik sehingga susu yang dihasilkan cuma sedikit?

Bisa numpang ke desa, Pak?

- Apa maksudmu, Pak? - Masuklah.

Namaku Lingga.

Kaukah M.R.O yang baru ditunjuk menangani desa kami?

Ya.

Kau sudah tahu sejarah Bhudevipuram dan masih mau kemari, kan?

Kukira kau tak tahu, jika tidak, kenapa kau datang?

Ini Vermillion dewa sebagai pelindung desa kami.

Oleskan ini di dahimu dan kau akan diberkati dengan keberuntungan.

Itu bagus untukmu!

Aku mau ceritakan sebuah kisah tentang Bhudevipuram.

Kisah apa itu?

Kisah pepaya.

Kenapa kau bawa buah ini?

Jika kami diami saja, dia akan ambil pepayanya lagi dikebunku!

Seri Naidu tak mau alirkan air danau ke kebunku.

Saat kubilang padanya, tanamanku bisa layu,

malah dia bilang air itu miliknya

dan menendang dadaku.

Jadi pepaya yang jatuh di kebunku adalah milik- ku.

Hai!

Begitukah?

Jika kutiduri istrimu dikebunku, apa dia akan menjadi milik- ku?

- Bajingan! Apa maksud bicaramu? - Narayana, tenanglah!

Seri Naidu, jaga bahasamu.

Pertama, kendalikan dulu orang- orangmu.

Adiseshu sengaja memprovokasi Narayana.

- Maksudmu apa? - Ramana, tenanglah!

- Tenanglah. - Maksudmu apa!

Apa maksudmu?

Kaulah yang memprovokasi orang- orang kami!

Naidu, ini rapat umum, bukan komite desa.

Jika dia mencuri lagi...

Di sini, perkataanku adalah keputusan!

- Narayana! - Kakak ipar!

Veerendra Naidu putra mendiang Seri Naidu.

Meskipun tahu Narayana yang membunuh ayahnya,

dia merawat keluarga Narayana dan bagaikan dewa di desa kami.

Semua orang di desa kami mematuhinya.

Dan sebagai MRO, kau harus mengikutinya dan tetaplah dalam batasanmu.

Menarik!

Aku sadari tanggung jawabku sebagai MRO.

Keluar!

Keluar!

Idiot!

Ayo jalan.

Tuan....

Kapan suamiku dibebaskan?

Katanya mau mengeluarkannya dengan jaminan.

Meskipun kau tidur denganku selama ini,

kau masih rindukan suamimu.

Emang aku belum memuaskanmu?

Atau...

Apa Narayana lebih hebat dariku?

Anak ini butuh ayah, Pak.

Ayah?

Pengacara sedang mengusahakannya.

Bali Reddy,

antar dia ke rumahnya.

Kau sudah gila?

Kau mau bebaskan pembunuh ayahmu cuma mau tidur dengannya?

Narayana, kau rindukan anakmu, ya?

Ya pak.

Karena Tn. Veerendra sudah maafkan kau tak perlu khawatir lagi.

Bajingan!

Pak... pak... tolong lepaskan aku!

Jangan bunuh aku!

Tuan... kumohon!

Bagaimana andai istri Narayana tahu hal ini?

Dia akan mati juga.

Tn. Veerendra.

MRO baru kayaknya takkan mematuhi kita.

Dia sangat keras kepala.

Tn. Naidu, danaunya harus diperluas agar airnya bisa mengalir ke lahan kebun lain.

Ini keputusan pemerintah.

Tapi para petani di desamu tak setuju. Bujuk mereka, pak.

Dulunya, Danau Bhudevi ini mengaliri 4 desa.

Keserakahan lebih besar ketimbang kelaparan

sehingga mereka merambah danaunya.

Akan kuyakinkan para petani.

Tapi...

Pak...

Ada ladang para petani di sebelah danau ini.

Dan sebelah lainnya, ada ladang yang dirambah oleh Veerendra.

Sekarang, Tn. Naidu bisa pertanyakan keputusan Veerendra.

Tn. Naidu pastinya akan setuju karena dia tak dirugikan.

Tapi bagaimana denganku?

Tak bisakah kau mentolerirku agar berhasil baik?

Kenapa kau sangat membenciku?

Ayahmu juga menentang ini saat dia masih hidup.

Sekarang, begitu juga denganmu.

Apa untungnya bagimu?

Kepuasan.

Kau hancurkan karir politik ayahku.

Kaulah alasan kematiannya!

Semua orang tahu ayahmu meninggal karena apa.

Harusnya orang- orang tak menderita karena perselisihan keluarga kita.

Haruskah aku menderita?

Tidak ada gunanya bicara dengan orang tua ini, Bro.

- Jaga bahasamu! - Bose, tenanglah.

Veerendra, suruh anak buahmu tenang.

Aku akan membunuhmu.

- Aku akan menghajarmu! - Akan kuhajar kalian semua!

- Hei, mundur - Mundur!

Tn. Veerendra, andai kau serahkan tanahmu semuanya akan baik- baik saja.

Aku tahu cara selesaikan ini secara hukum.

Kau akan menghadapi murka Ibu Pertiwi jika kau merusak lahanku.

Ayo pergi.

Jangan khawatir soal kehilangan ladang kalian.

Akan kuberikan kebun lainku untuk kalian garap.

Terima kasih, tuan.

Anak buah Veerendra mau membunuhku di wisma.

Tolong selamatkan aku, Tuan.

- Hei, dia ada di sana. - Tuan... tolong selamatkan aku.

Tn. Naidu, MRO itu digantung mati!

Ayo pergi.

Salam, Tuan.

Dia biasa mengelola dana pemerintah saat bekerja di kantor regional.

Apa Naxalite akan tetap diam? Mereka sudah membunuhnya.

Tak mungkin Naxalites membunuh MRO yang mau membangun desa ini?

Aku yakin Veerendra yang lakukan ini, Tn. Naidu.

Bhudevipuram akan jadi ladang kuburan jika pembunuh seperti ini ikut dalam politik.

Bagaimana pun Veerendra tak boleh memenangkan pemilihan ZPTC.

Kami berencana mau mencalonkan Tn. Bose dalam pemilihan.

- Bose tak tahu betul soal politik... - Ayah...

Seseorang yang tak takut pada Veerendra harus membela masyarakat.

Tn. Ram Murti,

aturlah pertemuan dengan para pemimpin setempat.

Mari kita minta mereka mengambil sikap melawan Veerendra, agar terlepas dari ancamannya.

Baik!

Hei, berhenti... berhenti...

Mobil baru tanpa hiasan lemon atau sindoor.

Ini pasti mobil Tn. Jagadish.

Kenapa dia berhenti disini, ya?

Tn. Jagadish...

Tn. Jagadish, kenapa bisa kau ada di sini?

Apa kau melakukan pertolongan pertama ayam jago?

Wow!

Siapa dia?

Persis ayam jago dari desa kita.

Kenapa dia memegang ayam kita?

Masa bodoh? Hei, berikan ayam jago-nya ke kami.

Sini berikan.

Dengar,

ayam ini naik ke mobilku saat aku sedang dalam perjalanan.

Menatapku dengan kesakitan seakan meminta bantuan.

Aku memandangnya dan menawarkan bantuan.

Terjadi obrolan dari hati ke hati tanpa disengaja.

Aku tak menahu soal ayam jantan lainnya,

tapi kuselamatkan yang ini!

Bagaimana bisa? Itu ayam kebanggaan kakak iparku.

Akan kubayar lima ribu.

Kau tak bisa beli harga dirinya dengan uang.

- Kurasa ini 10 ribu, bukan 5 ribu. - Oh, sepuluh?

Kau mau beli harga dirinya cuma sepuluh ribu?

Lihat, bagaimana dia mengangguk menolak.

Dasar bodoh!

Dia menawari kita uang.

Kenapa kalian masih bicarakan tentang harga diri?

Ambillah ayamnya, Tuan.

Kau baru saja beli kehormatan, kebanggaan dan harga diri seharga 10 ribu.

More Indonesian subtitles for Tuck Jagadish

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left