King the Land

King the Land (킹더랜드)

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

King the Land S01E12 1080p NF WEB-DL DDP2 0 H 264-Archie
ناشر Luh_Fil
NF Version

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
تاریخ انتشار: 2023-07-29
تعداد دانلود: 86
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

KING THE LAND

- Terima kasih. - Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih, Pak Yoo.

- Omong-omong, birnya cukup, 'kan? - Kurasa cukup.

Tinggal beli lagi. Aku punya uang.

Selamat malam.

Maaf terlambat, Pak.

- Selamat malam, Bu Gang. - Malam.

Terima kasih sudah datang, padahal ajakanku mendadak.

Kalian belum sempat ganti baju?

Kami segera kemari dari bandara begitu dapat kabar.

Sa-rang mana?

Dia tak terima telepon.

Kak No ke mana?

Dia juga tak terima telepon.

Kita coba telepon lagi saja di mobil.

- Baik. - Mau pakai mobil, 'kan?

- Boleh. - Pak Yoo, kau di depan.

- Astaga. - Biar kubawakan.

Terima kasih.

PAK NO

Nomor yang Anda tuju tidak dapat…

Kenapa tak dijawab, ya? Padahal dia tak ada acara.

Hari ini empat bersaudara saja.

Lain kali kita berkumpul berenam.

- Baik. - Baik.

Omong-omong, kenapa mereka berdua tidak terima telepon, ya?

Jangan-jangan mereka main berdua diam-diam.

Apa akhirnya mereka berpacaran?

Sungguh?

Kak No memang luar biasa.

Pria sejati.

Pria sejati apanya? Kau salah.

Masa, kalian tak tahu sebagai teman?

Tak tahu apa?

Hubungan mereka sudah berakhir.

Apa? Kapan?

Memang mereka pernah mulai?

Hubungannya berakhir sebelum mulai.

Mereka kabur berdua waktu di Thailand, 'kan?

Tampaknya Pak No menyatakan cinta waktu itu, tetapi ditolak.

Sungguh?

Dia bilang sendiri?

Mana mungkin kutanya? Nanti dia sedih.

Benar. Kurasa hubungan mereka memang tak berjalan baik.

Aku sudah menduganya sejak awal.

Aku dan Pak Gu…

Aku dan Pak No sudah kenal lama,

dan dia tipe yang sulit punya pacar.

Buat apa kuajari cara memikat wanita paling mujarab secara privat

kalau dia sulit mengikuti?

Kemampuan dasar pun memang dibutuhkan dalam asmara.

Pengalaman asmaramu banyak, Pak?

Aku?

Banyak wanita menyukaiku,

tetapi mereka tak sanggup mengutarakannya.

Padahal aku tak pernah jual mahal.

Namun, mereka tetap segan.

Intinya, kau belum pernah punya pacar sekali pun, 'kan?

Aku populer,

tetapi para wanita tidak sanggup mengutarakan perasaan.

Kenapa bukan kau saja yang mengutarakan dahulu?

Tidak. Wanita harus didahulukan.

Itu baru pria sejati. Kau tak tahu?

Pantas kau tak punya pacar.

Boleh minta camilan? Aku ingin mengudap.

- Ini. - Terima kasih.

Omong-omong, Kak No pasti sedih.

Cintanya kandas sebelum dimulai.

Kami harus minum berdua kapan-kapan.

Minum-minum dan makan ini.

- Terima kasih. - Mau lihat sesuatu yang menarik?

Enak!

Bapak lucu sekali. Aku juga mau.

Terima kasih.

- Kau mengecat sendiri? - Bapak tahu dari mana?

Tampak berantakan.

Silakan masuk.

- Ya. - Selamat datang.

- Apa ini? - Ada apa?

Kenapa ada sepatu pria, ya?

EPISODE 12

Apa-apaan kalian?

Sejak kapan?

Belum lama.

Padahal kau selalu mengelak.

Maaf.

Ceritanya panjang.

Kenapa tidak jujur saja?

Sampai harus mengelabui kami.

Kami bukan mengelabui.

Hanya tidak bilang.

Itu mengelabui namanya.

Kenapa suasananya jadi begini?

Mestinya mereka diselamati, bukan dimarahi.

Kami hanya kaget, bukan memarahi.

Padahal selama ini kami selalu menceritakan segalanya.

Makanya, aku bercerita sekarang.

Ampuni aku.

Jangan sok imut.

Kau mau coba-coba menghindar?

Selamat, Kak. Kalian sangat serasi.

Terima kasih.

Kau memang pandai menilai orang.

Jadi, tak ada yang dirahasiakan lagi, 'kan?

Kami tak sengaja merahasiakannya.

Awas kalau ada rahasia lagi. Enam bersaudara bubar.

Aku tak akan memaafkan meski kelak kau mengaku

sebagai putra terselubung komisaris. Mengerti?

Jangan.

Aku akan memberi tahu segalanya.

Aku bukan putra terselubung komisaris.

Tentu saja.

Aku hanya memberi contoh.

Aku putranya.

Aku tahu. Kau putra, kami putri…

- Putra siapa katamu? - Benar.

Dia putra komisaris.

Apa-apaan? Aku sampai kaget.

Aku tidak bodoh.

Marga Pak Komisaris itu Gu, sedangkan margamu No.

Benar juga. Apa-apaan kau?

Aku nyaris tertipu.

Benar. Putra komisaris itu manajer umum.

Sa-rang bilang dia berandal

dan tak berperikemanusiaan.

Pak No

dan pria nepotis jahat seperti dia jauh berbeda.

Pria nepotis jahat itu adalah aku.

Maaf. Aku tak berniat mengelabui kalian.

Aku manajer umum bernama Gu Won

dan orang yang sedang lihat tembok itu bukan Pak Yoo, asisten manajer eksekutif.

Dia manajer bernama No Sang-sik.

Sa-rang, apa benar?

Biar kuperkenalkan ulang.

Dia Gu Won, manajer umum,

sedang dia No Sang-sik, seorang manajer.

Perkenalkan, aku No Sang-sik.

Salam kenal.

Sungguh? Sebentar.

Begitu, ya?

Kelihatannya aman, 'kan?

Kurasa begitu.

Syukurlah.

Pak Gu.

Lantainya dingin. Duduk di sini.

- Tidak, lantainya hangat. - Jangan bersimpuh. Santai saja.

Aku sudah santai.

Maaf, saat ini hanya ada jus.

Kenapa diberi alas duduk? Ada sofa. Kau ini.

- Duduk di atas, Pak. - Tidak.

Tidak apa. Aku benar-benar nyaman di sini.

- Tidak masalah. - Duduk di atas.

Kami yang tidak nyaman.

Cukup.

Aku sengaja tak bilang karena takut kalian sungkan begini.

Wajar kami sungkan. Dia anak komisaris.

Benar. Malah aneh kalau nyaman.

Aku lebih tak nyaman jika begini.

Santai saja duduknya.

Kenapa harus bersimpuh?

- Duduk yang santai. - Santai saja.

Begini, Pak Gu…

Andai aku pernah bersalah kepadamu,

kumohon maafkan aku.

Tidak, kau tidak pernah buat salah.

Perlakukan saja aku sembarangan seperti biasa.

- Itu lebih nyaman bagiku. - Astaga.

- Aku berlaku sembarangan? - Ya.

Itu tidak mungkin.

Kau memang memperlakukannya sembarangan sekali.

Selama di Bangkok pun kau sering sok mendisiplinkan

sampai menyeret dan mengancamnya.

Aku? Kapan?

"Pak Tanda Seru,

ke belakang." Kau tidak ingat?

Aku sungguh tak keberatan.

Aku tahu kau bersikap begitu karena mencemaskan pegawai baru.

Tidak apa-apa.

Aku benar-benar minta maaf.

Aku pantas mati.

Aku benar-benar pantas mati.

Maafkan aku.

- Maafkan aku. - Ada apa denganmu?

- Apa? - Maafkan aku.

Kau berlebihan.

Pak…

Begini…

Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Aku permisi sebentar.

Kau mau ke mana?

Ke sana.

Silakan.

Bisa ikut aku sebentar?

Kita bicara damai-damai di sini saja.

Ikut aku.

Baik.

Apa-apaan kau?

Aktingmu sebagai asisten manajer eksekutif sungguh keterlaluan.

Kenapa kau tega kepada sesama?

More Indonesian subtitles for King the Land

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left