هماهنگ با نسخه‌های زیر

If We Were A Season youtube
ناشر venomex
All credits goes to: anyhow | Saya cuman re-sync ke versi Youtube yang Official KBS World.

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2020-02-16
تعداد دانلود: 41
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Hei, bukankah musim semi adalah yang terbaik!?

Rasanya menyenangkan sekali.

Lihatlah bunga-bunga itu.

Aku belum siap mengungkapkan pada gadis itu kalau aku menyukainya.

- Kau akan baik-baik saja. - Ki Seok-ah, dengan ketampananmu,

...tak akan ada wanita yang menolakmu, bukan!?

AAAA... MINGGIR!

Apa-apaan?

Bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku?

Kenapa diam saja?

Apanya? Aku masih syok jatuh dari sepeda, tahu.

Apa-apaan?

Sudah lama, ya, Yoon Hae Rim.

Selamat ulang tahun...

Teman-teman kami tersayang...

Sedang apa?

Halo?

Oh? Aish.

Ini tidak masuk akal. Ayo kita akhiri saja.

Hanya itu yang ingin kukatakan.

Terima kasih atas segalanya.

Baiklah.

Naiklah.

Apa maksudmu naik?

Tidak sengaja!

Hei, Uhm Ki Seok!

Lihat bukuku tidak?

Hei, Uhm Ki Seok!

- Hei, kau tidak dingin? - Ayo berangkat saja.

Hei, temani aku.

Ke mana?

Sudah kubilang padamu, sepeda ini bermasalah.

Menurutku baik-baik saja.

Auh, tidak baik, tahu!

Hei, aku ingin memperbaiki sepeda ini, terutama bagaimana rantainya.

Lihat ini! Lihat ini--

Sedang apa kau?

Berisik! Tutup saja mulutmu itu!

Kita harus memperbaiki sepedanya hari ini. Kita pergi bersama, mengerti?

Pegangan yang erat! Rantai sepedanya--

Dasar!

Ah...

Dasar bodoh! Kau tidak tahu betapa bodohnya dirimu, 'kan?

Oh, tapi aku justru senang. Ini berarti kita tidak perlu ke sekolah, 'kan?

Dasar menjengkelkan! Aish.

Aigoo... lihat jamnya.

Ayo cepat ke sekolah tanpa sepedanya,

aku juga ingin segera sampai di sekolah, kok.

Sedang apa kau?

Yoon Hae Rim.

Lari!

Hei!

Cepatlah.

Auh, sial!

Ayolah, cepat!

Hei, jangan menangis.

Aku tidak menangis. Cepatlah!

Susah, tahu.

Hei, aku juga kesulitan untuk bisa sampai sini.

Omong kosong macam apa itu?

Kau tidak apa-apa?

Kau tak apa?

Siapa kau?

Dia murid baru.

Pindahan dari Seoul.

Hei, hei! Jangan berisik!

Nama saya Oh Dong Kyung.

- Yoon Hae Rim! - Ya?

Kau bisa tanya padanya kalau memerlukan apa-apa.

Dan juga, kumpulkan persetujuan kalian hari ini. Bapak ingat dengan baik. Oh, Song Hee Joon!

Ya?

Kau yang mengumpulkan milik teman-temanmu. Mengerti?

Baik.

Baiklah, sampai jumpa.

Hei, kenapa kau masih saja membawakan ikat rambut untukku?

Mulai sekarang, aku akan menjagamu.

Terserahlah.

Hei, mengikat sepatu kan tidak sulit,

kenapa kau harus melakukannya berkali-kali dalam sehari?

Kau bisa melukai kakiku, tahu.

Aku tidak sengaja.

Kenapa tidak pulang saja?

Oh, benar.

Kalau akhirnya hanya ketiduran di sana, kenapa kau mengikutiku ke perpustakaan segala?

Menyenangkan, sih. Tidur di perpustakaan.

Astaga, kau yang terbaik. Bisa tertidur saat belajar. (*sarkasme)

Bisa-bisanya setelah mengataiku yang ketiduran di perpustakaan,

kau sendiri tertidur di bis?

Hei, hei, hei. Cepat selesaikan.

Berikan! Berikan.

Tunggu aku sebentar.

Selesai.

Apa ini? Kau mengisikan jawaban yang salah di sebelah sini.

Hei, bagaimana mungkin salah? Aku yakin jawabanku benar.

Serahkan saja pada Pak Guru. Kenapa harus meributkannya, sih?

Kalian menuliskan jawaban yang sama, 'kan?

Aku sudah tahu jawaban yang benar.

Oh, keren!

Aku yakin, kita akan mendapatkan nilai tertinggi.

Astaga. Ya, mari kita lihat.

Auh, omong kosong apa itu?

Aku akan mengubah jawabanmu.

Hei, aku!!! Hei!

Apa ya yang sebaiknya aku tuliskan di sini?

Jangan berani mengganti punyaku!

Kau mau mati, ya?

Aku hajar kau!

Aku yakin jawabanku benar.

Bagaimana kalau jawabanmu itu salah, berandal?

Tidak mungkin.

Kembalikan kertas milikku!

Percayalah padaku.

Cepat kembalikan padaku.

Tidak mau.

Aku yakin kau salah.

Aku tidak akan tinggal diam! Cepat kembalikan padaku!

Aih, kalian ini benar-benar!

Cepat lari!

Ini hasil nilai murid-muridmu?

Kurasa begitu.

Sebagian dari mereka tidak mendapat nilai yang bagus.

Apa mungkin mereka tidak memerhatikan saat aku mengajar?

Mungkin. Tapi tetap saja, beberapa...

...mendapatkan nilai yang sangat bagus.

Itu pasti karena aku mengajar mereka dengan sangat baik.

Bukan begitu? Malam ini apa kau ada rencana?

Aku ada janji dengan seseorang.

Aku masuk kelas dulu.

Sampai jumpa nanti.

Ah, ya. Janji memang harus ditepati.

Selamat bersenang-senang.

Auh, apa yang salah dengan nilaiku?

Padahal aku sudah belajar ekstra keras.

Aku juga penasaran. Daya ingatku bagus...

...dan tadinya yakin sekali akan mendapatkan nilai bagus.

Jadi, nilaimu juga kurang bagus?

Ya.

Tapi juga tidak terlalu buruk, sih.

Wow, kurasa nilai kurang bagus menurutmu adalah yang terbaik bagiku.

Auh, aku benar-benar iri pada kalian.

Tidak juga, sih.

Nafsu makanku jadi hilang...

...kalau membicarakan soal nilai. Jadi, ayo makan saja.

Baiklah.

Tapi, bagaimanapun aku pikirkan berulang kali,

tidak masuk akal baginya (Ki Seok) mendapat nilai bagus.

Maaf, Uhm Ki Seok.

Aku mencintaimu.

Apaan? Ada apa, sih?

Tidak. Sebenarnya Uhm Ki Seok--

Tutup mulutmu!

Aku akan melanjutkan makan.

Kenapa?

Oh? Kenapa dia sangat marah?

Jadi, itu bukan jawabanmu sebenarnya?

Soal itu... saya tidak tahu harus menulis apa.

Tentu saja, itu karena kau tidak belajar dengan benar.

Kau tidak pernah belajar dengan serius...

...dan sibuk bermain saja.

Jadi, biarkan saja (nilaimu jelek).

Ah... Guru.

Tidak dengar?

Aku tidak pernah memberi kesempatan kedua pada murid yang malas,

jadi aku tak mau memberimu remidi!

Aish. Ini juga.

Tapi, kertas apa ini?

Aigoo...

Kau tidak mau pergi?

Jadi, teman-teman saya...

...yang mengisinya, saya hanya ingin menjelaskan itu.

Kau masih...

-...belum paham? - Apa?

Kenapa sebenarnya kau bersikap begini?

Jangan khawatir. Aku tidak sejahat itu, kok.

Ini... bagaimana bisa ini?

Tidak tahu! Tidak tahu! Tidak tahu!

Omong-omong, di mana, ya?

Oh, ketemu.

Dari peraturan yang tertulis di sini,

bahwa bila nilaimu di bawah target yang ditetapkan,

kau bisa memperbaikinya setelah tahun ajaran selesai.

Dengan begitu, saat ini tak ada remidi.

Tunggu 2 bulan.

Bukan. 3 bulan.

Patuhi peraturannya.

Mengerti?

[8. Semester 1 Dapatkan ciuman pertama yang indah!!]

Kaget aku!

Hei, tidak bisakah kau mengetuk pintu dulu? Kau gila, ya?

Knapa kau bersikap seolah ini pertama kalinya?

Sedang apa kau?

Hei, jangan!

Apa itu?

Kenapa?

Untuk apa kau ke sini? Apa? Kenapa?

Aku hanya ingin memberikan ini.

Buatkan untukku.

Bagaimana kalau kau sampai ketahuan oleh ibuku?

Kau tidak seharusnya di sini.

Tapi, ibumu belum pulang?

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left