نخستین 200 خط.
SERIAL NETFLIX
Netflix!
Di episode sebelumnya…
Pulau Jeju! Ayo berangkat!
Netflix!
Kita makan camilan di sana.
- Aku kenyang. - Aku belum.
Kau aneh!
Sekarang hujan?
Kita dalam masalah.
AKH!
Aku tak bisa membuka mata.
- Ji-hoon. - Hyo-lee.
Kalian cepat sekali.
- Ini makanan yang mewah. - Tampak lezat.
- Ini enak sekali. - Seperti restoran omakase , 'kan?
- Ya. - Sangat enak.
Apa kalian punya rencana perjalanan?
Kami mampir ke Pantai Hamdeok. Sekarang kita di Pyeongdae-ri.
Dari sini, kami pergi lebih jauh untuk melihat bunga di Gunung Sorok.
Ada tempat bernama Seonnyeotang. Aku mau berendam di sana.
Semoga besok tidak hujan.
MENDENGKUR
MENDENGKUR
MENDENGKUR
MENDENGKUR
SETENGAH SADAR
HARI KEDUA DI PULAU JEJU
PUKUL 07.00
MEMERIKSA MOTOR BEGITU BANGUN
MOTOR SI BERBULU
BAGAIMANA LAPAR MENGAWALI HARI?
- Lapar. - Selamat pagi.
Lihat cuacanya.
- Tidurmu nyenyak? - Lapar.
- Di sini luar biasa. - Tentu.
Kita pulas sekali. Hei, Lapar.
Astaga. Lihat itu.
Terlihat seperti iklan.
Aku mengelapnya. Berkilap, 'kan?
Astaga.
Tetap punyaku lebih bagus meski setelah dilap.
Sangat keren.
Sangat keren!
Indah sekali di sini. Lihatlah.
Tempat apa ini?
HEBAT
Hei!
Hei, lihat tempat ini? Luar biasa!
Seperti di pulau!
Hei, Lapar!
Rupanya kau tahu tempat ini.
Hei! Ini gila!
PANTAI PYEONGDAE
BERSULANG
Ini yang kudambakan. Ini baru Pulau Jeju!
Luar biasa.
Indah, 'kan?
Ya! Ini dia!
Ini yang kudambakan!
INI DIA
SARAPAN APA?
HOTTEOK MADU DAN ROTI KEJU
- Hei, Lapar! - Ada apa?
- Sudah kering semua. - Ya, tadi pagi…
- Kau yang jemur? - Ya.
Kau sungguh kepala keluarga.
- Apa itu? - Roti panggang.
Pemanggangnya dari motormu?
Ini peralatan kemahku.
- Manis sekali. - Ya.
Kelihatan lezat. Hotteok dengan roti keju.
- Tapi itu gosong. - Tidak.
- Ini. Silakan dimakan. - Astaga.
Ini yang kuimpikan.
Hanya kurang lagu utama.
Sang-soon akan buatkan lagu untuk kita, 'kan?
Sang-soon, mulai.
Netflix.
Lagunya bagus.
Makanlah.
Aku bingung yang mana dulu.
Keju dulu.
Baru yang manis.
Lihat bagian ini.
- Aku suka bagian ini. - Sungguh?
MENGUNYAH
Luar biasa.
Ini sangat enak.
Rasanya seperti bau kayu bakar.
- Ya. - Benar, 'kan?
- Aku tak mau pergi dari sini. - Apa?
Mau diperpanjang?
- Di sini menyenangkan, ya? - Ya.
Jujur saja, kemarin hari pertama kita.
- Ya. - Bagaimana kesanmu?
Hujan turun.
- Benar. - Kita naik motor.
- Saat hujan? - Ya.
Adrenalinmu meningkat?
Ya, aku menikmatinya saat itu.
Sebentar. Aku harus menelepon.
Halo?
Ya, halo. Apa ini Cheesus, restoran steik?
STEIK?
Ya, halo.
- Hari ini pukul berapa jam buka kalian? - Ya ampun.
Jadi, hari ini sudah penuh?
Bagaimana dengan besok?
Kalian tutup? Sayang sekali.
Baiklah. Terima kasih.
Tunggu sebentar. Mari coba sekali lagi.
Apa?
Sekarang aku yang telepon.
Sebagai Hong-chul?
- Ya, akan kuberi tahu. - Baiklah.
Kemarin aku juga dapat porsi lebih banyak darimu.
- Jangan bohong. - Aku lebih populer.
- Itu tidak mungkin. - Sungguh.
Sayang sekali. Padahal restoran ini enak sekali.
- Cheesus. - Hai. Halo!
- Halo? - Apa ini Cheechus?
- Apa? - Ini Cheechus, restoran steik, 'kan?
- Yang benar Cheesus. - Maaf.
Aku selebritas. Namaku Ro Hong-chul.
Apa? Ro Hong-chul?
Ya. Kudengar restoranmu enak.
Benar.
Apa kau menonton Netflix?
- Ya. - Baiklah.
- Sebenarnya aku… - Ya.
…dapat banyak uang dari Netflix untuk dihabiskan.
Modalku sangat besar.
Bersama Netflix
aku mengendarai motor besar di Pulau Jeju.
- Apa ini pengelabuan suara? - Begitu.
- Aku bersama asisten… - Ya.
…untuk membawakan barangku. Kau tahu Rain?
Aku datang bersamanya.
Dia sangat ingin pergi ke restoranmu.
- Kalau begitu… - Ya.
Silakan datang.
Ya.
- Terima kasih! Cheesus! - Sama-sama.
Cheesus! Tunggu sebentar.
- Terima kasih. - Jangan ditutup.
- Aku pindah tempat sebentar. - Baik.
- Katakan dengan jujur. - Baik.
Ini berkat aku atau Rain?
Itu…
Berkatmu.
- Netflix! Ayo bersorak! - Tunggu…
- Tadi kukira… - Ya.
Aku mengira orang aneh yang menelepon.
Dia bukan orang aneh.
- Sampai jumpa nanti. - Ya.
- Terima kasih. - Ya.
Dasar kau.
Kau lihat? Reservasi sukses berkatku.
Hei, aku tidak ditolak.
Kau terlalu basa-basi.
Tadi kau langsung ditolak.
- Dia setuju berkatku dan Netflix. - Dengar.
Katamu akan sebut nama.
- Tapi kau sebut Netflix. - Netflix dan Si Berbulu.
Dia menjadi berubah pikiran.
Tampaknya, Netflix…
Aku bicara soal Netflix.
Kau tak bisa menahannya?
Ada di mana kami?
Netflix.
Lupakan itu. Motornya sangat cantik, 'kan?
Andai kau tak pasang tambahan itu.
- Tidak. - Kita tanya orang nanti.
Itu seperti pemanggang.
Mari adu motor pangganganmu dengan motorku yang bersinar.
Kita tanya orang
dan yang kalah harus tes keberanian.
- Tes keberanian? - Itu harus dilakukan.
Aku ada kenalan yang punya kolam budi daya ikan,
tapi tak berjalan dengan baik.
Dia melepaskan ikan ke lautan bebas,
tapi mereka tetap datang karena diberi makan.
Jika memancing di sana, dia bisa dapat ikan.
Sungguh?
Dia juga kadang berenang di situ. Dia pemiliknya.
- Ikan pun sudah tak ada. - Tunggu. Hong-chul.
Jadi, orang yang kalah berenang di sana.
Seperti Sim Cheong. Tahu, 'kan?
Melompat seperti ini.
Dalam hitungan ke lima.
Satu, dua, tiga, empat, lima! Jung Ji-hoon!
Aku yakin aku akan menang.
Karena aku percaya keberuntungan.
Aku akan beli kue beras dengan uangku sendiri seharga 40.000 won.
Ini akan menjadi acara bagus. Netflix!
Aku membawa banyak barang sampai memasak untukmu
sehingga kau bisa makan banyak menu.
- Tidak. - Apa?
Kita bisa letakkan bahan makanan di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.