نخستین 183 خط.
Kehidupan sehari-hari yang begitu damai.
Harusnya sih begitu.
Tiba-tiba aku bereinkarnasi ke dunia lain,
memiliki rekan,
membangun kota,
dan sekarang aku sedang berjemur dengan damai sebagai slime.
Karena kertas yang sangat berharga sudah kudapatkan,
jadi aku ingin menuliskan kehidupan baruku ke dalam buku harian.
Judulnya apa, ya?
"Bereinkarnasi Malah Menjadi Slime" saja, deh.
Wahai makhluk yang agung ....
Dia bilang, "Aku bukan slime yang jahat."
Gabiru! Gabiru!
Ratakanlah!
Tunjukkan wujudmu yang sebenarnya! Monster biadab!
Kabut: Kilatan dari Surga dan Dunia!
Tuan Rimuru, kok isinya masih kosong?
Karena bakal panjang, mending tidak jadi saja.
Lebih dari sebulan berlalu sejak Orc Disaster mendatangkan malapetaka di hutan ini.
Sebuah desa kecil yang tadinya hanya ada aku dan para goblin,
sekarang jumlah penduduknya meningkat pesat hingga lebih dari 10.000 jiwa.
Saya tidak terima ini!
Ini adalah wewenang sekretaris.
Saya tidak bisa menyerahkan ini.
Itu juga berlaku bagi saya!
Sudah, sudah. Kalian tenang dulu.
Tapi sebuah kota yang dihuni oleh sepuluh ribu monster ini,
tentu membutuhkan banyak waktu untuk menyatukan pendapat.
Bagaimana kalau begini aja!
Tunggu dulu!
Keberatan!
Gawat, nih. Sama sekali belum ada titik terang.
Sebaiknya kita tanyakan pendapat Tuan Rimuru.
Ini juga untuk kepentingan kita bersama.
Shuna, bagaimana persiapannya?
Iya.
Kalau begitu ....
Pakaian barat yang sedikit elegan ini,
atau pakaian barat yang ceria dan manis ini.
Menurut kalian, mana yang cocok untuk Tuan Rimuru?
Hei, apakah ini hal yang penting?
Iya!
Karena pembangunan kota sudah ada perkembangan,
hari ini aku mau berkeliling dan mengecek pekerjaan orang-orang.
Permisi.
Ah, Shion, kerja bagus.
Kerja bagus juga.
Nah ....
Hari ini pun demi Tuan Rimuru!
Dengan segenap ...
... kekuatan!
Hei, Shion. Kalau ini semua demi diriku, harusnya ada cara yang lebih baik.
Jangan malah mengamuk, dong!
Tuan Rimuru, aku bawakan teh—
Maaf ....
Tindakan darurat telah dijalankan.
Penghilang rasa sakit, penghilang status abnormal telah diaktifkan. Pembaruan tubuh dimulai.
Bukan masalah. Semua orang juga pernah berbuat kesalahan, kok.
Tapi tidak setiap hari juga!
Lalu minuman yang kamu buat,
ini mah bukan teh, tapi zat beracun!
Yah, tapi Shion adalah sekretaris yang andal.
Sempurna.
Selama dia diam!
Dan kalau dari penampilan luarnya saja!
Tu-Tuan Rimuru ....
Ja-Jangan begitu ....
Sebuah kehormatan bisa mendapat pujian dari Anda.
Malah senang ....
Tuan Benimaru tidak perlu sampai turun tangan.
Tidak apa-apa. Aku berangkat dulu.
Lah, Komandan Tertinggi mau patroli sendirian?
Karena inilah satu-satunya kemampuan saya.
Sebagai gantinya, saya tidak akan kalah dari siapa pun.
Demi kota ini dan senyuman Tuan Rimuru.
Saya pasti akan melindunginya.
Dia ini menggambarkan kata "membunuh" dengan lugunya.
Memang beginilah cowok ganteng.
Saya berangkat.
Maaf! Tadi saya dikasih benda ini oleh gadis yang di sana, jadi saya harus bagaimana?
Oh ....
Yah, gawat banget, ya!
Senyuman yang sangat indah ....
Tuan Benimaru, lihat kemari!
Aku akan mendengarkan curhatmu.
Rasanya semakin ramai saja, ya.
Iya.
Monster dari seluruh hutan berkumpul di sini.
Itu dari ras apa?
Yang mana?
Kalau ada gadis cantik yang lewat lagi,
Ya ....
aku akan menuntunnya untuk berkeliling kota,
Iya, iya ....
Rayuan.
Pertemuan.
Itu dia!
Hei, kalian.
Jangan lupakan tugas kalian sebagai pengawas.
Benar, tuh.
Gerak-gerik kita mencerminkan kesan orang lain terhadap kota ini.
Kalau sampai lengah, kalian tahu sendiri akibatnya.
Kamu sudah sadar diri, ya, Gobta?
Kamu jadi terlihat berbeda, lo.
Kita bisa berkembang ...
... karena belajar dari kesalahan!
Teruslah berkembang ....
Hei, Kurobe.
Oh, ternyata Tuan Rimuru.
Kamu sedang apa?
Saya sedang menempa pisau pesanan Nona Shuna.
Kebetulan sudah mau selesai.
Begitu, ya. Maaf sudah mengganggu.
Nanti aku datang lagi.
Dadah.
Setelah meninggalkan desa Ogre, kukira aku tidak akan bisa menempa baja lagi.
Aku tidak cerdas maupun kuat.
Tapi aku masih bisa menempa baja.
Demi Tuan Rimuru.
Demi penduduk kota.
Dan demi diriku sendiri.
Di hadapan ...
... bongkahan baja ini.
Aku akan mengerahkan ...
... segalanya yang kupunya.
Nona Shuna, ada kiriman dari Tuan Kurobe.
Wah, pisau!
Sudah jadi, ya.
Biar kucoba ....
Nona Shuna hebat ....
Semoga beliau suka dengan pisaunya.
Latihan hari ini sudah cukup.
Kembali ke tempat.
Baik.
Tuan Souei ....
Biasanya ....
Sangat dingin seperti es.
Sangat ketat seperti iblis.
Tidak kenal ampun seperti raksasa.
Tapi yang aku tahu ....
Lihat, sekarang pun beliau sedang bersenda-gurau dengan binatang kecil.
Kamu sudah mati.
Dasar bodoh.
Ya ampun, manis sekali.
Kamu juga seperti biasanya, ya.
Di sini gua tempat pertama kali aku bertemu dengan Veldora yang tersegel.
Setelah bertarung dengan Orc Lord,
ini menjadi markas Lizardmen karena mereka menyukai tempat yang berair.
Di sini juga tempat untuk menanam herba hipokute, bahan untuk pemulihan yang sangat berharga.
Gerakan macam apa itu!
Kalian mau memperlihatkan itu di depan Tuan Rimuru?
Kami mohon maaf, Tuan Gabiru.
Demi mendapat pengakuan dari Tuan Rimuru,
kita tidak boleh berdiam diri saja!
Tuan Gabiru! Tolong berikan kami satu kesempatan lagi!
Ternyata mereka lebih rajin dari yang kuduga.
Baiklah, kita mulai dari dasar lagi!
Hentikan!
Dasar dungu! Sudah kubilang harusnya diubah,
"Ah, Tuan Rimuru! Harapan aliansi besar!"
Duh, rasa cinta kalian ini masih sangat kurang!
Anggap seperti kita menanam herba hipokute dengan cinta!
Baik, Tuan Gabiru! Maaf! Maaf! Maaf!
Meski begitu, tapi dia bukan orang jahat, kok!
Tensura Nikki, lanjut!
Omong-omong, bagaimana dengan pembangunan sektor baru?
Saya baru saja menerima dokumennya.
Silakan.
Ada apa, nih? Kok tiba-tiba kamu bersikap seperti sekretaris betulan?
Eh, masa?
Aku akan mencoba bersih-bersih dan memasak dengan gaya ini.
Me-Memasaknya boleh nanti saja.
Eh, sepertinya dokumen ini ada yang salah.
Namaku Ranga.
Meski aku tidak banyak berperan di pertempuran luar,
tapi di dalam bayangan,
aku terus mengasah kemampuan demi tuanku.
Wah, ini kan!
Aku ingin memperlihatkan kekuatan ini kepada tuanku!
Tuanku!
Lihatlah! Saya punya jurus baru!
Aku sudah tahu ....
Boleh juga ....
No comments yet. Be the first to leave one.