نخستین 200 خط.
Ma Kai,
tidak ada maksud lain.
Papan itu
adalah harta peninggalan kita di akhir Dinasti Qing.
Hanya pemenang Kompetisi Wulin
yang bisa membawa pergi papan itu.
Tentu saja,
karena masalah sejarah,
kompetisi sudah berhenti lebih dari satu abad.
Katakan intinya.
Intinya?
Intinya, kami akan memulai kembali Kompetisi Wulin.
Papan ini
seharusnya dikembalikan pada kami,
benar, tidak?
Aku tak peduli apa yang kau katakan.
Bicarakan saja saat kakak seperguruanku kembali nanti.
Dia tidak ada?
Kau mau main tangan?
Apa belum cukup jelas?
Hajar!
Apa kau ketua perguruan wanita yang baru menjabat,
Yu Shengnan itu?
Papan tinggal di sini,
kalian enyah dari sini.
Karena ayahmu sakit,
hal ini harus kau putuskan.
Kalau kau mau berurusan denganku,
mari kita lihat siapa yang lebih kuat.
Hajar!
Ma Kai.
Kakak, hati-hati!
Hajar dia sampai mati!
Enyah kau!
Yu Shengnan,
urusan kita belum selesai.
Aku perkenalkan diriku dulu.
Namaku Niu Duoduo,
aku punya seorang kakak.
Saat tahun pertama merencanakan KB, ibuku melahirkanku,
uang yang habis tidak sedikit.
Ini ucapan ayahku,
dia bilang, anak ini kelebihan,
panggil saja Duoduo.
Pekerjaan.
Aku yang dulu
adalah penjaga keamanan di Jalan Wuguan.
Aku menyukai perdamaian dan benci kekerasan.
Pekerjaan sekarang.
Aku membuka kedai mi, enak dan murah.
Mi hasil buatanku,
enak!
Aku mengerti.
Ada persyaratan apa?
Persyaratan apa,
itu,
lembut saja sudah cukup.
Baik, aku akan menghubungimu jika ada yang cocok.
Terima kasih.
Halo,
baik, semangkuk lamian.
Dokter.
Kau ke mana saja? Kenapa baru datang?
Maaf.
Ada berita buruk.
Katakanlah.
Hidup ayahmu hanya tersisa dua minggu.
Shengnan,
ayah hanya belum sempat melihatmu menikah.
Kedepannya,
kau harus cari orang yang baik.
Ayah hanya belum sempat melihatmu menikah.
Aku mau menikah.
Kakak, apa yang kau katakan barusan?
Dalam satu minggu,
carikan aku seorang pria.
Aku mau menikah.
Kalian...
adakah yang mau mengejarku?
Kak, aku bisa!
- Kak, sebenarnya aku bisa... - Enyah kau!
Bukankah aku sudah bilang tidak mau daun ketumbar?
Kak, aku tidak menaruh daun ketumbar.
Apa kau tak tahu aku alergi daun ketumbar?
Kalau alergi, jangan dimakan.
Kau bahkan menghabiskan kuahnya.
Begini saja,
jadi orang tidak boleh terlalu perhitungan,
agar jalan ke depan terbuka lebih lebar.
Kita gunakan semangkuk mi ini sebagai kompensasi,
agar kita tak saling berutang.
Atas dasar apa?
Kau tanya atas dasar apa?
Karena daun ketumbar!
Kau tidak terima?
Gila, ya? Masih berani taruh daun ketumbar?
Angkat wajah besarmu itu!
Lepas, lepas, lepas!
Hajar!
Lin Jie!
Ini aku!
Niu Duoduo?
Benar!
Astaga.
- Ternyata kau! - Kalian sedang apa?
Iya, sudah berapa tahun kita...
Sudah berapa tahun! Saat aku masih SD,
saat itu, aku masih setinggi ini.
Benar!
Kalian sedang apa?
Kau tunggu sebentar.
Astaga!
Saat itu kepalamu belum sebesar ini.
Sedang apa?
Kalian sedang apa?
Pertemuan besan?
Kau siapa?
Aku...
mau melamar pekerjaan.
Melamar pekerjaan apa?
Ketua perguruan.
Dia mau melamar jadi ketua perguruan.
Hajar!
Astaga!
Habis sudah!
Jangan sentuh!
Berhenti!
Astaga, bungaku!
Bungaku!
Siapa, ya?
Biro jodoh, ya?
Kencan buta?
Baik, aku mengerti.
Jangan, jangan pukul lagi.
Bos!
Berikan padaku.
Aku menyerah.
Jangan pukul lagi.
Aku mohon.
Kau mohon dengan apa?
Dengan harga diriku.
Dengan apa?
Harga diriku.
Terima kasih, Paman.
Sudah sampai.
Baik.
Ini Kedai mi milikku,
enak dan murah,
gratis khusus untukmu.
Apakah yang gratis bisa enak?
Aku masih ada urusan,
pergi dulu.
Harga sewa naik?
50.000 Yuan?
Kak, ini berarti aku harus jual ginjal dulu.
Hei, Bung, jangan muntah di motorku.
Ayah!
Ayah!
Ayah, Ayah jangan pergi, Ayah!
Jangan tinggalkan aku, Ayah!
Ini terlalu mendadak.
Siluman apa yang berani mengacau?
Ada dewa mabuk di sini,
aku akan menghabisimu dengan satu hentakan kaki!
Jangan takut,
hanya kungfu mabuk.
Makanlah.
Kalian
mau menculikku, ya?
Yang benar saja kau.
Kau tak terlihat seperti pria atau wanita, untuk apa aku menculikmu?
Kalau bukan karena kau mabuk dan memanggilku ayah,
aku tak akan peduli padamu.
Mulutnya manis sekali.
Apa kau tahu aku siapa?
Siapa pun kau,
kau harus selalu ingat.
Jangan sembarangan memanggil ayah saat mabuk di luar.
Orang di luar tidak semuanya baik seperti kami.
Apa kau masih tahu malu?
Apa kau masih mau mi?
Ramalan jodohku selalu akurat,
hanya di kau saja yang tidak akurat.
Kau ini penipu!
Sama sekali tidak akurat!
Apa yang tidak akurat?
Di mana masalahnya?
Jelas-jelas kemampuanmu buruk,
malah berani buka jasa begini.
Coba Anda lihat dulu.
Slogan kita adalah...
Menjadi seorang pria sejati!
Sudah jam berapa ini.
Tuan Niu.
Maaf membuatmu menunggu.
Baru tiba, baru tiba.
Mari, di sini.
Baik.
Nona Yu.
Nona Yu.
No comments yet. Be the first to leave one.