نخستین 200 خط.
Jam berapa sekarang?
7:30. Bagaimana orang buta memilih pakaian?
Kurasa mereka selalu pakai celana olahraga.
Kau tidak serius kan.
Aku serius. Rencana ini luar biasa.
Bagaimana rencana ini bisa membuat kita lebih dikenal
karena kemarin ini terdengar...
Lebih gila dari tweet Shia Labeouf.
Sebentar.
Pagi, muffin.
Hai, ma, Amy sedang bicara.
Oh, selamat hari Jumat, Amy.
Ku buatkan teh kamomil.
Grafikmu menunjukkan perubahan besar
akan mengganggu perutmu.
Kuharap begitu, aku harus pergi. Amy dalam krisis.
- Oh, tidak, ada apa? - Hamsternya mati.
- Oh, tidak. - Ya, dia membutuhkanku. Dah.
Kau kan tahu aku takut memelihara hewan pengerat.
Aku tahu, hanya itu yang terlintas di benakku.
Mengapa aku tidak punya mama yang normal?
Bangkitlah dan bersinar.
Kita berdua sama.
Oh iya, kau tadi sedang menjelaskan..
Benar, jadi...
Kita tinggal di Austin, oasis biru di tengah laut merah Texas.
Yep. Aku masih ingat.
Sekolah kita sangat menghargai dan menerima,
kaum marginal sangat populer.
- Jelaskan rencanamu. - Aku punya cara untuk berbaur.
Percayalah. Mereka tidak akan menduganya.
Lihat kan? Mereka heran dengan apa yang terjadi padaku.
Aku juga.
Bagaimana cara jelaskan ke mereka
kau buta kemarin malam?
Tumor otak menekan saraf optikku,
aku perlu operasi agar kembali dengan kemenangan.
Terutama saat prom.
Sini. Dengan nama "Karma,"
harusnya kau lebih teliti dengan rencanamu.
Aku hanya berusaha agar kita diundang ke pesta Shane Harvey besok.
Untuk apa? Kita benci sekolah di siang hari.
Apalagi di malam hari, setelah minum-minum.
Awas!
Sialan!
Mereka mungkin akan percaya bila indera-mu semakin kuat.
Aku tidak bisa melewati Jumat malam dengan nonton Netflix lagi.
Aku hampir kehabisan film.
Kita harus mencoba hal baru.
Uh, ada film dokumenter tentang perbudakan anak di Bangladesh.
Amy, kita berdiri di tepian jenjang sosial.
Jika terjatuh, kita tidak bisa kembali lagi,
dan kita akan menjadi
orang aneh yang tidak bisa bergaul
yang membuat jus organik sendiri
dan menjualnya di pasar tani.
- Seperti orangtuamu? - Benar.
Maksudku, pesta sekolah
adalah ritual wajib bagi orang normal.
Oh ya? Karena yang kubaca anak zaman sekarang
meminum pembersih tangan.
Koreksi. Cowok manis minum pembersih tangan
lalu menurunkan standar mereka.
Oke, genit.
Cowok manis membuatmu gugup hingga muntah?
Aku sudah bisa mengatasi hal itu.
Kalian harus pindah.
Kalian menghalangi sumber cahayaku.
Matahari ini cahayamu?
Maaf, Kim Jong-Un, ini bukan Korea Utara.
Andai ini sekolah lain di Texas
kau tak akan berani bicara seperti itu padaku.
Tapi, karena papaku bodoh mengikuti layanan kencan
dan jatuh cinta pada wanita peramal cuaca.
Ibuku seorang ahli meteorologi.
Terserah, dia membuatku ada disini
di sekolah aneh dengan pertunjukan sosialis Kumbaya.
Satu keuntungan disini, aku bisa berjemur di jam makan siang.
Lisbeth. Gelar selimutnya.
Namaku Elizabeth.
Lauren, aku juga tidak suka orangtua kita tunangan,
tapi jangan buat aku marah.
Aku bisa menjaili sikat gigimu.
Beraninya kau mengancamku di rumahku sendiri?
Itu awalnya rumahku.
Kalian punya waktu 5 detik untuk naik kapal
dan pulang ke pulau lesbian,
agar aku bisa mendapatkan vitamin D-ku.
Tempat itu nyata? Kalo iya, apa kita bisa ikut?
Bukan urusanmu, Anderson Cooper.
Mengejek kaum gay. Ada yang membusuk di era 90-an.
Tidak, kurasa dia sedang melakukan pertunjukan seni.
- Kami hargai prinsipmu. - Oh, bagus.
Austin.
Andai ini di bagian Texas lain, aku akan kuasai kalian.
Leila, Lisbeth!
Nona, maafkan atas kebencian tadi.
Yah, minggu lalu aku parkir di tempatnya,
dan dia menyebutku komunis.
Jangan diambil hati. Hai. Aku Liam.
Shane.
Dan kalian...
A-a...
Aku Amy.
Dia Karma.
Dia sedang...
kram berat
Baik, jika dia mau,
kalian harus datang ke pestaku besok malam.
Oke, makasih.
Terkadang ia pingsan saat muntah,
jadi, aku harus awasi dia.
Kau tahu, aku selalu ingin memiliki teman lesbian?
Mereka sempurna.
Aku tidak tahu ini begitu menakutkan.
Mereka jauh lebih liar daripada saat di sekolah.
Serius deh, tempat ini penuh HPV.
Bisakah kita pergi?
Kita harus santai.
Kau tahu apa yang membantu? Alkohol.
Aku tidak mau mabuk di dekat orang-orang ini.
Aku akan kembali.
Kalian memakai terlalu banyak pakaian.
Lebih baik.
Mengapa kau tidak menari?
Rumah yang bagus. Berapa luasnya?
Aku tidak ingat mengundangmu, Lauren.
Kau harus berterima kasih.
Lihat keramaian ini.
Dia bilang pergi.
Aku yakin di suatu tempat
kau melewatkan tarian seorang republikan muda.
Kau konyol. Aku tidak memakai kaos kaki hari ini.
Kakiku melepuh dan pelatih meminta agar kakiku bernapas.
Berhenti bicara tentang kakimu.
Dan kami tidak akan pergi.
Kami adalah calon Raja dan Ratu.
Mereka ingin kami hadir.
Tak ada yang peduli dengan tradisi kuno itu.
Tentu, mereka peduli. Mereka hanya pura-pura tak peduli.
Tapi sekarang aku disini untuk memperbaikinya.
Aku tak main-main.
Tommy, ayo pergi.
Ada istana balon? Tidak mungkin.
Dia tidak bisa begitu, kan?
Dia berkhayal. Jangan biarkan ia mempengaruhimu.
Shhp.
Makasih.
Aku benar-benar minta maaf.
- Aku tahu. - Tadi benar-benar gila.
Hei, kau datang.
Hai. Pestanya keren. Sangat menyenangkan.
Makasih.
Temanku sedang ambil bir. Dia segera kembali.
Dan dia lebih pintar berbasa-basi.
Temanmu, ya. Senggol, senggol. Kedip, kedip.
Siapa yang lebih dulu mengakuinya
Maaf?
Aku takkan bocor. Janji kehormatan gay.
Aku hanya ingin kita berteman.
Aku mengharapkan kekuatan lesbian dalam hidupku.
Dengar, aku tersanjung, tapi aku bukan gay.
Aku akan menyalakan lampu untuk beberapa saat,
agar kita bisa bicara, oke?
Kau seorang lesbian.
Dan itu wajar. Tidak ada yang memalukan.
Aku janji, aku tidak malu terhadap apapun.
Dulu aku seperti kau,
takut ditolak, rasanya butuh waktu lama untuk mengakui.
Tapi setelah ku akui, kelas 4 menjadi lebih baik. Percayalah.
Sekali lagi, terima kasih untuk pestanya. Aku tak mau berada disini lagi.
Aku merasa brengsek.
Bukan kau yang muntah di lantai tadi.
Tapi aku yang menumpahi dua gelas bir
dan sekarang pakaianmu menerawang.
Bisakah kau pura-pura tidak melihatnya?
Ya, jika kau memaksa.
Tapi tak akan mudah.
Kau kemana saja, Pooh Bear?
- Siapa dia? - Whoa, Brandi, kau mabuk.
Dia milikku, simpan puting itu untukmu sendiri.
Itu tujuanku sejak awal, aku janji.
Dengar, aku bukan pacarmu.
Kita hanya teman baik yang sesekali bercinta,
tapi jika itu membingungkan, maka kita harus berhenti.
Baik.
Hei, hati-hati!
Aku tak akan mengunci jendela kamarku.
Apa?
Tidak.
Dengar, aku bukan pemain wanita, oke?
Aku punya aturan main.
Mereka selalu menyetujuinya, dan menjadi...
Ketergantungan?
Wanita tercipta untuk sebuat ikatan dan keluarga.
Jika tidak seperti itu,
spesies kami akan punah, jadi hargailah.
Berguna sekali kehadiran seorang lesbian
- untuk jelaskan hal ini padaku. - Uh, apa?
Karma, kita pulang.
No comments yet. Be the first to leave one.