نخستین 200 خط.
Kemarin malam...
Aku yakin sedang berada disini...
Kepalaku...
Saya-chan?
Fumito-san!
asdasdasdasdasdasdasdasd
Cerita 5
Kau tak apa-apa?
Iya.
Aku baik-baik saja.
Jangan berbohong,
Saya-chan.
Aku tahu kau tak mau membuat orang lain khawatir,
tapi kalau disembunyikan,
kami jadi lebih khawatir.
Maka dari itu,
kalau terjadi sesuatu, bilang saja padaku.
Ya?
Aku hanya
merasa sedikit pusing...
Dan juga
kepalaku...
Sakit?
Iya.
Sepertinya kau tidak demam.
Aku
tidak sedang sakit.
Aku sendiri
tidak begitu mengerti.
Kalau kepalamu sakit,
mungkin sebaiknya jangan minum kafein.
Kopi Fumito-san
selalu dapat menenangkanku.
Baiklah kalau begitu.
In.
Silahkan.
Terima kasih banyak.
Enak.
Terima kasih.
Aku benar-benar
merasa tenang
dan bahagia.
Dia tertidur.
Begitu.
Saya-chan bilang
kalau kepalanya terasa sakit.
Furukimono,
benar 'kan?
Benar.
Kau sanggup?
Saya
takkan kalah.
Kau Saya?
Satu...
...atau dua?
Benar-benar lemah.
Apa benar-benar kau yang membunuh teman-temanku?
Hilang...
Hanya perasaanku saja?
Ini semua adalah
hukuman karena tak mematuhi perjanjiannya.
Perjanjian?
Antara siapa?
Dengan siapa?
Antara manusia
dengan kami.
Apa yang kalian janjikan?
Manusia?
Anda baik-baik saja?
Kau punya wajah seorang pemburu.
Aku akan melindungi mereka...
...dari kalian.
Aku akan melindungi
semua orang yang kusayangi!
Itu takkan mempan.
Bisakah kau melihat?
Dia membaca gerakanku.
Apa yang kalian janjikan?
Anda baik-baik saja?
Perjanjian
antara manusia dan Furukimono...
Anjing itu.
Ketika seseorang
menemui sesuatu yang tak bisa mereka pahami,
apa yang mereka lakukan?
Benar.
Mereka akan mulai berpikir.
Apa itu sebenarnya?
Kenapa itu terjadi?
Bagaimana seharusnya Aku memikirkannya?
Apa yang harus kulakukan sekarang?
Tapi,
semakin kau memikirkan tentang sesuatu,
maka kau akan semakin jauh
dari kebenaran yang sesungguhnya.
Benar.
Pemikiranmu 'lah yang menghalangi...
...keinginan instinkmu...
...jawaban yang sebenarnya.
Ada apa?
Melamun begitu.
Yuka-san...
Sedih karena hujannya
membatalkan pelajaran olah raga?
Tidak...
Bukan begitu.
Lalu kenapa?
Kamu sedang tidak enak badan?
Bukan.
Tidak, tapi...
Banyak hal terjadi
yang tidak bisa kumengerti.
Apa itu?
Rasanya...
Kepalaku terasa agak sedikit berat...
Seperti
Aku tak bisa berhenti berpikir.
Apa terjadi sesuatu?
Ada sesuatu mengganggumu
atau ada sesuatu yang buruk?
Apapun itu,
katakan padaku.
Jangan menyembunyikannya.
Itulah kenapa Aku ada disini.
Baik.
Perhatian!
Pelajaran olah raga akan digantikan dengan belajar di kelas!
Ayo kita bercerita tentang hantu!
Cuacanya cocok untuk itu.
Iya, 'kan?
Ayo semuanya kita bercerita tentang hantu!
Itu ide yang bagus,
tapi "belajar di kelas"
berarti kalian harus belajar.
Tak apa-apa 'kan...
Kami akan belajar
bercerita tentang hal yang mengerikan.
Belajar macam apa itu?
Benar juga.
Seperti kata ketua kelas,
cuacanya cocok untuk cerita hantu.
Ayo lakukan.
Yaaatta!
Duduk dulu, ya?
Kalau begitu, sama saja seperti di kelas dong !
Hm, hm!
Paling tidak harusnya kita pindahkan tempat duduknya ke belakang
dan menaruh kursinya di sekeliling ruangan di tempat-tempat yang berbeda.
Kenapa repot-repot sepeti itu?
Supaya kita bisa "kyaa!"
atau berteriak "Seram!",
kita juga bisa berpelukan kalau ada sesuatu yang mengejutkan.
Gadis sekarang ini
penuh dengan semangat/
Mereka berdua terlalu semangat.
Baiklah.
Kalau begitu pindahkan mejanya ke belakang
dan kalian bisa mengatur kursinya sesuka kalian,
dengan begitu,
jangan mengendap-endap keluar, Tokizane-kun!
Baik.
Dengan tenang, si pria
mendekati anak itu dari belakang,
lalu ia menjulurkan tangannya
kemudian menyentuh pundak anak itu.
Tapi kemudian,
anak itu berbalik
dan bilang pada si pria,
"Ayah,
kali ini jangan mendorongku ke jurang".
Kyaa!
Seram!
Teriakan paling palsu yang pernah kudengar.
Yuka-chan kejam!
Kami benar-benar takut.
Bilang begitu secara bersamaan
malah makin ketahuan palsunya.
Bagaimana menurutmu, Saya-chan?
Dari awal kenapa ia membawa anaknya ke jurang?
Itu berbahaya.
Aduh...
ketika semua tidak begitu mempedulikan ceritanya,
rasanya jadi kurang bersemangat.
Habisnya semua orang sudah tahu cerita itu.
Kebanyakan cerita hantu
isinya memang begitu 'kan.
Tapi
harusnya cerita yang bisa kita hubungkan.
Itu lho.
"Ini terjadi pada saudara teman kakak kelasku..."
Seperti itulah.
Biarpun tahu atau tidak yang seperti itu,
tetap saja sulit kalau dihubungkan sama orang yang dikenal.
Pokoknya,
Aku lebih suka dengar sesuatu yang terjadi di dekat kita,
seperti di kota ini misalnya.
Lebih menakutkan kalau terjadi di dekat rumah.
Itu benar, tapi...
Aku tahu lho,
sebuah cerita tentang kota ini.
No comments yet. Be the first to leave one.