نخستین 198 خط.
Siapa yang mau ke pesta Abla Fahita?
TIKET TERJUAL HABIS!
AKU MAU KE PESTA #ABLAFAHITA! PESTA #ABLAFAHITA YANG LAGI TREN
DISIARKAN LANGSUNG
Kapan acara Abla Fahita akan disiarkan?
BERHARAP DAPAT TIKET
Di mana kau? Kita akan terlambat ke acara.
Acaranya dimulai sejam lagi. Cepat!
ABLA FAHITA, ISIS
Sebentar lagi acara baru Abla Fahita dimulai.
Acara paling dinanti oleh masyarakat jazirah Arab.
Musikal "Isis dan Seribu Pelamar". Jangan beranjak.
Aduh!
Pelan-pelan, Rico.
Sudah kubilang ratusan kali. Jangan ganggu aku!
Maaf, Abla. Yvonne sudah mengepaskan gaunnya.
Dia ingin kau mencobanya. Acara dimulai 30 menit lagi.
Sulit dipercaya! Haruskah kulakukan semua sendiri?
Maaf, Rico. Pijit punggung bawahku setelah jeda acara.
Berikan padaku.
- Di mana Abla? - Mencoba gaun.
Ada apa, Shakankiri?
Ada masalah di tempat penjualan tiket, Abla.
Ada empat tiket hilang.
Astaga! Bagaimana bisa?
Tiket itu mahal!
Siapa penanggung jawab tiketnya?
Caro melakukan semuanya di sini.
Caro... Carcoura.
Kemari. Ibu ingin bicara.
Ya, Ibu.
Hanya karena ibumu kaya dan terkenal, bukan berarti kau boleh mencuri darinya.
Apa?
Bawa tiketnya keluar dan akan kusuruh mereka memaafkanmu.
Apa kau meragukan anak didikanmu sendiri?
Geledah dia!
Yang benar saja! Bukan aku. Kau yang mengambilnya!
- Aku tidak ingat itu. - Ingat-ingat, Ibu! Caro tak bersalah!
- Kasihanilah aku! - Gaunnya. Tak ada waktu lagi, Abla.
Ikat dia di belakang panggung. Entah dia mengaku atau aku akan ingat.
Jangan di belakang!
Gaun itu pas dan terlihat sempurna padamu.
Korsasenya tak cukup ketat untuk menunjukkan lekuk tubuhku.
Itu terlihat luar biasa!
Luar biasa? Ini tak memperlihatkan belahan dadaku!
Lempar gaun ini ke wajah Yvonne.
- Suruh dia kencangkan bagian payudaranya. - Kencangkan?
Dan jepit pinggangnya.
NETFLIX ORIGINAL
Untuk Abla…
Tunggu, Amin.
Tulis…
Untuk bintang negara ini.
Apa pun yang kita tulis, dia tak akan tertarik.
Kenapa kau suka merusak suasana, Amin? Tersenyum dan cerialah.
Kita mau ke pesta.
Aku khawatir kita akan terlihat bodoh.
Wanita ini arogan dan tak memedulikan siapa pun.
Apa kau lupa saat dia mengusir kita?
Kini kita akan menemuinya dan malah membayarnya?
- Jika bermodal, kau akan untung. - Baiklah.
Lebih cepat, Saad. Kau lambat sekali.
Hari itu akan tiba, di mana keadilan akan ditegakkan.
- Penindas! - Aku tak mau pakai perona mata!
Kau mengerti?
Abla, kita tak punya waktu! Kita harus angkat tirainya!
Tidak, sampai uang empat tiketku dikembalikan!
Uang apa? Tak ada yang memberitahuku.
Abla.
Apa maumu?
Ada wanita bernama Odette yang mencarimu. Dia bersama dua wanita lain.
Mereka bilang mereka temanmu dari Asosiasi Janda Santa Fatima
- Sialan. Mereka di sini? - Ya.
- Suruh masuk. - Baik.
Odette yang mengambil tiketnya.
Tiket itu untuk dia, Abla Safina, dan Fayza.
Apa kubilang!
Namun, satu tiket masih hilang.
Karena Abla Safina butuh dua kursi, ingat?
Turunkan aku!
Baiklah, turunkan dia. Aku memaafkanmu kali ini.
Namun, lain kali jangan lupakan ini.
- Memaafkan untuk apa? - Abla, tak ada waktu!
Baiklah. Berikan perona matanya.
Ambilkan perona mata, tutup pintu, dan angkat tirainya!
Perona terkutuk untuk setiap penindas!
- Ya Tuhan! - Aku yakin dia tak membicarakanku.
Dengar ini, Hamis.
Kau sudah dengar, Ramses?
Ada seorang pelamar untuk Yang Mulia Isis
Pelamar apa, Teman-teman?
Tidak hanya satu Ini banyak pelamar!
Dia harus memilih
Isis harus memilih malam ini Satu dari ribuan pelamar
Nyalakan lampunya, sebarkan beritanya
Malam ini Isis akan menikah
Yang Mulia.
Inilah diriku sedang naik tangga
Lihatlah wajahku yang rupawan
Janda yang diidam-idamkan
Kepada siapa hatiku akan tertawan?
Inilah diriku sedang naik tangga
Bawa masuk pelamarnya!
Don Juan, orang Spanyol paling ternama
Don Juan jatuh cinta sampai tergila-gila
Don Juan, orang Spanyol paling ternama
Don Juan jatuh cinta sampai tergila-gila
Nona, kau adalah cintaku
Kumohon, pilihlah aku
Aku mencintaimu
Aku punya satu hati di dadaku
Kau akan tidur dan bangun untuk cintaku Setiap hari aku akan mati untukmu
Ini terlalu manis untukku Jangan kau berikan ke perut kosongku
Ayo pergilah kau Sebelum kau membuat malu ibumu
Selanjutnya!
Shahryar
Shahryar
Dia akan memberimu mahar Bernilai satu miliar
Shahryar
Shahryar
Dia mencari dan mencari di mana-mana Dan Isis-lah yang dipilih olehnya
Berapa banyak yang kau inginkan? Apa yang kau inginkan?
Berlian?
Batu delima? Tas buatan desainer ternama?
Kau akan berguling-guling di atas harta Yang kupunya
Aku akan menutupimu dengan permata
Aku akan membuatmu kaya raya
Haruskah kucongkel mata yang kaupunya Dan menggantinya
Dengan sebuah permata?
Pahami dengan akal
Janda ini tidak untuk dijual
Pergilah dan berhenti membual
Siapa yang butuh dia atau uangnya?
Selanjutnya!
Biarkan dia datang menemui takdirnya.
Namaste, sang maharaja di sini
Dia manis sekali Datang dari Bollywood dengan berjalan kaki
Namaste, sang maharaja di sini
Dia manis sekali Datang dari Bollywood dengan berjalan kaki
Aku tak suka bermuram durja Aku pria yang ceria
Aku berpikiran terbuka Aku bukan pemilih wanita
Aku maharaja yang tampan Dan menyenangkan
Kau tak akan melihatku bersedu sedan
Ini tak bisa diterima
Ini bukan kualitas seorang kepala keluarga
Selamat tinggal, kembalilah ke Mumbai
Dan jangan sampai air matamu berderai
Dia harus memilih
Malam ini dia harus memilih
Dia harus memilih
Malam ini dia harus memilih
Dia harus memilih
Dia harus memilih
Malam ini dia harus memilih
Dia harus memilih
Aku sudah membuat pilihan.
Aku pilih diriku sendiri.
Astaga!
Sialan kau, Yvonne!
Kuharap dia suka.
BERITA SELA TELANJANG SAAT SIARAN LANGSUNG
SKANDAL ABLA FAHITA TONTON SEBELUM DIHAPUS
ABLA TELANJANG
Tentu saja, dia bilang dia lupa memakai gaunnya.
Namun, aku yakin dia sengaja melakukannya.
Fahita harus tetap di rumah dan tak memperlihatkan wajahnya lagi.
TIGA BULAN KEMUDIAN
Aku menyukainya. Ini tebal dengan roti dan keju…
Ada apa, Boudi-ku sayang? Apa kau buang air?
Kau lapar sepertiku?
Sayangku!
Caro!
Carcoura!
Kenapa kau tak menjawab, Anak Nakal? Makan siang sudah siap?
Kau sebut ini makan siang? Ini telur rebus.
Ini disebut sup telur.
- Siapa yang menelepon? - Pasti orang yang ingin uang.
Atau pria bernama Mango itu.
Ini memang dia.
Kau tidak bosan, ya?
Apa-apaan kau ini! Hubungi orang lain.
Hentikan.
Jangan menyesap supnya.
Rasanya tidak enak.
Namun, penuh kalsium.
Aduh! Hentikan Boudi. Pelan-pelan atau kau akan tersedak.
Jangan cemberut, itu membawa sial.
Kita sudah sial.
Ini semua salahmu.
Kenapa? Apa aku lupa memakai gaun?
Tidak, tetapi kau lupa mengingatkanku untuk memakainya.
Itu bagian dari tanggung jawabmu sebagai putriku.
Sebagai putrimu, kuingatkan bahwa kau bisa jual gaunnya
dan memberi kami makanan dengan uang itu.
- Aku lapar. - Gaun Isis? Tak akan!
- Aku belum memakainya. - Maka jual yang sudah kau pakai.
Jangan mengatakan itu, Sialan.
Carcoura, tak peduli betapa sialnya nasib seorang janda,
No comments yet. Be the first to leave one.