نخستین 200 خط.
Alkitab mengajari kita
bahwa segala sesuatu mungkin
bagi orang yang percaya. Aku tanya pada kalian semua.
Kalian percaya pada kekuatan Tuhan YME?
Haleluya!
Aku tahu Tuhan yang baik bisa mendengarnya.
Aku lihat mukjizat secara langsung.
Saat usiaku 11 tahun
Iblis datang ke rumah kami
dan coba merebut adikku, Jane, dari keluarga kami.
Dia sekarat karena pneumonia.
Dokter bilang pada orang tuaku mereka tak bisa berbuat apa-apa.
"Mulailah rencanakan pemakaman."
Aku menyayangi adikku melebihi apa pun di dunia ini
dan aku genggam tangannya menjelang ajalnya di ranjang.
Aku berdoa
minta Tuhan menyembuhkannya.
Aku merasakan kehangatan di seluruh tubuhku.
Itu adalah Tuhan
yang melimpahkan karunia kesembuhan atasku.
Adikku ada di sini hari ini!
Adikku!
Jane! Hidup dan sehat!
- Haleluya! - Sejak saat itu
aku tahu Tuhan telah memilihku sebagai bejanaNya di muka Bumi.
- Ya! - Hari ini
aku datang untuk membagikan karuniaku pada kalian semua.
Kudengar gadis muda yang malang ini
memiliki penyakit jantung yang sangat parah.
Dia kesakitan setiap hari di sepanjang hidupnya.
Kau percaya Tuhan mampu menyembuhkanmu hari ini?
- Membebaskanmu dari rasa sakit? - Aku percaya.
Tuhan.
Tolong berkati wanita ini. Bebaskan dari penderitaannya!
Dalam nama Tuhan, kuperintahkan kau
iblis penyakit, meninggalkan wanita ini sekarang juga!
Ya, Tuhan!
Penyakitku lenyap!
Haleluya!
- Haleluya! - Puji Tuhan!
Puji Tuhan!
Omong kosong!
- Frederick, kau sudah janji! - Aku bertaruh dia tidak sakit.
- Mungkin seorang aktris. - Hentikan.
Pak, jika kau tak mau ada di sini
kusarankan agar kau pergi.
Jangan lakukan ini. Kumohon padamu.
Kau tak bisa sembuhkan orang. Kau seorang penipu!
Jika kau menghinaku, maka kau menghina Tuhan.
Tuhan juga penipu sama sepertimu.
Dia akan menghukummu karena tidak punya iman.
Pria ini buta sejak lahir!
Tidak pernah menatap mata istrinya
atau melihat wajah rupawan dari anak-anaknya
tapi hari ini
- Tuhan akan membuatnya melihat! - Fred.
Fred.
Ya, Tuhan!
Tolong aku!
Kumohon tolong aku!
Tolong! Kumohon!
Kumohon! Tolong aku!
Subtitle by LittleDuck & vivelalto Diterjemahkan oleh mifae :)
- S01E03 - Tangan Tuhan
Kurasa sudah telat untuk menolak undangan makan malam mereka.
Kau pandai bicara.
Kau pasti bisa buat obrolan sopan selama beberapa jam.
Biar kubantu.
Arthur?
Aku tahu tujuanmu.
Sungguh?
Takkan berhasil.
Sayang sekali.
Sudah.
Itu cukup untukmu sampai selesai makan malam.
Jangan buang baju-baju itu.
Ibu akan pulang.
"Pria Setempat Dihukum Mati Oleh Tuhan"
Ada berita penting untukmu!
Orang yang pergi ke tabib memang orang sakit!
Artinya pria bernama Batch itu kebetulan mati tidak lama
setelah Pastor Elias Downey mengutuknya?
Itu hadiah dari istriku.
Kau pakai setelan sekarang?
Apa ini? Menjijikan!
Baik. Kau pikir mereka pakai trik sama sepertimu.
Tidak, trikku tidak membahayakan nyawa orang.
Orang seperti Downey pakai ilmu dukun untuk mengobati.
Penyakit orang yang datang padanya bisa disembuhkan. Misalnya, encok.
Mereka menawarkan doa, bukan suruh mereka ke dokter
untuk penanganan merkuri. Lebih cepat Downey dihentikan lebih baik.
Kurasa aku harus setuju dengan Harry.
Cantik dan cerdas!
Kau umat Katolik, tapi tak percaya pada campur tangan Tuhan?
Percaya, tapi aku tak percaya orang bisa menyalurkannya.
Menurut koran ini, pria itu sudah melakukan banyak mukjizat.
Dia sembuhkan kanker dan mencelikkan orang buta.
Apa dia pernah menumbuhkan anggota badan yang hilang?
Sesuatu yang bisa dilihat.
Aku tahu. Banyak tabib hanya dukun
tapi sepertinya dia berbeda. Dia bahkan tak pasang tarif.
Aku bertaruh dia terima sumbangan.
Jika kita bisa buktikan dia bisa sembuhkan orang
bayangkan kemungkinannya. Banyak nyawa bisa diselamatkan.
Jika kau mau selamatkan nyawa
mari buktikan Downey penipu.
Pertama, kita harus pastikan Batch mati karena sebab alami.
Kau benar. Kita harus lakukan autopsi.
Seingatku, wewenang masih ada di tanganku.
Aku takkan izinkan autopsi
tanpa bukti kuat kejahatan sungguh telah dilakukan.
Batch orang sakit yang kemudian mati.
Titik.
Harap tinggalkan ruangan.
Kalian dengar dia bilang kita harus
- selidiki kasus ini, kan? - Tidak diragukan lagi.
Aku tahu harus mulai dari mana.
Fred memang flu ringan
tapi itu bukan alasan kami pergi ke acara itu.
Ny. Batch?
Jika aku harus jujur
aku tak yakin siapa di antara kami yang bermasalah.
Kalian ingin punya anak?
Hal itu sulit karena Fred sering sekali pergi dinas
tapi setelah berusaha tiga tahun, aku tahu ada yang tidak beres.
Pastor Downey adalah harapan terakhir kami.
Jelas sekali suamimu punya pendapat lain.
Dia pergi ke acara itu untuk menenangkanku
tapi dia tak bisa diam.
Maksudmu, ini akibat ulahnya sendiri?
Dia membuat Tuhan marah.
Lebih baik kami cepat menguburnya.
Ny. Batch?
Aku mau sampaikan ucapan belasungkawa.
Terima kasih banyak. Kau baik sekali.
Aku hanya berharap kau bisa memaafkanku.
Tidak ada yang perlu dimaafkan.
Tuhan tahu kekuatan imanmu.
Untuk itu, kau akan diberi hadiah.
Amin!
Harry Houdini!
Sungguh sebuah kehormatan! Elias Downey.
Ya! Aku tahu. Aku sudah lihat pekerjaanmu. Setelanmu bagus.
Menipu orang sakit dan putus asa pasti sangat menguntungkan!
Menghina pelayan Tuhan bukan perbuatan bijak.
Terutama di gereja.
Apa itu ancaman?
Semuanya! Ayo.
Merapat! Saksikan Pastor Downey
mengutukku di hadapan kalian.
Kau akan mengutukku jadi batu, Downey?
Kau akan memunculkan kawanan hewan liar
untuk mencabik tubuhku?
Atau mungkin kutukan kuno berupa halilintar?
Berjanjilah kau mengutukku dengan sangat dramatis.
Tuhan memutuskan siapa yang dihukum. Aku tidak...
Jangan terlalu merendah! Kau...
- sangat hebat... - Tampaknya kulitnya menggelap.
- Ini peluangmu tunjukkan pada kami - Dilihat dari warna kulitnya
kurasa ini sudah sebulan.
Kulitnya tidak menggelap seperti itu di London.
Siapa yang tak suka melihat Tuhan marah secara langsung?
Aku suka itu!
Kau juga, Pak? Aku bisa melihatnya.
Aku bisa melihatnya. Benar, kan? Lagi pula...
- Ruam! - Istrinya bilang dia pergi dinas.
Dia pergi ke daerah tropis.
Kurasa dia tidak mengidap flu.
Mungkin demam berdarah.
Jika tidak ditangani, bisa berakibat kematian.
- Kau ambil untung dari... - Mungkin dia mati secara alami.
Apa tidak aneh Ny. Batch tidak bilang suaminya punya ruam?
Mungkin dia sembunyikan penyakitnya. Tidak mau istrinya khawatir.
Aku akan tanya-tanya di kantornya. Mungkin ada lagi yang terinfeksi.
Kuminta kau mengakui Tuhan
lebih manjur dari obat mana pun melalui kasihNya.
Jika Tuhan memang peduli
maka takkan ada penyakit sejak awal.
Kita tak mampu memahami rencanaNya.
Atau mungkin Tuhan hanya kutu
yang dapat kesenangan dari melihat penderitaan orang.
Masih belum ada halilintar?
Aku yakin itu akan muncul. Dia hanya sibuk dengan kutukan lain.
Tuhan tahu isi hatimu yang sebenarnya.
Sekali lagi, turut berduka cita.
Aku masih tunggu kabar dari atasan Batch
soal apakah Batch menunjukkan gejala lain demam berdarah.
Tapi dia bukan orang pertama yang ragu dan dapat hukuman.
Seorang pria di Liverpool terbakar sampai mati.
Seorang wanita di Bristol kesetrum.
Seorang pria di Manchester terinjak kuda dan keretanya.
Semuanya dinyatakan sebagai kecelakaan.
Tapi semuanya mati beberapa jam setelah menghina Downey.
Tidak mungkin kebetulan.
Tampaknya perdukunan memang membawa kematian.
Waktu semua kejadian itu menunjukkan permainan licik.
Dengan Pastor baik hati itu sebagai tersangka utamanya.
Dugaan asal-asalan.
Jika aku bodoh, aku akan berpikir kau dendam pada orang itu.
Aku tahu orang-orang semacam itu.
No comments yet. Be the first to leave one.