هماهنگ با نسخه‌های زیر

Metro of Love E01 360p Webrip
Metro of Love E02 360p Webrip
Metro of Love E03 360p Webrip
Metro of Love E04 360p Webrip
Metro of Love E05 360p Webrip
Metro of Love E06 360p Webrip
Metro of Love E07 360p Webrip
ناشر indri danti22
manual translate. mohon maaf kalo masih ada yang typo. terima kasih.

برچسب‌ها

webrip
web
BRip
تاریخ انتشار: 2016-06-07
تعداد دانلود: 19
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Stasiun Daqiaotou.

Kepada para penumpang yang akan menuju "Long Zhou", dipersilakan turun dan transit di stasiun ini.

Kepada para penumpang yang akan menuju "Long Zhou", dipersilakan turun dan transit di stasiun ini.

Bu! Bu, aku hampir sampai.

Kau suka masak?

Kedua pihak harus bagi tanggung jawab soal masak.

Setelah menikah, aku hanya pulang ke Taiwan setahun sekali. Kau bisa terima itu?

Aku suka Jepang. Tinggal naik subway dan aku tidak suka menyetir.

Kalau tak menyetir, di Amerika kau bisa berjalan sampai kakimu lepas tapi tetap tak akan sampai tujuan.

Oh ya, kau pernah melakukan tes pemeriksaan fisik?

Kau punya penyakit keturunan?

Kalau kau ingin anak, aku dalam usia dimana ada risiko yang sangat tinggi.

Kau bisa terima itu?

Maaf ya, putriku Jing Hui selama ini selalu dimanjakan.

Caranya bicara sangat kurang sopan. Maafkan aku.

Keponakanku bekerja di Silicon Valley sebagai Insinyur.

Karena itulah, dia hanya mengerti matematika. Makanya dia seperti ini.

Dia hanya menginginkan fakta. Tolong jangan dimasukkan ke hati.

Nn. Yin Yin, silakan minum tehnya.

Tidak masalah. Tidak masalah.

Aku juga sudah tulis semua informasinya.

Aku akan bicara dengan Ibu dulu sebelum kembali pada kalian berdua, oke?

Subtitle dari Lovers on the Metro Team @ Viki Diterjemahkan oleh indri danti22

Metro of Love When Miracle Meets Maths - Part 1

Kau ke sini bertemu calon pasangan hidupmu, bukan wawancara.

Kau terlalu suka pilih-pilih, siapa yang mau menikah denganmu?

Kau hanya bisa dapat jawaban yang tepat kalau ajukan banyak pertanyaan.

Menanyakan hal yang tidak ada hubungannya,

hanya akan dapat jawaban yang dangkal. Kalau itu terjadi, kenapa kau melakukan kencan buta?

Aiyo. Tapi sekarang setelah kau pulang, ini akan jadi kencanmu yang ke-9

dan kau belum pernah temukan seseorang yang kau suka, kan?

Bibi! Ini kan baru yang ke sembilan.

Bibi tahu berapa banyak orang yang tinggal di Bumi ini sekarang?

Ada 7.189.851.000 orang.

Kemungkinan untuk bertemu, 100% benar setengahnya,

dan kemungkinan untuk jatuh cinta adalah...

Oke, kau tak perlu menghafal angka-angka itu. Kepala Bibi sakit.

Bibi. Bagaimana juga, cara perbaiki masalah ini adalah

menjumlahkan berapa kali aku melakukan kencan buta

dan bertemu banyak orang. Dengan begitu akan meningkatkan peluang untuk jatuh cinta.

Aiyo!

Apa yang tadi kau lakukan? Cukup dengan keterlambatanmu, tapi kau bahkan menanyakan hal seperti itu!

Tadi dia bertanya terus pada Ibunya. Ibu pikir aku akan baik-baik saja kalau menikah dengannya?

Ibu bahkan tidak bilang kalau aku ada kencan buta hari ini.

Sifatmu— sifatmu sama kerasnya seperti batu.

Sebenarnya, kalau kau dengar kata Nenek dan menikah dengan Ah Long, ini tak akan terjadi.

Apa hubungannya dengan Ah Long? Aku bahkan tak tahu anaknya ada berapa sekarang.

Karena itu, lebih baik cepat cari seseorang untuk dinikahi.

Berapa umurmu sekarang? Standarmu tinggi sekali. Kau mau Ibu terus tinggal dengan tetangga kita?

Aiyo, jangan khawatirkan apa yang orang lain pikirkan.

Oh iya, jangan pernah pikirkan yang orang lain pikirkan.

Tapi yang dipermalukan selalu saja orang tua.

Benar-benar!

Logikamu sangat sempurna,

tapi kenyataannya sangat sulit. Siapa yang ingin kencan dengan orang tak punya emosi sepertimu?

Tapi Bi,

selama kemungkinannya lebih dari nol persen, aku harus lebih berusaha lagi.

Dalam hal ini, bukannya kau harus pulang untuk makan malam agar bisa meningkatkan peluang untuk semakin dekat dengan Ayahmu?

Apa kita bertemu dengan Nn. Qiu di jam empat?

Ya, tapi ini masih pagi.

Kalau begitu Bibi akan balik ke sekolah. Kau bisa berkeliling disekitar sini.

Hei, mungkin jodohmu sedang menunggumu di sini. Meningkatkan kesempatanmu, bukan?

Tapi aku tak kenal jalan disekitar sini, bagaimana aku akan berkeliling?

Berarti kau harus "tersesat".

- Dah. - Hei, Bibi!

Terima kasih atas kedatangannya!

Kau masih ingat cara mainnya?

Aku sudah lupa. Apa butuh waktu lama untuk mendapatkannya?

- Cuma Kue Kebahagiaan Ganda (kue yang ditawarkan selama pernikahan) . - Kenapa banyak sekali? Biar aku bawakan.

Kenapa ada dua tas Kue Kebahagiaan Ganda?

Yang satunya untuk Kakek Ang.

Kakek Ang. Dia sudah tua sekali, bukan?

- Umurnya sekarang sudah seratus tahun. - Yang benar?

Kau bisa bantu bawakan ini untuknya.

Pergilah ke rumahnya dan coba periksa. Rumahnya benar-benar beda sekarang.

Oh, oke. Hati-hati di jalan ya.

- Iya, cepat pulang! - Dah.

Permisi, apa ini rumah Kakek Ang?

Ah, ya. Dia pamanku.

Oh, Ibuku bilang Kue Kebahagiaan Ganda ini untuknya.

Oke, terima kasih.

Di sini sudah banyak berubah.

Iya, itu karena kami merenovasi rumah ini.

- Kau bisa berkeliling dulu. - Oke. - Ibuku mengizinkan para tamu untuk melihatnya.

Oke, terima kasih.

Adik kecil, jangan menangis.

Kakek akan memberimu permen. Jangan nangis lagi ya.

Sebenarnya, aku ingin mengambil

foto dari bangunan-bangunan lama.

Aku ingat Nenekku dulu pernah cerita kalau

waktu masih kecil, Nenekku suka berlari ke bungalow seperti ini di sini

dan melihat banyak orang asing menari bersama.

Nenek kira itu imajinasi masa kecilnya tentang cinta,

jadi aku yakin kalau para pembaca lihat foto-foto ini,

mereka juga bisa memahami penglihatan tentang cinta pada masa itu,

dan itu akan menjadi sangat istimewa.

Oke.

Aku rasa yang kau maksud dengan "penglihatan tentang cinta"-mu cukup bagus.

Kita akan bahas lagi nanti.

Terima kasih!

Kalau begitu...

bicara soal cinta, bagaimana denganmu?

Haruskah kita bicara soal cinta?

Kau ingat dulu kita pernah bekerja sama untuk proyek

yang judulnya "Langkahku"?

Seseorang tidak harus hidup dengan cepat, lambat atau bahagia,

mereka cukup mengikuti pikiran dan langkah mereka sendiri

agar mereka bisa hidup dengan sangat nyaman dan bebas.

Itu kan sudah terjadi lima tahun yang lalu!

Apa sudut pandangmu tentang hidup masih seperti dulu?

Aku tidak bilang aku tidak ingin berkencan.

Aku hanya merasa kalau hal-hal ini

harus berjalan dengan wajar. Singkatnya,

kalau itu ditakdirkan untuk terjadi, maka akan terjadi.

Astaga, itu mengerikan.

Kau bahkan tidak ingin mencoba atau berusaha,

dan hanya ingin menunggu bantuan dari Tuhan.

Mau kemana?

"Langkahku". Kencan.

"Langkahku". Pergilah.

- Sampai nanti. - Dah.

Halo, Bos. Aku ingin beli satu pak

minuman yang baru saja kucoba.

Nn. Qiu?

Ah, iya.

Halo, aku Shi Zheng Xiong.

Ah...

Kita sudah buat janji?

Sudah. Bukannya kita punya janji kencan buta di sini jam 4?

Kencan buta?!

Bibiku yang mengaturnya dengan Ibumu.

Ah, dalam hal ini, aku akan perkenalkan diri dulu.

Namaku Shi Zheng Xiong. Kali ini, aku pulang dari Amerika khusus untuk melakukan kencan buta.

Aku tinggal di Silicon Valley. Aku mengambil jurusan matematika dan bekerja sebagai Insinyur.

Sebelumnya, aku sudah 3 kali pulang ke Taiwan dari saat masih kecil. Pertama, saat Kakekku meninggal dunia.

Kedua, saat Nenekku meninggal dunia.

Dan ketiga, saat Ibuku juga meninggal dunia. Jadi aku sudah tinggal di Taiwan kira-kira dua tahun.

Lalu...

bagaimana denganmu?

Sebenarnya, aku juga pulang ke sini khusus untuk melakukan kencan buta.

Tapi situasiku sedikit lebih istimewa.

Aku tak ingin menyembunyikan ini, tapi aku sudah punya dua anak berumur 5 tahun dan 8 tahun.

Karena Ibuku menjalankan bisnis hostel,

kondisi keuangan kami tidak benar-benar bagus.

Tapi jangan khawatir, biaya pengeluaran kami tak begitu besar.

Kalau aku hanya membeli tas bermerek sebulan sekali,

dan berlibur 4 kali setahun, biaya pengeluaran yang harus kau berikan sebulan sekali

cuma sekitar ¥100.000.

Oh iya, karena aku sudah melahirkan dua anak,

kalau tak keberatan, tak apa-apa kan kita tak perlu punya anak lagi?

Nn. Qiu, situasimu ini cukup... unik.

Apa kau keberatan kalau aku menelepon dulu?

Sini.

Zheng Xiong.

- Bibi, ini Nn. Qiu— - Nn. Qiu—

- Nn. Qiu... - Qiu...

Sini. Zheng Xiong.

- Bibi, ini Nn. Qiu— - Nn. Qiu—

- Nn. Qiu... - Qiu...

- Dia...? - Maaf, aku memang lajang tapi aku bukan Nn. Qiu yang kau cari.

Nn. Qiu, sini. Silakan duduk.

Maafkan aku.

Nn. Qiu, aku akan pesankan teh oriental untukmu. Bagaimana?

Baiklah, terima kasih.

Halo, Nn. Qiu. Aku Shi Zheng Xiong.

Berkaitan dengan aspek teknis ini,

rasionya harus besar.

Baik, baik...

Ini harus berbentuk persegi.

Kalau tidak, kita bisa menyesuaikannya.

Kalau kita ingin memotongnya, maka kita harus tinggalkan..

Ah Long!

Bibi Qiu! Lama tidak bertemu.

Bibi mengecat rambut?

Kau bukannya di Shanghai?

Awalnya aku memang di sana, tapi tak mudah bekerja di sana sekarang.

Begitu aku pulang, ternyata banyak hal yang sudah terurus. Mungkin berikutnya aku pergi ke Jepang atau ke tempat lain.

Mau kemana? Aku akan tangani untukmu.

- Tak apa, kau bisa fokus kerjaan dulu. - Aku akan antar.

Tak apa, tak apa. Kembalilah bekerja.

Oke, oke, oke...

Maksudku tinggalkan yang ini.

- Oke? - Tentu.

Bangunan yang ini mengikuti garis lingkaran ini.

Sampai jumpa lagi. Oke, dah.

Ayo cepat makan.

Kau membuat kami menunggu.

Ayo makan.

Kakak, ini untukmu.

Oooh!

Kau kan sudah lama pulang, kau sudah bertemu dengan seseorang yang kau suka?

Jangan terburu-buru, masih ada waktu tiga minggu lagi.

Tuangkan airnya.

Ada apa?

Jadi kau berencana menghabiskan waktumu dengan kencan buta?

Kenapa kau tidak buat saja iklan "Mencari Istri Potensial" di koran?

Apa itu lebih efisien?

Kau kan belum lama ini pulang,

kau harus berjalan-jalan disekitar sini. Ini kampung halamanmu.

Dengan begitu, kau bisa memahami tempat ini lebih baik.

Metro of Love (Tai Bei Ai Qing Jie Yun Gu Shi / 台北愛情捷運故事) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Metro of Love (Tai Bei Ai Qing Jie Yun Gu Shi / 台北愛情捷運故事)

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left