نخستین 200 خط.
Subtitle dari DramaFever Diterjemahkan oleh indri danti22
Matilah.
Kenapa mereka yang harus putuskan aku harus mati atau tidak?
Maaf saja, tapi aku menolak.
Ternyata gadis dengan masker hitam yang sering kugambar adalah kau.
Aku bisa menunggu sampai bayangan itu berlalu.
Pelukan itu membuatku percaya akan adanya cinta untuk pertama kalinya.
Tadinya aku ingin berikan ke Zhao Yu.
Kau mencintai Zhao Yu.
Catatan "I 94 U" itu juga buat Zhao Yu.
Ini sudah berakhir.
Ternyata... aku tidak butuh cinta.
Mulai sekarang, kau dan aku sudah selesai.
Aku tidak mengenalmu dan kau tidak mengenalku.
Ada apa denganmu?
Hei.
Ada apa?
Halo, apa ada orang? Zhao Kai Jia...
- Aku mau ke kamar. - Hei, ada apa?
Apa? Kau tak ingin aku melihatmu gunting kuku?
Sepertinya aku pernah melihat ini.
Bukan begitu.
Aku cuma tidak ingin bicara saat ini.
Ada apa? Kau akan merasa baikkan kalau bicara denganku.
Apa tempo hari terjadi sesuatu antara kau dan Jun Ren?
Kalian berdua berpisah?
Imajinasimu membuatku terkejut.
Kalau seorang wanita menemui pacarnya...
lalu pulang ke rumah dan merajuk sambil gunting kuku...
kalau bukan putus, apa lagi?
Bagus juga kalau kalian berdua putus.
Jun Ren harus fokus pada Ruby.
Kalau dia memperlakukan Ruby dengan baik, catatan "I 94 U" itu akan berarti untuknya.
- Sebenarnya, catatan itu... Jun-- - Apa lagi...
Kau punya aku. Kau bisa memilihku.
Aku sudah selesai.
Aku kan masih belum selesai mengatakannya.
Ada apa dengan ciuman itu?
Ini sudah berakhir.
Ternyata... aku tidak butuh cinta.
Mulai sekarang, kau dan aku sudah selesai.
Aku tidak mengenalmu dan kau tidak mengenalku.
Li Jun Ren. Apa kau harus putus dengannya sampai sedramatis itu?
Ini tidak masuk akal.
Kalau mereka masih jadian...
Kenapa dia membiarkan Kai Jia bekerja dan tidur di lantai?
Dan tak masalah saat dia kembali ke rumahku?
Tapi kalau mereka putus, kenapa dia menciumnya?
Aku tidak mengerti.
Kenapa aku yang merasa lebih terganggu ketimbang mereka yang sudah putus?
Aku tidak mau pikirkan itu lagi.
Shi Zhao Yu! Berita besar, lihat!
"Pangeran lajang Da Ming Group dan putri dari Raja Kilang Anggur..."
"akan menikah akhir bulan ini."
Lihat, ini Jun Ren dan Ruby!
Bahkan ada tinggi badan, berat badan dan segalanya.
Mereka tertutup sekali. Kenapa mereka tidak beritahu siapa-siapa?
Bukannya tingkat privasi ini sudah berlebihan?
Bagaimana bisa?
Apa yang Jun Ren pikirkan?
Kai Jia, kau cemburu?
Hmm, benar juga. Kau dan Jun Ren kan cukup dekat.
Aku bahkan mengira kalian akhirnya akan bersama. Tapi sekarang dia akan menikahi Ruby.
Sepertinya dia ingin makan koran ini...
Apa karena Jun Ren-- Itu mengerikan!
Sekarang semuanya menjadi semakin janggal.
Jangan buat asumsi yang liar.
Apa itu?
Dia sedang moody. Ini sudah waktunya.
Kau bahkan tahu siklus menstuasinya?
Kalian benar-benar kacau.
Akhirnya datang juga.
Apa yang ada di koran itu benar?
Sulit dipercaya mengingat yang terjadi tempo hari.
Bagaimana keadaanmu belakangan ini? Kau baik-baik saja?
Kau tidak serius kan waktu kau bilang kau tidak butuh cinta lagi?
Kalau kau ingat, aku sudah bilang kita sudah selesai. Kita tidak saling mengenal.
Berhenti bersikap seperti ini.
Kita tidak bisa pura-pura jadi orang asing setelah 20 tahun. Jelaskan.
Maaf.
Terus! Temukan keseimbanganmu.
- Seperti menunggang kuda. - Oke.
Kau tak merasa celana putih itu tembus pandang?
Orang bisa lihat warna pakaian dalam yang--
Li Jun Ren!
Aku takkan biarkan kau lewat sampai kau menjelaskannya.
Berita pernikahan kau dan Ruby itu benar apa tidak?
Kalau benar, apa kau ingin membuatnya bahagia?
Apa yang kau pikirkan?
Pertanyaanmu benar-benar mengganggu. Apa kita sedekat itu?
Jangan pura-pura.
Aku cuma ingin kau jelaskan pernikahan itu
dan jelaskan bagaimana kau akan perlakukan Ruby.
Kau naksir padaku?
Kau menghindari pertanyaanku.
Aku masih tidak mengerti apa yang kau bicarakan.
Aku harus ganti baju. Kecuali, kau ingin bergabung denganku.
Aku tidak akan keberatan.
Hei, ada gadis lain di sini!
Kenapa kalian semua berdiri?
Kalian juga di sini?
Ruby.
Apa benar kau dan Jun Ren akan menikah?
Kalian sudah tahu?
Itu... benar.
Awalnya aku ingin mencari waktu untuk beritahu semuanya
dan berikan undangan pernikahan.
Aku tidak menduga paparazzi itu membiarkan kucing keluar dari tasnya.
Aku punya kabar baik lainnya.
Um...
Aku menandatangani kontrak dengan label musik. Aku akan rilis sebuah album!
Wah. Selamat ya, Ruby!
Lihat semua kabar baik ini!
Mereka punya selera bagus. Nama label musiknya apa?
Sebenarnya, itu...
label musik indie baru. Mungkin kau belum pernah mendengarnya.
Bagaimanapun, aku ingin adakan pesta besar
setelah mengatur waktu perilisan album dan tanggal pernikahan!
Mengagumkan!
Kai Jia, Zhao Yu. Kalian harus datang! Aku ingin kalian ada di sana.
Jangan khawatir, Ruby. Kami akan datang.
Dan juga, aku sudah siapkan beberapa berkat
untuk pernikahan masa depan teman-temanku. Ini, dengarkan.
Semoga alam semesta memberkati kalian dengan 100 tahun persatuan!
Berkat alam semesta untuk pasangan yang saling melengkapi ini...
- Ruby, selamat ya! - Semoga kalian tetap bersama selamanya!
Terima kasih.
Kau sudah selesai?
Tunggu aku. Kita pulang bersama.
Kau punya pertanyaan lagi?
Karena kau akan menikah, aku dan Kai Jia harus beri selamat padamu.
Semoga pernikahan kalian langgeng.
Rumah tangga kalian diberkati! Semoga cinta kalian abadi seperti burung phoenix!
Hei. Aku belum selesai, kalian... Kalian mau kemana?
Kenapa kau menyeretku?
Kalau kau tetap di sana, semua orang akan mengira kau sedang dicampakkan.
Karena mereka akan menikah, berbahagialah untuk mereka.
Tentu saja aku berbahagia untuk mereka, tapi apa kau tidak merasa ada yang tidak beres dengan Jun Ren?
Apa maksudmu?
Apa orang yang ingin menikah akan bilang dia tidak butuh cinta?
Dia bilang begitu padamu?
Cinta dan pernikahan bukanlah hal yang sama.
Mungkin dia ingin berkonsentrasi pada Ruby,
makanya dia putuskan untuk menolak jenis cinta yang lain.
Tapi dia tidak terlihat seperti orang... yang akan segera menikah.
Lalu dia harus terlihat seperti bagaimana?
Dia sudah menikahinya 2 kali.
Apa dia akan terlihat bahagia untuk ketiga kalinya?
Selain itu, wajahnya memang selalu begitu.
Kalau dia tersenyum terus, akan jadi aneh.
Benar juga.
Bukannya mereka menikah setelah lulus 2 kali sebelumnya?
Dan juga, bukannya Ruby tadi bilang albumnya akan dirilis?
Sebelumnya, dia harus menunggu sampai tahun 2017 untuk rilis albumnya.
Kenapa sekarang rilisnya di tahun 2008?
Apa semuanya harus terjadi seperti ini?
Apa jangan-jangan kita sudah mengacaukan garis waktu dengan perjalanan waktu kita kali ini?
Kalau semua yang terjadi dalam kehidupan Ruby terjadi lebih awal...
Berarti, bunuh dirinya...
Bagaimana kalau...
Jangan berpikir seperti itu.
Kita kembali kali ini khusus untuk menyelamatkannya.
Apapun yang terjadi, aku yakin Jun Ren akan fokus dengan itu.
Tapi kali ini situasinya beda.
Jun Ren benar-benar terluka.
Kau yakin kau sendiri tidak begitu?
Apa yang dia bilang padamu di menara jam sampai kau gelisah seperti ini?
Sebenarnya, Jun Ren...
Akui saja kau sedang patah hati.
Mulai lagi. Kau tidak pernah memberiku kesempatan untuk menjelaskannya.
Aku mulai lagi? Aku ini sedang berusaha menghiburmu. Astaga.
Kalau aku tahu, aku pasti sudah minta ayahku perhatikan mulutnya.
Dia menyerahkannya langsung ke surat kabar.
Sekarang satu kampus tahu soal pernikahan itu.
Aku tidak bisa menutup-nutupinya sekalipun mau.
Jujur saja, aku terkejut waktu ayahmu tiba-tiba memutuskan
melewatkan pertunangan dan langsung ke pernikahan.
Bukannya itu idemu?
Aku rasa itu idemu.
Itu bukan ideku!
Itu idemu.
Bukannya kau membenci perkawinan politik dan tidak ingin menikah?
Jadi, ayahku menyarankan unuk melewatkan pertunangan dan diganti dengan pernikahan.
Kuserahkan padamu. Aku sudah bilang padanya kalau kau tak masalah dengan itu, aku memang begitu.
Siapa yang tahu kau akan menyetujuinya? Akulah yang terkejut, jujur.
Kau tidak senang menikah lebih awal?
Aku rasa kau sudah gila.
Kau bahkan tidak ingin menikahiku. Kenapa kau setuju?
Kau masih marah soal malam itu?
Maafkan aku.
Suasana hatiku sedang buruk hari itu, makanya aku mengatakan banyak hal secara tidak sengaja.
Sungguh aku tidak sengaja mengatakannya.
Kau benar-benar jahat. Kau tidak pernah begitu sebelumnya.
Kau bahkan bilang...
Aku tidak berbakat seperti yang kuyakini.
Aku bilang begitu?
Aku tidak ingat.
Mungkin... aku terlalu mabuk.
Maaf. Bagaimana kalau...
Aku menebusnya untukmu.
No comments yet. Be the first to leave one.