نخستین 200 خط.
Streaming Movie & TV Series Netflix di situs IDLIX
Aku Dan Schneider.
Aku seorang apoteker.
Aku hampir dapat mengingat semua bagian dari hidupku.
Itu semacam kisah yang gila.
Jika kau tetap fokus, kita bisa mulai dari awal.
Aku bisa bercerita, tetapi sampai sejauh mana kau ingin aku berhenti?
- Apa pertanyaanmu selanjutnya? - Kau bisa cerita sampai...
Baiklah, akan kucoba.
- Aku tak pernah mencoba menjadi aktor. - Jangan. Kau pria sejati!
Kurasa aku bisa disebut obsesif jika menurutmu seperti itu.
Aku punya kaset dan video berisi ratusan jam
percakapan telepon yang disadap...
tentang yang menimpaku.
Biar kuberi tahu.
Itu sangat tidak pantas atas cara polisi menjelaskan apa yang mereka lakukan.
Sekali lagi, Tuan Schneider, aku tersinggung atas maksudmu.
Putraku dibunuh,
saat membeli kokaina di Lower Ninth Ward.
Polisi bersikap itu hanya transaksi narkoba yang kacau.
Anak-anak ini mungkin pantas mendapatkannya.
Kau tak akan mendikteku. Aku sedang berbicara.
Jangan bicara begitu. Kami kehilangan putra.
Kami baru kehilangan putra. Dia tidak, paham?
Dia tak kehilangan putranya!
Kepolisian New Orleans itu korup.
Hampir tak pernah ada kasus pembunuhan yang terpecahkan.
Namun, aku bertekad meringkus pembunuhnya
dan jika polisi tak mau, aku yang akan lakukan.
Di berita lain, keluarga St. Bernard berjuang mencari keadilan.
Takkan kubiarkan mereka menjatuhkanku.
Danny Schneider, 23 tahun, ditembak mati di mobilnya.
Polisi berkata tak cukup bukti untuk pengusutan.
Orang tua Schneider dilanda kesedihan.
Dia anak yang baik.
Dia tak pantas menerima ini.
Dalam perjuanganku menuntut keadilan untuk Danny,
aku berjanji akan bekerja keras...
untuk menyelamatkan nyawa orang lain.
Awalnya, misiku hanya menuntut keadilan untuk putraku.
Kemudian aku perhatikan, saat di apotek,
jumlah resep opioid berdosis tinggi yang tak lazim.
Apoteker di Chalmette, Daniel Schneider, mengatakan
dia mengambil cuti kerja di apotek
untuk memerangi penggunaan ilegal dari OxyContin.
Ada dokter tertentu yang memakai izin praktiknya
untuk menghancurkan masyarakatku.
Aku tak hanya menyaksikan malapraktik, tetapi juga korupsi dan konspirasi.
Orang-orang sekarat setiap minggunya.
Remaja berusia 18, 20 dan 25 tahun.
Aku dapat melihat wajah putraku di wajah mereka.
Aku tak bisa menyelamatkan putraku.
Namun, aku bisa menyelamatkan anak-anak lain.
Aku tak akan membiarkan obat ini terus merenggut nyawa.
Aku mulai menyadari ada misi yang lebih besar di sini.
OxyContin. Diproduksi oleh Purdue Pharma.
Aku melihat wabah opioid ini dalam masa pertumbuhannya.
Kita menciptakan pecandu di seluruh negeri ini.
Purdue bisa saja bertindak untuk hentikan ini,
tapi mereka melihat profitnya.
Mereka tak hanya penjahat kerah putih...
tetapi juga pembunuh berkerah putih.
Pembunuh putraku menanggung akibatnya.
Bagaimana dengan Purdue Pharma? Apa konsekuensinya?
Mereka melahirkan krisis yang membunuh ratusan hingga ribuan orang.
Apa konsekuensinya?
SERIAL DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL
ST. BERNARD PARISH LOUISIANA, AS
St. Bernard Parish, tepat setelah New Orleans.
Kami biasa menyebutnya Negara Tuhan.
Diapit antara Sungai Mississippi
dan rawa-rawa.
St. Bernard daerah kelas menengah.
Kami punya dua kilang minyak besar.
Nelayan, pemancing kepiting dan tiram.
Selalu ada yang jual udang di pinggir jalan.
Ayahku dahulu sering mengajak aku dan adikku.
Dia sering berkata pada Minggu, "Kita akan berkendara ke ujung dunia."
Dia akan membawa kami jauh ke dalam paroki...
melewati Chalmette, Meraux, Poydras dan Violet.
Jauh sampai ke ujung Delacroix Island berada.
Yaitu Teluk Meksiko.
Dia hanya berkata, "Ini lautnya.
Ini teluknya. Ini ujung dunia bagi kita."
Kami selalu berpikir ini ujung dunia untuk semua orang.
Aku memulai sebagai gelandang di sepak bola Amerika.
Aku punya tangan dan kecepatan yang baik.
Namun, penglihatanku buruk.
Kami alami musim yang luar biasa.
Saat aku melihat Annie, dia makhluk termanis.
Aku adik kelasnya.
Aku suka kepribadiannya.
Aku tak merebut hatinya karena tampangku, paham?
Namun, kami benar-benar saling jatuh cinta.
Kami menikah beberapa tahun setelah lulus SMA.
Jujur, aku tak tahu harus melakukan apa.
Temanku mengatakan apoteker adalah pekerjaan yang baik.
Aku tak tertarik dengan pekerjaan itu, namun...
aku harus pilih pekerjaan dengan cepat
agar aku bisa menggapai cita-cita mempunyai anak dan rumah.
Aku menjadi apoteker pada tahun 1975.
Aku bekerja untuk Apotek Bradley.
Bisa disebut juga toko obat pedesaan.
Aku senang dapat berinteraksi dengan para pasien,
dapat merasa seperti aku menolong mereka.
Aku memilih apotek dan terjebak di dalamnya.
Lihat siapa yang baru saja mandi.
Kami menanti lima tahun sebelum kelahiran putra pertama kami, Danny.
Menyenangkan mempunyai anak laki-laki yang...
dapat diajak bermain.
Dia anak yang baik. Ramah dan peduli. Dia selalu gembira.
Lalu kami punya seorang putri, Kristi.
Keluargaku teramat erat saat beranjak dewasa.
Kami sering pergi berlibur keluarga.
Itu si Tin Lizzie tua.
Perjalanannya jauh. Bisa melintasi antar negara bagian.
Itu pemandangan Lembah Shenandoah.
Kami berada di Alabama. Itu terlihat seperti pohon Alabama.
Banyak orang mengira kami seperti keluarga Griswold.
Inilah kami. Keluarga Griswolds.
Diam!
Tipe mobil kami sama dengan mereka.
Danny mirip dengan Chevy Chase.
Intercourse, Pennsylvania.
Kami melihat orang Amish.
Orang-orang Amish.
Faktanya, saat merayakan Natal,
kami biasa memiliki pohon Natal raksasa.
Setinggi 5,2 meter di dalam rumah kami.
Seperti di film Christmas Vacation di setiap Natal selama hampir 20 tahun.
Setiap tahun, ayahku ingin punya pohon Natal,
pohon terbesar yang bisa didapat.
Ini tahun 1989.
Teman-teman dan kerabat
akan datang untuk bantu menghias pohonnya.
Seperti tradisi keluarga saja.
Baik, tunggu sebentar.
Serasa hidup yang sempurna.
Kami tak menginginkan hal lain. Kami punya segalanya.
Klan Schneider.
- Kau di mana, Nak? - Di atas sini.
Naik pesawat dari...
Putraku sangat baik dan peduli.
Seiring bertambah usia, dia sungguh menjadi semacam pecinta perdamaian.
Dia sangat kreatif. Dia suka menulis puisi.
Banyak temanku yang menyukai Danny dan itu membuatku jengkel.
Akankah dia berhasil? Ya Tuhan!
Hampir!
Danny ayah yang baik. Dia ayah yang penyayang.
Dia memastikan anak-anaknya mendapatkan yang diperlukan dan inginkan.
Nanti, saat punya sedikit uang,
aku ingin membuat sebuah proyek bersama Danny.
Aku dan Danny membongkar mobil Mustang ini.
Mengeluarkan mesinnya dan membangun ulang mobilnya.
Kami biasa berkendara jauh dengan Mustang itu. Kami suka mobil itu.
St. Bernard Parish tepat berdampingan dengan Lower Ninth Ward.
Suatu hari, aku mengajak Danny ke Lower Ninth Ward, yang berada di kota.
Kami berkendara dan melihat rumah tempat keluarga kami berasal.
Keluargaku pindah dari Ninth Ward
saat era yang disebut Eksodus Kulit Putih.
Itu rasial.
Sebagai anak yang besar di kota,
banyak warga Afrika-Amerika membeli rumah di Lower Ninth Ward
dan orang Amerika kulit putih pindah ke St. Bernard.
Ini seperti dua dunia berbeda.
KAMI INGIN NEGRO INI PERGI
Saat itu tindakan rasisme sungguh terjadi di depan mata.
Kau senantiasa dipanggil negro
atau mereka tulis di mobil, atau ditulis di atas sesuatu.
Kami tumbuh dewasa dengan hal itu.
Pada dasarnya disebut kota di dalam kota.
Hari ini, aku ingin menjadi gadis...
Kami biasa bermain sofbol di tanggul.
Kami biasa mengadakan pesta kecil berdasarkan ukuran pinggang.
Mereka menyebutnya bersenang-senang,
saat semua orang berkumpul dan bersenang-senang.
Namun, pada tahun '80-an, lingkungannya...
berubah total.
Perumahan dan jalan di New Orleans
dipenuhi oleh pecandu-pecandu kokaina.
Saat itu, wabah kokaina mulai terjadi.
Itu makin memburuk.
Aku tumbuh besar di Lower Ninth Ward.
Itu sebuah tempat...
yang kami anggap neraka.
WARGA
Kau melihat orang kulit putih di sini...
"Kau bukan polisi? Kau ingin membeli sesuatu?"
Di lingkunganku di daerah Ninth, dari sana mulanya.
Mereka berasal dari St. Bernard Parish, datang membeli narkoba.
Aku sudah mengetahui saat itu,
sejumlah anak-anak dari St. Bernard ditembak mati
saat membeli narkoba di daerah Ninth Ward.
Sebenci apa pun kukatakan...
Aku dengar dan baca di koran dan...
Sikapku saat itu, aku tak bangga, itu adalah...
"Anak-anak itu tak seharusnya di sana."
Kini kita masuk ke rumah Schneider.
Mari lihat apa yang terjadi di sini di Hari Natal.
25 DESEMBER 1995
No comments yet. Be the first to leave one.