نخستین 200 خط.
Sayang, perlu kupindahkan mobilnya?
- Itu tak menghalangi. - Baik.
Gawat. Gerakan iron cross.
- Dia akan tumbang. - Astaga, Phil.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Aku baik-baik saja.
Kenapa kita menyimpan mobil ini?
- Itu mobil klasik. - Tidak, ini tak pernah dipakai.
Sabuk pengamannya tak berfungsi, pintunya lengket, olinya bocor.
Sudah sepuluh tahun mobilnya tak diisi oli.
Aku akan memperbaiki semua itu. Tunggu saja.
Lalu, ini akan menjadi mobil Haley.
Jangan berikan kepada Haley.
Terlalu mudah memasukkan kasur ke kursi belakang.
Ingat?
- Tidak. Kita akan menjualnya. - Apa?
Kecuali kau merasa tak bisa.
- Sungguh? - Ya.
- Sungguh? - Kau tak bisa.
- Kau pikir itu akan berhasil? - Kau tak bisa menjualnya.
Kau tahu? Kau boleh menghina banyak hal tentangku.
Rambutku, suaraku, latihan papan keseimbanganku.
Tapi jangan menghina penjualanku. Itu melewati batas.
Batas apa? Kau tak melihatnya? Itu karena aku baru menjualnya.
"Meski bintang berkulit cokelat palsu itu mengeklaim sudah enam minggu tak mabuk,
sumber dari Australia berkata
dia sudah berkeliaran ke banyak bar seperti kanguru teler."
- Ayah membacakan apa? - Jika aku harus membaca
The Very Hungry Caterpillar sekali lagi, aku akan jadi gila.
- Tidak seburuk... - Aku akan menjadi gila!
Aku sudah menaruh kotak perkakas di luar dan semua suplainya sudah siap.
- Kurasa kita sudah siap. - Bagus.
Kau tak akan berganti kostum pekerja?
Tidak, dan kurasa pekerja tak benar-benar menyebutnya kostum.
Kami akan membangun istana putri untuk Lily.
Itu hal yang ingin bisa dilakukan semua ayah bagi putrinya, kau tahu.
Dan aku merasa diriku cukup ahli mendesain istana.
Aku sudah membuat beberapa sketsa.
Yang sudah kita arsipkan.
Jadi, kita bisa memakai modelnya.
- Ya. - Modelnya.
Model, yang akan kita lakukan bersama.
Aku takut sekali melakukan ini bersama Mitchell.
Dia membangun beberapa set teater saat kuliah atau semacamnya
dan sekarang dia pikir dia ahli membangun.
Dia bukan ahli.
Semua proyek pertukangan di rumah yang sudah kami lakukan
penuh dengan kejadian nyaris mati.
Membuat hidangan pembukanya, kita akan...
Jika kecelakaan terjadi, kuharap itu membunuhku
karena kurasa aku takkan menjadi orang lumpuh yang menginspirasi.
Manny, tenang. Dia belum datang.
Kau harus agak lebih santai.
Kau tak ingin membuat pacarmu takut.
Dia bukan pacarku!
Dia hanya datang untuk mempelajari siklus kehidupan ulat sutra.
Dia datang! Baiklah, bagaimana rambutku?
- Kukira dia hanya teman. - Aku mendengar itu.
Aku tak berbisik.
Manny, buka pintunya. Buat dia merasa diterima.
Kelly, selamat pagi. Aku senang kau datang.
- Ini ibuku. - Senang bertemu denganmu.
Dalam budayaku, ibu sangat dekat kepada putra mereka.
Bahkan, penyebab kematian utama di antara wanita Kolombia
adalah saat putra mereka menikah.
Tapi aku tak seperti itu.
Aku hanya ingin Manny bahagia.
Manny, berikan empanada kepada temanmu, Kelly.
Tidak, terima kasih. Aku mencoba menjauhi lemak trans.
Aku yakin satu takkan berpengaruh. Ini favorit Manny.
Kurasa aku juga mau berhenti makan lemak trans.
Hei, Bu, ini dari kapan?
Itu pada tahun ayah dan ibu pergi ke Rose Bowl.
- Pertandingan hebat. - Ya.
Ibu tampak cantik sekali.
- Terima kasih, Sayang. - Jadi, apa yang terjadi?
Lukey, semua orang pasti menua.
Hanya karena ada bagian ibu dan ayah yang tak seperti dahulu...
Maksudku di pertandingannya.
Kami dihajar oleh Penn State.
Tapi paradenya hebat. Angela Lansbury pemimpinnya.
Menyenangkan, itu katanya.
Baik. Ayo kita kembali bekerja.
Takkan ada yang mau membelinya jika kotor begini.
Bu, di mana tempat sampah?
Itu...
Sayang, kau tak bisa membuang itu. Itu Blankety.
- Itu menjijikkan. - Tidak, Sayang.
Kau menyayangi Blankety. Kau tak mau pergi ke mana pun tanpanya.
Ya, sampai Luke memuntahinya.
Ya, aku dahulu selalu muntah.
Ingat Buckety?
- Lihat ini. - Apa itu?
Kita pergi ke pantai suatu hari
dan Luke sangat bersenang-senang
sampai dia ingin membawa pulang stoples sinar matahari
agar dia bisa selalu mengingatnya.
- Kau ingat, Sayang? - Tidak, jangan dibuka.
Kau kira kau benar-benar memerangkap sinar matahari di sana?
Kuberi tahu saja sekarang,
aku tak mau mengurusnya saat kalian meninggal.
Hentikan. Itu manis.
Rasanya masih panas.
Hei, itu pria yang tadi datang dan sangat tertarik.
Siapa namanya tadi? Sial.
Kau tak bisa menjadi penjual tanpa mengingat nama orang.
Itu sebabnya aku suka memakai yang disebut, "jembatan kedelai"
atau trik kecil untuk membantu kita mengingat.
Seperti kemarin, aku bertemu pria bernama Carl.
Aku mungkin lupa nama itu,
tapi dia memakai kaus Grateful Dead.
Band apa yang seperti Grateful Dead? Phish.
Di mana ikan tinggal? Di laut.
Apa lagi yang tinggal di laut?
Karang. Halo, Carl.
Kurasa namanya "jembatan keledai".
- Kurasa aku akan ingat. - Baik.
Ayah pasti bisa.
Baik. Dia mirip pemain drum dari Foreigner.
Foreigner, orang asing. Dari Beirut. Berima dengan semut. Semut merusak piknik.
Apa kabar, Nick?
Sungguh?
Itu bagus.
Ya, mampirlah kapan saja. Kami di sini seharian.
Terima kasih.
Coba tebak?
Katamu aku tak bisa menjual ini?
Kau akan menyantap pai rasa malu yang berisi burung gagak
dan penyesalan karena aku baru menjualnya.
Rasakan itu, Gadis Bertato Negatif.
- Sayang, tunggu. - Tidak.
Seseorang tidak suka kalah.
Sayang.
Sayang.
Maafkan aku.
Saat aku terbangun pagi ini, aku benci mobil itu.
Memikirkannya sekarang membuatku marah.
Tapi saat kita membongkarnya,
Blankety, semua barang-barang itu,
aku hanya...
Memikirkan seluruh bagian hidup kita akan pergi...
Kita bisa menyimpan Blankety.
Tidak.
Lihatlah mereka.
Ayolah, semenit yang lalu, mereka masih bayi.
Lalu sekarang mereka berkemudi,
dan tak lama lagi kita akan mati.
Kau meninggalkan beberapa menit yang hebat.
Pensiun, usia tua,
kursi keren yang bisa menaiki tangga.
Ya. Maafkan aku. Sikapku menggelikan.
Jangan minta maaf. Aku mencintaimu saat sikapmu manusiawi.
Dengar.
Hei, dengar.
Kita tak perlu menjual mobilnya.
Sayang, tentu saja perlu. Tidak masuk akal untuk menyimpannya.
Apa yang bisa kulakukan untuk menghiburmu?
Tidak ada.
Kecuali kau bisa membuatkanku mesin waktu.
Sayang,
sampai seseorang tahu cara mencegah lubang cacing hancur dengan sendirinya,
itu hanya impian belaka.
Phil. Kembalilah, Phil.
ISTANA PUTRI
Ya, aku menemukan...
Aku menemukan pistol pakunya.
Hore.
Aneh sekali. Itu dibungkus di dalam handuk tua,
yang dimasukkan ke kotak di rak lemari paling atas.
Taruh saja di konter.
- Awas! - Ayah sedang apa di sini?
Ayah hanya mengembalikan crock-pot yang dipinjam Gloria.
Ya, aku lupa kau punya crock-pot itu, Jay.
Kami sedang bersiap-siap membangun istana putri untuk Lily jika kau...
- Mau membantu? Ya, tentu. - Jika kau tak keberatan, Mitchell.
Ya. Tidak, Ayah.
Ingat betapa asyiknya saat kita membangun rak buku itu bersama?
Itu seperti Perang Vietnam bagiku.
Dan aku ada di Perang Vietnam.
Lihat kita.
Tiga pria konstruksi.
Ayah, akan kuambilkan sarung tangan pekerja.
Aku punya warna biru dan krem. Kau suka yang mana?
Kau yang tentukan.
Bukankah lebih mudah jika semua catatan ditulis di buku yang sama?
Menurutmu begitu?
Maksudku, kita selalu bolak-balik.
Aku akan menaruh catatanku di bukumu saja.
Siapa yang mau susu cokelat?
Tentu, Bu.
- Jadi, bagaimana? - Bagus!
Kelly memindahkan catatannya ke bukuku.
Ini mendadak.
Itu hanya terasa benar.
Kau tahu harus apa?
Memasukkan garam ke dalam susu cokelat.
Itu benar-benar menonjolkan rasanya.
- Garam itu untuk berondong jagung. - Kedengarannya enak.
Kau pasti tak suka.
Mungkin kita harus membiarkan Manny yang memutuskan.
No comments yet. Be the first to leave one.