نخستین 200 خط.
Ibu berpura-pura menyayangiku karena harus bersikap layaknya ibu.
Ibu bisa mengabaikanku kapan pun bila perlu.
Itu tidak benar.
Jika itu benar, bagaimana mungkin ibu melindungimu
dari kasus tabrak lari itu?
Itulah yang membuatku takut.
Kucurahkan seluruh hatiku kepada Ibu karena kukira Ibu adalah ibuku.
Semuanya akan berakhir begitu Ibu mengabaikanku.
Dengarkan ibu baik-baik, Chae Rin.
Ibu tidak akan pernah mengabaikanmu.
Kecuali kamu ingin meninggalkan ibu.
Keputusan ada di tanganmu.
Ada apa?
Aku memikirkan sesuatu.
Kurasa lebih baik kutanyakan kepadamu.
Tanya saja.
Aku melihatmu memeluk Chae Rin di area parkir.
Tampaknya kalian lebih daripada sekadar kolega.
Sebenarnya
Chae Rin dan aku berpacaran selama setahun waktu kuliah.
Bagaimana...
Maaf aku tidak memberitahumu lebih awal.
Itu sudah lama sekali. Karena kini kami rekan kerja,
kukira akan canggung jika aku memberitahumu.
Kamu tidak perlu menjelaskannya lagi.
Seperti kita yang tidak menjelaskan tentang hubungan kita
kepada Pak Dirut dan Chae Rin.
Terima kasih sudah menganggapnya seperti itu.
Kuharap kamu mengerti.
Hal buruk menimpa keluarga Chae Rin.
Dia datang menemuiku karena hanya aku yang tahu.
Sebenarnya aku terkejut saat melihat kalian berdua.
Syukurlah aku menanyakannya kepadamu.
Selamat malam.
Chae Rin, kamu baik-baik saja?
Aku berusaha terlihat tegar.
Ayah berusaha menutupinya darimu.
Maafkan ayah.
Apa yang telah kamu lakukan?
Kenapa Chae Rin harus tahu tentang putri kandungmu?
Itu tidak patut dibanggakan.
Hentikan, Ayah. Aku tidak ingin mendengarnya.
Kamu bisa membicarakannya kepadaku nanti.
Naiklah.
Astaga.
Chae Rin, aku tidak salah dengar?
Apa maksudmu putri kandung? Bukankah kamu putrinya?
Ini pernikahan kedua Ayah dan Ibu.
Astaga.
Berarti kamu anak tirinya.
Tidak bisa dipercaya.
Lalu, siapa putri kandungnya? Kamu pernah melihatnya?
Kamu senang?
Kamu baru mengajukan surat cerai.
Kamu masuk ke rumahku tanpa menelepon lebih dahulu.
Kenapa kamu berkata begitu?
Aku tidak punya tempat tujuan lain di Korea.
Kamu bisa pergi ke hotel.
Kamu bisa tidur di kamar sebelah malam ini.
Tapi aku mau kamu pergi besok.
Aku tidak ingin melihatmu. Keluarlah sekarang.
Aku sungguh menyesal Chae Rin mengetahuinya.
Kejadiannya begitu cepat. Aku tidak bisa menghentikan Gang Ja.
Hatiku sangat sedih melihat Chae Rin stres.
Maka seharusnya kamu memastikan dia tidak akan tahu.
Aku berusaha keras merahasiakan itu darinya.
Karena Chae Rin sudah tahu,
aku akan lebih memperhatikan dia agar dia tidak terluka.
Kamu tahu kesusahan yang dia alami karena ingatannya.
Astaga.
Maaf.
Rapat selesai. - Pak.
Benarkah Anda ditransfer ke kantor di New York?
Kamu sudah mendengar soal itu?
Berarti itu benar?
Itu hanya rumor saat Ji Sook memberi tahu kami.
Aku akan pindah secepatnya begitu semua urusan selesai.
Astaga. Kami akan merindukan Anda.
Berapa lama Anda di sana?
Sekitar tiga tahun. - Tiga tahun?
Kamu mau pergi ke restoran?
Ya.
Kamu sudah mendapat panggilan terkait tabrak lari itu?
Tidak juga.
Pak Dirut.
Jagalah dirimu di Amerika.
Mereka bisa
memantau kondisi jantungmu saat di sana, bukan?
Aku akan terus memakan ceri dan kacang-kacangan.
Jangan mencemaskanku.
Kamu selalu menelepon sebelum datang.
Aku membawakan informasi.
Ini daftar orang-orang yang menjual mobil secara ilegal
dan dicurigai terlibat dalam kecelakaan tabrak lari ini.
Apa ada mobil yang dikonfirmasi oleh penjual ilegal?
Aku tidak bisa menyelidiki hal itu, jadi, kuserahkan kepada Detektif Ko.
Kupikir Anda dan Nona Eun harus memiliki salinannya.
Terima kasih.
Baik. Aku akan mencatat pemesanan tempat untuk Anda.
Bang Wool, bagaimana rapatnya tadi?
Pak Dirut
memberi tahu semua orang bahwa dia akan pindah ke New York.
Begitu, ya. Dia bilang kapan akan pergi?
Tidak.
Dia hanya bilang segera.
Aku akan bersiap untuk jam makan malam.
Hai, Pak Dirut.
Bang Wool sudah sampai di restoran?
Ya, dia baru sampai.
Pengacara Lee datang ke kantorku setelah rapat.
Aku ingin memberikan ini kepada Bang Wool, tapi dia sudah pergi.
Apa ini?
Ini daftar penjual ilegal
yang menjual mobil sekitar waktu kecelakaan itu.
Dia mencari orang yang melakukan transaksi ilegal di daftar kita.
Kalau begitu, Detektif Ko harus melihat ini.
Benar.
Baiklah. Akan kuberikan kepada Bang Wool.
Sampai jumpa.
Pak Dirut.
Apakah Anda sempat untuk minum kopi?
Duduk di sini mengingatkanku pada masa lalu.
Kudengar Anda akan dipindahkan ke kantor cabang di luar negeri.
Kamu tahu itu dari Bang Wool?
Entah harus kukatakan kepada Anda atau tidak,
tapi aku tidak tahu kapan akan bertemu dengan Anda lagi.
Kurasa aku akan menyesalinya saat Anda pergi.
Ada apa? Kamu tampak serius, itu membuatku takut.
Bang Wool
menolak lamaranku.
Apa maksudmu?
Aku melihat cincin berbeda di jarinya.
Dia bahkan memberitahuku kalian berpacaran.
Itu cincin pernikahannya dengan Dong Joon.
Apa?
Setelah putus dengan Anda,
kurasa dia memakai cincin itu untuk menutup hatinya kepada orang lain.
Kalau begitu,
kenapa dia bersikap seolah-olah kalian berpacaran?
Sebenarnya, dia tidak pernah mengatakan itu.
Dia melihat
cincin pasangan di jari Anda saat di kantor.
Dia ingin melupakan Anda, jadi, dia melarangku menjelaskannya.
Aku tidak ingin Anda pergi
dan salah paham mengenai hubunganku dengan Bang Wool.
Terima kasih.
Namun, apa bedanya
setelah mengetahui perasaannya sekarang?
Seseorang pernah memberitahuku.
Mengenai hubungan manusia,
kita tidak bisa memaksa mereka tetap bersama atau memisahkan mereka.
Pak Dirut.
Kelak, kita akan menyadarinya saat memikirkannya kembali.
Saat
takdir kita berakhir.
Maksudmu, aku bisa menemukan mobil pelaku
jika menyelidiki orang-orang ini?
Benar. Merekalah yang melakukan penjualan ilegal pada saat itu.
Pria ini tampak tidak asing.
Lihatlah.
"Jeong Bong Soo"...
Wajahnya memang tampak tidak asing.
Dia bertengkar dengan Chae Rin di area parkir.
Kamu membantunya.
Benar. Kini aku ingat.
Kenapa kamu cepat mengenalinya? Aku saja tidak menyadarinya.
Aku pernah melihatnya sekali di kedai kopi kantor kita.
Aku bahkan menanyakan dirinya kepada Chae Rin.
Siapa dia?
Chae Rin bilang pria itu teman kampus ibunya.
Kurasa dia bilang sudah lupa soal pria itu karena hilang ingatan.
Ayo pulang. - Baiklah.
Ya, ini aku.
Aku di ruang istirahat. Bisakah kita bertemu?
Kenapa?
Ayo bicara langsung.
Baik, aku segera ke sana.
Kamu sudah merasa lebih baik sekarang?
Kamu datang karena mencemaskanku dari kemarin?
Aku bisa berbuat apa? Aku merasa tidak nyaman soal itu,
tapi aku berusaha menerimanya.
Dia sangat baik kepadamu.
Chae Rin.
Kamu ingat mobil lamamu? Aku mengendarainya ke Daecheon.
Ya?
Apa warnanya?
Kenapa tiba-tiba menanyakan itu kepadaku?
Bukan apa-apa.
Aku penasaran saat memikirkan masa lalu.
Yang pasti mobilnya tidak berwarna gelap.
Entahlah. Warna apa, ya?
Ibu tiriku yang membelikannya, jadi, aku tidak menyukainya.
Aku jarang memakainya.
Itu tetap mobilmu. Kamu pasti mengingatnya.
Apakah warnanya putih?
Kurasa warna perak abu-abu.
Ya. Warnanya perak abu-abu.
Benarkah?
Perak abu-abu.
Tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan, bukan?
No comments yet. Be the first to leave one.