نخستین 185 خط.
Godaan?
"Hari para Virgo akan penuh godaan".
Hati-hati.
Godaan, ya?
Apa ramalan bintang Bu Okochi?
Dia Libra.
- Astaga! - Ada apa?
Ini hari yang buruk.
Dia harus waspada terhadap kecelakaan di sekitar air.
Kecelakaan air? Ini bahkan bukan musim panas.
Pak Akiyama, kau memeriksa ramalan setiap hari?
Itu bagian dari rutinitasku untuk memenangkan hati para wanita.
Oh.
Aku jauh lebih baik daripadanya.
Enak!
Teh detoks baru kita sangat cocok dengan nasi!
Dia makan nasi lauk nasi.
Itu jurang karbohidrat.
Itu mimpi buruk.
Benarkah itu?
- Ini kombinasi pemungkas. - Astaga…
Orang-orang seperti dia sangat penting
untuk pengembangan produk baru di perusahaan kita.
Sepertinya itu enak. Ya, 'kan, Bu Yuma?
Ini jadwal pertemuan dengan Try Swimming School .
Benar. Kau ada pertemuan hari ini.
Ya.
- Ayo pergi, Rekan. - Hei, tunggu!
Saya berangkat, Pak.
Tunggu aku.
Dia tidak hanya benci makan karbohidrat,
dia juga tidak tahan melihatnya.
Pelan-pelan.
Halo. Kami sedang menuju ke sana sekarang.
Baik, tak apa-apa.
Kami akan jadwalkan ulang untuk hari lain.
Terima kasih. Sampai jumpa.
Dari Try Swimming ?
Manajer pemasarannya
meminta agar pertemuan dijadwalkan ulang.
Tiba-tiba begini?
Level kepedasan klien ini lima. Ini tidak akan mudah.
Selain itu, menurut tebakanku, manajer itu sedang memulai diet.
RENANG / OLAHRAGA / YOGA / CANTIK MAKAN TERATUR DAN TURUN BERAT
Dia mungkin khawatir terlalu banyak makan saat pertemuan.
Itu alasannya?
- Ayo. - Ke mana?
Ada tempat yang ingin kudatangi.
KAMI TUTUP SEMENTARA HARI INI
MAAF ATAS KETIDAKNYAMANANNYA
Tak mungkin.
Pertemuan mendadak dibatalkan dan restoran ini tutup?
Ramalan bintangmu benar.
- Bintang? - Bukan apa-apa.
Apa? Mereka tutup?
Ya, ampun. Padahal, aku ingin makan budae jjigae di sini.
Sayang sekali.
Kau tahu restoran makanan pedas lainnya?
Serahkan kepadaku.
HIBUTA 17
Aku baru ingat,
ada ramen sangat enak di dekat sini. Mau coba?
Bagaimana kau tahu?
Itu dekat dengan rumahku.
BUDAE JJIGAE
Ada apa?
Hei? Ada apa?
Seni makanan pedas.
Ini adalah jalan menuju katarsis melalui makanan pedas.
Di dunia makanan pedas, tak ada hidangan yang lebih baik
daripada keberanian menghadapi kesulitan
tanpa takut gagal.
Sebentar. Tunggu. Ada apa?
Kau mau memasak di sini?
Pikiranku dipenuhi dengan budae jjigae.
Aku akan membuat masakanku terasa seperti buatan mereka.
Bu Okochi, kau akan membuatnya?
Bau.
Tunggu.
Tunggu. Mau apa? Berhenti.
Mari kita mulai dengan berberes dulu.
Biar aku saja.
Hei, tunggu sebentar.
- Minggir. Cuci sayurannya! - Baik.
Godaan?
"Hari para Virgo akan penuh godaan".
Hati-hati.
Mungkinkah godaan itu…
Tidak, tidak mungkin.
Kau membuang-buang air.
Baiklah. Aku sudah siap.
Baik.
Aku yang harus memotong?
Tak bisakah kau memotong sedikit lebih cepat?
Baik, Bu.
Lumayan.
- Maafkan kalau ini hanya "lumayan". - Kau punya bowl ?
Aku punya bola bisbol sewaktu sekolah.
Maksudku mangkuk, bukan bola. Untuk memasak. Atau ambilkan panci saja.
Mangkuk. Baik.
Masukkan itu.
Apa ini untuk budae jjigae?
Bukan. Ini hidangan pembuka. Acar mentimun.
Bau mayones dan moster ini luar biasa.
Boleh aku minta? Aduh.
Kau punya wajan listrik? Jika tak ada, penggorengan saja.
- Apa? - Ini untuk pangsit yang kau beli tadi.
Oh, ya! Bu Okochi, maukah kau…
Maaf. Lapisan luarnya karbohidrat. Kau tak bisa makan ini.
Bisakah kau cairkan dagingnya? Nanti itu untuk budae jjigae.
Baik.
Dia suka memerintah, tapi ini malah mengasyikkan.
Senang bisa memasak di rumah.
Bau pangsit ini sedap sekali.
Itu dibuat untuk menarik sebagian besar konsumen.
Tapi di sinilah
akan kuberikan kejutanku.
- Cabai tanduk sapi pasti paling cocok. - Cuka, kecap, dan cabai tanduk sapi?
Aku tak bisa membayangkan jadinya… Itu kebanyakan!
- Sudah. Kurasa itu hampir matang. - Kau benar.
Mari kita buka!
Wow!
Bersulang.
Mari makan.
Pedas sekali.
Tapi…
cabai tanduk sapinya menyempurnakan pangsit.
Itu kejutan spesialku.
Sangat lezat.
Mencampur mayones dan moster dengan mentimun itu baru bagiku.
Enak.
Ini sangat sederhana, tapi enak.
Kurasa aku terpikat oleh makanan Okochi.
Kurasa aku bisa memikatmu dengan banyak cara lain.
Hei?
Hari para Virgo akan penuh godaan.
Hati-hati.
Tidak mungkin.
Bu Okochi, ini belum saatnya mabuk, 'kan?
Aku tak boleh mabuk?
Kita harus menyiapkan hidangan utama. Budae jjigae.
Apa? Malah belum cair.
Bagaimana denganku?
Sepertinya hati dan tubuhku
telah cair.
Bu Okochi! Tenang.
Tunggu sebentar.
- Ada tamu. - Selamat malam! Paket!
Ada paket!
Ya, tunggu sebentar, ya!
Bercanda! Ini aku. Ryosuke!
Hore! Buka!
Gawat! Ryosuke tak bisa jaga rahasia. Jika dia salah paham,
semua orang di perusahaan akan tahu!
Jika kau di rumah, ayo kita keluar minum!
Mau?
- Tok, tok. - Bu Okochi, bangun!
- Asyik! - Ayo.
Tok, ya, tok.
Tok, tok, ya.
- Ayo kita keluar minum! - Aku datang!
Pak Sarukawa!
Ayo kita keluar minum!
- Apa seseorang… - Ada apa?
- Pak Sarukawa. - Hei.
- Ada orang di dalam? - Tidak, tentu tidak. Mana mungkin!
Sudah kuduga.
- Baunya sedap. - Tidak…
- Aku masuk. - Tunggu sebentar! Ryosuke!
- Berhenti! - Asyik!
Pangsit itu sepertinya lezat.
Kenapa kau sembarangan masuk?
Pak Sarukawa.
Kau bilang kau sendirian.
Apa kau berbohong?
Aku hanya berlatih makan dengan klien. Aku sedang berlatih!
Pak, tambah lagi minumnya, ya!
Terima kasih banyak.
Sudah lama aku tidak menghadiri jamuan bisnis seperti ini.
Bahkan harus kuakui alasan ini sedikit berlebihan.
Wah, kau memang luar biasa!
Kau bekerja keras bahkan ketika di rumah!
- Aku akan meneladanimu selamanya! - Bagus!
- Hidup Pak Sarukawa! - Ryosuke.
Aku tak bisa minum seperti ini lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.