هماهنگ با نسخه‌های زیر

ㅡㅡ이 구역의 미친 XㅡMad for Each Other E10 NF-360P/720P/1080P
ناشر DD_Movie
NF Retail [ RT 00:37:44 ] | t.me/ddmoviechannel

برچسب‌ها

720p
720
1080
تاریخ انتشار: 2021-06-14
تعداد دانلود: 12
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Kudengar kau menyumbangkan uang dalam jumlah besar di acara amal kali ini.

Ini sama saja seperti melakukan pekerjaan misionaris.

Aku hanya membagikan apa yang kumiliki.

Itu bukan apa-apa.

Kepribadian dan keyakinanmu benar-benar sangat menakjubkan.

Tak heran anakmu begitu hebat.

Siapa kalian?

Kami dari Hongjik-dong. Dia menginjili kami kemarin.

Aku?

Kapan aku…

Sepertinya kau sedang membicarakan anakmu.

Kau pasti sangat menderita karena anakmu makan dari pajak negara.

Anakmu bekerja di pemerintahan?

Sebelumnya, kau bilang dia berbisnis…

Tidak. Dia bukan bekerja di pemerintahan.

Dia makan dari pajak negara di balik jeruji…

Astaga. Aku hampir lupa.

Aku ingat kalian.

Kalian ibu-ibu dari Hongjik-dong.

Di sini agak sempit.

Mari kita bicara di tempat yang lebih luas.

- Mari ke sebelah sini. - Baiklah.

Bolehkah kami memesan kue…

Bagaimana kalian bisa tahu bahwa aku ada di sini?

Apa yang kalian inginkan?

Tak sulit untuk melacakmu.

Mata ganti mata, gigi ganti gigi.

Kau sudah mempermalukan orang yang tak bersalah.

Jadi, kami datang ke sini untuk membalaskan dendamnya.

Apa hubungannya dengan kalian?

Dasar ibu-ibu tak ada pekerjaan.

Kalian terlalu ikut campur.

Bagaimana kau bisa tahu?

Kami memang suka ikut campur urusan orang lain karena tak ada kerjaan.

Itu sebabnya kami berencana untuk mengunjungi gerejamu,

apartemenmu,

dan pertemuan orang tua

di sekolah internasional, tempat cucumu bersekolah.

Lalu, kami akan memberi tahu semua orang

kenapa putramu bisa masuk penjara. Bagaimana? Kau tak masalah?

Itu…

Baiklah. Apa yang kalian inginkan?

Aku ingin kau menghapus semua unggahan di internet sebelum tengah malam,

dan jangan pernah datang ke Hongjik-dong lagi.

Jika tidak, kami akan…

Baiklah.

Aku mengerti.

Tak perlu tunggu sampai tengah malam.

Aku akan melakukannya sekarang.

Kuturuti keinginan kalian. Lihat ini.

Semudah ini?

Aku tahu ini tak cukup untuk menebus kesalahan kami.

Kami hanya ingin meminta maaf kepadamu.

Bagaimanapun, terima kasih.

Ya.

Meski banyak hal terjadi,

tak ada salahnya tetap berpikir positif.

Bukankah begitu?

Bersulang.

Bersulang.

Sekarang, kita semua sudah di perahu yang sama.

Kuharap Unit 506 bisa cepat beradaptasi sebagai anggota baru.

Meski tak bisa menjadi pemimpin teladan,

kita tetap harus membimbingnya dengan baik…

Kau harus berhenti minum miras.

Aku?

Ya.

Aku tak banyak minum.

Suamiku yang minum miras.

Berhentilah menjadikan suamimu alasan.

Kau tak perlu menyembunyikannya.

Kami tahu semuanya.

Apa yang kau tahu?

Rupanya kau tak tahu.

Kau berbau alkohol setiap pagi.

Terkadang, kau terlalu mabuk

sampai terlewat bus penitipan anak.

Tak seharusnya begitu. Kau seorang ibu.

- Bu Kim. - Ya?

Kau mengawasiku?

Benar-benar tak ada privasi di apartemen ini.

Menyebalkan.

Bukan begitu…

Astaga.

Hei, tunggu.

Kata orang-orang, anak harus dibesarkan oleh ibu, jadi, aku berhenti bekerja.

Sekarang, mereka mengatakan bahwa anak menghormati ibu yang bekerja

dan ibu harus bahagia supaya anak bahagia.

Namun, apa kau tahu?

Aku sama sekali tak bahagia.

Aku tak belajar mati-matian untuk hidup seperti ini.

Aku menyia-nyiakan bakatku.

Aku tak mengerti kenapa aku menjadi sekretaris

di apartemen yang usang ini.

Astaga. Jangan bicara seperti itu.

Aku tak percaya kau mengatakan itu. Kau sungguh keterlaluan.

- Tenangkan dirimu. - Astaga.

Aku mengerti perasaanmu.

Kami tahu bahwa membesarkan anak tidaklah mudah.

Meskipun begitu, kau tak boleh melampiaskannya dengan minum miras.

Itu lebih baik daripada unggah komentar jahat.

Setidaknya aku tak menyakiti orang lain.

Dia benar. Kau harus berhenti

mengunggah komentar jahat di internet.

Kau tak lihat berita? Jangan main-main.

Masalah kali ini pun karena kau.

Apa kau yang meninggalkan komentar jahat di media sosialku?

Seseorang terus katakan bahwa aku melakukan operasi plastik.

Padahal aku tak melakukannya. Aku hanya memakai kawat gigi.

Apa?

Aku tak peduli kau melakukan operasi plastik atau tidak.

Aku tak unggah komentar jahat sembarangan.

Hanya pada orang-orang yang memiliki lebih dari 100.000 pengikut.

Aku bahkan tak tahu kau punya media sosial.

Kenapa kau berlagak akrab denganku?

Kau selalu sopan dan menghormati Bu Kim,

tapi kau tak pernah melakukan itu kepadaku.

Apa salahnya memanggilmu dengan akrab?

Aku memang terlihat muda,

tapi umur kita tak begitu beda jauh.

Apa?

Bu Kim, dia menantangku, ya?

Astaga. Hentikan.

Kalian seharusnya malu di depan anggota baru kita.

Belum lama sejak aku membahas menjadi pemimpin teladan…

Ada apa dengannya?

Apa dia gila?

Apa kalian tahu betapa lucunya kalian?

Kalian sungguh luar biasa.

Ada apa denganmu?

Aduh, berisik sekali.

Ada apa dengannya?

Kenapa terus meniup peluit selarut ini? Kau berisik sekali.

Haruskah kurebut?

- Cepat singkirkan itu darinya. - Baik.

- Sangat mengganggu. - Berikan itu kepadaku!

Unit 506!

- Berhenti! - Tunggu!

Peluit.

- Ada di mana? - Tidak boleh, ini milikku!

Ada apa?

Ada apa?

Hei.

Kau di sini.

Astaga.

Kenapa kalian membuat dia semabuk ini?

Kenapa…

Kenapa kau menyalahkan kami?

Kalian terlihat baik-baik saja dan hanya dia yang mabuk.

Apa kalian memaksanya minum miras

dan mengintimidasinya karena dia baru bergabung?

Kami tak memaksanya minum.

Unit 506 minum dengan sangat baik.

Dia sangat mahir.

Pengeluaran hari ini melebihi anggaran dan dia tak bayar sama sekali.

Namun, dia terus meminta kami untuk minum lebih banyak.

Kami kesulitan menghentikannya.

Kau tahu betapa sulitnya?

- Kau tahu betapa sulitnya? - Makanya!

Kau tak tahu apa-apa, tapi kenapa kau selalu memihak Unit 506?

Rumah mereka bersebelahan. Sudah sewajarnya dia memihaknya.

Benar.

- Benar sekali. - Ya, 'kan?

Mereka tidak salah. Jangan seperti itu kepada Bu Kim.

- Kami kini berada di pihak yang sama. - Ya.

Aku sangat menyukai apartemen kita.

Aku ingin tinggal di sini selamanya.

Apa yang kau suka dari apartemen kita?

Astaga.

Karena…

kalian semua sinting.

Kalian semua gila.

Aku yang paling normal di sini.

Lihatlah.

Dia pencandu alkohol.

Dia unggah komentar jahat.

Dan dia suka ikut campur urusan orang lain.

Lihat? Apa kubilang?

Sudah kubilang, semua orang selain kita gila.

Bukankah begitu?

Perkataanku benar, 'kan?

Kau minum terlalu banyak.

- Kau mabuk. - Aku baik-baik saja.

Kami sedang bersenang-senang. Lepaskan.

Ayo.

- Dia pencandu alkohol - Cepat kemari.

Dia unggah komentar jahat

- Dia suka ikut campur - Astaga. Ayo.

- Kau! - Dia seperti ini karena mabuk.

- Lupakanlah. - Dia suka ikut campur!

- Dia unggah komentar jahat! - Dah, Semua.

Astaga.

Ya ampun.

Bisakah kau diam?

Ada apa denganmu?

Astaga.

Berhenti meniupnya!

Berikan itu kepadaku.

- Kau pasti banyak minum. - Aku bebas!

Astaga.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left