نخستین 186 خط.
m 0 0 l -2986.5 0 l -2986.5 -13.375 l 0 -13.375 b 3.375 -12.625 5.25 -10.625 5.25 -6.625 b 5.25 -3.375 4 0 0 0
Hunter No Sekai
Now Watching
Ishura
Episode #06
Hunter No Sekai
Now Watching
Kunjungi:
Raja Iblis Sejati telah mati.
Musuh dunia yang memenuhi cakrawala dengan ketakutan-
telah dikalahkan oleh seseorang.
Hingga hari ini,
tidak ada yang tahu nama atau keberadaan pahlawan itu.
Karena zaman kengerian sudah berakhir,
orang itu harus dipilih.
ISHURA
Kota Mage
Kota Mage adalah kota satelit terdekat dengan Kerajaan Baru Lithia
dan berfungsi sebagai pos terdepan Aureatia
untuk mengawasi pergerakan Lithia.
Mengumpulkan Pasukan
Tamu-tamu kita sudah datang?
Ya, sepertinya mereka tiba tadi pagi.
Rupanya aku yang terlambat.
Biasanya pengunjung tak terlalu peduli dengan sopan santun.
Maaf.
Aku yang memanggilmu, tetapi aku malah terlambat.
Aku Menteri ke-20,
Hidow si Penjepit.
Namaku Yuno si Cakar Jauh.
Di Nagan,
Nagan yang sudah hancur,
aku seorang murid magang.
Terima kasih sudah mau mendengarkan kami-
Tidak perlu basa-basi.
Kalau ada pengunjung baru yang muncul,
Aureatia tidak bisa diam saja.
Terima kasih sudah memberitahuku.
Tidak …
Tidak masalah.
Kalau begitu,
kau pasti Pedang Dedalu.
Haruskah kupakai itu di namaku?
Aku Soujiro.
Pedang Dedalu nama kedua yang cukup bagus.
Baiklah, langsung saja ke intinya.
Musuh kita ini mantan Jenderal ke-23 Aureatia,
Taren si Waspada.
Dia punya pasukan wyvern
dan mengumpulkan benda sihir serta prajurit bayaran.
Aku ingin menghentikan semua ini sebelum perang terjadi
antara Aureatia dan Kerajaan Baru Lithia.
Aku ingin kalian berdua membantuku.
Bagaimana dengan kompetisi untuk mencari Pahlawan?
Itu urusan nanti.
Bagaimanapun, itu acara terbesar di dunia.
Hanya orang-orang paling bergengsi yang bisa ikut serta.
Anggap saja ini ujian untuk melihat apa kau pantas jadi kandidat Pahlawan.
Kalau kau tampil signifikan melawan Kerajaan Baru Lithia,
mungkin salah satu dari 29 Pejabat akan mendukung pencalonanmu.
Terserah lah, asalkan aku dapat lawan yang menarik.
Soujiro, Tuan Hidow itu orang penting.
Kau harus lebih sopan.
Aku harus bicara seperti apa?
Etto …
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian Tuan pada kami,
yang hanya pengunjung pengembara." Kalau begitu?
Baiklah.
Anggap saja aku menyapamu seperti itu.
Kalian ini.
Untung aku pria yang sabar.
Yuno, pertarungan melawan Lithia ini
sangat penting bagimu, 'kan?
Benar.
Tuan Hidow …
Anda yakin seorang pengikut Raja Iblis Taren
ada di Labirin Besar Nagan hari itu?
Aku yakin.
Namanya Dakai si Murai.
Pendekar pedang yang membawa pedang biru ajaib.
Kalau begitu, Golem Penjara Bawah Tanah aktif karena Dakai si Murai
sudah jauh memasuki labirin?
Itu baru dugaanmu saja.
Aku tidak bisa menerima tragedi itu sebagai bencana biasa,
menganggap itu tidak bisa dihindari, dan menyalahkan kelemahanku sendiri.
Tuan Hidow,
aku ingin minta izin Tuan.
Izinku?
Aku ingin menemani Soujiro.
Baiklah.
Silahkan saja.
Kerajaan Baru Lithia
Kalau tidak salah,
malam ini, dia makan bersama Taren.
Jangan bergerak.
Kalau bergerak, kubunuh kau.
Ini aku.
Tidak perlu waspada.
Aku juga sedang menyelidiki di sini.
Nona Taren sudah memberiku izin.
Aku belum memberimu izin.
Aku juga tidak mau akrab dengan pendekar pedang sinting.
Pendekar pedang?
Bukan cuma kau.
Aku tidak yakin bisa akrab dengan wyvern.
Pria seperti dia bisa menyerang dari posisi mana pun,
lebih cepat dari Sihir Kata milikku.
Kau tahu buku harian?
Buku harian?
Itu populer di dunia ini, 'kan?
Kau menulis kejadian hari ini di buku catatan.
Kau tahu Curte juga punya buku harian?
Aku tidak tahu.
Apa kalian, para minian bodoh, senang dengan hiburan semacam itu?
Kurasa begitu.
Yang jelas, sepertinya Curte suka.
Lalu, kenapa?
Tidak ada huruf tertulis di buku ini.
Ada lubang-lubang yang dibuat berjarak.
Ini dibaca dengan sentuhan.
Bagaimana kalau sang putri mencatat hal seperti cuaca,
atau waktu dia bicara denganmu?
Hari ini kau juga bertugas?
Aku baru kembali dari mengusir beberapa penjahat busuk.
Aku tak punya waktu bermain-main setiap hari seperti dirimu.
Aku ragu kau cukup ceroboh membahas informasi militer,
tetapi sepertinya ada informasi yang bocor ke Aureatia.
Lantas kenapa?
Kalau kau menyentuh Curte,
aku akan mencabikmu jadi sembilan bagian dan menghabisi nyawamu.
Waduh, kau pikir bisa mengalahkanku?
Dasar bodoh!
Katakan, Regnejee.
Tentang kawananmu.
Mereka itu apa?
Kawananku?
Ada apa dengan kawananku?
Bukankah kawananmu pernah dihancurkan oleh Raja Iblis Sejati?
Sekitar empat tahun lalu,
waktu Curte kehilangan penglihatannya.
Bagaimana kau bisa membentuk kawanan sebesar itu dalam empat tahun?
Kalau aku katakan, kau mau apa?
Kau hanya seorang minia.
Tenang.
Aku belum berencana melakukan apa-apa.
Tidak kepada Curte, atau padamu.
Kalau kau mau menginterogasi Curte, aku ingin hadir di sana.
Percuma menginterogasi dia.
Aku ragu dia mau bicara.
Meski ada yang memengaruhi Curte,
dia tidak pernah melihat siapa mereka.
Aku harus melindungi kawananku.
Kalaupun Curte seorang pengkhianat.
Aku akan membuat pilihan yang tepat,
seperti biasa.
Sepertinya selendangku tidak sengaja terbawa Regnejee waktu dia keluar.
Aku tidak bisa menemukannya.
Aku sudah mencari seisi kamarku.
Sayang sekali.
Aku yakin dia pasti menyangkal, tetapi kau harus memaafkannya.
Aku tahu.
Enak sekali.
Benarkah?
Ibu.
Bukankah sudah kukatakan jangan memanggilku seperti itu?
Aku tidak enak dengan ibu kandungmu.
Begini,
aku harap kau bisa menjauhkan Regnejee dari pekerjaan berbahaya.
Tugas Regnejee selalu menempatkannya dalam bahaya.
Apa akan ada perang lagi?
Sepertinya begitu.
Aku menyatakan diriku sebagai Raja Iblis.
Aureatia tidak kenal ampun pada siapa pun yang memakai gelar Raja Iblis.
Mereka akan mengirim pasukan.
Jika itu terjadi, aku harus melindungi Lithia.
Ya, aku tahu.
Sejak pertama kali menemukannya,
dia dan Regnejee selalu bersama.
Curte percaya
Regnejee adalah malaikat yang menyelamatkan manusia.
Itu sebabnya
aku tidak bisa memberi tahu Curte siapa Regnejee sebenarnya.
Regnejee tidak mau bekerja tanpa aku.
Apa itu sebabnya kau melindungiku?
Benar.
Peranmu penting dalam perang ini.
No comments yet. Be the first to leave one.