نخستین 200 خط.
Goddess of Marriage
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.
Episode 27
Bagaimana kabarmu?
Baik.
Bukankah kita bertemu tahun lalu? Kita pernah bertemu di hotel.
Benar.
Silakan duduk.
Pesanlah minuman.
Ya.
Kau ingin minum apa?
Apa saja.
Jangan seperti itu dan pilihlah. Aku sudah memilih.
Apa terjadi sesuatu pada Ji Hye?
Bagaimana kau tahu?
Jika itu bukan alasannya, maka tidak ada alasan untuk mencariku.
Kau sangat terus terang.
Tak ada yang perlu disembunyikan.
Kau cukup tegas juga.
Apa yang ingin kau katakan?
Baiklah.
Aku akan berterus terang juga.
Apa kau pernah bertemu istriku baru-baru ini?
Ya.
Apa maksudnya?
Ini terlalu berlebihan.
Bagaimana keadaanku menurutmu sekarang?
Sebagai pria kau harus memahami.
Sekarang ini, situasi ini memalukan dan penghinaan bagiku.
Apa kau tahu?
Ya.
Aku mengerti.
Aku juga merasa seperti itu sekarang.
Kami bertemu lagi secara kebetulan.
Di jalan.
Dan aku bertemu dengannya lagi
saat ia sedang minum.
Dia sangat mabuk sehingga aku mencoba membantunya. Itu saja.
Dan karena aku khawatir,
aku mengirim pesan beberapa kali.
Itu saja.
Lalu, apa kau keberatan jika aku mengajukan pertanyaan sekarang?
Apa terjadi sesuatu pada Ji Hye?
Aku dengar dia sedang sakit.
Aku khawatir mungkin dia tidak sehat.
Ya, dia baik-baik saja.
Jauh lebih baik sekarang.
Baguslah.
Lalu, aku juga akan mengajukan pertanyaan.
Mengapa kau mengkhawatirkan istriku?
Jawab aku.
Mengapa kau harus mengkhawatirkan istriku?
Aku juga orang yang mengenal Ji Hye.
Aku boleh merasa khawatir. Mengapa tidak?
Ji Hye adalah seseorang yang selalu kudukung dan kudoakan sepenuh hatiku.
Begitulah keadaannya, tidak lebih dan tidak kurang.
Bukan berarti aku tidak tahu mengapa kau bertanya, itu sebabnya aku menjawab seperti ini.
Aku hanya mengatakan apa yang ada dalam pikiranku.
Aku tidak suka sikapmu.
Dalam pikiranmu, kau menggambarkan sebuah istana dan kau meletakkannya di sana.
Dia tipe wanita yang menyukai perhatian seperti itu. Tapi aku tidak bisa.
Itu sebabnya dia tidak 100% terkesan pada pria sepertiku.
Bahkan jika ada perbedaan pendapat antara pasangan,
selalu ada yang positif dan itu adalah plus atau minus.
Jadi keduanya hanya mencintai dan bertoleransi satu sama lain.
Jadi...
Bagiku yang tidak lucunya adalah..
kau mendukung dan mendoakannya dengan sepenuh hatimu.
Kau ingin membantunya dan
itu akan menjadi masalah dalam hubungan kami.
Kemudian pada akhirnya, menimbulkan salah paham dan situasi yang berlawanan dengan apa yang kau harapkan.
Jadi, di masa depan,
tolong jangan memulai atau menerima kontak apapun dari istriku.
Begini...
Aku tidak berpikiran seperti itu.
Bahkan jika seseorang menikah,
pasangannya tidak bisa memilikinya seutuhnya.
Jika aku tidak berhak melakukan itu, maka aku akan menjawabnya.
Apapun kisah yang tersembunyi, meskipun ini tidak membuatku lebih baik,
jika itu berkaitan dengan usaha seseorang untuk berpisah,
aku tidak akan ikut campur.
Tentu saja, mempertahankan pernikahan yang bahagia adalah suatu kondisi.
Apa kau mengajariku sekarang?
Aku hanya mengatakan bahwa kita berbeda pendapat dalam hal ini.
Selain itu, Ji Hye dan aku
bertemu beberapa kali akhir-akhir ini,
tapi tidak saling mengganggu kehidupan moral satu sama lain,
atau melakukan sesuatu yang berlawanan dengan hati nurani.
Mengungkit dan memikirkan peristiwa masa lalu,
kami tidak seperti itu.
Terutama istrimu, tidak seperti itu.
Namun demikian, merasa sakit hati,
aku bisa memahaminya.
Bahkan mendukungnya sepenuh hatiku,
atau berdoa untuknya, aku tidak akan melakukannya lagi.
Menemuimu, Jaksa Kang,
calon istriku,
juga akan merasa tidak nyaman.
Aku akan segera menikah, jadi kau tidak perlu khawatir lagi.
Selama aku hidup,
aku hanya akan menyimpannya dalam hatiku.
Namun, karena hal ini membuatmu sakit hati,
maka aku akan berhati-hati.
Kalau begitu, selamat tinggal.
Jika ini sebuah gangguan, maka sangat disayangkan.
Maksudku,
Aku hanya ingin memastikannya.
Selamat tinggal.
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.
Dimana kau?
Dimana lagi jika tidak di rumah kakakku?
Aku meneleponmu di sana tapi kau tidak menjawab.
Aku baru saja keluar sebentar.
Kemana?
Aku hanya di depan.
Sebenarnya,
kakak ipar datang berkunjung.
Kakak ipar siapa?
Ada apa denganmu?
Kakak iparku, siapa maksudmu?
Kakak ipar istri kakakku?
- Ya. - Mengapa?
Kurasa dia benar-benar akan bercerai.
Dia membawakan sekeranjang buah karena aku sakit.
Aku tidak tahu bagaimana maksudnya, tapi itu seperti perpisahan terakhirnya.
Tae Wook?
Aku mengerti. Kau cukup istirahat?
Ya.
Jangan berkeliaran di luar dan istirahatlah di dalam.
Aku akan mampir malam ini.
Ada apa dengan nada suaramu? Apa terjadi sesuatu?
Tidak ada apa-apa.
Apa yang mungkin bisa terjadi?
Aku hanya tertekan memikirkan kakakku dan kakak ipar.
Baiklah, istirahatlah.
Ngomong-ngomong,
apa yang harus kubawa untukmu malam ini?
Haruskah aku membeli kue keju yang kau suka?
Tentu,
dan blueberry juga.
Baiklah. Aku akan membeli blueberry.
Sudah ya.
Kenapa kau tidak menjawab?
Apa kau ingin dapat masalah?
Jika kau keras kepala seperti ini,
meskipun selama 8 tahun terakhir,
kau menjadi menantu kami yang berdedikasi,
seorang istri yang setia bagi anakku yang suka main perempuan,
penurut pada istriku dan juga
ibu dari Yoo Jin dan Yoo Ri,
aku katakan padamu, aku tidak akan tinggal diam.
Kau akan dapat banyak masalah.
Kau akan menjadi sampah masyarakat yang tak mungkin bisa bangkit kembali,
Apa tidak masalah bagimu?
Biaya anak-anak dan tunjangan 10 juta Won,
pembagian aset 500 juta Won?
Jangan becanda.
Kau tidak akan mendapatkan satu sen pun,
Kau akan kehilangan anak-anak,
dan kau akan ditendang keluar.
Jadi aku bertanya apa tidak masalah bagimu? Jawab aku!
Aku juga,
Baiklah, bicaralah.
Aku tahu benar bagaimana cara tim hukum grup Sinyoung mengintimidasi.
Tapi,
aku tetap akan menyelesaikannya sampai akhir.
Apa?
Ayah, jika Anda ingin menghentikanku,
tidak ada jalan lain kecuali memberikan apa yang kuminta.
Atau memberikannya padaku melalui proses pengadilan,
Hanya ada dua pilihan.
Ibu Yoo Jin!
Aku tahu Anda tidak suka digunjingkan,
aku menginginkan perceraian secara damai berdasarkan kesepakatan.
Tapi Anda dan ayah Yoo Jin tidak menghargai kerjasamaku,
kalian datang bergantian untuk mengancamku.
Aku tidak punya pilihan selain mempercayai sistem hukum.
Apa kau benar-benar merasa kau bisa menang dalam proses hukum?
Yah,
mungkin akan menjadi perebutan kekuasaan.
Tapi, Ayah,
bukankah ada pepatah lama,
panjang atau pendek, kau harus membandingkannya untuk mengetahui dengan pasti.
Omong kosong.
Kau bukan siapa-siapa dan tanpa latar belakang berbicara seperti itu. Namun, kurasa aku meremehkanmu.
Dari mana kau dapat keberanian.
Aku juga menyesal aku harus melakukan gugatan
setelah selama 8 tahun terakhir aku hidup bersama dengan keluarga Anda.
Tapi, bukan siapa-siapa dan tanpa latar belakang ini,
aku akan menjalani proses perceraian.
Jika aku kalah,
maka aku akan melihat kematianku sendiri.
Jadi jangan terlalu khawatir ayah mertua.
Kau, benar-benar!
Kau sudah pulang.
Ada apa dengan rumah tangga ini?
Apa sebenarnya perananmu dalam rumah tangga ini?!
Kenapa kau jadi seperti ini?
Apa kau bertemu dengan ibu Yoo Jin?
Apa katanya?
No comments yet. Be the first to leave one.